
Hari ini Faith sengaja datang ke kantor Ezekiel. Ia merasa harus mendiskusikan sesuatu dengan suaminya itu.
Saat ia tiba di lobby kantor, semua orang langsung menunduk hormat. Mereka semua kini sudah mengenal bahwa wanita cantik, berambut hitam dan bertubuh mungil itu adalah istri terkasih dari president direktur The Thomson Company.
"Selamat siang nyonya. Mau ketemu tuan Ezekiel?" sapa Wina, gadis resepsionis itu.
"Ya. Apakah suamiku sibuk?"
"Tuan sementara rapat. Tapi mungkin sebentar lagi akan selesai. Karena ini sudah hampir istirahat makan siang. Saya akan mengantar nyonya ke ruangan tuan Ezekiel"
"Makasi Wina. Biar saya sendiri saja. Saya ingin membuat kejutan untuk suami saya..." Faith mengangkat bekal makan siang yang dibawahnya lalu ia segera menuju ke lift khusus yang akan mengantarnya ke ruangan paling atas gedung ini.
Meja sekretaris yang ada di depan ruangan suaminya pun nampak kosong. Joe maupun asistentnya tidak ada.
Faith segera membuka pintu ruangan suaminya. Senyumnya langsung mengembang melihat fotonya, yang di ambil Ben saat ia sedang duduk di taman, kini sudah terpasang di salah satu dinding ruangan kerja Ezekiel ini. Awalnya Ben menolak untuk memberikannya, Karena bagi Ben itu adalah salah satu foto terbaiknya. Ia tak ingin foto itu ada dua. Cukup satu saja. Namun saat mendengar alasan Ezekiel :
"Ben, kamu kan dapat mencetaknya lagi. Aku ingin foto itu ada di ruanganku untuk selalu mengingatkanku agar tidak akan pernah menyakiti malaikat terbaik yang diberikan Tuhan padaku"
Ben akhirnya setuju.
Hubungan Ben dan Ezekiel sudah menjadi sangat akrab sejak peristiwa tertembaknya Faith. Darah Ben yang kini mengalir di dalam tubuh Faith adalah alasan terkuat bagi Ezekiel untuk menjadikan Ben sebagai saudaranya.
Faith meletakan bekal makan siang itu di atas meja bulat. Ia kemudian melangkah menuju ke meja kerja suaminya. Di atas meja itu ada foto mereka berempat. Chloe yang ada dalam gendongan Ezekiel dan Caleb yang ada dalam gendongan Faith.
Wajah mereka berempat nampak sangat bahagia.
Pintu ruangan Ezekiel terbuka. Pria tampan itu masuk dengan Joe yang memang selalu setia mendampinginya.
"Honey?" Ezekiel terkejut saat melihat istrinya sedang duduk di atas kursi kerjanya sambil tersenyum memandang kedatangannya.
Faith langsung berdiri dan memeluk suaminya itu lalu menghadiahkan ciuman manis dipipi Ezekiel.
Joe meletakan berkas yang dibawahnya di atas meja lalu ia permisi untuk keluar.
"Joe....kita akan makan siang bersama sebentar lagi ya? " ucap Faith sebelum Joe menghilang dibalik pintu.
Ezekiel yang masih melingkarkan tangannya dipinggang istrinya mencium dahi Faith "Kamu tahu sayang, melihatmu ada di ruangan ini, membuat rasa lelahku menjadi hilang. Bagaimana kalau setiap hari kamu datang ke kantor bersamaku"
"Dan membiarkan Chloe dan Caleb kesepian?"
"Sayang......, di rumah kan ada Oma, Rachel, bi Lastri dan dua orang pengasuh yang siap menjaga dua malaikat kecil kita. Sementara aku di sini hanya melihat Joe terus. Membosankan" bibir Ezekiel cemberut.
Faith menarik hidung mancung suaminya sambil tersenyum "Dasar manja...."
"Atau...bagaimana kalau kalian pindah saja ke apartement supaya setiap kangen aku bisa langsung pulang."
Faith menggeleng. Percakapannya dengan Opa semalam terbayang lagi. Ketika Faith untuk yang kesekian kalinya menemukan Opa sedang meringis kesakitan di ruang kerjanya.
"Opa, mari bicarakan ini dengan yang lain. Setidaknya Ezekiel harus tahu kalau opa sedang sakit."
"Opa tidak ingin membuat bebannya tambah banyak. Dia sudah bekerja keras sehingga the Thomson Company bisa menjadi sukses dan besar seperti ini. Dulu, aku hanya bisa mengembangkan perusahaan ini di Inggris, dan Amerika. Lalu Eldmond papanya semakin memperluasnya sampai ke Australia dan Indonesia. Kini di tangan Ezekiel perusahaan ini sudah ada hampir di semua negara Eropa dan Asia. Ezekiel sangat luar biasa karena dia punya Joe yang mendampinginya. Opa hanya bisa membantu sedapat yang opa mampu. Hanya satu yang opa inginkan sekarang ini. Melihat Joe menikahi Rachel"
Ezekiel memperhatikan istrinya yang melamun "Sayang, kamu kenapa?"
Faith tersadar dari lamunannya." Kapan perusahaan ini tidak sibuk?"
" Kau kesepian ya karena aku selalu pulang malam?"Ezekiel membelai wajah wajah istrinya.
"Bukan. Aku punya rencana untuk Joe dan Rachel. Bukankah sebaiknya mereka menikah?"
Ezekiel mengerutkan dahinya "Kau mau mencampuri urusan orang lain?"
"Bukan. Opa ingin melihat mereka menikah. Opa.....opa...." Faith jadi bingung.
"Ada apa dengan opa?"
"Eh...kemarin opa bicara denganku bahwa dia rindu melihat Rachel akan menikah" Faith memutuskan untuk tidak mengatakan apapun mengenai sakitnya opa.
"Itu keputusan Joe dan Rachel. Jika memang mereka memutuskan untuk menikah, tentu saja sebagai kakak aku akan mendukungnya. Joe pria yang baik. Dia juga bisa membantuku untuk mengolah perusahaan ini."
"Sayang....sesekali biarkan Joe menghabiskan waktunya dengan Rachel. Kau selalu membuat Joe tak punya waktu untuk Rachel. Aku pikir kau harus mencari seorang sekretaris lagi." kata Faith sambil melingkarkan tangannya di pinggang Ezekiel.
"Baiklah. Aku akan meminta Joe untuk mencari sekretaris cantik dan seksi."
Mata Faith melotot saat memandang suaminya "Apa yang akan kamu lakukan dengan sekretaris cantik itu?"
"Ya.....menghabiskan waktuku berdua dengannya, terkadang memintanya untuk memijatku kalau aku capeh dan......"
"Aku siap menjadi sekretarismu" Faith memotong ucapan suaminya dan langsung mencium Ezekiel dengan penuh gairah.
Ezekiel terkejut mendapatkan ciuman itu namun akhirnya ia menerimanya dengan senang hati.
"Waw.....kalau kamu menjadi sekretrisku, aku pikir harus menambah satu ruangan lagi khusus kita berdua. Karena ciumanmu itu selalu membuatku ingin memintah lebih" ucap Ezekiel ketika ciuman mereka berakhir.
Faith memukul dada suaminya dengan wajah merah.
"Cari sekretaris laki-laki. Mengerti?"
"Yes my love"
Faith melepaskan tangannya dari pinggang suaminya saat Ezekiel akan menciumnya lagi
"Panggil Joe. Kita akan menikmati makan siang ini"
***********
Mereka bertiga menikmati makanan yang dibawa Faith sambil berbincang banyak hal.
"Masakanmu sangat enak, nyonya." puji Joe saat ia sudah menyelesaikan makannya.
"Berhentilah memanggil aku dengan sebutan nyonya. Bukankah sebentar lagi kita akan menjadi saudara?" Faith menatap Joe. Pria itu sedikit salah tingkah lalu menatap Ezekiel sekilas.
"Kalau kau berjanji tidak akan menyakiti Rachel, aku akan sangat senang melihat kalian menikah. Lagi pula usiamu sudah hampir 32 tahun. Apakah kau akan menungguh sampai usiamu 40 tahun baru akan melamar adikku?" tanya Ezekiel membuat Joe tersenyum.
"Baiklah tuan. Aku memang ingin mencari waktu yang tepat untuk melamar Rachel. Hanya saja pekerjaan kita sedikit banyak di bulan ini."
"Carikan aku seorang sekretaris, Joe." ucap Ezekiel dan membuat Joe terkejut.
"Apakah tuan akan memecatku?" tanya Joe khawatir.
"Bukan. Aku akan memberikan kau banyak waktu untuk bersama adikku. Lagi pula aku berencana untuk menaikan posisimu menjadi wakil direktur untuk menggantikan posisi tuan Markus yang sebentar lagi akan pensiun"
Wajah Joe berseri namun sedetik kemudian dia kembali memasang wajah datar "Tuan, aku tidak ingin mereka mengira kalau aku menjabat posisi itu karena pernikahanku dengan Rachel."
"Kau pantas mendapatkannya, Joe. Siapa lagi yang sangat menguasai perusahaan kita selain kamu?" Ezekiel berdiri lalu menepuk pundak Joe.
"Carikan aku seorang sekretaris dan latih dia agar bisa cekatan sepertimu." Ezekiel melangkah namun berbalik lagi saat mendengar suara Faith.
"Honey.....! Kau lupa sesuatu?" mata Faith menatap suaminya tajam.
"Oh ya Joe. Sekretaris itu haruslah seorang laki-laki" kata Ezekiel sambil mengedipkan matanya ke arah istrinya. Wajah cantik Faith langsung kembali tersenyum.
Perayaan ulang tahun pertama baby Caleb dan Chloe dilaksanakan di ballroom The Thomson Hotel.
Ezekiel yang punya ide untuk merayakannya secara besar-besaran karena baginya kelahiran kedua anaknya itu yang penuh intrik dan drama penculikan harus ditebus dengan sebuah perayaan yang spektakuler.
Anak-anak dari yayasan kangker anak dan dari sebuah panti asuhan diundang menjadi tamu kehormatan. Dan tentu saja anak-anak dari kaum bangsawan ikut bersama dalam perayaan ini.
si cantik Chloe yang sudah mulai berjalan nampak cantik dengan gaun merahnya. seperti seorang putri dari negeri dongeng. Sangat serasi dengan saudara lelakinya yang memakai setelan jas dengan dalaman warna merah.
Faith sendiri menggunakan dres yang mirip putri kecilnya itu. Dengan bagian punggung yang agak terbuka.
"Sayang, siapa yang mengijinkanmu menggunakan gaun ini? Lihatlah mereka suka sekali melirikmu" bisik Ezekiel.
"Ezekiel...." Faith menatap suaminya dengan tatapan yang agak aneh " Kau cemburu pada anak-anak itu?"
"Mereka juga kan anak-anak lelaki"
Faith terkekeh "Tenanglah sayang. Mataku ini hanya akan menatap dua pria seumur hidupku. Ezekiel Thomson dan Caleb Thomson" lalu ia mencium pipi suaminya.
"Daddy.....!" rengek Chloe sambil mengulurkan tangannya minta dipeluk.
"Ah...sayang....kamu memang tak bisa melihat bunda bersikap mesra sedikit saja padaku" keluh Ezekiel lalu memeluk putrinya itu.
Acara ulang tahun itu diabadikan oleh fotografer tampan. Siapa lagi kalau bukan Ben.
"Ben, mana dia?" tanya Faith.
"Siapa?"
"Gadis yang akan menikah denganmu. Aku penasaran sekali ingin bertemu dengannya"
"Dia bahkan tak tahu kalau akan menikah denganku"
"Apa? Kau akan menjadikan pernikahan ini sebagai permainan?"
Ben tersenyum "Mungkin aku akan jatuh cinta padanya jika dia selembut dirimu."
"Ben.....!" Faith melotot.
"Aku hanya bercanda.Mana Rachel, apakah semuanya sudah siap?" Ben mengalihkan topik pembicaraan.
"Sudah. Sebentar aku akan menelepon Joe dan Arnold Manola" Faith langsung menjauh.
Tak lama kemudian, sang mc meminta anak-anak untuk duduk. Lalu Arnold Manola muncul dengan menyanyikan lagu yang berjudul "Be my girl forever"
Semua langsung bertepuk tangan. Arnold mendekati Rachel dan menariknya ke atas panggung. Sedikit bingung Rachel mengikuti Arnold.
Sementara Arnold terus menyanyi, masuklah tiga orang anak peremouan yang memegang sesuatu ditangan mereka sementara Joe nampak memegang setangkai bunga mawar merah dan berjalan dibelakang anak-anak itu.
Anak-anak itu kemudian berbaris di depan panggung.
Anak pertama mengangkat sebuah kertas yang yang bertuliskan : Rachel.....
Yang kedua mengangkat kertas yang bertuliskan :
wiil you....
Anak yang ketiga mengangkat kertas yang bertuliskan :
Marry me?
Rachel terpana. Ia tak menyangkah akan mendapatkan kejutan manis ini di hari ulang tahun ponakannya.
Arnold mengahiri nyanyiannya.
Joe menaiki panggung dengan wajah yang tersenyum memandang pacarnya itu.
Ia menyerahkan bunga mawar itu ketangan Rachel, lalu membuka kotak cincin itu sambil berlutut dihadapan Rachel " Rachel, will you marry me?"
Rachel mengangguk. Air matanya mengalir. "Yes" ucapnya dengan suara yang keras.
Joe langsung memasukan cincin itu dijari manis Rachel lalu memeluk gadis itu dengan perasaan yang meluap dengan kebahagiaan.
Semua bertepuk tangan. Termasuk Daren dan Elisa yang hadir di sana.
Faith sendiri tak dapat menahan air matanya. Ia menatap wajah opa yang nampak sangat bahagia.
Daren menatap Faith sambil mengangkat jari jempolnya "Thank you..." ucapnya pelan.
Arnold Manola pun nampak senang.
"Hei...Arnold, carilah seorang gadis..." Kata Ezekiel membuat Sepupunya itu tersenyum. Ah....Ezekiel...andaikan kau tahu....batinnya sedih.
Setelah semuanya selesai, mereka pun kembali ke mansion dengan perasaan bahagia.
Faith berdiri di balkon kamarnya sambil memandang bintang yang nampak indah di langit.
"Hai honey....." Ezekiel memeluk istrinya dari belakang.
Faith memegang tangan Ezekiel yang melingkar dipinggangnya.
"Melihat cara Joe melamar Rachel membuat aku tak hentinya bersyukur kalau aku sangat beruntung memilikimu"
Faith bersandar didada suaminya "Aku juga beruntung dipaksa menikah denganmu, Ezekiel"
Keduanya tertawa bersama. Ezekiel mencium kepala Faith.
"Sayang, bukankah kita sudah harus merencanakan untuk memberikan Caleb dan Chloe seorang adik?"
Faith berbalik dan menatap suaminya dengan wajah yang sangat kaget "Kau....."
Ezekiel menunduk, tangannya menyingkarkan rambut Faith yang menutupi wajahnya.
"Dan aku pikir itu harus dimulai malam ini"
"Ezekiel...." Faith menjerit dengan kaget karena Ezekiel sudah menggendong tubuhnya dan membawanya masuk ke dalam kamar.
SUDAH BACA KISAH TENTANG BEN?
intip novel kedua ku : MY BEST PHOTO
sudah lolos review....
#makasi sudah baca ya....
#jangan lupa like dan komentarnya
# boleh juga jika mau kase Vote