I HATE YOU, BULE

I HATE YOU, BULE
Perhatian



Pintu ruang kerja Ezekiel dibuka tanpa ada yang mengetuk lebih dahulu. Ezekiel yang sedang duduk di meja kerjanya menoleh dengan kaget saat melihat Kimzy datang dengan rantang makanan ditangannya.


"Hallo, Kiel. Apa kau sudah makan siang?"


"Aku baru meminta Joe memesannya di restoranq faforitku."


"Batalkan saja. Ini kubuatkan makanan faforitmu" Kimzy membuka rantang makanan yang dibawanya di salah satu meja yang memang biasa digunakan oleh Ezekiel untuk makan di ruangannya.


Ezekiel beranjak dari tempat duduknya. Ia mengambil hp nya dan segera menelepon Joe.


"Hallo, Joe. Apakah kamu sudah sampai di restaurant?"


"Iya. Baru saja aku memarkir mobilku. Ada apa?"


"Kimzy datang membawa makan siang. Cepatlah kembali dan kita makan bersama."


"Baiklah. Eh....itu kan Ben dan Faith"


"Apa maksudmu?"


"Aku melihat nona muda dan tuan Ben baru saja masuk ke restoran ini. Sepertinya mereka mau makan siang bersama."


"Kalau begitu kau jangan pulang. Makanlah di sana sambil awasi mereka" Ezekiel mematikan hp nya dengan kesal. Rasa cemburu memenuhi rongga dadanya. Membayangkan Ben dan Faith ada di sana, membuatnya ingin ke sana juga. Andai saja ia tadi mengikuti saran Joe untuk makan saja di restaurant itu.


"Kiel, ada apa? Ayo makan!" ajak Kimzy


Ezekiel pun menuju ke meja makan dengan wajah kusut. Ia bahkan hanya makan sedikit.


"Kenapa? Apakah makanannya tidak enak?" tanya Kimzy saat melihat Ezekiel tak menghabiskan makannya.


"Maaf, Kimzy. Aku sebenarnya belum terlalu lapar."


Kimzy berdiri dibelakang Ezekiel dan memijat kepala pria itu dengan lembut. "Jangan terlalu lelah bekerja, Kiel. Kamu nanti sakit. Bagaimana kalau kita pergi liburan ke Spanyol? Kita butuh liburan untuk membuang segala beban kita bersama."


Ezekiel berdiri. "Maaf Kimzy. Aku tak mau jauh dari Faith. Aku ingin melihat perkembangan anak-anakku. Lagi pula pekerjaanku sangat banyak."


"Kiel, mengapa kita tak mencoba dekat lagi?"


"Kimzy, aku mencintai Faith."


"Dan aku mencintaimu." Kimzy langsung memeluk Ezekiel erat " Jangan tinggalkan aku...aku tak bisa tanpamu."


Ezekiel hanya diam tanpa membalas pelukan Kimzy. Pikirannya ada di sana. Di restoran tempat Ben dan Faith makan siang.


***********


Setelah makan siang, Ben mengajak Faith ke butik utama mamanya.


"Mau apa ke sini?" Tanya Faith bingung. Keduanya sudah berdiri di depan pintu butik.


"Memperkenalkanmu dengan calon ibu mertuamu yang baru." Kata Ben dan sukses membuat Faith terperangah dan langsung menghadiahkan sebuah cubitan kecil di pinggang cowok itu.


"Aow.......sakit." Ben meringis sambil memegang pinggangnya.


"Rasakan!"


Ben kemudian tersenyum lalu membukakan pintu.Seorang pelayan langsung menyambut mereka dan mengantar mereka ke ruangan Alicia Aslon. Sang perancang cantik yang adalah mamanya Ben.


"Selamat siang, ma." Sapa Ben sambil memeluk Alicia yang sedang asyik dengan gambarnya.


"Wah, kalian sudah datang." Alicia mencium putranya lalu mendekati Faith.


"Hallo Faith? Apa kabarmu?" Tanya Alicia lembut sambil memeluk Faith hangat.


"Baik, tente." Faith memang sudah ketemu Alicia saat pameran foto anaknya.


"Baguslah.Kau nampak cantik dengan kehamilanmu ini." Alicia membelai perut Faith sebentar lalu ia segera memanggil salah satu pelayannya.


Pelayan perempuan itu datang lalu membawa sebuah paper bag yang lumayan besar.


"Ben meminta aku membuatkan beberapa baju hamil untukmu supaya kau bisa tetap tampil cantik dan modis walau sedang hamil." Kata Alicia menjelaskan.


"Aduh, Ben. Kamu merepotkan tante saja." Faith jadi malu.


"Tidak sayang. Aku merasa senang melakukan ini padamu." Alicia berkata jujur. Dia memang menyukai Faith yang lembut itu.


"Ayo antar nona Faith ke ruang ganti supaya dia bisa mencoba gaunnya." Alicia memerintah pelayan itu. Faith pun segera pamit dan mengikuti pelayan itu.


"Ben.....!" Panggil Alicia saat dilihatnya putranya itu masih menatap ke pintu walaupun Faith sudah pergi.


"Ben.....!" Suara Alicia semakin keras.


"Yes mommy."


"Jangan katakan padaku kalau kau suka dengan Faith. Ingat, dia menantu keluarga Thomson. Sahabat keluarga kita."


"Tenanglah mommy sayang, aku dan Faith hanya bersahabat. Lagian kami kan sedang melakukan bisnis bersama." Ben tersenyum.


"Mommy dengar gosip di luar sana bahwa kau dan Ezekiel terlibat perang dingin karena Faith. Kamu bahkan tak pernah kencan lagi dengan gadis-gadis yang banyak. Mommy takut kamu jatuh cinta padanya, sayang. Dia itu cantik."


"Mommy, aku itu tak mungkin jatuh cinta pada wanita. Dan aku mohon mommy berhentilah meminta orang untuk mengikuti aku. Aku tahu mana yang baik dan yang tidak."


"Mommy hanya takut kamu terluka sayang." Alicia memegang pipi putranya.


"Mana ada play boy yang terluka?" Ben sidikit membusungkan dadanya. Alicia tersenyum. Ia sangat menyayangi Putra keduanya ini.


************


Rahang Ezekiel mengeras mendengar penjelasan Joe tentang kegiatan Ben dan Faith hari ini.


"Ben benar-benar melakukan keahliannya menaklukan hati wanita dengan segala perhatiannya itu. Untuk apa dia meminta mamanya mendesain baju hamil bagi Faith?" Ezekiel mengepal tangannya.


"Tuan juga harus memberikan perhatian yang sama bagi nona. Tuan kan suaminya. Rebut kembali Faith dan buat dia menjauh dari Ben." kata Joe


"Baiklah. Aku akan melakukannya. Ayo ikut aku, joe. Kita harus ke toko."


"Buat apa ke toko?"


"Makanya cari pacar, Joe. supaya kamu tahu apa yang harus dilakukan."


"Memangnya aku punya waktu untuk itu?" Gerutu Joe.


Ezekiel yang sedang menggenakan jasnya menatap Joe. "Katakan padaku, siapa dia?"


"Siapa?"


"Wanita yang telah membuatmu jatuh cinta."


"Sudah kukatakan bahwa itu sesuatu yang mustahil. Dia seperti bintang di atas sana dan aku ada di dasar bumi." Joe berkata sedih.


"Memangnya dengan menjadi sekretarisku, kau hanya menjadi salah satu pria termiskin di dunia?"


Joe tertawa "Aku termasuk salah satu pria berpenghasialn terbaik di kota ini. Namun dia tetap laksana bintang di atas sana. Sudahlah tuan, aku akan mengejar kebahagiaanku kalau tuan sudah benar-benar bahagia"


"Makasih, Joe" Ezekiel jadi terharu mendengarnya.


***********


Setelah memasukan beberapa baju buatan Alicia ke dalam lemarinya, Faith memutuskan untuk naik ke atas tempat tidur. Ia mengambil sebuah novel dan membacanya sambil bersandar diranjang tempat tidur.


tok.....tok....tok....


"Masuklah!" Kata Faith mendengar ketukan dipintu kamarnya.


Pintu terbuka dan nampak Ezekiel berdiri di sana.


"Boleh aku masuk?" tanya Ezekiel


Faith mengangguk.


"Aku membelikan sebuah alat yang diciptakan untuk ibu hamil anak kembar. karena biasanya beban hamil anak kembar sedikit besar. Alat ini boleh diletakan di bawa kaki atau dipakaikan ke punggung." Kata Ezekiel sambil membuka bungkusan belanjaannya.


Faith tersentuh. Ia membiarkan saja ketika Ezekiel meletakan alat itu dipunggungnya.


"Bagaimana? Rasa enak?" Tanya Ezekiel.


Faith mengangguk.


"Jika batreinya habis, kamu bisa mencarsnya."


"Baik. Terima kasih, Ezekiel"


"Boleh aku menyapa mereka? "Tanya Ezekiel sambi menunjuk perut Faith.


"Tentu saja boleh."


Ezekiel mengelus perut Faith dengan lembut." Hallo jagoan dan cantiknya daddy. Apa kabar kalian hari ini? Daddy sudah nggak sabar ingin ketemu kalian. Tumbuh sehat terus dalam perut mommy ya...." Ezekiel mencium perut Faith dengan penuh kasih.


Faith berusaha menahan air matanya. Ia tak ingin Ezekiel melihatnya menangis.


"Aku pergi dulu ya..." Ezekiel berdiri sambil menghapus air matanya yang terlanjur jatuh.


Faith hanya mengangguk. Mengapa kau tak tinggal saja Ezekiel? Aku ingin kau ada di sini. Mengapa kamu masih kembali pada Kimzy? batin Faith sedih.


Ezekiel rasanya berat meninggalkan kamar itu.


Mengapa kau tidak menahanku, Faith? Aku ingin mendengarmu memintaku untuk ada di sini. Faith, aku rindu memelukmu.


Langkah Ezekiel terlihat lemah saat keluar dari lift.


"Ada apa, Eze?" Tanya Elisa melihat wajah Ezekiel yang sedih.


"Aku ingin Faith menahanku, oma. Aku ingin tidur di kamar itu bersamanya. Namun Faith pernah meminta aku untuk menjauhinya."


"Eze, berjuanglah untuk mendapatkan istrimu kembali. Dan berusahalah untuk lepas dari Kimzy."


"Aku takut Kimzy akan bunuh diri." Ezekiel jadi sangat sedih.


"Dia itu selalu mengintimidasimu. Oma nggak mengerti perempuan terhormat sepertinya tapi pikirannya picik." Elisa mendengus kesal.


Ezekiel segera melangkah setelah memberikan ciuman untuk omanya.


******


Saat pagi hari Faith bangun, ia terkejut melihat kamar yang ada di samping kamarnya sudah penuh dengan barang-barang.


"Ada apa ini bi Lastri?"


"Tuan Ezekiel semalam membawa 2 box bayi, kereta bayi dan beberapa pakaian bayi. Sedangkan pagi ini tuan Ben mengirim lemari pakaian bayi, beberapa baju dan juga mainan khusus bayi."


"Ben dan Ezekiel? Wah, mereka sudah menyiapkan semua keperluan untuk bayi-bayiku dan tidak memberi aku ruang untuk menyiapkan sendiri?" Faith hanya menggeleng sambil tersenyum.


"Mereka berdua sepertinya bersaing memberikan perhatian kepada anda nona"


Faith sekali lagi hanya tersenyum sambil melihat baju-baju yang disiapkan Ezekiel dan Ben.


*************


"Selamat siang nona. Ini ada kiriman makanan untuk anda."


Faith menatap Joe "Hai Joe...mari masuk!"


Joe melangkah masuk ke dalam ruang kerja Faith yang letaknya di lantai satu studio itu yang sudah selesai hampir 80%.


"Apa ini, Joe?"


"Ini bubur Manado"


"Bubur Manado? Wah....kau mendapatkan dimana?"


"Tuan Ezekiel meminta salah satu staf restoran yang ternyata orang Manado untuk membuatnya. Silahkan dicoba."


Air liur Faith rasanya hampir meleleh. Makanan khas tempat asalnya. Terasa sangat enak dilidahnya.


"Joe, makasih banyak ya? Rasanya enak. Aku sangat puas dengan makanan ini." Faith menyentuh perutnya sambil tersenyum." Aku rasa mereka juga senang menerima makanan Indonesia."


"Baiklah. Saya permisih dulu nona." Pamit Joe.


"Sekretaris Joe. Sampaikan terima kasihku untuk Ezekiel."


"Baiklah. Tapi sebaiknya nona yang menyampaikan langsung pada tuan Ezekiel."


"Ok."


Joe pergi meninggalkan Faith.


Makasih untuk bubur manadonya


aku sangat suka.


Ezekiel yang sedang ada diruangannya sangat senang menerima sms dari Faith


Ia pun membalasnya :


Jika kamu suka, aku akan meminta


mereka membuatnya setiap hari.


Faith tersenyum membaca balasan Ezekiel. Entah mengapa hatinya bergetar. Tangannya pun mengetik pesan untuk suaminya :


Kalau aku suka, akan ku katakan


padamu.


Ezekiel membalas :


Katakan apa saja yang kamu suka


aku pasti akan sediakan untukmu


I MISS YOU


Faith menatap pesan itu sambil lalu mencium cincin


pernikahannya. I miss you to my honey.


"Hallo.....!" Ben muncul dihadapannya " Kelihatannya serius sekali."


"Ben, ayo masuk!"


Ben meletakan 2 tiket konser dihadapan Faith.


"Konser Arnold Manola, tiket VVIP, aman untuk ibu hamil."


Faith terperangah. "Ben, ini benar-benar ajakan yang menyenangkan. Aku pasti ikut. Kapan?"


"Besok malam."


"Yes! Aku pasti pergi." Faith tersenyum senang. Ben pun nampak senang melihat Faith bahagia.


Kau pantas tersenyum, my lady. Batinnya sambil membidikan kameranya ke arah Faith.


#makasi sudah baca part ini


#koment, like dan vote ya...😍😍😍