
Konser Arnold Manola di musim gugur ini diselenggarakan di salah satu gedung pertunjukan milik keluarga Ben.
Tiket yang habis terjual membuktikan betapa banyaknya penggemar Arnold.
Sejak siang, Faith sudah mempersiapkan segala sesuatu yang akan dipakainya saat menonton konser. Ia bahkan sempat Wa dengan Dina dan sedikit sombong memamerkan tiketnya.
Tentu saja Dina jadi histeris karena dia juga sangat menyukai Arnold Manola. Siapa yang tidak mengenal Arnold? Sudah tampan, kaya dan selalu menciptakan lagu yang hits. Setiap album yang dikeluarkannya pasti laris di pasaran.
"Kakak ipar, kamu cantik sekali." Puji Rachel saat meihat Faith turun. Ia mengenakan dres bermotif bunga bernuansa pink. Rambutnya dibiarkan tergerai dengan make up natural. Di tangan kanannya ada jaket jeans.
"Makasi. Kamu nggak ikut konser?"
"Aku ingin sekali. Tapi besok ada ujian. Dan ujiannya dimulai jam 7 pagi. Makanya harus belajar extra ketat."
"Baiklah. Semoga sukses dengan ujianmu. Di mana Opa dan Oma?"
"Mereka sedang keluar. Nggak tahu kemana. Nanti aku sampaikan kalau kakak ipar sudah pergi."
Faith pamit dan segera keluar mansion. Di lihatnya Ben sudah menunggu. Seperti biasa ia sudah bersandar di mobilnya.
"Maaf ya lama menunggu." Kata Faith saat mereka sudah berada dalam mobil.
"Bagi wanita cantik sepertimu, menunggu itu bukan masalah untukku"
Faith terkekeh "Ben, kalau aku tidak tahu siapa kamu sebenarnya, aku pasti sudah termakan dengan semua kata-kata manismu. Kamu tahu dengan baik apa yang harus dikatakan, apa yang harus dilakukan agar wanita merasa nyaman bersamamu. Rayuanmu nggak gombal, nggak norak dan kelihatan sangat natural sehingga kaum wanita akan mudah percaya"
Ben tertawa mendengarnya "Entahlah, semua kata-kataku mengalir begitu saja. Aku tak tahu bersikap kasar pada perempuan. Aku hanya tahu bersikap manis."
"Dan kau justru membunuh mereka dengan sikap baikmu itu. Ben, mengapa kamu tak mencoba membuka hati bagi perempuan dan serius untuk menjalin sebuah hubungan?"
Ben menarik napas panjang, lalu menoleh sebentar ke arah Faith dan kembali ke depan.
"Aku pernah hampir serius menyukai seseorang. Namun akhirnya aku menepis perasaan itu. Mungkin karena aku memang tidak ditakdirkan untuk jatuh cinta dan hanya membuat mereka jatuh cinta padaku." Kata Ben sedikit pelan namun cukup jelas dalam pendengaran Faith.
"Ben, kamu mau aku jodohkan dengan teman Indonesiaku?" Tanya Faith sambil mengingat Dina.
"No, my lady. Aku paling anti dijodohkan. Mommy sudah berulang kali mencoba menjodohkan aku. Namun aku selalu menolaknya."
"Lalu, apakah selamanya kamu mau sendiri? Aku ingin kau bahagia, Ben."
"Bahagiaku adalah melihatmu bahagia. Itu saja untuk saat ini. Selebihnya biarkan Tuhan yang mengatur." Kata Ben penuh penekanan membuat Faith akhirnya memilih diam saja. Ia tahu Ben punya prinsip hidupnya sendiri dan ia harus menghormatinya.
Mereka pun tiba di tempat pelaksanaan konser. Mobil Ben dituntun oleh salah satu tukang parkir untuk masuk ke area parkiran khusus.
Mereka pun masuk ke dalam gedung pertunjukan melalui pintu khusus sehingga tak perlu berdesak-desakan dengan yang lain.
Tempat duduk mereka pun ada di salah satu balkon. Yang dekat dengan panggung.
Di balkon itu hanya khusus Faith dan Ben.
"Memangnya hanya kita yang membeli tiket untuk konser ini khusus di sini?"
"Balkon ini khusus menampung 10 orang. Namun aku meminta yang lain dipindahkan saja. Aku takut karena mereka histeris melihat Arnold, mereka akan mendorong atau tak sengaja membuatmu terjatuh."
"Kau terlalu berlebihan, Ben." Ujar Faith sambil tersenyum. Ia justru ingat saat menonton bioskop dengan Ezekiel dan pria itu memborong semua tiket yang ada dideretan tempat duduk mereka.
Tak lama kemudian konser dimulai. Faith pun ikutan histeris dengan pengunjung konser yang lain ketika Arnold Manola muncul dengan lagu pertama yang berirama disko.
Ben menatap Faith sambil tersenyum. Perempuan itu mungkin lupa dengan dirinya yang lagi hamil sampai Ben harus mengingatkannya berulang kali agar Faith jangan ikut melompat-lompat.
15 lagu sukses dinyanyikan oleh Arnold dan tentu saja Faith hafal semuanya. Ia ikut menyanyi sampai suaranya sedikit serak. Untung saja Ben sudah menyiapkan beberapa botol air mineral untuknya.
"Teman-teman semua. Terima kasih karena sudah hadir di konserku ini. Saatnya bagi kita untuk berpisah. Di penghujung konser ini, aku ada permintaan khusus dari seorang pria yang sedang jatuh cinta. Dia ingin kami berkolaborasi untuk menyanyikan sebuah lagu. Lagu ini punya sejarah dalam kehidupan mereka. Awalnya aku menolak karena aku merasa suaranya kurang bagus namun setelah tadi malam kami latihan, akhirnya aku tahu cinta dapat membuat segalanya jadi indah. Untuk itu, bolehkah aku meminta wanita Asiaku yang cantik itu untuk turun ke sini?" Kata Arnold sambil menunjuk ke arah balkon tempat Faith berdiri. Lampu sorot pun diarahkan ke sana.
Faith terkejut. Ia tak menyangka kalau yang dimaksudkan Arnold adalah dirinya.
Ia menoleh ke samping dan Ben sudah tak ada. Dua orang panitia bahkan sudah ada dibelakangnya dan meminta dia untuk turun ke panggung.
Tepuk tangan penonton terdengar semakin heboh. Wajah Faith yang ada di layar raksasa yang dipasang membuat orang langsung mengenalnya sebagai salah satu bintang iklan yang banyak disukai oleh kaum hawa dan perempuan yang menjadi model utama dalam pameran Foto Ben.
Faith belum mengerti apa yang terjadi namun dia mengikuti saja kedua panitia itu sampai ke atas panggung.
Sebuah kursi telah disediakan untuk Faith dan ia duduk di sana dengan jantung yang berdebar.
"I'm fine thank you"
"Are you ready for this?"
"What?" Tanya Faith bingung.
Arnold tersenyum. Ia langsung menjentikan jarinya maka terdengarlah bunyi suara biola.
Faith terpana. Ini lagu Forever yang menjadi lagu andalannya. Lagu yang menjadi dansa pertamanya dengan Ezekiel.
Dan lagu ini bukan Arnold yang menyanyikannya. Seseorang yang masih berada di belakang panggung.
Lalu keluarlah sosok Ezekiel. Di tangan kanannya ada buket bunga mawar merah dan tangan kirinya memegang mikrophone sambil menyanyikan lagu Forever.
Bukan hanya Faith yang terhipnotis mendengar suara Ezekiel yang langsung disambung oleh Arnold, Menjadi kolaborasi yang sangat indah. Semua penonton konserpun seakan tersihir dengan suara indah keduanya.
Jantung Faith seakan berhenti berdetak. Dadanya terasa sesak. Ia bahkan tak dapat menahan linangan air matanya. Ezekiel menyanyikan lagu itu dengan segenap hati. Pria itu bahkan menangis.
Ia mendekati tempat duduk Faith, lalu mengulurkan buket bunga mawar itu. Faith menerimanya. Ia menjadi sedikit salah tingkah karena semua penonton langsung bertepuk tangan dan meminta Ezekiel untuk mencium Faith.
"Kiss......kiss......kiss!" Teriak mereka dengan keras.
Ezekiel memandang Faith meminta persetujuan dengan tatapan matanya. Faith mengangguk walaupun dengan wajah yang agak merah.
Ezekiel mendekat, lalu menarik tangan Faith perlahan agar Faith berdiri. Tangannya melingkar dipinggang, istrinya itu dan perlahan ia menunduk, menyentuh bibir Faith dengan bibirnya, lalu ********** dengan lembut. Faith membuka mulutnya sedikit, menyambut ciuman suaminya dengan linangan air mata. Arnold yang ada dipanggung tersenyum bahagia. Ia melirik ke arah Ben yang sedang mengabadikan moment bahagia itu dengan kameranya. Sementara Joe dan Rachel yang berdiri tak jauh dari situ bertepuk tangan tanpa bisa menahan rasa haru mereka.
"I love you......! Love you forever" ucap Ezekiel disudut bibir Faith.
" I love you too" kata Faith.
Tangan Ezekiel membelai perut Faith lalu ia mencium perut Faith.
Penonton makin menggila. Arnold langsung menyanyikan lagu terbarunya yang berjudul "You are mine"
Di salah satu sudut ruangan itu nampak Kimzy mengepalkan tangannya dengan wajah marah. Ia berbalik dan segera meninggalkan tempat itu. Kau akan merasakan akibatnya Kiel.
"Kimzy.....!" Langkahnya dihadang oleh Daren dan Elisa.
" Tuan dan nyonya Thomson." Kimzy terkejut.
"Jauhi Ezekiel dan Faith. Kau wanita terhormat jangan lagi merendahkan dirimu dengan mengancam cucuku dengan aksi bunuh dirimu." Kata Elisa tegas.
"Nyonya, Kiel mencintaiku."
"Itu dulu. Cucuku sempat tergila-gila padamu. Namun sekarang sudah berubah. Dia mencintai Faith. Mereka akan segera memiliki anak." kali ini Daren yang bicara.
"Tapi......" Kimzy nampak kesal.
"Tinggalkan apartement cucuku malam ini juga. Kembalilah ke Jepang atau ke kediaman Takazimura. Yang pasti, anak buahku akan memastikan kau keluar dari sana sekarang juga." kata Daren dengan suara memerintah.
"Ayo sayang, kita pergi!" Ajak Elisa. Namun baru beberapa langkah dia berbalik lagi.
"Jika kamu coba-coba untuk bunuh diri karena ingin membuat cucuku merasa bersalah, aku pastikan mayatmu akan ku lemparkan ke kebun binatang tempat buaya lapar berada." Kata Elisa dengan tatapan sadis membuat Daren sedikit merinding mendengar kata-kata istrinya.
"Sayang, kamu ternyata sadis juga ya?"
Elisa tersenyum sinis " Aku bahkan dapat melakukan lebih dari itu jika ada yang berani menganggu keluarga Thomson. Cukup sudah Ezekiel pernah patah hati karena Kimzy. Kini cucuku itu berhak bahagia dengan wanita baik seperti Faith."
Daren menggandeng istrinya mesra "Kalau Ezekiel dan Faith sudah benar-benar baikan, kita boleh liburan berdua kan?"
Elisa menatap suaminya mesra "Baiklah sayang. Tapi sebelum natal kita sudah harus kembali."
Daren mengangguk senang. Ia merasa bahagia karena menikahi seorang wanita luar biasa seperti Elisa.
Dari jauh Kimzy mendengus kesal melihat pasangan itu yang berjalan menjauhi mereka. Aku belum menyerah Elisa Thomson! batinnya sebelum pergi.
#makasi sudah baca part ini
#like dan komentar nya juga ya.....
#vote boleh nggak?🥰🥰🥰