
Inara kembali berangkat sekolah kali ini semuanya terlihat mulus tidak ada yang membuat kerusuhan pada Inara. Sampai istirahat inara pergi ke kantin sendiri. Inara melihat sahabatnya dulu sekarang sudah bahagia bersama teman barunya. Dan Aldi sekarang masih bergonta ganti pasangan tanpa jenuh. Inara yang melihat tak jauh dari meja kantin Inara merasa jenuh.
Inara kembali makan tak lama Danish meminta izin duduk di sampingnya Inara.
"Boleh gue duduk di sini?" Tanya Danish membawa mangkoknya.
Inara menatap sampingannya.
"Silahkan" setelah mendapatkan izin dari si empunya. Akhirnya Danish duduk sambil menikmati makanan bersama Inara.
"Nar, gue mau tanya loe jangan marah yah?, Emangnya loe gak kau cari pacar lagi loe lihat tuh si Aldi ba**Ngan itu Gonta ganti pacar gak ada bosan nya. " Tanya danish sambil lihat mantan pacar Inara.
Inara menghela nafas beratnya.
"Gak ada kepikiran bagi aku harus berpacaran lagi setelah hati gue di sakiti " jawab inara menahan Isak tangis.
"Loe jangan sedih ya nar, pasti ada orang di dunia ini yang lebih sayang dari loe yang lebih tulus sama kamu nar " ucap Danish menyakinkan.
'karna laki laki yang benar benar tulus dan sayang sama loe itu cuma gue, gue gak akan biarin inara ku di sakiti oleh siapapun ', batin danish.
Dari pembicaraan Danish dan Indra. Ada orang yang menatap tajam mereka. Siapa lagi kalau bukan Raysa dan geng nya.
"Sialan inara, habis putus dari Aldi sekarang goda Danish. Apa Inara gak tau kalau gue cinta sama kak Danish " marah Raysa melihat kedekatan Inara dengan Danish.
Qirana Dan Widya juga melihat nya.
"Sabar Rays"
"Sabar sabar emangnya enak di kasih sabar. "
"Pokoknya gue mau ngasih pelajaran sama Inara berani berani sekali dia goda kak Danish " Raysa tersenyum sinis. Raysa setengah berbisik suara ke telinga Widya dan Qirana.
" Tapi kalau ada yang membela Inara gimana Ray" tanya Widya.
"Pokoknya tenang aja gue jamin gak ada bisa bela in Inara itu apa kelebihan nya juga. Asalkan klaian tau gue lebih cantik dari Inara, papi gue juga pengusaha terbesar " Pamer Raysa.
Bel berbunyi tanda semua siswa masuk ke kelas masing masing
Pulang sekolah
Inara jalan sendiri. Inara memikirkan setelah sekolah Inara harus ngapain apakah harus bekerja tapi siapa yang akan menerima nya. Karna Inara masih sekolah. Sekarang Inara bingung tidak ada biaya untuk kebutuhan nya semenjak orang tuanya pergi.
Tak lama raksa datang di samping Inara.
"Woy, lagi mikirin apa?" Tiba tiba raksa mengangetkan Inara.
"Lagi mikirin yang seharusnya tidak d pikirin " ucap Inara keceplosan.
"Maksudnya" tanya Raksa mulai serius.
" Eh engga enggak " ucap Inara kebablasan.
Tak jauh dari Inara dan raksa. Raysa dan geng nya melihat Inara berdekatan dengan raksa.
"Gays apa kelebihan si cewe itu sih mengapa Inara goda raksa juga sih sebel tau nggak. Kalau di pikir pikir gue lebih cantik dari si Inara "
"Emang bener sih loe lebih cantik dari inara " sambung Qirana.
"Gays kita kesana yuk "
"Ayo "
Raysa dan geng nya sudah ada di depan Inara dan raksa. Menghentikan jalan kaki Inara dan juga raksa.
"Loe itu ya nar bener bener gue gak nyangka. Tadi pagi sama kak Danish sekarang sama si arka anak dari kepala sekolah. Loe Mau nguras hartanya doang kan?" Tanya Raysa the point.
Inara dan juga raksa terkejut mendengar ucapan Raysa.
"Kalian ngomong apa sih aku gak ngerti " kelah Inara tak masuk akal. Raksa diam.
"Loe gak usah pura pura lugu. Bilang aja iya" sambung Qirana.
"Kalian mending pergi deh, gak usah cari masalah " ucap raksa. Raysa dan geng nya tertawa.
"Hello tuan muda, maaf sebelumnya tuan muda raksa yang seharusnya pergi karna ada panggilan dari keluarga anda meminta Mada untuk segera pulang, terima kasih. ", kata Raysa tersenyum sinis.
Raksa ingin membalas perkataan mereka tapi ada panggilan telephon. Raksa mengangkatnya.
"Maaf tuan muda. Tuan muda harus segera pergi karna sekarang sudah waktunya untuk pergi ke luar kota " Kata pengawalnya. Tut. raksa mematikan telephon nya.
"Sialan " ucap raksa kesal. Gak lama pengawalnya datang yang memang tidak jauh dari nya.
"Maaf kak Inara " ucap raksa menatap wajah Inara. Inara cuma diam. Melihat raksa, asin kelas nya di bawa pergi oleh para pengawal.
"Inara Inara miris sekali hidup loe hahahhahahahaha " tawa pecah Raysa.
"Sungguh sangat miris " sambung Qirana.
" Semua pria pada akhirnya meninggalkan nya, tinggallah dirimu sendiri" lanjut widya. Inara diam, memang apa yang di katakan di depan nya memang benar.
Apa yang salah? Apa Inara bisa mengelak semua kenyataan.
Danish, David dan Aldo sedang Rapat D sekolah Mengenai Pertandingan basket. Tiba tiba perasaan Danish menjadi tidak enak sedari tadi.
"Oh ya gue pergi sebentar yah " pamit Danish pada David dan Aldo.
"Okeh jangan lama-lama " kata David. Di Balas jempolan oleh danish. Danish akhirnya berlari kearah luar.lihat lah Inara di bicarakan oleh Raysa dan gengnya.
"kalian gak ada habis habis nya mejelekkan Inara ", ucap Danish menggelenggkan kepala.
"Kak Danish masih di sini?" Tanya gugup Widya.
Danish diam.
"lebih baik kalian pergi dari sini sebelum saya emosi "
"Kok kak Danish malah belain Inara sih, apa kelebihan Inara juga. "elak Raysa tak mau pergi.
" Loe Dengerin Raysa. setidaknya Inara itu baik dari pada loe?"
"Sekarang kalian pergi!!" Bentak Danish lebih keras. Raysa dan yang lainya mulai takut.
"Rays Yuk pergi " ajak Widya uang mulai ketakutan begitu juga dengan Qirana.
"Yuklah Raysa loe mikir apa sih ." Ucap Qirana.
Raysa menggelengkan kepalanya.
"Gue gak mau pergi sebelum kak Danis pulang sama gue. Kak Danish gue juga suka sama kak Danish "
"Gue gak peduli. "
"Jangan malu in diri loe di Depa. Kak Danish Raysa " Akhirnya Widya dan Qirana Membawa Raysa pergi.
Setelah mereka semua pergi.
"Loe gak papa kan nar ?" Tanya Danish khawatir
"Gue gak papa kok kak" ucap Inara yang sedari tadi diam.
"Gue anterin loe pulang yah " Inara menganggukkan kepalanya setuju.
Di perjalanan
"makasih kak Danish kamu sekali nolongin aku setiap aku butuh ", ucap Inara.
"gak usah minta maaf santai aja. "
"Ngomong ngomong setelah lulus loe mau kerja di mana ?" tanya Danish.
Inara kembali mengingat ngingat cita citanya ingin kerja di luar negri, kalua todak setidaknya merantai di kota orang.
"aku langsung mau kerja di Luar Kota hehe kalau Tuhan menghendaki."
"loe gak mau melanjutkan kuliah?" tanya Danish.
"gak ada uang buat aku untuk kuliah " jawba Inara.
"Gimana kalau gue bantu Urusan keuangan loe mau kan?" ucap Danish.
Inara menggelengkan.
"aku tidak mau membuat orang sudah Karna aku.
deg.
sifat Inara semakin membuat Danish semakin cinta
"kalau kak Danish?" tanya Inara kembali.
"kuliah sambil melanjutkan bisnis"
"please jangan lupain gue " ucap Danish tiba tiba. Inara diam ingin bertanya maksudnya pas tapi Inara tidak ingin mempermasalahkan nya.
'karna gue gak bisa kehilangan loe bar,' batin Danish menatap Inara.