
Setelah 3 hari dirawat, Faith sudah diijinkan pulang bersama kedua anaknya.
Pagi ini Faith begitu bersemangat. Bi Lastri membantu membereskan barang-barang yang akan dibawa pulang sementara Ezekiel menemani Faith yang sedang mandi.
"Ezekiel, apa yang kamu lakukan? " Faith menepis tangan Ezekiel yang membantunya mengeringkan badan karena menyentuh bagian tubuhnya yang sensitif.
"Kangen....." rengek Ezekiel.
"Bi Lastri ada di luar. Lagi pula kamu nggak boleh berpikiran untuk menyentuh aku sampai 2 atau 3 bulan ke depan."
"What? Lama sekali" pekik Ezekiel.
"Dulu juga waktu kita berpisah kamu lama nggak menyentuh aku..."Faith mengenakan bajunya
"Itu dulu....tapi sekarang rasanya nggak sanggup" Ezekiel masih memelas.
Faith menepuk kepala Ezekiel dengan tangannya.
"Supaya pikirannya nggak mikir itu terus, sebaiknya pulang kantor giliranmu menjaga si kembar" kata Faith lalu keluar dari kamar mandi meninggalkan suaminya yang masih cemberut.
"Anak-anakku belum di antar ke sini?" tanya Faith pada bi Lastri.
"Masih dimandikan mungkin." jawab bi Lastri yang sudah selesai dengan pekerjaannya. Ia menyodorkan secangkir teh pada Faith.
"Minumlah ini anakku. Supaya tubuhmu jadi hangat"
"Makasi bi" Faith langsung menikmati teh buatan bi Lastri. Teh melati yang memang sangat disukainya karena berasal dari Indonesia.
Ezekiel yang berdiri di belakang Faith mencium pundak istrinya "Aku susul ke kamar bayi ya...nggak sabar melihat si kembar" ia segera keluar dari kamar.
"Ezekiel nampak senang. Bibi bahagia amelihatnya yang sudah berubah."
"Dia memang papa dan suami yang terbaik. Oh ya bi, oma dan opa kemana?"
"Mereka sedang di rumah menyiapkan acara syukuran untuk menyambut kembalinya si kembar. Nona Rachel sudah ke kampus karena ada ujian katanya."
30 menit berlalu dan Ezekiel belum juga kembali. Saat Faith akan menyusulnya, Ezekiel lebih dulu datang sambil menggedong baby Chloe.
"Caleb mana?" tanya Faith sambil menatap dua perawat yang datang bersama Ezekiel namun tak membawa anak lelakinya.
"Caleb hilang" jawab Ezekiel dengan suara bergetar. Faith terpana. Dan ia langsung pingsan seketika itu juga.
30 menit sebelumnya......
Ezekiel yang berjalan ke kamar bayi melihat kalau ada kekacauan di sana.
"Ada apa ini?" tanya Ezekiel pada dokter Laura dan dokter Alberth yang memang sudah ada di sana. Wajah kedua dokter itu pucat demikian juga dengan para perawat yang ada di sana.
"Tuan Ezekiel...." dokter Albert seperti orang yang kehabisan ogsigen. "Anak lelakimu....diculik orang"
"Apa? Candaan macam apa ini? Mana anakku?" Ezekiel segera masuk ke dalam kamar bayi. Namun box tempat Caleb dibaringkan memang kosong.
"Bagaimana anakku bisa hilang? Rumah sakit dengan sistem keamanan secanggih ini bisa kebobolan? Cari anakku kalau tidak aku akan menghabisi kalian semua.....!" teriak Ezekiel dengan suara yang melengking tinggi.
"Kami sedang berusaha, tuan. Masalahnya semua rekaman cctv telah diblokir sehingga yang bisa dilihat adalah rekaman kemarin hari saja." kata doktet Albert
"Siapa yang berani menculik anakku?" Ezekiel bagaikan orang yang kesetanan. Tepat disaat itu Joe datang. Ia segera bertanya apa yang terjadi. Dia berusaha menenangkan Ezekiel yang masih mengamuk.
"Tuan, sebaiknya bawa baby Chloe ke kamar. Tenangkan nyonya Faith. Aku akan memeriksa semuanya." ujar Joe sambil menyerahkan sebotol air mineral. Ezekiel meneguknya sampai habis. Pikirannya kacau dan ia hampir kehilangan akal sehatnya. Untung saja Joe datang dan segera menenangkannya. Ezekiel langsung memeluk baby Chloe sambil menangis. ia tak tahu apa yang akan dikatakannya pada Faith.
***********
Kediaman keluarga Thomson nampak sepi. Faith yang tadinya menangis dan berteriak memanggil nama anaknya, sudah tertidur setelah diberi suntikan obat penenang oleh doktet Alberth.
Baby Chloe pun sudah tertidur dalam pengawasan bi Lastri, seorang penjaga bayi dan 2 orang bodyguard yang berjaga didepan pintu kamar bayi.
"Jaga istriku, Rachel. Panggil aku kalau dia bangun" kata Ezekiel lalu segera keluar dari kamar. Ia turun ke bawah. Di lihatnya Elisa dan Daren baru saja selesai berbicara dengan 2 orang polisi.
"Belum ada petunjuk apapun. Orang yang menculik Caleb pasti sudah menyusun rencana yang sangat matang sehingga pergerakannya tak terbaca sedikitpun" kata Elisa.
"Bagaimana ini bisa terjadi?" tanya Ezekiel bingung.
"Salah satu perawat yang berjaga di kamar bayi itu sedang membawa bayi lain ke kamar pasien sementara temannya yang lain sedang mengganti popok seorang bayi. Posisinya membelakangi box Caleb. Sewaktu ia membalikan badannya, ia terkejut melihat box baby Caleb sudah kosong. Ia pikir temannya sudah mengantarkan ke kamar Faith, ternyata bukan" Daren bicara sambil menatap cucunya.
"Apakah ada musuh keluarga kita yang sengaja melakukan ini? Tapi siapa?" Ezekiel mengacak rambutnya dengan frustasi.
"Duduklah dulu" Elisa memegang tangan Ezekiel dan menuntun cucunya itu untuk duduk.
"Opa pikir ini bukan tentang persaingan bisnis. Sejak dulu saingan perusahaan kita adalah orang-orang yang bersaing tanpa menggunakan kekerasan. Lagi pula saat ini perusahaan kita tidak dalam posisi hendak berebut satu proyek besar dengan perusahaan yang lain. Opa pikir ini adalah pekerjaannya Kimzy"
Ezekiel terkejut " Kimzy? Tapi opa, bagaimana dia punya kemampuan untuk melakukan ini semua?"
"Cinta membutakan segalanya. Opa sudah meminta orang untuk menyelidiki. Kimzy sejak kemarin tidak ada di kediaman Takazimura" ujar Daren membuat Ezekiel semakin frustasi.
"Apa mungkin Kimzy?" tanya Ezekiel belum percaya.
"Selamat malam" Joe datang bersama Rachel. Ia memang sengaja menjemput Rachel karena memang ada yang akan disampaikannya kepada Ezekiel.
"Bagaimana penyelidikanmu, joe?" tanya Ezekiel tanpa membalas salam Joe.
"Aku berhasil membuka 2 cctv yang terblokir. Dan aku menemukan kalau tadi malam, Kimzy terlihat ada di halaman parkir rumah sakit. Sepertinya ada orang dalam yang ikut membantu dengan memblokir cctv yang ada." kata Joe.
"Kalau benar ini adalah perbuatan Kimzy, aku akan menghabisinya dengan tanganku sendiri" Ezekiel mengepal tangannya.
"Dalam hal ini kita semua harus tenang. kalau kita semua emosi, maka kita akan membahayakan nyawa baby Caleb. Orang-orang terbaik kita sedang berusaha mencari keberadaan Kimzy. Menurut keterangan nyonya Takazimura, sejak mendengar Faith sudah melahirkan, Kimzy nampak gelisah. Ia bahkan sering memarahi para pelayan tanpa sebab." kata Joe menjelaskan apa yang diketahuinya sekarang.
"Siapa kira-kira yang berhasil menembus sistem keamanan rumah sakit yang begitu canggih itu?" tanya Daren sambil melipat tangannya didada.
"Aku pikir orang yang hebat itu adalah Robert Lun" jawab Joe dan membuat Ezekiel terperangah.
"Laki-laki itu adalah penghianat perusahaan yang kupecat 2 tahun yang lalu. Bukankah pengadilan memutuskan bahwa hukumannya 2 tahun 7 bulan?" Ezekiel menatap Joe bingung.
"Aku sudah menyelidikinya, tuan. Robert Lun dikeluarkan dari penjara dua minggu yang lalu. Dia mendapat potongan masa tahanan. Dan beberapa tayangan CCTV menunjukan bahwa dia dan nona Kimzy pernah ketemu" Joe meletakan beberapa foto di atas meja. Inilah keahlian Joe yang selalu bisa diandalkan oleh Ezekiel.
Rachel menatap kekasihnya itu dengan bangga. Ia merasa beruntung dicintai oleh lelaki pintar seperti Joe.
"Kau sudah mengatakan itu pada polisi?" tanya Ezekiel.
"No. Aku meminta orang-orang terbaik kita menyelidikinya dulu. Aku takut Kimzy justru akan berbuat nekat dan semakin menghilang. Aku yakin, dia menculik Caleb sebagai pengganti Hataru yang sudah meninggal." ujar Joe.
"Ah.......!" Ezekiel memekik kesal menahan rasa marah dihatinya. Ia benci mengapa dulu mengenal Kimzy dan sangat tergila-gila padanya.
*********
Faith meletakan baby Chloe di dalam box bayinya setelah menyusui anaknya itu. Entah mengapa Chloe sering menangis secara tiba-tiba.
"Katanya anak kembar memiliki ikatan batin yang kuat. Apakah sekarang Caleb juga sedang menangis?" tanya Faith sambil mengusap pipi putri kecilnya.
"Sayang.....sebaiknya kamu istirahat lagi" kata Ezekiel sambil membelai punggung istrinya.
Faith mencium pipi putrinya lalu berbalik dan memeluk Ezekiel sambil menangis.
"Percayalah padaku. Aku akan menemukan Kimzy dan anak kita" kata Ezekiel sambil mengeratkan lagi pelukannya.
"Sudah seminggu Caleb hilang. Aku takut Kimzy melakukan sesuatu padanya"
"Mari kita berdoa semoga baby Caleb baik-baik saja" Ezekiel mencium kepala Faith lalu mengajak istrinya untuk keluar kamar.
# makasi sudah baca part ini
#jangan lupa like dan komentarnya
#makasi untuk vote nya...😍😍😍😍