
Kehadiran Ezekiel di malam Valentine memang sukses membuat Faith terkejut. Pria bule itu datang tanpa terdeteksi oleh Faith.
"Kesibukanku di awal tahun memang agak banyak. Opa sampai turun tangan membantuku. Pada hal sudah 4 tahun ini opa tidak pernah terjun langsung dalam pekerjaan bisnisku. Ternyata alasan opa supaya aku cepat menyusulmu di sini."Kata Ezekiel saat mereka sedang duduk di atas sofa sambil Faith bersandar di bahu Ezekiel.
"Itukah sebabnya kamu jarang menghubungi aku?" Tanya Faith sambil memainkan jari tangan Ezekiel.
"Ya. Dan juga aku sudah puas melihatmu setiap hari. Aku tahu apa yang kamu kerjakan"
"Tapi, aku rindu mendengar suaramu."
Ezekiel mencium kepala Faith dengan lembut.
"Aku ada di sini sekarang. Aku akan membantumu untuk menyelesaikan kuliahmu dan membawamu kembali ke London. Oma dan Bi Lastri setiap hari memarahiku karena aku belum juga datang ke sini. Aku pikir mereka sekarang lebih menyayangi kamu dari pada aku."
Faith tertawa kecil mendengarnys. Ia mengangkat kepalanya dan menatap Ezekiel. "Bagaimana dengan Kimzy?"
"Jangan bicara Kimzy lagi. Sekarang, mana tugas akhirmu? Aku ingin melihatnya." Ezekiel langsung mengalihkan pembicaraan. Ia tak ingin Faith tahu kalau kedatangannya ke sini justru karena dia ingin menghindari Kimzy.
Faith agak kecewa. Dia ingin tahu mengenai Kimzy namun ia juga tak ingin memaksa. Kehadiran Ezekiel di sini sudah cukup membuatnya senang.
************
Hari-hari Faith pun diisi dengan kesibukannya untuk menyelesaikan tugas-tugas kuliahnya. Ezekiel dan Joe sangat membantunya sehingga skripsinya selesai lebih cepat dari yang diperkirakannya.
Saat hari ujiannya datang, Ezekiel pun turut hadir bersamanya. Tentu saja ini menambah semangat bagi Faith yang terkenal sebagai mahasiswa jenius. Ia dengan mudahnya menyelesaikan ujiannya dengan meraih nilai sempurna.
"Selamat ya....." ucap Ezekiel sambil memeluk istrinya dengan perasaan senang. Hari ini Faith baru saja selesai mengikuti upacara kelulusannya. Dan ia menjadi lulusan termuda. Tentu saja karena ia masuk bangku kuliah saat usianya belum 17 tahun.
"Makasi untuk bantuanmu. Kau juga Joe. Aku ingin melanjutkan studi S2 di London." Kata Faith senang.
"Kamu pasti bisa nona. Karena kamu memang pintar." kata Joe sambil tersenyum melihat Ezekiel menatapnya dengan tatapan protes. Ya, hanya Ezekiel yang boleh memuji miliknya.
Ezekiel mengambil hp nya yan berbunyi. Ia kaget melihat ada nama Kimzy di sana.
"Sebentar ya....." Ezekiel melangkah keluar ruangan.
"Hallo, Kimzy, ada apa?"
"Kamu di mana, kiel? Aku sangat membutuhkanmu sekarang" Terdengar suara Kimzy yang menangis.
"Tenang dulu. Katakan ada apa."
"Anakku membutuhkan donor sum-sum tulang belakang untuk membantu pengobatannya. Sum-sum tulang belakangku tidak cocok. "
"Mengapa kau tak hubungi ayahnya? Apakah ia akan setega itu pada anaknya?"
"Dia juga pasti tak akan cocok. Dokter mengatakan harus seseorang yang punya hubungan darah dengannya. Dan itu............"
Hp yang di pegang Ezekiel jatuh. Pikirannya tiba-tiba saja terasa kosong. Apa yang dikatakan Kimzy selanjutnya bagaikan seribu pisau yang menusuk hatinya.
Sementara itu di dalam rumah, Faith baru saja menerima telepon dari Monica, mamanya Daniel.
"Hallo, ma. Ada apa?"
"Faith, datanglah ke rumah sakit sekarang, Daniel dan istrinya mengalami kecelakaan."
Tangis Faith langsung pecah. Ia merasa sangat pusing, untung saja Joe yang berdiri tak jauh darinya langsung memegang tangan Faith sebelum gadis itu jatuh.
***********
Setelah menjalani operasi sesar, anak Clairine lahir dengan selamat . Namun tak lama kemudian wanita bule itu meninggal karena terlalu banyak mengalami pendarahan.
Sementara Daniel yang mengalami luka cukup parah terlihat sangat sock. Ia bahkan terus mengutuki dirinya karena menyebabkan kematian Clairine.
Faith dengan setia mendampinginya, menguatkan dan menghibur Daniel seperti yang pernah laki-laki itu lakukan saat papanya meninggal.
Hari ini Faith pulang agak larut ke rumah. Ini sudah hari yang ke-3 sejak kematian Clairine.
Saat ia memasuki kamar dilihatnya Ezekiel sedang duduk di atas sofa dengan pakaian yang siap untuk pergi. Faith juga melihat ada 2 buah koper yang ada di dekat sofa.
"Malam ini kita akan pergi ke London. Aku sudah menyiapkan beberapa pakaianmu dan semua yang kau butuhkan untuk melanjutkan kuliahmu di sana." Kata Ezekiel pelan. Lelaki itu terlihat sangat lelah dan bahasa tubuhnya menunjukan bahwa ia begitu tertekan.
"Aku tidak bisa meninggalkan kak Daniel disaat seperti ini. Dia masih terguncang dengan kematian istrinya. Lagi pula, mengapa harus buru-buru kembali ke London? Tidak dapatkah kita pergi satu minggu lagi? " Mohon Faith.
"Aku tak bisa menundah lagi kepulanganku ke London. Karena nyawa anak Kimzy menjadi taruhannya. Aku ingin kau ikut bersamaku supaya aku tidak bimbang lagi. Supaya aku juga kuat untuk menceritakan semuanya pada keluargaku" Ezekiel memegang tangan Faith erat.
"Jadi ini tentang Kimzy?"Faith tersenyum sinis "Mengapa aku harus bersamamu untuk urusan Kimzy dan meninggalkan kak Daniel yang sudah banyak berbuat baik padaku? Kamu sangat egois, Ezekiel."
"Ini tidak seperti yang kau pikirkan. Karena itu aku mohon ikutlah denganku sekarang. Aku sangat memerlukanmu untuk tetap ada bersamaku." Suara Ezekiel memelas. Tatapan matanya begitu berharap.
Faith menarik tangannya dari genggaman Ezekiel."Tidak!"
Ezekiel menarik napas panjang lalu ia berdiri "Setidaknya cepatlah susul aku ke London. Jangan terlalu lama di sini." Ezekiel mencium dahi Faith.
"Aku pergi dulu!"
"Tuan, mengapa tidak mengatakan pada nona Faith apa yang sebenarnya terjadi?" Tanya Joe dalam perjalanan ke bandara.
"Aku hanya ingin dia mendampingiku. Aku juga ingin dia menguatkanku menerima semua ini. Aku tak ingin dia terluka sendiri saat mengetahui ini. Aku ingin dia terluka saat bersamaku. Agar kami sama-sama saling menguatkan. Agar aku bisa tahu kalau dia memang adalah masa depanku." Ezekiel berkata dengan perasaan gundah.
"Berikan dia waktu."
"Jika dia terlalu lama kembali, aku mungkin sudah bersama Kimzy."
Ezekiel menatap keluar kaca mobil. Mungkin aku tak akan pernah kembali ke kota ini batinnya sedih.
"Apakah tuan akan menyerah untuk mencintai nona Faith?"
Ezekiel tidak menjawab. Perasaannya terasa hampa. Faith dan Kimzy kini punya nilai khusus di hatinya.
***********
Bayi mungil dengan pipi tembem itu sudah tertidur nyenyak di dalam box nya.
"Dia sangat menyukaimu, Faith. pada hal usianya belum juga 2 bulan. Waktu lahir dia prematur dengan berat badan yang kurang. Tapi kini, dia sudah menjadi bayi gemuk yang menggemaskan. " Kata Monica sambil menatap cucu laki-lakinya itu dengan penuh sayang.
"Dia suka sekali minum susu. Dia juga anak yang sangat manis. Tidak cengeng."
"Andaikan kau belum menikah, mama pasti sudah menjodohkanmu dengan Daniel. Hanya kamu yang bisa membuat Daniel tenang."
Kata-kata Monica membuat Faith diam sejenak. Tapi akhirnya dia bicara," Aku dan kak Daniel memang lebih cocok jadi saudara, ma."
"Dulu mama pikir kalau kalian saling menyukai. Ternyata perkiraan mama salah. Kalian justru menikah dengan bule. Ah....siapa yang dapat meramal nasib seseorang?" Monica menatap cucunya sekali lagi.
Tepat disaat itu, Daniel pulang dari kantor. Sejak kematian Clairine, baru 2 hari ini dia masuk kantor lagi.
Saat Monica melihat Daniel datang, ia segera meninggalkan Daniel dan Faith berdua di kamar zack cucunya.
"Faith, ada sesuatu yang mau aku bicarakan denganmu" kata Daniel.
Faith duduk di depan Daniel. "Ada apa, kak?"
"Aku sudah kuat sekarang. Walaupun kematian Clairine masih menguncang hatiku tapi aku sudah bisa bangkit dari keterpurukan ini. Sekarang tugasmu kembali ke sisi suamimu"
"Kak...."
"Aku tahu kau merindukannya, Faith. Aku tahu kau ingin berada di dekatnya. Aku tidak tahu masalah apa yang ada diantara kalian. Aku hanya minta, jika kau masih mencintainya, pergilah ke London."
Faith menatap Daniel dengan perasaan yang tak mengerti. Bukankah baru seminggu yang lalu Daniel menangis dalam peluknya dan meminta supaya Faith jangan meninggalkannya?
Daniel bediri, lalu berpindah tempat duduk di samping Faith. Di raihnya tangan gadis itu diremasnya perlahan.
"Aku sudah baikkan sekarang. Karena itu, kau bisa pergi. Aku tak mau menahanmu di sini, karena aku tahu kalau kau merindukan suamimu."
Faith memeluk Daniel sambil menangis. "Makasi, kak."
Daniel hanya mengangguk. Ia harus menyembunyikan perasaannya hatinya. Ia memang hancur karena kematian Clairine. Tapi kehadiran Faith disampingnya membuat rasa yang dulu itu hadir kembali. Ya, Daniel memang pernah jatuh cinta pada Faith. Ia pernah berjanji untuk menjaga Faith seumur hidupnya. Tapi sejak ia kuliah di Amerika, Faith banyak curhat mengenai cowok-cowok yang menyukainya. Daniel berpikir, mungkin Faith hanya menganggapnya sebagai kakak. Sampai akhirnya ia bertemu Clairine yang mengubah jalan hidupnya. Ia jatuh cinta dengan kesederhanaan Clairine dan akhirnya menikahinya.
Daniel harus sadar bahwa Faith bukanlah gadis kecilnya dulu. Faith adalah milik laki-laki lain. Walaupun saat ini Ia ingin menahan Faith untuk bersamanya, namun ia tahu hati Faith sudah ia serahkan pada Ezekiel.
*************
Sebuah pesan wa masuk dari Rachel
Datanglah ke London secepatnya.
Oma sakit dan terus menanyaimu
datanglah secepat mungkin
sebelum Ezekiel kehilangan arah
aku mohon.....
Faith menatap foto pernikahannya bersama Ezekiel. Haruskah aku pergi sedangkan Ezekiel tak pernah menghubungi aku lagi?
Sejam kemudian pesan wa dari Joe masuk :
Nona muda, cepatlah datang
aku mohon.
Ada apa ini? Terjadi sesuatukah??
#terima kasih sudah baca part ini
#like yang banyaknya ya....
#bisa minta vote juga he...he....