
Setelah menghadiri pernikahan Eliza dan Raka, Danish mengantarkan Inara pulang.
Inara menatap Danish, pria yang selalu bersama nya dalam suka dan duka.
Inara tidak pernah melihat Danish solat.
"Eummmm..." Inara bingung mau mengatakan nya. Danish menatap sekilas Inara.
"Kenapa Nara, apa yang membuat mu resah seperti itu" Fiks, Danish sangat peka terhadap Inara.
Inara mengingat beberapa kejadian Sampai akhirnya Inara mengingat kejadian, dirinya pernah solat Maghrib di tengah jalan. Dan danish hanya menunggu di luar. Di dalam mobil sendirian.
Danish hanga menatap orang yang sedang solat.
adzan isya berkumandang
Inara melihat arloji jam 7 malam. Inara juga ingin memastikan sesuatu.
Sebenarnya apa agama kak Danish, batin Inara bertanya tanya.
"Kak Danish stop!"
"Kenapa Inara "
"Aku mau solat di masjid" pinta Inara.
Danish hanga diam dengan tatapan sulit di Artikan.
"Aku tunggu di Dalam mobil saja "ucap kak danish .Inara pun meninggalkan Danish di dalam mobil. Inara mendekati masjid.
Setelah solat Inara pun keluar.
Memandangi Danish yang sedang main hp.
setelah solat Inara kembali masuk mkbil
"Aku mau tanya sesuatu boleh." Danish sedang sibuk main hp
"Katakan"
"Kak Danish punya agama ?"
"Kenapa mengatakan seperti itu. " Kak Danish jadi irit bicara
"Aku penasaran saja, AKu tak pernah melihat kak Danish solat. "
"Agama kak Danish apa,maaf bukan nya aku mau ikut campur aku hanya penasaran "
"Euuummmm kak Danish marah?" Inara bertanya dengan hati hati.
"Orang tua aku Kristen, dan akuuuu juga mengikuti agama orang tuaku. "
Pantas, batin Inara
"Maaf "
"Kenapa minta maaf Inara kamu gan salah"
Masih dengan rasa keterkejutan nya Danish malah mengantarkan nya pulang. Sebelum pulang Danish mengajak nya ke supermarket membeli kebutuhan sang wanita nya
Setelah danish pergi Inara mengganti pakaian nya dan mulai memejamkan matanya.
"Capeee... Nyaa"
Baru juga memejamkan matanya terdengar suara ketuk pintu
Tok tok tok
"Siapa sih yang tengah malah ngetok pintu" sedikit kesal Inara membuka pintu nya.
" Zizi" pekik Inara.
Zizi menatap inara cemberut. Zizi berusaha tersenyum. Inara melihat raut wajah Zizi yang sedih langsung memintanya agar masuk.
"Masuk yuk zi" Zizi pun menuruti
Inara mengambil beberapa makanan dan minuman sebelum pulang.
"Zi, jangan sungkan sungkan yah cerita kalau lagi ada masalah" ucap Inara. Di dalam kos an Inara tidak ada tempat duduk. Hanya di sungguhi tempat tidur dan kamar mandi, dan kamar dapur.
Jadi ketika masuk ke kos an di sajikan lesehan tempat tidur.
Zizi duduk di sisi tempat tidur inara. Inara merebahkan tubuhnya katana hari ini begitu lelah. Jangan lupa besok waktu nya bekerja. Meskipun sekarang inara jadi leader OB. Inara tetap di disiplin dalam waktu
"Aku akan resent besok!" Jawab Zizi menunduk kepala nya
"Hah ?!"
"Kenapa?" Tanya Inara, meskipun Inara tetap atasan Zizi dalam kantor. Inara belum pernah memantau bagaiman lingkungan pertemanan zizi.
"Aku cape nar, selalu saja ad masalah dalam bekerja, meskipun kamu melindungi ku. Atau membela ku, aku cape nar, belum bisa berdiri sendiri. Membela diri sendiri, mereka semua selalu berkuasa "
"Aku mau nikah saja sama sugar Daddy, atau orang kaya biar gak kaya gini " kata Zizi.
" Perempuan kalau masih sendiri belum menikah nikmati masa masa sendirimu. Jangan berekspentasi tinggi tentang pernikahan, jangan mengganggap pernikahan akhir dari semua beban saat ini, itu salah.
Nikmati saja masa-masa sendiri. Nikah itu bukan solusi lepas dari omongan. Tetangga, karena omongan tetangga gak akan pernah ada habis nya.
Bukan juga solusi lepas dari omongan. Tetangga,karena omongan. Tetangga gak akan pernah ada habisnya.
Kita gak akan pernah tau masalah apa yang dihadapi nanti. Bahkan masa
Gan pernah berfikir saat ini, jadi akan ada masanya intinya nikmati dan syukuri hidup yang sekarang banyak banyak bersykur.fna perbaiki diri. INSYAALLOH yang datang pada kita pun dia yang menjaga dirinya." kata Inara kesal mendengar ucapan Zizi yang menyerah