I HATE YOU, BULE

I HATE YOU, BULE
Kimzy



Suasana makan malam di kediaman Takasimura terasa berbeda saat ini. Siapa yang tidak mengenal perjuangan Ezekiel untuk mendapatkan cinta Kimzy? Semua orang tahu.


"Apakah karena Kimzy tahu kalau Ezekiel sudah menikah sampai dia akhirnya muncul?"


"Wah, bagaimana ya pertemuan Ezekiel dan Kimzy saat ini?"


Bisik-bisik kembali terdengar. Ezekiel mulai jengkel.


"Ayo kita pergi, Joe" Bisik Ezekiel.


"Jika kita pergi sekarang, besok akan ada berita hangat di TV , koran, dan dunia sosmed. Bersikaplah yang wajar saja. Lihat nona Faith nampaknya sedikit terganggu dengan sikapmu. Buat orang-orang mengerti kalau sudah move on dari Kimzy."


Hanya Joe yang bisa menangani Ezekiel di saat-saat seperti ini. 7 tahun dekat dengan Ezekiel sepertinya telah membuat pria itu mengerti semua yang Ezekiel inginkan. Elisa, Daren dan Rachel pun memilih untuk diam.


"Apakah sebaiknya kita pulang. Makan malamnya sudah selesai." Faith akhirnya bicara.


"No, honey." Ezekiel menahan tangan Faith ketika gadis itu akan berdiri. "Pestanya baru saja akan dimulai. Kalau kita pergi sekarang, tuan rumahnya akan tersinggung. Ayo kita gabung dengan kumpulan anak muda di sana." Ezekiel berdiri lebih dulu lalu berputar dan berdiri dibelakang kursi Faith.


"Ayo sayang....!"


Saat Faith berdiri, Ezekiel menarik kursinya sehingga perempuan itu bebas untuk bergerak. Joe dan Rachel pun mengikuti langkah mereka.


Di bagian lain aula itu, ada ruangan khusus tempat anak muda berkumpul. Dj bahkan sudah memainkan musiknya dan sudah ada beberapa yang mulai menggoyangkan badannya.


"Mau minum?" Rachel menawarkan.


"Nggak." Faith buru-buru menjawab. Ia tak mau mabuk lagi karena tahu apa yang akan terjadi padanya.


"Minumannya tak mengandung alkohol. Aman untuk nona Faith." Ujar Joe sambil menyodorkan sebuah gelas yang sudah berisi minuman. Faith menerimanya. Joe lalu memandang Ezekiel.


"Anda mau minum juga tuan?"


"Margarita!"


Ben mendekat dengan senyum mautnya. Entah kenapa Ezekiel merasa kalau Ben sedang mengincar Faith. Ia melingkarkan tangan kanannya dipinggang Faith sementara tangan kirinya memegang gelas minumannya dan meneguknya sampai habis.


"Tambah, Joe!"


"Keluarga Thomson ini paling suka menyendiri. Ayolah gabung dengan kami." Ajak Ben.


"Makasi, Ben. Aku lebih senang di sini. Menikmati waktu berdua dengan istriku." Ezekiel mencium pipi Faith. Tepat di saat itu Kimzy muncul.


"Hallo semua....wah sudah lama tidak bertemu. Apa kabarnya?" Sapa Kimzy dengan senyum manisnya. Suaranya sangat merdu dan penampilannya sungguh menawan menunjukan kelasnya sebagai perempuan bangsawan.


"Kami semua baik, kak." Rachel yang menjawab. Ezekiel hanya tersenyum sekilas sementara Joe nampak kurang suka.


"Kamu pasti istrinya Ezekiel kan? Benar kata orang-orang. Kamu sangat cantik dan masih sangat muda. Senang berkenalan denganmu, Faith" Tanpa diduga Kimzy memeluk Faith. Setelah itu ia juga memeluk Rachel, Joe dan terakhir ia berhadapan dengan Ezekiel.


"Apa kabarmu, Kiel..." sapanya manis. Itu adalah panggilan khusus Kimzy untuknya.


Faith terpana. Kiel? Manis sekali kedengarannya.


Ezekiel yang masih melingkarkan tangannya dipinggang Faith menjawab," Aku baik. Seperti yang kau lihat"


"Kau bahkan tidak mau memelukku karena terlalu takut melepaskan tanganmu dari tubuh istrimu." Kimzy sedikit merajuk.


Ezekiel melepaskan tangannya dari pinggang Faith lalu memeluk Kimzy yang langsung menyambutnya dengan hangat.


"Aku sangat merindukanmu." Ucapnya saat pelukannya terlepas.


Joe semakin kesal dengan sikap Kimzy. Memang dulu Kimzy begitu manjanya pada Ezekiel. Ia bersikap sebagai kakak yang menyayangi adiknya. Namun kali ini, Joe tak suka dengan tatapan mata Kimzy. Sepertinya perempuan berusia 34 tahun itu punya maksud tertentu.


"Di mana suami dan anakmu nyonya Kimzy" Tanya Joe.


"Kami sudah bercerai. Anakku sedang istirahat di dalam mansion. Dia agak kelelahan melakukan perjalanan dari Jepang ke London." Ujar Kimzy dan sukses membuat semua yang di situ terperanjat. Apalagi Ezekiel.


"Sudahlah. Tak usah dibicarakan lagi. Lagian kami bercerai sudah 2 tahun yang lalu." Kimzy tersenyum.


Ia lalu pamit untuk menyapa tamu yang lain.


***********


"Tuan....!" Joe mengetuk pintu kaca itu lalu melangkah masuk. Di tangannya ada sebuah tablet.


"Bagaimana?"


Joe meletakan tablet yang dipegangnya " Perceraian mereka dilakukan secara diam-diam makanya tidak heboh. Penyebab perceraian juga tidak diketahui. Karena sampai sekarang baik Kimzy maupun mantan suaminya tidak menikah lagi."


"Mengapa kamu tidak mengatakan padaku, Joe. 2 tahun yang lalu, saat itu aku belum menikah dengan Faith"


Joe mengerutkan dahinya. "Tuan, maksudnya jika kamu tahu bahwa ia sudah bercerai maka kamu akan mengejar dia lagi?"


"Dia cinta pertamaku, Joe. Aku begitu berharap untuk bersamanya."


"Dan apa arti nona Faith bagimu? Dia gadis baik yang sangat jatuh cinta padamu. Setelah kau berhasil menyembuhkan phobiamu apakah kamu akan melepaskannya begitu saja?" Hilang sudah kata tuan untuk Ezekiel. Ia benar-benar marah pada Ezekiel.


"Joe....! Aku pernah janji pada Kimzy, jika dia tak bahagia dengan suaminya maka aku masih bersedia untuk menanti cintanya."


Joe terpana. Ia menggelengkan kepalanya" Jangan menyesal kalau Faith lepas darimu. Kau tahu, diluar sana banyak pria yang sedang antri untuk membahagiakannya. Permisi tuan Ezekiel Thomson." Joe langsung keluar. Ia merasa sangat kesal dengan sikap Ezekiel. Ia sebenarnya berharap kalau Ezekiel akan bahagia dengan Faith. Tapi kehadiran Kimzy dengan berita perceraiannya ternyata membuat Ezekiel goyah.


************


Kimzy menatap putranya yang sedang tertidur lelap. Tangannya membelai rambut putranya.


Ezekiel, mengapa aku begitu sakit melihatmu bersama istrimu? Aku sangat berharap bahwa kamu masih menungguhku. Ternyata gadis mungil itu telah mengikatmu batin Kimzy sambil terus membelai rambut anaknya.


2 tahun bercerai dari suaminya membuat ia merasa kesepian. Ia butuh tempat untuk bersandar dan menumpahkan segala kegundahannya. Ia sudah mencoba dekat dengan beberapa pria namun tak ada yang sangat memahaminya seperti Ezekiel mengerti tentangnya.


Kimzy ingat bagaimana dulu Ezekiel mengejarnya sampai ke Tokyo hanya untuk memintanya supaya tidak menikah dengan tunangannya. Tatapan mata Ezekiel yang menangis untuknya membuat Kimzy sedih. Namun saat itu Kimzy memang hanya menganggap Ezekiel seperti adiknya. Kini, ketika dia ingin bersama Ezekiel, laki-laki itu sudah bersama yang lain.


"Tenanglah sayang. Mama akan berusaha untuk kebahagiaanmu." Bisiknya lembut sambil memeluk putranya itu.


*****************


Betapa terkejutnya Ezekiel saat ia masuk ke kamar dan melihat Faith belum tidur, masih duduk di atas sofa seolah sedang menunggu dirinya.


"Mengapa kau belum tidur?" Tanya Ezekiel.


"Aku menunggumu"


"Untuk apa?"


"Untuk dipeluk olehmu"


Ezekiel terpana. Ia tak menyangka kalau Faith akan mengucapkan itu. Bukankah selama ini Faith selalu bersikap malu-malu bila berbicara mengenai kontak fisik?


"Ayolah duduk dan peluk aku." Faith menepuk tempat duduk disampingnya. Ezekielpun duduk. Faith langsung memeluk Ezekiel dan menyandarkan kepalanya di dada pria itu.


"Biarkan aku memelukmu dengan erat supaya aku bisa terus merasakan hangatmu sekalipun kau tak ada disampingku."


Ezekiel merasakan hatinya perih mendengar kata-kata Faith. Ia tahu Faith terusik dengan kehadiran Kimzy. Dia juga tak ingin Faith terluka.


"Ezekiel, ayo kita bercinta!" Ajak Faith sekalipun dengan raut wajah yang merona. Ia mengangkat kepalanya dan menatap Ezekiel


"Kau......" Ezekiel kaget sampai ia menjadi gugup


"Ayo kita bercinta dan lupakan masa lalu." Ujarnya lagi dan langsung mencium Ezekiel dengan penuh gairah.


*************


Faith menarik selimut tebal itu dan menutupi tubuh keduanya. Ezekiel nampak sudah terlelap setelah pergulatan panas mereka.


Ya Tuhan, mengapa aku merasa kalau Kimzy akan merebut Ezekiel dariku? Dan Ezekiel pasti akan mudah tertarik lagi dengannya.Dia cantik dan begitu anggun. Dia adalah cinta pertama Ezekiel.


Tanpa sadar air mata Faith mengalir. Di pandanginya wajah pria tampan di depannya.


"Aku mencintaimu Ezekiel, aku mohon jangan buat aku terluka." Ucap Faith pelan lalu memeluk Ezekiel dengan penuh kasih.


#makasi udah baca part ini


#jangam lupa like, komentar dan ❤ supaya kalian tahu jika aku up lagi