I HATE YOU, BULE

I HATE YOU, BULE
Cinta tersembunyi Rachel



Matahari sudah sejak tadi menampakan wajahnya. Namun sepasang anak manusia nampak masih asyik bersembunyi dibalik selimut tebal. Tubuh naked mereka saling menempel seolah memberi kehangatan satu dengan yang lain.


Perlahan Ezekiel menggeliat lalu merenggangkan otot-ototnya. Ia tersenyum memandang wajah istrinya yang masih nampak terlelap.


Faith mungkin sedikit lelah karena pergulatan panas mereka semalam.


Rasa rindu yang mendalam membuat Ezekiel tak dapat menahan diri untuk tidak menyatu dengan istrinya. Walaupun kali ini dia harus lebih hati-hati karena perut Faith yang semakin membesar.


Tangan Ezekiel membelai wajah istrinya.


Terima kasih Tuhan, telah membuat kami bertemu di lift pertama kali. Telah membuat Faith mabuk dan memintaku untuk menikahinya. Terima kasih karena telah membuatku berani mengancamnya sehingga mau menikah denganku, bule yang sangat dibencinya. Aku bahagia karena dia jatuh cinta padaku dan aku pun jatuh cinta padanya.


Ezekiel membelai perut istrinya. Membuat mata Faith perlahan terbuka.


"Good morning, honey" ucap Faith sambil tersenyum. Tak ada yang lebih membahagiakan disaat bangun dan melihat wajah orang yang kita cintai ada dihadapan kita.


"Apakah aku membangunkanmu?"


Faith menggeleng "Aku memang sudah mau bangun. Sekarang sudah jam berapa?"


Ezekiel menunjuk jam dinding.


"Astaga, ini sudah jam 10 lewat? kita melewatkan makan pagi. Dan kamu juga nggak ke kantor?"


"Aku libur hari ini" kata Ezekiel sambil memeluk Faith.


"Ezekiel, ini hari kamis. Mana mungkin libur"


"Aku bosnya jadi suka-suka aku kan? Aku yakin Joe akan menangani semuanya. "


Faith menarik hidung Ezekiel lalu ia bangun, meraih gaun tidurnya yang sudah jatuh ke lantai mengenakannya kembali lalu ia menuju ke depan meja rias, menyisir rambutnya yang agak berantakan.


"Ezekiel, aku lapar"


"Ayo kita mandi dulu baru makan"


"Mandi ya....jangan ada yang aneh-aneh"


"ok" jawab Ezekiel sambil tersenyum licik.


Acara mandi bersama yang awalnya ditaksir Faith hanya akan memakan waktu 20 menit berubah menjadi satu jam lebih. Semua karena Ezekiel yang menjadi nakal saat menyabuni Faith. Akhirnya saat mereka turun ke bawah, bi Lastri justru sementara menyiapkan meja untuk makan siang.


"Duh, lihat yang sedang honeymoon" goda Rachel.


"Opa dan oma dimana?" tanya Ezekiel sambil menarik kursi untuk Faith duduk.


"Opa dan oma diruang kerja."


"Aku mau ketemu opa dulu ya" Ezekiel mencium pipi Faith lalu segera menuju ke ruang kerja setelah meminta bi Lastri untuk membuatkan susu bagi Faith.


"Rachel, aku boleh tanya sesuatu?" tanya Faith setelah Ezekiel pergi.


"Ya. Ada apa kakak ipar?"


"Semalam aku sempat berpikir, apakah pria yang kau sukai adalah Joe?"


Rachel yang sedang minum tersedak mendengar pertanyaan Faith.


"Kakak ipar, bagaimana kau berpikir seperti itu?"


"Tadi malam hanya ada Ezekiel, Arnold, Joe dan Ben. Kamu nggak mungkin menyukai Ben kan? Aku merasa pria yang kamu sukai ada di sana malam itu."


Rachel tersenyum "Dia teman kuliahku."


"Benarkah? Lalu mengapa sampai Ben tahu?"


"Aku pernah curhat ke Ben tentang orang yang kusukai. Namun aku tak pernah mengatakan namanya. Ada apa memangnya?"


"Aku ingin membuat kau dan dia bahagia."


"Itu nggak mungkin, kakak ipar. Aku bahkan tak


pernah melihat tanda-tanda bahwa dia menyukaiku.Dia sangat cuek dan bersikap biasa padaku" Rachel tertunduk sedih.


"Aku justru sekarang sedang berusaha menutup pintu hatiku untuknya. " lanjut Rachel lalu meneguk habis minumannya. Ia berdiri dan menatap bi Lastri yang baru saja meletakan segelas susu di hadapan Faith.


"Apa makanannya sudah jadi, bi?" tanya Rachel


"10 menit lagi." jawab bi Lastri sambil tersenyum.


"Makanan apa memangnya?" tanya Faith penasaran


"Gado-gado" jawab Rachel membuat Faith nampak senang.


"Wah, setiap kali mendengar makanan Indonesia kedua bayiku nampaknya senang." kata Faith sambil mengelus perutnya.


"Ini idenya non Rachel" kata bi Lastri.


Faith menatap Rachel dengan penuh rasa terima kasih. Aku akan menemukan pria yang kau cintai itu. batin Faith.


Makan siang hari ini pun terasa menyenangkan buat semua penghuni mansion khususnya Faith. Karena disamping gado-gado, ada juga ikan asin dan sambal terasi yang disiapkan bi Lastri.


"Oma senang melihatmu makan dengan lahapnya. Kau bisa meminta bi Lastri untuk memasak makanan Indonesia yang kau suka, sayang" ujar Elisa senang.


"Makasi, oma" Faith jadi terharu karena semua perhatian yang didapatkannya dari keluarga ini.


Selesai makan, Faith kembali ke kamar untuk mengambil hp nya dan segera menghubungi Ben.


Faith harus menggulangi panggilan beberapa kali baru akhirnya Ben mengangkat teleponnya.


"Ben, kamu sakit?" tanya Faith khawatir.


"Nggak. Aku masih tidur. Ada apa mengganggu aku di pagi ini?"


"Hei Ben, buka tirai jendelamu. Ini bukan lagi pagi. Aku saja sudah selesai makan siang"


Terdengar suara Ben yang tertawa kecil.


"Ben, siapa laki-laki yang disukai, Rachel?"


"Aku nggak bisa mengatakannya, Faith. Aku sudah janji untuk merahasiakannya."


"Ben, aku ingin membuat mereka bahagia. Bisa saja kan laki-laki itu mencintai, Rachel"


Terdengar suara hembusan napas Ben " Aku nggak tahu bagaimana perasaan laki-laki itu karena karakternya mirip dengan suamimu itu"


"Apa mungkin Joe?"


"Maaf, aku tak bisa mengatakannya."


"Ben....please...." rengek Faith.


"Akan ku katakan asalkan kau bersedia menceraikan Ezekiel dan menikah denganku"


"Ben......!" suara Faith mulai meninggih. Ezekiel yang baru masuk kamarpun terkejut.


Ben tertawa" Cari tahu sendiri, ya. Aku tutup teleponnya. Bye....."


"Hallo.....hallo.....Ben....ih....." Faith nampak kesal.


"Honey ada apa kau menghubungi Ben?" tanya Ezekiel dengan wajah sedikit cemberut.


Faith duduk disofa dan meminta Ezekiel duduk disampingnya.Ezekiel menurut.


"Aku ingin tahu siapa laki-laki yang disukai Rachel. Semalam aku melihat tatapan mata Rachel seolah meminta Ben untuk tidak mengatakan siapa laki-laki itu. Seolah laki-laki itu ada di sana. Nggak mungkin Ben atau Arnold kan?"


"Jadi maksudmu laki-laki itu adalah Joe?"


Faith mengangguk dan membuat Ezekiel justru tertawa "Nggak mungkin sayang. Joe itu bukan tipenya Rachel. Rachel sangat mengagumi papa. Papa orangnya sangat romantis dan lemah lembut. Dan Joe? Dia terkenal cuek, kadang tatapannya mematikan, nggak lembut pada wanita. Dia bahkan pernah menghajar pegawai perempuan yang ketahuan korupsi di salah satu devisi."


"Semua sifat Joe itu menurun darimu"


Dahi Ezekiel berkerut mendengar perkataan istrinya "Apa iya aku seperti itu?"


"Iya. Waktu pertama kita bertemu tatapanmu memang seperti itu. Bahkan saat kau tersenyumpun rasanya sangat menakutkan. Itulah sebabnya mengapa aku sangat membencimu, bule!"


Ezekiel mendekatkan wajah mereka berdua "Apakah sekarang wajah bule ini masih kau benci?"


"Ya. Jika kau menyakiti aku. Aku bahkan berharap anakku akan mirip wajah Indonesiaku dari pada wajah bulemu"


"Sayang......." dahi mereka bertemu dan bibir Ezekiel sudah menempel bibir Faith.


"Aku hanya bercanda." Faith langsung tertawa dan memeluk suaminya dengan gemas.


"Aku cinta wajah bulemu ini. Dan berharap anak-anakku akan mirip papanya"


Ezekiel mencium puncak kepala Faith dan membawa istrinya bersandar didadanya.


"Sayang, kita sudah bersama dengan bahagia. Bagaimana dengan Rachel?"


"Mau bagaimana lagi? Rachel tak mau terbuka mengenai pria yang disukainya. Kita harus menghargai keputusannya" kata Ezekiel sambil membelai rambut istrinya.


"Tapi mengapa aku merasa kalau laki-laki itu adalah Joe?"


"Joe sudah punya gadis yang dicintainya"


"Siapa?"


"Dia tak mengatakannya. karena baginya cintanya itu sesuatu yang mustahil. Gadis itu bagaikan di atas langit dan dia ada di dasar bumi"


"Bukankah itu seperti Rachel dan Joe?"


"Aku rasa tak mungkin"


"Sayang, misalkan Joe dan Rachel benar-benar saling jatuh cinta, bagaimana menurutmu? Apakah keluarga Thomson dapat menerimanya?"


"Faith, keluargaku selalu mengajarkan bahwa kita tidak boleh membeda-bedakan derajat. Lagi pula Joe berasal dari keluarga terhormat di Amerika.Papanya pernah menjadi perdana menteri di sini. Aku pasti akan setuju."


"Bolehkah aku mencari jalan untuk mereka berdua? Joe dan Rachel sudah membuat kita berdua berbaikan lagi. Aku merasa ingin membuat mereka bahagia juga.


Ezekiel membelai wajah istrinya "Seharusnya namamu adalah angel. Karena kau sangat baik seperti malaikat. Aku sangat beruntung mendapatkanmu" Ezekiel mencium bibir istrinya. Faitj membalas ciuman itu namun sesaat kemudian ia mendorong Ezekiel.


"Kenapa?" tanya Ezekiel heran.


"Sebaiknya aku pergi menjauh sebelum kamu menuntut yang lebih." Faith berdiri"Aku sangat kenyang. Aku jadi mengantuk."


"Sayang......" Ezekiel mengejar Faith. Ia berbaring di samping istrinya. "Tidurlah. Tapi malam nanti aku minta jatahku ya?"


"No.....aku capeh" Faith langsung membalikan tubuhnya dan tidur membelakangi suaminya. Ia ingin tertawa melihat wajah cemberut suaminya.


" I love you....!" bisik Ezekiel sambil memeluk Faith dari belakang.


#Makasi sudah baca part ini


#makasi untuk vote, komentar dan like nya


#10 episode lagi novel ini akan tamat