
Sementara itu, Danish tengah duduk di depan kafe, dimana dia menghabiskan waktu makan siang nya hanya sekedar menikmati secangkir kopi penghilang rasa kantuk nya
Seharian ini Inara tidak mengabari apapun kepadanya.
Bahkan tidak masuk berkerja.
Inara, semoga kamu baik Baik saja, gumam Danish. Rencana nay nanti Danish akan ke kos an Inara.
Naina menelphon teman nya, telephon terhubung.
"Ada apa naina kenapa kau menelphon ku terus kau sangat mengganggu " ucapan dari sebrang telephon.
Naina yang tadi ingin mengobrol jadi kesal.
"Kau ini! Teman atau musuh sih, aku menelphon mu berulang kali tapi harus dengar kata membosankan "gerutu naina. Teman nya tertawa.
Dia tertawa sambil mengelus bunga yang di tangan nya. Bunga mawar. Yang di dapat dari kekasih hatinya. Baru beberapa Minggu namun jodoh tak kemana.
"Makanya cari pendamping buat tau rasanya kalau lagi mesra gini gini malah ganggu " ucapnya menyindir naina. Rambut sebahu itu sedang duduk di balkon kamarnya di temani kekasih yang sedang memeluknya
"Ish Zizi!, kau cepatlah kesini ke rumahku,"
Zizi kesal.
"Untuk apa kau menyuruhku kesitu?"
"Aku gak mau!"
"Zi! Aku butuh teman disini, di rumahku membosankan, lagi pula mainan itu ku taruh di gudang"
"Kau bicara apa naina? Bicara yang jelas! Mainan apa yang kau bicarakan ?" Zizi jadi gelisah.
"Kau pasti pensaran kan zi, makanya kesini"
Tut
Sambungan. Terputus.
Kekasih Zizi menatap Zizi denga. Bertanya tanya.
"Kita ke rumah naina "
"Ada apa sa-ya-ng"
"Ada sesuatu iya ada sesutau yang terjadi!. Kita ke rumah naina sekarang!" Zizi langsung beranjak dari duduknya bersiap siap ke rumah naina.
Naina masuk di kamarnya mencari sesuatu namun tidak di temukan.
"Aduh!, Obatku habis lagi , aku harus ke apotik sekarang. Naina pergi begitu saja
bersamaan naina pergi Zizi masuk ke rumah naina
Sepi, itulah naina tidak suka keramaian.
"Kau mencari siapa sayang. Tidak ada siapapun disini" kekasih hampir frustasi.
"Tunggi om! Kita belum mencari di gudang " ujar Zizi.
"Gudang?" Kekasih Zizi malah mengulang kata-kata nya
Inara di selamatkan oleh om tampan ternyata kekasih Zizi.
Sugar Daddy
"Aku tidak tau kita akan bertemu dengan cara seperti ini Inara " Zizi tertawa. Inara memukul kepala Zizi, membuat si empu nya meringis.
"Aduh,!"
"Mau situasi apapun menurut ku aku lebih baik tau ternyata kamu benar-benar mencari kekasih om om" ucap Inara lalu tersadar dengan ucapan nya Inara menutup mulutnya sebab sugar Daddy nya Zizi sudah menatap tajam padanya.
Mendengar sebutan om om sugar Daddy nya Zizi mendelik ke arah inara
"Hehehe"Inara cengengasam
"Inara tinggal bersama kita ya dad"pinta Zizi dengan lembut sambil mengelus pundak sugar Daddy nya
apa tinggal bersama, batin Inara terpekik
"Apaaa kalian.. emm maksudku " Inara terbata-bata saking terkejutnya.
Zizi malah otaknya loading
"Kami hanya berbincang saja kamu tidak akan melakukan apa yang seharusnya kami sentuh secara halal, lagi pula saya akan menikahi teman mu secepat nya " ujar kekasih Zizi.
Inara bernafas lega.
"Beruntung juga kamu zi " puki Inara. Tidak berapa orang yang bisa menjaga kehormatan wanitanya
Sedangkan di tempat lain
Danish sedang mengendarai motor nya dengan kencang ketika mendengar Inara sedang berada di apartemen teman nya.
"Kuatlah dan bertahanlah Inara,angin tidak berhembus untuk menggoyangkan pepohonan, melainkan menguji kehidupan "ucap Danish gelisah.
Namun jantung Danish berdegup lebih kencang. Ada rasa sesak yang ingin ia lampiaskan namun ia menahan nya Sampai bertemu dengan Inara.
"Aku seperti tidak berguna " kata Danish dengan cemas.
Malam yang gelap.
Angin berhembus sangat kencang.
Dimana kamu sekarang Dimana jalan teka teki ini jalan yang memisahkan kita.