
Dua buah kuburan yang saling berdekatan. Elmond Thomson dan Kiela Thomson. Pasangan yang saling mencintai itu kini terbaring dalam keabadian.
Rachel selalu menangis jika datang ke tempat ini. Ia selalu rindu akan keberadaan papa dan mamanya.
Ezekiel membersihkan salju yang ada di kuburan orang tuanya lalu meletakan bunga mawar putih kesukaan mamanya.
"Elmond dan Kiela, kini mami membawa menantu kalian yang cantik. Namanya Faith. Gadis Indonesia yang berhasil memikat hati Ezekiel. Mami berharap kalian menjaganya dari sana supaya hubungan Faith dan Ezekiel akan abadi seperti kalian berdua. " ujar Elisa sambil sambil memegang tangan Faith.
"Oma yakin mereka akan menyukaimu, sayang" kata Elisa sambil menepuk bahu Faith yang berdiri di sampingnya.
Faith hanya tersenyum. Ia percaya orang tua Ezekiel adalah pasangan yang saling menyayangi. Ia sudah mendengar ceritanya dari bi Lastri. Pasangan yang jarang sekali bertengkar, yang selalu kelihatan mesra dan tidak pernah terdengar ada perselingkuhan. Seperti juga pasangan Daren dan Elisa.
Andai saja aku dan Ezekiel mengawali hubungan kami karena jatuh cinta, pasti ceritanya akan indah seperti mereka batin Faith sedih.
Selesai ziarah ke kuburan orang tua Ezekiel, mereka kembali ke mansion. Faith langsung membereskan baju-bajunya dan memasukannya ke koper.
Sejak kejadian Ezekiel bertemu Kimzy malam itu, Faith memang selalu tidur di sofa. Ia bahkan tak berbicara dengan Ezekiel saat mereka berdua saja di kamar. Jika di depan oma dan opa, Faith akan bersikap kalau mereka baik-baik saja.
Ini tepatnya sudah 3 hari mereka saling diam.
"Hai, boleh aku masuk?" Tanya Rachel yang berdiri di depan pintu kamar yang memang tidak dikunci.
"Masuklah" Faith menoleh lalu kembali ke pekerjaannya.
"Ini, aku bawakan beberapa parfum. Kau bisa memakainya atau menjadikannya sebagai oleh-oleh bagi teman-temanmu" kata Rachel sambil meletakkan sebuah paper bag di atas meja.
Faith menghentikan pekerjaannya lalu membuka paper bag itu " Terima kasih ya. "
Rachel memang punya toko khusus minyak wangi mahal yang dikelolanya di salah satu mall milik the Thomson company.
"Kakak ipar, kau akan kembali lagi ke sini kan?"
Pertanyaan Rachel membuat Faith yan sementara mencoba beberapa parfum menatapnya heran.
"Mengapa kau tanyakan itu?"
"Aku merasa kepulangan mu ke Indonesia saat ini karena kau sakit hati dengan kehadiran Kimzy kan? Aku jadi sedih kalau kau akhirnya akan mengalah dan membiarkan Ezekiel kembali dengan perempuan itu. Aku mohon, kau jangan menyerah. Kami semua menyayangimu. Apalagi oma dan bi Lastri. Mereka kelihatan begitu sedih saat kau akan pergi" kata Rachel dengan mata yang berkaca-kaca.
"Aku janji akan kembali. Aku harus kembali untuk menyelesaikan kuliahku. Itu janjiku pada papaku. kalian tenang saja" Faith memeluk Rachel dengan penuh kasih.
"Baiklah. Aku akan tinggalkan kau sendiri."Rachel segera keluar dari kamar.
Faith pun melanjutkan pekerjaannya. Pesawatnya akan berangkat jam 9 malam ini. Sebenarnya opa sudah menawarkannya untuk pergi dengan pesawat milik The Thomson, namun Faith menolaknya.
Setelah selesai beres-beres, Faith menatap jam tangannya. Sekarang baru pukul 4 sore.Berarti dia masih punya 5 jam lagi untuk bersama mereka dan Faith memutuskan turun ke bawa.
Tapi sebelum Faith keluar kamar, Ezekiel yang baru datang tiba-tiba memeluknya dari belakang.
"Ezekiel, lepaskan!" kata Faith meronta ingin melepaskan diri dari pelukan Ezekiel namun lelaki itu justru semakin erat memeluknya.
"Biarkan aku memelukmu sebentar saja, sehingga jika kau tak ada, aku tetap merasakan hangat mu. Bisik nya di telinga Faith.
Faith terkejut. Kata-kata itu pernah diucapkannya pada Ezekiel. Pelukan ini seperti pelukan perpisahan untuk mereka.
"Aku mau menemui oma." Ucap Faith karena perasaannya semakin tak menentu dalam pelukan suaminya ini.
"Aku baru saja mengatakan pada mereka untuk tidak menganggu kita." Ezekiel membalikan tubuh Faith. Menundukkan kepalanya sedikit sehingga wajah mereka begitu dekat. Hidung mancung mereka pun saling bersentuhan.
"Maafkan aku, Faith. Maafkan aku yang tak bisa melupakan masa laluku. Maafkan aku yang tak ingin melepaskan mu juga. Aku tahu kalau aku pria egois yang jahat. Tolonglah mengerti aku. Jangan bersikap diam padaku." Kata Ezekiel dengan suara yang bergetar.
Bahu Faith terguncang karena tangis yang ditahannya. Pengakuan Ezekiel semakin memperjelas segalanya. Kimzy masih ada di hatinya. Dan itu sangat menusuk hati Faith. Dia ingin cinta Ezekiel hanya untuknya. Dia ingin Ezekiel melupakan masa lalunya seperti dia yang sudah melupakan Daniel dalam hidupnya.
Tangan Ezekiel menangkup pipi Faith. Di hapusnya air mata Faith dengan jari jempolnya. Lalu ia mencium dahi Faith, turun ke pipinya dan akhirnya ciuman itu berhenti di bibirnya. Ezekiel diam sesaat, seolah dia ingin menghirup manisnya bibir perempuan yang selalu membuatnya ingin menyentu nya. Lalu perlahan ia menyatukan bibir mereka dalam ciuman yang panjang.
Faith awalnya ingin melepaskan diri dari ciuman itu. Namun ia tak bisa, ia juga merindukan ciuman ini. Merindukan pelukan ini. Merindukan kehangatan ini.
Untuk sesaat keduanya lupa tentang Kimzy. Tentang rasa sakit yang membuat mereka saling diam beberapa hari ini. Tentang perasaan masing-masing yang belum ada kejelasannya.
Mereka hanya ingin menyatu, menuntaskan gairah yang tertahan. Apakah ini karena cinta ataukah karena kebutuhan fisik semata, keduanya nampak tak peduli.
***********
Pesawat terbang yang membawa Faith sudah tinggal landas. Para penumpang yang ada di dalam sudah mulai terlelap.
Faith duduk di salah satu bangku VVIP. Untung saja bangku di sebelahnya kosong sehingga ia bisa leluasa mengeluarkan tangis kepedihannya.
Ia hampir saja ketinggalan pesawat karena waktu bercintanya dengan Ezekiel memakan waktu yang cukup banyak. Ia bahkan menyantap makan malamnya di dalam mobil yang membawanya ke bandara. Ezekiel dan Rachel yang mengantarnya ke bandara. Sementara oma dan Bi Lastri yang mengantarnya sampai di depan pintu masuk rumah tak dapat menahan air mata mereka.
"Cepat kembali my sweet girl. Rumah ini sudah terbiasa dengan kehadiranmu." Ucap Elisa sambil menghadiahkan ciuman di pipi Faith secara berulang-ulang.
Saat di bandara, Ezekiel hanya memeluknya tanpa mengatakan apa-apa. Dan itu yang membuat Faith menangis terus didalam pesawat. Ia merasa perasaannya digantung oleh Ezekiel. Walaupun semua keluarga Thomson menyayanginya namun yang Faith inginkan adalah cinta Ezekiel.
*****************
Satu bulan kemudian.....
"Hei.......mata panda, kamu tidak pernah tidur ya?" Ujar Dina saat Faith baru tiba di cafe.
"Aku memang sering bergadang karena menyelesaikan tugas akhir ku."
"Kamu kelihatan kurang cantik. Wajahmu agak pucat. Kamu juga agak kurusan. Kamu hamil ya?" Pekik Dina sambil memegang perut temannya itu.
"Hamil....?" Faith terkejut. Mana mungkin. Beberapa hari yang lalu ia baru saja selesai datang bulan.
"Tapi komunikasi kamu dengan Ezekiel lancar kan?"
Faith mengangguk. Lalu ia pura-pura sibuk dengan membersihkan meja yang baru saja selesai digunakan oleh pelanggan. Sebenarnya Ezekiel jarang sekali menghubunginya. Sejak ia datang ke Manado, pria bule itu baru dua kali meneleponnya. Ia juga jarang mengirim pesan padanya. Justru Oma dan Rachel yang hampir setiap hari meneleponnya atau melakukan panggilan videocall.
Terkadang Faith menghibur dirinya sendiri dengan mengatakan bahwa mungkin Ezekiel tak menghubunginya karena Ezekiel sudah tahu semua kegiatannya melalui kamera khusus yang di pasangnya di hp Faith. Lagi pula Rachel mengatakan kalau Opa dan Ezekiel sangat sibuk. Oma bahkan sudah beberapa kali protes karena opa sudah sering pulang larut malam.
"Selamat siang....!"
"Kak Daniel......Clairine....!" Sapa Faith senang melihat pasangan itu muncul di cafe. Perut Clairine sudah membuncit. Daniel bahkan dengan penuh kasih membantunya duduk.
Ah, apakah kalau aku hamil Ezekiel akan bersikap seperti itu padaku?
"Tumben datang ke sini." Kata Faith sambil menarik kursi dan duduk di hadapan pasangan itu.
"Kami baru saja kontrol ke dokter kandungan. Kebetulan lewat di sini dan Clairine ingin makan nasi cap cay lagi. " Kata Daniel
"Kakak makan apa?"
"Aku makan nasi goreng saja. Yang pedas ya?"
Faith tersenyum sambil mengangguk. Ia pun segera menuju ke dapur, meminta Dina untuk membuatkan pesanan mereka. Dina sempat menyapa Daniel dan istrinya sebelum membuat pesanan mereka.
"Kemana Clairine?" Tanya Faith saat Ia kembali dan tak menemukan Clairine.
"Dia sedang ke toilet."
Faith duduk kembali di depan Daniel.
"Kamu baik-baik saja kan?" Tanya Daniel
"Aku baik, kak. Kenapa?"
"Wajahmu kelihatan kurus. Lingkaran matamu juga agak hitam. Ada apa? Ada sesuatu yang kau sembunyikan dariku? Kau bahkan sudah tidak pernah curhat padaku. Kau dan suamimu baik-baik saja kan?" Tanya Daniel sambil menatap Faith dengan seksama.
Faith buru-buru tersenyum. Ia tak ingin Daniel menebak isi hatinya.
"Aku baik-baik saja, kak. Aku sedang konsentrasi dengan tugas akhir ku. Aku ingin kuliahku cepat selesai sehingga bisa kembali lagi ke London."
"Jangan terlalu lelah. Jaga kesehatan itu yang penting."
Faith hanya mengangguk. Perhatian Daniel tak berkurang untuknya. Mungkin janji yang dulu Daniel pernah ucapkan pada mamanya adalah janji seorang kakak pada adiknya. Faith sudah menerima itu. Daniel adalah kakaknya.
*************
Sepanjang perjalanan dari cafe ke rumahnya mata Faith puas melihat ornamen yang berhubungan dengan hari Valentine. Hujan gerimis yang mendatangani kota ini pun seakan tak mengurangi semangat para muda untuk menunjukan kasih sayangnya.
Hari ini Cafe tutup lebih cepat karena Dina mau menjemput pacar bulenya yang berkebangsaan Perancis. Dina bahkan sudah mempersiapkan kedatangan pacarnya itu dengan makan malam romantis
Faith senang karena hubungan Dina dan pacarnya ini sudah melangkah ke arah yang lebih serius karena orang tua si bule itu juga akan datang.
Sopir yang setia mengantar dan menjemput Faith hari ini tidak masuk. Akhirnya Faith memilih untuk membawa mobil itu sendiri.
Saat mobil memasuki gerbang rumah, Satpam dan 2 pengawal yang ditinggalkan oleh Ezekiel nampak asyik bermain kartu di pos penjagaan.
"Selamat malam semua. Happy Valentine ya..." ujar Faith sambil menyerahkan beberapa batang coklat dan sekotak kue kering.
"Makasi non!" Ucap mereka bareng. Faith hanya tersenyum lalu kembali menjalankan mobilnya. Ia memasukannya ke garasi lalu turun dan segera masuk ke dalam rumah. Kedua pelayan di jam seperti ini pasti sudah pulang.
Saat pintu terbuka, Faith seperti mencium aroma parfum Ezekiel yang memang sudah sangat dikenalnya.
Ada apa ini? Hampir 2 bulan tak bertemu, membuat aku begitu rindu padanya sampai harum minyak wanginya pun menusuk hidungku saat ini.
Faith menggelengkan kepalanya sambil menepuk-nepuk jidatnya sendiri.
"Aku pasti sudah gila." Guman nya sambil menaiki tangga.
Saat ia membuka pintu kamarnya pun harum minyak wangi itu semakin terasa.
"Ah....aku ini kenapa? Sebaiknya aku mandi saja agar pikiranku menjadi tenang..." Faith berkata pada dirinya sendiri sambil membuka bajunya dan segera masuk ke kamar mandi.
Berendam air hangat dengan sabun aroma terapi memang membuat Faith merasa enak. Ia bahkan memejamkan matanya.
"Boleh aku ikut berendam bersamamu?"
Faith mengerutkan dahinya tanpa membuka matanya. Kegilaan macam apa ini, di samping aku terus mencium harum tubuh Ezekiel, aku juga mendengar suaranya. Apakah besok aku harus konsultasi lagi dengan psikiater ku?
"Sayang.....buka matamu!" Nada suara itu sedikit memerintah.
Faith membuka matanya dan langsung terperanjat melihat Ezekiel sudah berdiri didepan pintu kamar mandi yang memang tidak dikuncinya. Kebiasaan Faith kalau ia hanya sendiri di rumah pintu kamar mandi tidak ditutup karena ia takut ada gempa yang datang.
Ezekiel berdiri di sana, dengan pesona ketampanannya yang memang luar biasa itu. Di tangan kanannya ada sekotak coklat dan ditangan kirinya ada setangkai bunga mawar.
"Happy valentine, my honey." Ucapnya manis lalu mendekati bak mandi. Di letakkan nya bunga mawar dan coklat itu di atas meja kaca di depan bak mandi, lalu ia mulai membuka bajunya sendiri.
"Aku ingin mandi dan memelukmu." Ucapnya dengan senyum menggoda lalu masuk ke dalam bak mandi.
#Semoga kalian senang membacanya
#jangan lupa di like, komentari dan vote 😃😃😃