I HATE YOU, BULE

I HATE YOU, BULE
LOndon family part 2



Hari ini, setelah Faith dijemput dari apartemen Ezekiel, Rachel langsung mengajak kakak iparnya itu berbelanja.


"Kenapa kita tidak ke mansion dulu?" Tanya Faith


"Maaf ya kakak ipar. Aku harus mengubah penampilanmu dulu. Menurutku baju-bajumu itu tidak sesuai lagi dengan statusmu sebagai seorang istri. Kamu kelihatan masih ABG. Makanya oma salah menafsir usiamu. Kita akan belanja baju yang cocok untuk berbagai acara. Karena seminggu ini ada beberapa undangan yang harus kita hadiri bersama. Salah satunya adalah makan malam di rumah keluarga Takasimura, dia itu adalah pamannya Kimzy." Kata Rachel panjang lebar.


"Kimzy? Dia mantan pacar Ezekiel?"


Rachel yang sedang memilih beberapa baju menghentikan kegiatannya sejenak "Kita akan membahas tentang Kimzy saat sudah selesai belanja."


Faith mengangguk. Ia sudah sangat beruntung punya seorang adik ipar yang begitu baik. Ia ingin mengenal Ezekiel dan seluruh keluarganya.


Hampir 3 jam mereka berkeliling mall untuk belanja semua keperluan Faith. Mulai dari tas, gaun, baju santai, sepatu dan beberapa perlengkapan make up.


"Akhirnya selesai. Saatnya kita makan." Ujar Rachel sambil melangkah menuju ke sebuah restoran yang masih satu kawasan dengan mall ini.


"Kakak ipar, kamu mau makan apa?" Tanya Rachel.


"Kamu saja yang pesan. Pasti kamu tahu makanan apa saja yang enak di sini."


"Baiklah kalau begitu." Rachel dengan semangat menyebutkan beberapa jenis makanan pada seorang pelayan yang mencatatnya dengan teliti.


"Sambil menunggu makanan datang, ceritakan tentang Kimzy." Ujar Faith tanpa menyembunyikan rasa penasarannya.


"Kakakku tidak menceritakan tentang Kimzy?"


Faith menggeleng.


"Kimzy itu adalah cinta pertamanya. Usianya 5 tahun lebih tua dari kakakku. Ezekiel sangat tergila-gila padanya. Dulu, kakakku tidak mau tinggal di London. Ia lebih suka tinggal di Swiss tempat asal mamaku, atau di Bali. Namun sejak ia kuliah dan dia tahu kalau Kimzy tinggal di sini, dia akhirnya mau tinggal di London. Setiap hari kakakku selalu mengejar Kimzy. Satu kampus tahu dan Ezekiel tak malu mengakuinya. Kimzy punya pacar. Mereka sama-sama orang Jepang. Kenyataan itu tak membuat Ezekiel mundur. Sampai akhirnya Kimzy pergi. Kakakku patah hati, hancur selama berbulan-bulan. Dia bahkan sempat menyusul Kimzy ke Jepang namun Kimzy tetap menikah dengan pacarnya itu."


Ternyata aku dan Ezekiel memiliki kisah yang hampir mirip. Hanya saja, cinta pertama Ezekiel tahu kalau dia mencintainya. Sedangkan aku tak pernah mengatakan rasa cintaku pada kak Daniel, batin Faith.


"Kakak ipar, aku senang karena kau mampu membuat kakakku takluk padamu. Aku sempat berpikir kalau Ezekiel tidak akan pernah berhasil dalam percintaannya. Banyak desas desus yang beredar kalau kakakku itu gay. Karena ia tak pernah berhasil making love dengan seseorang. Namun, aku sempat menguping pembicaraannya dengan Joe, ternyata ia punya phobia mengapa sampai begitu, ia pernah making love dengan Kimzy ketika Kimzy mabuk. Dan setiap kali ia ingin making love dengan seseorang, ia justru ingat Kimzy."


Ternyata, dibalik tampang ganteng dan suka memaksa itu Ezekiel punya masa lalu yang kurang menyenangkan. Faith jadi senyum sendiri.


"Kakak ipar, kenapa kau senyum-senyum? Wah, kau pasti ingat Ezekiel ya. Aku yakin dia pasti membuatmu kewalahan di ranjang. Lihat saja bekas yang dia tinggalkan di lehermu."


Wajah Faith langsung bersemu merah. Ia tadi pagi sudah mencari-cari pakaian yang tepat untuk menutupi jejak merah yang dibuat oleh Ezekiel, memberikan gel yang biasa dipakainya namun tetap saja belum hilang.


Rachel terkekeh. Dalam hati Rachel berkata, Kakak iparku ini memang masih polos. Entah bagaimana Ezekiel bisa takluk padanya.


****************


Selesai makan, keduanya langsung menuju ke salon untuk melakukan perawatan. Alis Faith pun sudah dicukur untuk membentuknya lebih cantik. Faith yang awalnya protes namun tak mampu membuat Rachel menyerah. Rambut Faith yang lurus dibuat agak bergelombang sedikit dan kuku kaki dan tangannya dipakaikan pewarna kuku berwarna pink dengan variasi hijau dibagian tengah.


Mereka tiba di mansion saat jam sudah menunjukan pukul 4 sore. Faith terpana saat memasuki gerbang mansion, melewati taman bunga dan sebuah labirin yang sangat besar membuat Faith sampai berdecak kagum beberapa kali.


Begitu tiba diteras rumah, Faith lagi-lagi dibuat terperangah dengan 2 tiang besar bergaya khas Eropa. Dua orang pelayan langsung keluar, membukakan pintu dan segera menurunkan barang belanjaan mereka.


"Selamat datang nona muda. Selamat datang nyonya Faith Thomson!" Sapa mereka.


Rachel segera menggandeng tangan Faith memasuki ruangan utama. Sebuah ruangan yang mewah sekalipun berkesan klasik tapi menunjukan kelas kemewahan sang pemiliknya.


"Ini adalah ruang tamu utamanya. Ruang makannya ada dua. yang disebelah barat adalah ruang makan khusus keluarga sedangkan yang disebelah utara adalah ruang makan khusus menjamu tamu. Di dekat tangga ini adalah ruang kerja opa sedangkan ruang kerja Ezekiel ada di lantai 3 demikian juga kamarnya. Ezekiel memang yang merenovasi lantai 3 itu sebagai ruangan pribadinya. Kau boleh menggunakan lift atau juga tangga untuk naik ke atas." Rachel menjelaskan sambil menunjukan beberapa ruangan.


"Di lantai satu ini ada ruangan gym, ruangan keluarga , ruangan teather jika kamu ingin menontonnya. Kamar opa dan oma juga ada di bawah sini. Ada juga 5 kamar tamu. Di lantai atas ada 5 kamar juga dan 1 ruang keluarga. Kalau para pelayanan semua kamarnya ada di bagian belakang. Kalau kau sedikit bingung dengan peta rumah ini, aku akan mengirimnya petanya di hp mu."


Faith menarik napas panjang. sebenarnya ia memang agak bingung dengan penjelasan Rachel. Ia sudah bayangkan akan tersesat di rumah ini.


"Kau yang harus menguasai seluruh bagian rumah ini karena kau yang akan tinggal di sini. Aku, jika sudah menikah akan meninggalkan rumah ini. Ayolah kakak ipar, kita menemui oma setelah itu bersiap untuk acara makan malam. Oma ingin memperkenalkanmu dengan keluarga besar Thomson."


Faith hanya mengangguk. Ia sedikit bingung dengan situasi yang baru saja dialaminya.


Di kamar oma, ada Bi Lastri yang asli Indonesia. Perempuan parubaya itu memeluk Faith dengan hangat. "Terima kasih telah menjadi menantu rumah ini."


"Di rumah ini yang tahu bahasa Indonesia hanya aku, bi Lastri dan Ezekiel. Jadi kita bisa saling berbagi rahasia." Ucap Rachel sambil menatap omanya yang melotot karena dia menggunakan bahasa Indonesia saat berbicara di depan Oma.


**********


Gaun cream panjang tanpa lengan telah menempel indah ditubuh Faith. Wajahnya yang biasa polos telah dimake over oleh Rachel.


Faith diperkenalkan dengan adik kembar papa mertuanya. Yang satu bernama Diana menikah dengan keluarga bangsawan dari Monaco dan yang satunya lagi bernama Dianina, yang menikah dengan salah satu menteri dari Inggris.


Sambutan hangat dari seluruh keluarga membuat rasa minder Faith perlahan hilang. Sayangnya Ezekiel belum juga kembali dari kantor.


"Itu Arnold Manola kan?" Faith hampir terperanjat melihat penyanyi idolanya ada di sana.


"Iya. Dia adalah sepupuku. Mamanya Arnold adalah adik mamaku. Dialah yang memberitahukan kami mengenai pernikahan kalian." Ujar Rachel.


Pantasan saja Ezekiel dapat menghadirkan dia di pesta pernikahan mereka. Ternyata mereka saudara sepupu. Faith kini tahu bagaimana Arnold Manola bisa berada di Bali.


"Aku akan foto bareng Arnold. Teman-temanku di Indonesia pasti akan histeris melihatnya." Faith jadi bersemangat.


Arnold Manola memeluk Faith dengan erat. "Apa kabar wanita Indonesiaku yang cantik?"


"Aku baik-baik saja.Arnold, foto bareng aku ya? Aku mau pamer di hadapan teman-temanku." Pinta Faith sedikit malu. Namun ia pikir kesempatan langkah seperti ini tak bisa disia-siakannya.


"Dengan senang hati." Arnold langsung melingkarkan tangannya dibahu Faith. Tepat di saat itu Ezekiel masuk bersama Joe.


Itukah Faith? Sialan, kenapa dia nampak sangat berbeda malam ini ya? Eh...kenapa pula Arnold dengan seenaknya memeluk bahunya. Ezekiel tiba-tiba merasa hatinya terusik. Di samping Arnold ada juga beberapa pria yang tak lain adalah saudara-saudara Ezekiel. Mereka pun nampak begitu akrab bercanda bersama Faith.


"Tuan, nampaknya istri anda mengundang banyak perhatian kaum Adam malam ini." Ucap Joe yang juga ikut memperhatikan Faith.


Ezekiel mendekati mereka " Hallo semua." Sapanya sopan lalu ia melingkarkan tangannya dipinggang Faith dan mencium pipi Faith. "Hi Honey...i miss you"


Faith sedikit kaget menerima sikap Ezekiel yang berbeda dari biasanya.


"Cih..., jangan pamer!" Ejek Bob. Ia adalah seorang dokter muda yang memiliki rumah sakit sendiri.


"Posesif sekali kau ini." Sambung Leo yang adalah pengusaha di bidang real estate.


"Kalian kenapa masih jomblo? Tahun sudah mau berganti tapi masih belum dapat jodoh." Ezekiel makin mengeratkan pelukannya dipinggang Faith.


Para sepupunya tertawa. Ezekiel bagaikan anak kecil yang takut mainan kesayangannya diambil orang.


Dari Jauh, Elisa Thomson menatap cucunya dengan mata berkaca-kaca.


"Dia memang sudah menjadi pria sejati."


Daren Thomson suaminya, yang berdiri disampingnya tersenyum. "Aku tak sabar menunggu kelahiran cicitku"


************


Faith masuk ke dalam Walk in closet, mencari piayamanya yang ia bawa bersama-sama dengan pakaiannya yang lain. Namun ia tak menemukannya. Yang ada justru beberapa gaun tidur seksi yang tipis.


"Ini pasti ulah Rachel." Guman Faith sambil menjadi bingung sendiri dengan apa yang akan dia pakai.


"Ada apa, honey?" Ezekiel tiba-tiba saja sudah berada di belakangnya dan memeluknya erat.


"Aku mencari piyamaku tapi tidak ada. Yang tersisah justru gaun tidur seksi ini. Masakan aku harus memakainya. Sekarangkan musim dingin"


"Kamar ini punya penghangat ruangan yang kalau kau tidak memakai apapun juga akan membuat kau tetap hangat." Bisik Ezekiel dengan suara yang parau sambil menarik tali pengait jubah mandi Faith.


"Ezekiel, kamu mau apa?"


"Jangan tanya kalau kamu sudah tahu jawabannya." Ucap Ezekiel lalu melepaskan jubah mandi itu sehingga jatuh ke lantai.


# makasi sudah baca part ini


#jangan lupa di like ya


#komentar juga biar tambah semangat he...he...