
Musim dingin kali ini dilalui Faith dan Ezekiel dalam kehangatan dalam penantian kelahiran si kembar.
Ezekiel sudah menyiapkan nama dan Faith setuju dengan nama yang disiapkan oleh suaminya.
Dina dan Daniel gagal datang ke London karena anak Daniel tiba-tiba sakit dan harus dirawat di rumah sakit.
Sebuah kamar yang indah sudah disiapkan oleh Ezekiel di samping kamar mereka. Nuansa putih dan biru menjadi tema kamar bayi mereka.
Acara makan malam yang biasa dilakukan oleh keluarga Takazimura tak dihadiri oleh Ezekiel, Faith dan Rachel. Opa dan oma yang pergi karena Faith memang enggan ketemu dengan Kimzy.
Dan malam ini, Ezekiel, Faith, Rachel, Joe dan Ben sedang duduk di dekat perapian sambil menikmati coklat hangat. Ben kebetulan datang mengantar foto Ezekiel dan Faith yang berpose dalam keadaan hamil di hari pertama tahun baru.
Musim dingin sudah hampir berlalu.
"Ben, aku dengar mommy mu masuk rumah sakit?" tanya Ezekiel sambil memainkan rambut Faith yang bersandar di bahunya.
"Iya. Tapi tadi pagi mami sudah keluar. Biasalah penyakit darah tingginya kambuh lagi" kata Ben sambil tersenyum.
"Kamu pasti menolak gadis yang ditawarkan Alicia ya?" tebak Rachel.
"Iya. Bayangkan saja dalam sebulan ini sudah 10 gadis yang ditawarkannya kepadaku" Ben geleng-geleng kepala.
"Mamamu pasti sedih melihatmu yang jomblo" ujar Ezekiel.
"Ngapain juga dijodohkan. Aku kan masih muda"
"Mungkin karena kamu sudah tidak pernah kencan lagi makanya mamamu khawatir" ucap Rachel.
"Aku sudah bertobat jadi play boy"
Perkataan Ben sukses membuat semua tertawa. Ben bertobat jadi play boy? Mana mungkin. Wajah tampannya itu sudah ditakdirkan menjadi playboy sejak ia lahir.
"Ah....." Faith tiba-tiba meringis.
"Ada apa sayang?" tanya Ezekiel.
"Sejak tadi pagi aku sering merasa nyeri diperutku sampai ke pinggang bagian belakang." keluh Faith.
"Kenapa kamu nggak mengatakan padaku? Kitakan bisa periksa ke dokter."
" Sakitnya sering hilang. Tapi kayaknya sekarang bertambah sakit dan aow....." Faith memegang perutnya. Keringat dingin mulai membasahi dahinya.
"Kakak ipar, apa kamu akan melahirkan?" tanya Rachel.
"Seharusnya kan masih dua minggu lagi. Usia kandunganku saja belum genap 9 bulan. " jawab Faith sambil menahan sakit.
"Biasanya kelahiran terjadi 2 minggu lebih awal atau 2 minggu lebih lambat dari tanggal yang diperkirakan dokter" kata Ben.
"Kok kamu bisa tahu?" tanya Joe heran.
"Aku pernah punya pacar seorang dokter kandungan. Jadi disamping menikmati tubuhnya, aku juga belajar menimbah ilmu darinya" kata Ben polos.
"Bagaimana sayang? Masih sakit?" tanya Ezekiel sambil memegang tangan Faith.
"Iya. sakitnya mulai tak tertahankan." pekik Faith.
Rachel langsung memanggil oma dan bi Lastri.
"Sebaiknya kita ke rumah sakit saja" kata Elisa melihat kondisi Faith.
30 menit kemudian, Faith sudah didorong ke ruangan bersalin. Ia terus memegang tangan Ezekiel sambil sesekali meringis menahan rasa sakit yang tak tertahankan. Ia jadi ingat dengan mamanya.
Mama, buat aku menjadi kuat batin Faith.
"Ezekiel.....sakit sekali" rintih Faith.
"Sayang.....seandainya rasa sakit ini bisa dibagi kepadaku"Ezekiel jadi tak tak tega melihatnya.
"Dokter Laura, apakah harus sesakit ini?" tanya Ezekiel.
"Ya. Memang inilah proses yang harus dilalui. Tapi kalau nyonya ingin cepat, dapat dilakukan operasi"
Faith menggeleng "Aku mau normal, Ezekiel. Tetaplah kau di sini bersamaku"
Ezekiel mengangguk. Ia memegang tangan Faith sambil sesekali mengelus perut Faith.
Sebenarnya Ezekiel ingin Faith dioperasi saja. Namun sejak awal Faith sudah mengatakan bahwa dia ingin melahirkan secara normal. Dia ingin menikmati kodratnya sebagai perempuan.
selama 8 jam Faith berperang dengan rasa sakit. Tangan Ezekiel sudah penuh luka belas cakaran kuku Faith.
"Ayo nyonya....kepalanya sudah terlihat" ujar dokter Laura.
"Ah......Ezekiel......ini sakit sekali...." Faith berteriak kesakitan. Ia melakukan dorongan seperti yang diperintahkan dokter Laura.
"Yang pertama laki-laki dan yang kedua adalah perempuan" kata dokter Laura.
Faith menangis haru saat kedua anaknya diletakan didadanya sebentar.
"Terima kasih Tuhan.....terima kasih untuk anugerah ini. Terima kasih untuk istriku yang mendapatkan kekuatan yang luar biasa ini. I love you my honey" ucap Ezekiel sambil mencium dahi istrinya. Ia sendiri tak dapat menahan air mata kebahagiaannya.
Kedua bayi itu sudah dibersihkan. Demikian juga dengan ibu mereka yang kini sudah terlelap karena kelelahan.
"Selamat datang ke dunia ini sayang. My CALEB ETHAN ALEX THOMSON AND MY CHLOE EMILY ALEXA THOMSON " kata Ezekiel dengan sangat bangga sambil mencium kedua anaknya secara bergantian.
Elisa, Daren, Joe, Rachel dan Ben yang melihat dari balik kaca pun tersenyum bahagia.
Elisa bahkan menangis dalam keharuan. "Lihatlah Ezekiel kita. Sekarang dia sudah menjadi seorang ayah. Lihat senyum bahagia itu. Ezekiel sudah dewasa." kata Elisa.
"Iya. Semoga kedua anak kita di atas sana melihat kebahagiaan ini. Terima kasih Tuhan, kau memberikan Faith bagi kami untuk menghadirkan kebahagiaan ini" Daren tersenyum. Ia berusaha menahan rasa sakit yang tiba-tiba menyerang perutnya. Ia tak ingin merusak moment kebahagiaan ini.
Ben tersenyum melihat Ezekiel yang menggendong kedua anaknya dengam wajah yang berseri karena bahagia.
Selamat untukmu Ezekiel. Aku janji akan menutup rapat semua rasa cintaku untuk Faith. Karena Faith hanya akan bahagia bersamamu.
**********
Ruang tempat Faith dirawat penuh dengan hadiah dan bunga dari berbagai kalangan.
Rachel dengam bangganya langsung mengunggah foto kedua ponakannya di media sosial dan mendapatkan tanggapan sampai ribuan komentar.
"Bagaimana mereka? Sehat kan?" tanya Faith begitu ia bangun. Ia tidur agak lama karena bertarung selama 8 jam menahan sakit.
"Ya sayang. Mereka sehat. Masih ada di ruangan bayi. Sebentar lagi akan di bawa ke kamar ini untuk diberikan asi pertama dari mamanya sebagai imunisasi awal bagi mereka" kata Ezekiel sambil membelai rambut Faith.
"Apakah mereka mirip aku?" tanya Faith lagi.
"No honey. Mereka mirip daddy nya." kata Ezekiel sambil menepuk dadanya.
"Aku yang mengandung, aku yang melahirkan, masa kan mirip papanya" Faith jadi cemberut.
Semua yang ada diruangan itu jadi tertawa.
"Wajah mereka memang kalau dilihat sekilas sama dengan Ezekiel waktu dia lahir. Mereka punya mata berwarna biru, kulit putih bersih namun si cowok punya rambut hitam lurus dan tebal sepertimu dan si cewek punya rambut coklat agak bergelombang seperti Ezekiel" kata Elisa dan sedikit membuat Faith senang karena ada yang mirip dengannya.
"Sekarang, kamu makan dulu ya, nak. Bibi sudah buatkan makan khas Indonesia khusus untuk wanita yang baru melahirkan supaya kamu cepat pulih dan asinya banyak" kata Bi Lastri.
Faith mengangguk. Ia pun makan dengan lahapnya makanan yang disiapkan bi Lastri sampai habis. Ezekiel yang menyuapinya pun jadi ikutan senang.
Tak lama kemudian, perawat membawa kedua bayi itu untuk disusui oleh ibunya.
Joe dan Daren memilih keluar dari ruangan karena Faith kelihatan malu untuk membuka bajunya.
Walaupun awalnya agak kaku namun Faith akhirnya bisa menyusui mereka.Ezekiel tertawa melihat si tampan Caleb nampak lebih dominan dari pada adiknya Chloe.
"Minum yang banyak anak-anak daddy supaya cepat besar" ujar Ezekiel bangga.
**********
Yang lain sudah pulang ke rumah sementara Ezekiel memilih untuk menemani Faith.
Caleb dan Chloe sudah dikembalikan ke kamar bayi.
"Makasi sayang sudah melahirkan 2 malaikat kecil kita berdua" Kata Ezekiel sambil memeluk Faith yang sedang duduk bersandar di kepala ranjang.
"Aku tak menyangkah sudah menjadi seorang ibu. Rasa sakit yang kualami rasanya tak ada bandingnya saat mendengar suara tangis mereka untuk yang pertama kali." Faith menyandarkan kepalanya dilengan Ezekiel.
"Makasi sudah setia mendampingiku sayang"
Ezekiel mencium kepala Faith dengan lembut. "Aku selalu akan setia menjagamu dan anak-anak kita."
"Kalau mereka sudah besar, aku boleh membawa mereka ke Indonesia kan?"
"Tentu saja sayang. Kita akan membawa mereka ke Indonesia. Karena mereka harus tahu bahwa mereka berasal dari sana. Dari wanita Indonesia yang sangat membenci bule"
Faith mencubit pinggang Ezekiel. Keduanya tertawa bersama.
Di depan kamar bayi, berdiri seseorang sambil menatap baby Caleb. "Hallo tampan....sebentar lagi kita akan bersama" ucapnya pelan.
#makasi sudah baca part ini
#jangan lupa di like dan komentarin ya...
#Kalau boleh di vote ya...he....he.....