
"Sayang....apa yang kau lakukan di sini?"
Faith menoleh. Elisa sudah berdiri di sampingnya.
Keduanya sedang berdiri di depan balkon ruang tamu yang ada di lantai 2.
"Aku hanya kangen dengan Manado, oma. Kangen dengan teman-temanku. Biasanya disaat-saat seperti ini, kami ada di mall, berburu baju baru dengan discount yang gila-gilaan. Setelah capeh belanja, kami akan cari makanan dan ngerumpi sampai puas"
Elisa tersenyum " Kalau begitu, ayo kita pergi belanja."
"Oma...., baju yang Rachel belikan untukku masih banyak yang belum kupakai."
Elisa menggenggam tangan Faith " Apa yang kau risaukan, sayang?"
Tatapan mata penuh kasih itu, dan belaian lembut dipunggung tangannya membuat hati Faith tersentuh. Perhatian seperti ini yang sudah lama dirindukannya.
"Aku baik-baik saja, oma."
"Jangan risaukan tentang kehadiran Kimzy. Dia tidak akan pernah mendapatkan Ezekiel lagi walaupun dia sudah bercerai. Ezekiel juga tahu di keluarga Thomson tidak ada yang pernah bercerai"
Faith langsung memeluk wanita tua disampingnya. Ah oma, andai kau tahu bagaimana pernikahan kami dimulai. Aku memang sangat membenci Ezekiel. Kini Aku justru sangat jatuh cinta padanya. Sementara hati Ezekiel masih untuk Kimzy. Aku memang mendapatkan tubuh Ezekiel. Tadi malampun aku dengan mudahnya merayu dia untuk bercinta denganku. Ezekiel begitu lembut. Dia tak menolakku. Tapi aku tahu....aku hanya memiliki tubuhnya, tidak hatinya. Ini yang membuatku sedih, oma. Jerit hati Faith sambil menumpahkan tangisnya.
"My dear..." Oma melepaskan pelukannya dan menghapus air mata Faith" Sekarang, kamu ke kantor Ezekiel. Tadi pagi dia pergi tanpa sarapan. Dia juga berpesan agar oma jangan membangunkanmu. Oma sudah siapkan makan siang untuk kalian"
"Nanti Ezekiel terganggu, oma"
"Tidak. Oma sudah telepon Joe menanyakan jadwal Ezekiel. Rapatnya hanya sampai jam 11 siang dan nanti ada pertemuan dengan klien jam 3 sore. Kamu punya waktu bersamanya siang ini."
"Aku malu ke kantornya"
"Jangan malu. Kamukan istrinya. Oma sudah kasi kabar sama Joe kalau kamu akan datang. Ayo, dandan yang rapih dan jangan lupa pake mantel yang tebal karena udara makin dingin"
Faith mengangguk dan segera menuju ke lantai atas untuk ganti baju.
**********,
"Sekian rapat untuk hari ini dan kita akan bertemu lagi di tahun yang baru. Selamat merayakan natal dan tahun baru ya" Ezekiel menutup rapat dewan direksi dan segera keluar dari ruangan rapat menuju ke lantai atas tempat kantornya berada.
Ia segera menghempaskan tubuhnya di atas sofa sambil melonggarkan dasinya. Perutnya mulai terasa agak sedikit lapar karena memang tadi pagi Ezekiel tak sempat sarapan. Ia bangun tidur sudah pukul setengah delapan pagi dan rapat sudah dijadwalkan jam 8 pagi.
Terbayang kembali apa yang dilakukan Faith padanya tadi malam. Wanita muda itu, yang biasanya tak pernah menggoda Ezekiel, dengan beraninya mengajak Ezekiel untuk bercinta. Dia bahkan sangat aktif dalam percintaan mereka semalam. Ezekiel tidak menolaknya. Karena dia memang selalu tergila-gila pada tubuh Faith.
Ezekiel tak mengerti dengan dirinya. Ia begitu mengharapkan Faith tapi kehadiran Kimzy memporak-porandakan hatinya. Apalagi saat tahu kalau Kimzy sudah bercerai. Ezekiel tidak bisa membiarkan Kimzy tak bahagia.
Bunyi telepon di meja kerjanya membuat Ezekiel beranjak dari tempat duduknya.
"Hallo, ada apa Malika?" tanyanya kepada pegawai yang menjadi asisten Joe. Jika Malika yang menghandel telepon seperti ini, Joe pasti tak ada.
"Bagian resepsionis memberitahukan kalau ada tamu untuk anda, tuan."
"Aku tidak mau menerima tamu. Suruh saja Joe yang menerimanya."
"Masalahnya tamu ini adalah miss Kimzy, tuan"
"Kimzy?"Ezekiel terkejut " Baiklah antarkan dia ke ruanganku."
Ezekiel langsung merapihkan dasinya kembali.Ia kaget karena Kimzy datang mencarinya.
Seraut wajah cantik langsung muncul ketika pintu dibukakan oleh Malika.
"Hallo, Kiel..." sapa Kimzy sambil memeluk Ezekiel hangat.
Ezekiel menyambut pelulan itu. Apalagi saat Kimzy mencium pipi kanan dan kirinya.
"Kamu kelihatan tampan dan berwibawa dengan setelan jas seperti ini. Aku sudah lupa dengan wajah bocahmu itu" Kimzy masih seperti dulu. Saat bicara dengan Ezekiel, tangannya ada dipinggang cowok itu. Tinggi badan mereka yang hampir sama membuat wajah mereka begitu sejajar.
"Terima kasih kalau kau tidak menganggap aku bocah lagi."
Tepat disaat itu, pintu ruangan kerja Ezekiel terbuka dan Faith masuk bersama Joe. Bekal makan siang yang ada ditangan Faith hampir saja jatuh. Untung saja Joe dengan sigap langsung mengambilnya dari tangan Faith.
Ezekiel yang terkejut melihat kedatangan Faith langsung mundur sehingga tangan Kimzy yang melingkar dipinggangnya terlepas.
Tatapan mata protes dikirimkan Ezekiel pada Joe yang masuk tanpa mengetuk pintu.
"Hai....selamat siang. Apakah aku mengganggu?" reaksi Faith sungguh tak terduga. Ia memang tadi sempat kaget namun ia menekan perasaannya sedemikian rupa, melepaskan tas yang dibawahnya di atas meja lalu memeluk Ezekiel, sedikit berjinjit lalu mencium bibir suaminya dengan hangat.
Ezekiel menyambut ciuman itu. Dia memang tak bisa menolak bibir manis itu.
"Kenapa nggak telepon kalau mau datang. Untung saja rapatku sudah selesai" Ezekiel berkata lembut sambil mengusap kepala Faith yang masih memeluknya. Ia tak ingin Faith salah mengartikan bahasa tubuhnya dengan Kimzy. Entah mengapa ia tak ingin Faith terluka.
Faith melepaskan pelukannya dan menatap Kimzy
"Hallo, kak. Apa kabar?"
"Baik." jawab Kimzy datar.
"Oma tadi menelepon Joe, menanyakan jadwal kerja kalian. Jadi aku tahu kapan rapatmu berakhir. Aku sekalian bawa makan siang. Soalnya kata oma tadi kamu nggak sarapan" kata Faith sambil bergerak mengambil bekal makan siang yang dibawahnya dan membukanya di atas meja.
Sementara Esekiel kembali menatap Joe dengan tatapan membunuh karena Joe sama sekali tidak mengatakan kalau oma menelepon menanyakan jadwal kerjanya. Yang ditatap hanya membuang muka.
Kau sangat pintar memainkan perananmu, nona. Aku pikir kau akan menangis atau setidaknya memasang tampang cemburu, tapi kau malah tersenyum. Ternyata kau memang gadis yang special guman Joe dalam hatinya.
"Kak Kimzy, ayo makan bersama. Bekal ini sangat banyak" ajak Faith
"Eh...nggak usah" tolak Kimzy halus.
"Ayolah, kak. Kapan lagi kita bisa makan bersama. Ini buatan oma dan bi Lastri. Kamu juga Joe, ayo kita makan bersama." ajak Faith.
"Joe ada tugas penting, honey. " Ezekiel yang menjawab karena ia tahu kalau Joe pasti menolak.
Akhirnya mereka berempat pun makan bersama, Walaupun Kimzy dan Joe lebih banyak diam.Faith sesekali berbicara dan mengambil makanan untuk Ezekiel dengan sikap manja dan mesranya.
"Sebentar honey" Faith mengambil tisue dan membersihkan sudut bibir Ezekiel yang ada bekas makanan.
Kimzy merasa dadanya sesak. Ia bahkan tak menghabiskan makanannya. Ia buru-buru berdiri dan pamit pergi. Joe pun langsung menyusul dengan memberi alasan kalau akan mengantar Kimzy.
Saat keduanya tinggal berdua, suasana menjadi sepi. Faith yang duduknya sangat rapat dengan Ezekiel kini menggeser tubuhnya agak menjauh.
"Aku sudah kenyang.Kamu makan sampai habis ya? Di mana toiletnya?"
Ezekiel menunjuk sebuah pintu yang ada disudut ruangan itu.
Faith terkesan buru-buru masuk ke toilet. Sampai di dalam, ia langsung menumpahkan tangisnya. Bayangan tangan Kimzy yang memeluk Ezekiel dengan erat masih bermain dipelupuk matanya. Faith bahkan harus menahan sakit di seluruh tubuhnya karena perasaan cemburu yang berusaha ditekannya.
Kau sangat pandai bersandiwara Faith.....
Aku memang harus bersandiwara.Ezekiel adalah milikku. Aku tidak boleh kelihatan lemah di depan Kimzy.
Mengapa kau tak mengamuk saja?
Tidak, aku harus tampak anggun seperti wanita berkelas lainnya.
Faith berperang dengan kata hatinya sendiri.
Di tatapnya wajah basahnya di depan kaca. Wajahnya kelihatan begitu menyedihkan.
Tangis Faith kembali pecah. Aku tidak boleh kalah. Aku adalah istri sah dari Ezekiel.
Di luar toilet, Ezekiel bersandar di dinding dekat pintu toliet dengan hati yang semakin tak menentu. Ia begitu penasaran dengan kunjungan Kimzy ke kantornya tapi ia juga sedih karena Faith kelihatan terluka. Suara isak Faith terdengar dari balik pintu dan itu membuat Ezekiel semakin galau.
Pintu toilet terbuka. Faith keluar dari sana dengan hidung dan mata yang merah. Ia terkejut melihat Ezekiel yang sedang berdiri di sana.
"Aku mau pulang!" Ucap Faith
Ezekiel menahan tangan gadis itu "Jangan pulang ke mansion. Pulanglah ke apartemenku."
"Untuk apa? Aku nggak mau kesepian di sana."
"Aku ada pertemuan penting jam 3. Setelah itu aku akan cepat pulang. Kamu masaklah makan malam untukku."
Faith diam sesaat, lalu " Oma pasti menugguku"
"Nanti aku yang akan telepon oma" ucap Ezekiel lalu menarik tangan Faith sehingga istrinya itu langsung dipeluknya.
"Jangan menangis lagi." Bisiknya lembut.
Faith menjauhi tubuh Ezekiel. Ia melangkah ke arah meja dan mengambil tasnya. "Aku tak tahu sandi masuk ke sana."
"Sandinya adalah tanggal pernikahan kita."
Faith menganggu" Aku pergi!"
Ezekiel mengangguk. Lalu menatap Faith sampai menghilang dibalik pintu.Iangsung menelepon Joe.
Saat Joe masuk, Ezekiel langsung melemparnya dengan pulpen yang ada ditangannya. untung saja Joe dapat menghindarinya.
"Kamu cari mati ya? Kenapa tidak mengatakan padaku kalau oma akan mengirim Faith ke sini? Dan kalian masuk tanpa mengetuk pintu. " Teriak Ezekiel.
"Tuan, aku pikir kedatangan Faith akan menjadi kejutan yang menyenangkan. Siapa yang mengira kalau Kimzy ada di sini dan memelukmu. Apakah kalian berciuman?"
"Kamu sinting ya? Aku nggak akan gila menciumnya." Ezekiel mengacak rambutnya. "Aku stres melihat Faith menangis. Aku juga penasaran mengapa Kimzy datang ke sini."
Joe menarik kursi dan duduk di depan Ezekiel. "Tuan, Kimzy adalah masa lalu. Faith adalah masa depan. Jika tuan menyakitinya, aku pastikan banyak pria di London ini yang akan menerimanya. Apakah tuan tidak menyadari bahwa Faith begitu cantik dan spesial?"
"Apakah salah satu pria yang akan mengejarnya adalah kamu?" tanya Ezekiel dengan tatapan tajam.
"Seandainya aku belum punya seseorang yang aku sukai, pasti aku juga akan jatuh cinta dengan nona muda."
"Joe.....!" mata Ezekiel melotot. Ia tak menyangkah kalau Joe akan berani mengatakan itu.
"Aku kan bilang seandainya..."
"Siapa dia?"
"Siapa?"
"Wanita yang kau sukai?"
Joe tersenyum kecut. "Siapa dia adalah sesuatu yang tidak mungkin untukku. Lagi pula apa aku punya waktu untuknya? Bukankah semua waktukku untuk melayanimu?"
"Jadi kau menyesal melayaniku?"
Joe terkekeh " Aku tidak menyesal, tuan. Karena aku sudah memutuskan untuk melayanimu dengan segenap hatiku. Lagi pula gaji yang kau berikan sangatlah memuaskan. Aku pikir tak ada sekretaris di dunia ini yang gajinya seperti aku."
"Baguslah kalau kau menyadarinya."
Keduanya tertawa bersama. inilah yang Ezekiel suka dari Joe. Pria berkacamata ini selalu tahu bagaimana cara membuatnya tersenyum
"Joe telepon sopir yang mengantar Faith untuk mengantarnya ke toko Asia. Faith akan memasak makan malam tapi di kulkas hanya ada susu dan telur."
Joe mengangguk dan segera melakukan perintah Ezekiel.
#makasi sudah membaca part ini
#jangan lupa like dan koment ya...