
Melihat istrinya yang jatuh ke tanah sambil menangis, membuat Ezekiel langsung berlari dan memeluknya.
"Sayang....."
"Ezekiel" Faith semakin tersedu.
"Caleb ada dalam pelukan Kimzy. Aku takut mereka berdua akan jatuh. Selamatkan anakku"Faith memegang kemeja Ezekiel dengan tangan yang bergetar. Ia sangat ketakutan.
"Kau terluka, Faith" Ezekiel menyentuh wajah istrinya dengan hati yang perih.
"Jangan pedulikan aku. Temukan cara untuk menyelamatkan Caleb"
"Cari jalan, Joe" ujar Ezekiel sedikit berbisik. Joe mengangguk dan segera memberi perintah melalui gerakan tangan dan tatapan matanya.
Kimzy melihat Ezekiel yang memeluk Faith dengan pandangan yang sulit diartikan.
"Kiel....., lihatlah. Ini Hataru. Hatarunya kita. Dia anakmu, Kiel. Dia sangat mirip denganmu. Aku tidak akan pernah menyembunyikan dia lagi." ujar Kimzy sambil mengangkat tubuh baby Caleb.
Semua menjadi tegang. Faith bahkan merasa sulit bernapas.
"Kimzy, ayo ke sini. Kau bisa saja jatuh" kata Ezekiel sedikit bersabar sambil menahan emosinya.
"Kau melupakan aku, kiel. Kau sudah bersamanya. Aku kesepian tanpa kamu. Di mana cintamu yang dulu? Kau hanya mencintaiku, Kiel. Kau tidak mencintai wanita jelek itu kan?" ucap Kimzy dengan mata berair. Pundaknya mulai terguncang karena menangis.
Faith ingat sesuatu
"Lepaskan aku, Ezekiel" ujar Faith.
"Sayang, jangan bertindak nekat. Kimzy masih ada di dekat jurang" kata Ezekiel dengan wajah khawatir saat melihat Faith berdiri.
"Serahkan padaku" Faith berdiri dengan susah payah karena memang seluruh tubuhnya terasa sakit.
"Kimzy, Hataru menangis. Berikan padaku, kau tahu dia menyukaiku kan? Kau ingat saat dia memintamu untuk bertemu denganku?" Faith berjalan perlahan.
Kimzy terlihat bingung. Ingatannya kembali pada Hataru yang terbaring di rumah sakit. Bagaimana wajah pucat putranya itu tersenyum senang melihat kedatangan Faith. Bagaimana Hataru makan dengan lahapnya saat disuapi oleh Faith.
Lalu pandangan Kimzy beralih ke arah bayi mungil dalam gendongannya. Bayi yang sementara menangis itu.
"Kimzy.....kamu masih ingatkan? Hataru suka denganku. Hataru senang jika aku berada di sampingnya" Faith semakin mendekat.
Kimzy menangis. Ia ingat dengan putranya yang bertanya dengan mata penuh permohonan,"Bolehkah aku bertemu dengan nona cantik itu?"
"Hataru....Hataruku yang sakit. Dia mati meninggalkan aku....." Kimzy menatap bayi yang ada di tangannya. Ia membelai wajah baby Caleb yang masih menangis.
"Jangan takut sayang.....mommy akan menjagamu. Mereka tidak dapat merebutmu dari sisiku" Kimzy menatap baby Caleb sambil menangis.
"Kimzy, Hataru bisa sakit jika menangis terus. Aku akan memeluknya. Apakah boleh?" Faith semakin dekat.
Kimzy memandang Faith. Ia akhirnya mengangguk. Saat Faith sudah memeluk Caleb, Kimzy tiba-tiba menodongkan pistol yang ada di balik bajunya.
"Berikan dia asi, setelah itu kembalikan dia padaku" Kimzy memandang Ezekiel dan anak buahnya. "Kalian jangan berani mendekat! Aku akan menembak kepala Faith jika aku kulihat salah satu diantara kalian mendekat." teriak Kimzy penuh ancaman.
Faith membelai wajah putranya dengan penuh kerinduan. Ia lalu membuka jaket yang membungkus tubuhnya dan mengeluarkan satu *********** kedekat mulut putranya. Awalnya Caleb tak mau mengisapnya namun Faith terus berusaha. Akhirnya Caleb mau minum asi.
"Minum yang banyak sayang......" ucap Faith sambil membelai wajah putranya.
Caleb tertidur akhirnya. Kimzy memandang Faith.
"Berikan dia padaku" kata Kimzy.
"Aku mohon, biarkan aku memeluknya sejenak." ointa Faith dengan wajah memelas.
"Berikan!" Kimzy melepaskan pistolnya di sampingnya dan merebut bayi itu.
Melihat ada kesempatan, Ezekiel yang memang sangat ahli menembak, melepaskan satu tembakan dan mengenai kaki Kimzy.
Melihat Kimzy yang rubuh, Faith langsung berlari menjauh.
"Ezekiel....!" panggil Faith dengan deraian air matanya.
"Sayang......!" Ezekiel langsung mengambil Baby Caleb dari genggaman Faith karena dilihatnya bahwa Faith sudah sangat lemah.
Anak buah Ezekiel langsung mengamankan Kimzy.
Saat Ezekiel akan mendekati Kimzy, dilihatnya bahwa ada sebuah mobil mendekat.
Ternyata itu anak buah Ezekiel yang membawa Robert.
Darah Ezekiel mendidih melihat pria yang telah melecehkan istrinya itu.
Ia berdiri, dan menyerahkan baby Caleb pada Ben yang memang sudah berdiri didekat mereka.
"Tolong pegang putraku, Ben" Lalu ia melangkah mendekati Robert.
"Kau banci Robert. Mengapa kau lampiaskan kemarahanmu padaku dengan siasat kotor seperti ini?" Ezekiel berdiri di hadapan Robert
"Lepaskan dia!" perintahnya kepada anak buahnya.
Mereka melepaskan Roberth.
Pria gondrong itu menatap Ezekiel dengan senyum sinis. "Bibir istrimu itu sangat manis, Mr. Thomson."
Bukk!
Satu pukulan Ezekiel mendarat di wajah Robert.
Bukk!
satu pukulan mengenai perut Robert.
Pria itu meringis menahan sakit namun ia masih bisa tersenyum.
"Sayang sekali aku belum memasukan benihku ini ke rahimnya"
Ezekiel tak bisa dikendalikan lagi. Ia menghajar Robert dengan kemarahannya yang sangat besar.
Robert babak belur dibuatnya.
Joe langsung menahan Ezekiel melihat Robert sudah jatuh.
"Jangan kotori tanganmu dengan membunuhnya. Biarkan mereka yang menyelesaikannya." Joe menatap anak buahnya.
"Aku akan menghabisinya dengan tanganku sendiri"
"Kesehatan Faith yang paling utama. Lihatlah, istrimu sangat lemah"
Ezekiel menahan sejuta rasa marah didadanya. Saat ia menatap istrinya yang masih duduk ditanah, bersandar pada bahu Ben yang memeluk anak mereka, hatinya melunak.
"Bereskan dia tanpa meninggalkan jejak" perintah Joe.
3 orang anak buahnya segera menyeret Robert kembali ke dalam mobil dan langsung pergi.
Ezekiel melangkah meninggalkan Robert. Faith menatapnya dengan wajah menahan sakit. Namun Faith melihat Kimzy yang sedang bersandar pada batang pohon yang dijaga oleh 2 orang pengawal tiba-tiba merebut pistol dari seorang penjaga, ia mengarahkannya pada Ezekiel yang sedang melangkah mendekati Faith.
Entah kekuatan dari mana, Faith akhirnya berdiri dan berlari ke arah Ezekiel.
"Ezekiel...." teriaknya. Dan....
dor.......dor......
2 butir peluru bersarang ditubuh Faith.
Ezekiel terkejut dan langsung memeluk Faith yang sebelum jatuh. Ia meletakan tubuh istrinya perlahan di atas tanah, mengambil pistol yang sejak tadi diselipkan di bagian belakang celananya. Ia berjalan cepat mendekati Kimzy. Wanita yang dulu begitu dipujanya.
Dor......
Wanita yang pernah diberikan seluruh cintanya.
Dor.......
Wanita yang membuatnya tak bisa mencintai gadis lain.
Dor....
Kimzy tergeletak dengan tubuh yang penuh dengan luka tembak. Matanya lemah menatap Ezekiel yang masih terus menembakinya. Lelaki yang dulu menjadikannya sebagai perempuan nomor satu dalam hidupnya, lelaki yang hampir ditembaknya namun peluru itu justru dihadang oleh Faith.
Kimzy akhirnya menutup mata untuk selamanya.
"Ezekiel, lihat, Faith...."teriak Ben panik. Ia tak bisa melakukan apa-apa karena sedang memeluk Caleb.
Ezekiel berlari memeluk Faith. Ia membuka kaosnya dan menekannya diperut Faith yang mengeluarkan darah yang banyak.
"Joe......siapkan mobil" Ezekiel akan mengangkat tubuh Faith namun istrinya itu menggeleng.
"Eze...kiel..." ucap Faith lemah. Darah kental keluar dari mulutnya.
"Jangan banyak bicara sayang....aku akan membawamu ke rumah sakit"
Faith memegang wajah Ezekiel dengan tangannya yang sudah dingin " A....ku men....cintaimu...to....long ja...ga...anak....kita"
"I love you too baby.....please...dont say like that."
Faith tersenyum tangannya yang memegang pipi Ezekiel terlepas. Matanya perlahan tertutup dan kepalanya terkulai.
"No.....No.....Baby....please don't leave me alone.....Faith....open your eyes....open your eyes..." teriak Ezekiel dengan tangis kepedihan. Ia tak menerima Faith harus pergi. Ia tak ingin Tuhan memisahkan mereka disaat kebahagiaan baru saja mereka nikmati. Bumi seakan bergetar mendengar teriakan Ezekiel. Hujan perlahan turun bersamaan dengan terdengar suara sirine mobil polisi dan ambulance yang mendekat.
***********
3 tahun kemudian......
Tangan kanan Ezekiel menggenggam tangan putrinya Chloe dan tangan kiri Ezekiel memegang tangan putranya Caleb.
Rambut Caleb hitam lurus dipotong rapih seperti daddynya, nampak mengkilat disinari matahari pagi itu. Sementara rambut coklat Chloe yang agak bergelombang tergerai sedikit berantakan karena tiupan angin.
Langkah mereka berhenti di depan 3 batu nisan. Dulu hanya ada dua kubur di sini. Kini sudah bertambah satu.
Ezekiel menarik napas panjang menatap batu nisan itu. Hatinya bergetar. ia tak ingin menangis lagi. Ia menatap kedua anaknya yang menjadi sumber kekuatannya.
"Daddy....let's pray..." ucapan Chloe membuat Ezekiel tersenyum.
"Tunggulah sedikit sayang..." ucap Ezekiel. Ia menarik napas panjang. Menyiapkan doa terbaiknya untuk orang terbaik yang pernah diberikan Tuhan padanya.
#thanks sudah baca part ini
#jangan lupa di like dan komentarnya
ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜