
Faith menatap foto pernikahan putrinya Chloe. Rasanya tak percaya kalau putri kecilnya itu sudah menikah.
"Apa yang kau pikirkan sayang?" Ezekiel tiba-tiba saja memeluknya dari belakang.
"Aku mulai merasa kesepian pada hal Chloe baru saja pergi 2 hari" kata Faith sambil memegang tangan suaminya yang melingkar dipinggangnya.
"Aku kan ada bersamamu. Lagi pula mulai bulan depan aku akan mengangkat Caleb menjadi Presiden direktur yang baru. Aku akan punya banyak waktu untukmu"
Faith berbalik dan menatap suaminya "Apakah dia mampu? Sayang, usianya baru 24 tahun"
"Dulu kakek mengangkat ku sebagai presdir saat usiaku 22 tahun. Caleb cerdas, Joel juga akan membantunya. Sebentar lagi Erland akan selesai dengan kuliahnya. Mereka semua bisa menjalankan perusahaan dengan baik"
Faith tersenyum. Ia percaya Ezekiel tak akan salah menilai putranya sendiri.
"Ayo duduk! Akan kubuatkan kopi" kata Faith
Ezekiel duduk di sofa. Tak lama kemudian Faith kembali dengan dua cangkir kopi.
"Selamat sore...!" sapa Caleb yang baru pulang.
Faith tersenyum menatap putranya "Dari mana saja kamu, nak?"
Caleb mendekati mama dan papanya lalu mencium tangan mereka lalu ikut duduk di ruang tamu.
"Aku baru saja mengantar Zelina ke bandara. Hari ini dia pulang ke Manado untuk liburan musim panas"
"Apakah Grace tahu?" tanya Faith.
Caleb menggeleng.
"Sayang, kalian bertiga sudah terjebak dalam hubungan yang tidak pasti seperti ini. Sebenarnya perasaanmu untuk siapa? Zeline atau Grace?" tanya Faith sambil menatap putranya.
"Aku masih menggangap mereka berdua sebagai sahabatku, bunda. Lagi pula aku belum mau serius untuk membangun hubungan yang serius dengan gadis manapun"
"Usiamu sudah 24 tahun, nak. Saudara kembarmu saja sudah menikah" ujar Ezekiel yang sejak tadi diam.
"Diakan perempuan, dad. Aku ini laki-laki. Aku ke kamar dulu ya.." pamit Caleb sebelum Bunda dan daddy nya bertanya tentang pilihan hatinya. Karena jujur saja Caleb tak bisa menentukan pilihan antara zeline atau Grace.
Faith menatap Caleb yang melangkah menaiki tangga.
"Eze, aku takut Caleb akan kehilangan Grace dan Zeline sekaligus. Dia tak bisa menentukan pilihan terhadap kedua gadis itu"
"Eze...." Faith menatap suaminya dengan wajah yang merona.
"Sayang...., kamu masih saja malu padaku pada hal kita sudah hampir 26 tahun menikah" Ezekiel mencium pipi istrinya gemas. Setelah itu ia bermaksud hendak mencium bibir manis istrinya yang masih saja terus menggodanya meskipun usianya sudah 40an.
"Dad..., Bunda....!" Erland tiba-tiba saja muncul.
Faith menjauh dari Ezekiel.
"Kamu menganggu saja" ketus Ezekiel.
Erland terkekeh "Aku keluar dulu ya..."
"Mau ke mana sayang?" tanya Faith
"Mau menonton bareng Laura"
"Laura? Bukankah minggu yang lalu kamu kencan dengan gadis bernama Amelia?" Ezekiel menatap putranya dengan wajah penuh tanda tanya.
"Amelia dan aku sudah putus. Bye..." Erland melangkah meninggalkan kedua orang tuanya.
Faith menggelengkan kepalanya "Erland kayaknya playboy, sayang..."
"Itulah anak-anak kita..." Ezekiel hanya bisa menggelengkan kepalanya.
Sementara itu, Caleb dikamarnya memandang 2 foto gadis yang sama-sama cantik. Yang satu Indonesia asli dan yang satunya blesteran Indonesia-Inggris seperti dirinya.
Caleb suka dengan sikap manja Zeline yang sangat lembut. Sementara disatu sisi, ia juga suka dengan Grace yang sangat dewasa dan sedikit tomboy. Grace adalah gadis yang disukainya semenjak mereka kecil. Sedangkan Zeline yang dekat nanti disaat mereka kuliah justru membawa perubahan baru dalam kehidupan Caleb.
Ya Tuhan, kepada siapa harus kulabuhkan hatiku? Bolehkah aku memilih mereka berdua?
Caleb mendekap kedua foto itu ke dadanya. Sungguh ia bingung.
KISAH KELUARGA THOMSON AKAN BERLANJUT LAGI....
JUDULNYA "3 Hati, 1 Cinta"
kalau sudah lulus review akan ku umumkan di sini.