
Suara panggilan telepon masuk membangunkan Faith dari tidurnya. Ia menoleh ke samping namun Ezekiel tak ada di sebelahnya.
Faith menatap nomor baru yang masuk itu. Siapa ya? pikirnya lalu ia segera mengangkat hp nya.
"Hallo......"
terdengar suara bayi menangis
"Hallo....." Faith terkejut
suara bayi itu semakin kuat
"Hallo...apakah ini my Baby Caleb....tolonglah kembalikan anakku....ini siapa? Apakah ini Kimzy? Oh Tuhan....bicaralah..."Faith mulai menangis.
"Hallo nyonya Thomson!"
"Kimzy.....itu kau kan? Katakan dimana anakku...kembalikan anakku. Aku mohon kepadamu, jangan kau apa-apakan anakku"
"Kau ingin bertemu dengan anakmu?"
"Tentu saja."
"Datanglah besok ke tempat yang akan ku sms padamu nanti. Datanglah sendiri, tanpa Ezekiel dan keluarga lainnya. Aku tunggu sampai jam 3 sore. Kalau kau terlambat, anakmu akan mati"
klik.
"Hallo......hallo.....Kimzy...." Faith menjadi panik ketika telepon dimatikan. Tak lama kemudian masuk pesan dari Kimzy. Faith berusaha menenangkan hatinya.
Di mana tempat ini?
Ezekiel masuk ke dalam kamar sambil menggendong Chloe
"Sayang, coba kamu memberikan Chloe asi. Dia tak mau minum susu formulanya" kata Ezekiel.
Faith mengambil Chloe yang menangis dalam gendongan papanya. Ia lalu duduk dan membuka kemejanya untuk memberikan Chloe asi. Gadis kecil itu tak mau minum. Ia menjauhkan mulutnya dan langsung menangis lebih keras lagi.
"Apakah dia sakit?" tanya Ezekiel.
Faith merabah dahi putrinya lalu memegang tangan dan kakinya "Suhu badannya normal. Diam ya sayang...cup....cup....anak bunda." Faith berusaha menenangkan Chloe. Apakah dia merasakan saudara kembarnya yang juga menangis? Selama 9 bulan mereka tumbuh bersama dirahimku. Pasti saat ini mereka saling merindukan batin Faith sedih. Ia mencoba menyanyikan lagu yang biasa dinyanyikannya sewaktu hamil. Dan tak lama kemudian Chloe tertidur dalam gendongannya.
"Sepertinya dia merindukan nyanyianmu itu" ucap Ezekiel haru.
Faith duduk sambil membelai wajah putrinya "Dia merindukan kembarannya, Ezekiel. Lagu ini biasa kunyanyikan sambil mengelus perutku waktu hamil. Dengan lagu ini, Chloe pasti merasa kalau kembarannya ada di sini. Ah, Ezekiel....kapan kita akan menemukan Caleb?"
"Mereka sudah menemukan kota dimana Kimzy bersembunyi. Namun masih terus mencari lokasi tempatnya bersembunyi. Bersabarlah sayang..." Ezekiel melingkarkan tangannya dibahu Faith. Lalu ia mencium pipi istrinya dengan penuh kasih.
Faith berpikir bagaimana ia bisa pergi ke lokasi yang dikirimkan Kimzy padanya. Tiba-tiba dia ingat sesuati sambil tersenyum. Ben......
************
Sejak pagi, Faith berusaha mencari cara untuk bisa pergi tanpa sepengetahuan dari anak buah Ezekiel.
sementara mencari cara, ia pun menelepon Ben.
"Hallo, Faith. Apa kabar?" sapa Ben dari seberang.
"Kamu tahu aku kurang baik Ben. Karena itu kau harus membantuku"
"Membantumu? Kau tahu aku siap membantumu kapan saja selama itu tak membuat Ezekiel cemburu"
"Kamu tahu jalan belakang mansion ini kan?"
"Ya."
"Tunggu aku disana 1 jam dari sekarang"
"Memangnya ada apa?"
"Kamu lakukan saja tanpa banyak bertanya."
"Baiklah. Aku akan segera bersiap"
Faith mematikan hpnya. Ia segera menuju ke kamar putrinya. Nampak pengasuhnya baru saja selesai mengganti popoknya.
"Bawa dia kemari. Aku akan menyusuinya. Dan tolong tinggalkan kami berdua" kata Faith.
Pengasuh itu memberikan Chloe pada ibunya lalu ia segera keluar kamar.
"Minum yang banyak sayang.....bunda akan meninggalkan kamu sebentar. Bunda akan menemukan saudara kembarmu. Kalian akan bersama lagi." Faith mencium tangan putrinya. Ia benar-benar merasa sedih harus meninggalkan putrinya. Namun dia juga harus menemukan putranya. Mengambilnya dari tangan Kimzy.
Setelah baby Chloe terlelap, Faith segera meletakannya ke dalam box lalu ia memanggil kembali pengasuhnya untuk menjaga putrinya.
Faith turun ke bawah dan menemukan ruang tamu nampak kosong.
"Bi Lastri, kemana yang lain?" tanya Faith.
Bi Lastri yang sementara menyiapkan makan siang dengan 2 orang pelayan menghentikan kegiatannya sejenak. "Tuan Daren dan nyonya Elisa sedang ke kantor polisi untuk melihat perkembangan kasus ini. Tuan Ezekiel keluar bersama tuan Joe."
"Bi, kalau sudah selesai masak, tolong jaga anakku ya. Aku mau istirhat di kamar. Tolong jangan bangunkan aku karena aku merasa sangat capeh"
"Baiklah anakku"
Faith meninggalkan dapur. Ia melihat pengawas cctv nampak sedang menikmati makanannya. Faith merasa ini adalah saat yang tepat. Ia segera menuju ke ruangan kerja opa. Disana ada jalan rahasia menuju ke bagian belakang mansion tanpa bisa dilihat dari luar karena ada lorong bawa tanah.
untungnya Ezekiel pernah menunjukan lorong rahasia ini yang ternyata sudah dibangun sejak ayahnya masih hidup.
Sampai diujung lorong, Faith memasukan kata sandi yang memang sudah dikatakan Ezekiel padanya. Itu adalah tanggal pernikahan mereka.
pintu besi terbuka dan Faith langsung keluar. Ia menutupnya kembali. Ia sudah berada di jalan belakang dari mansion yang tidak ada rumah-rumah penduduk lainnya.
"kamu ikut dari mana?" tanya Ben heran.
"Jalan rahasia" Faith duduk di samping Ben dengan napas yang terengah-engah karena ia tadi berlari mendaki jalan raya.
"Kita akan kemana?" tanya Ben saat ia mulai menjalankan mobil sportnya itu.
"Ke alamat ini" Faith menunjukan alamat yang dikirimkan Kimzy padanya.
"Ini agak jauh, Faith. Di luar kota. Perjalanan ke sana memakan waktu sampai 2 jam lebih. Memangnya ada apa kamu harus ke sana? Apakah Ezekiel tahu?"
"Tidak"
"Aku nggak enak sama Ezekiel kalau dia sampai tahu kita pergi bersama. Memangnya ada apa?"
"Mengambil anakku dari tangan Kimzy."
"What?" Ben menginjak rem mobilnya.
"Ben, ayolah jalan lagi. Jangan lambat nanti kita akan terlambat"
"Mengapa kau mau pergi tanpa memberitahukannya pada Ezekiel?"
"Dia meminta aku pergi sendiri. Aku tak tahu jalan ke alamat ini makanya aku memintamu untuk mengantarku. Ayolah Ben, jika kita terlambat anakku akan mati" Faith mulai menangis. Ia benar-benar merasa putus asa.
"Ezekiel akan membunuhku, Faith" guman Ben lalu kembali menjalankan mobilnya.
*********
Di mansion, Ezekiel panik tak menemukan Faith di kamarnya.
"Mana istriku?" tanya Ezekiel pada bi Lastri yang sedang ada di kamar bayi.
"Tadi nyonya berpesan untuk tidak membangunkannya karena dia akan istirahat." ujar Bi Lastri.
"Tapi dia tak ada di kamar, bi"
"Mungkin sedang makan"
Ezekiel turun ke bawa sambil menelepon nomor hp Faith. Tapi istrinya tak mengangkatnya.
"Apakah kau melihat di mana istriku?" tanya Ezekiel pada penjaga CCTV.
"Terakhir saya lihat nyonya masuk ke ruang kerja tuan Daren."
"Kapan itu?"
"Hampir 2 jam yang lalu"
Ezekiel merasa ada sesuatu yang buruk terjadi. Ia segera menuju ruang kerja opa.
"Faith...!" panggilnya ketika pintu terbuka. Ruangan itu kosong namun Ezekiel melihat kalau rak buku yang merupakan pintu masuk terowongan itu sedikit terbuka.
"Apa yang Faith lakukan dengan keluar dari sini?" Ezekiel mulai panik. Ia memangil Joe yang ada di ruang tamu.
"Apa mungkin nyonya tahu keberadaan Kimzy?" ucap Joe saat Ezekiel mengatakan bahwa Faith menghilang.
"Dia pergi mencarinya? Tapi dengan siapa?"
"Pasti dengan, Ben" Joe langsung mengambil tabletnya dan melacak gps hp dari Faith.
"Tuan, mereka ada di desa yang kita curigai tempat persembunyian Kimzy"
"Siapkan anak buah kita. Sekarang juga kita pergi ke sana" perintah Ezekiel. Perasaannya menjadi kacau.
*********
"Kita sudah sampai. Untuk bisa ke tempat itu, kita harus jalan kaki menaiki tangga itu." ujar Ben.
"Makasi Ben. Tugasmu sudah selesai. Sekarang pergilah, aku akan turun. Kau tidak boleh terlihat bersamaku karena Kimzy akan membunuh anakku jika aku datang bersama orang lain" Faith membuka pintu mobil namun Ben menahan tangannya.
"Jangan Faith. Kimzy bisa saja menyakitimu"
"Aku harus lakukan apapun demi anakku. Pergilah. Aku mohon, Ben." pinta Faith.
Ben melepaskan tangan Faith dari genggamannya.
"Pakailah cincin ini. Batu cincin ini ada gps yang kupasang. Please.....kalau kamu tak kembali sampai 3 jam, aku akan menemukanmu" Ben memasukan sebuah cincin bermata merah delima di jari tengah Faith.
Faith memeluk Ben dengan perasaan haru "Makasi Ben" lalu ia segera turun dari mobil.
Langkah Faith agak tergesa menaiki anak tangga yang sangat panjang itu. Ternyata di atas ada sebuah kastil kecil yang nampak ramai dengan para pengunjung.
Di mana Kimzy? Di sini begitu ramai, batin Faith. Matanya mencoba memperhatikan orang-orang yang lalu lalang di dekatnya.
Seorang pria menggunakan topi hitam dan jaket hitam tiba-tiba mendekati Faith.
"Nyonya Kimzy meminta anda untuk mengikutiku" ucap pria itu.
Faith pun mengikuti langkah pria itu tanpa ragu sedikitpun. Mereka menuruni tangga dari arah yang berlawanan saat Faith naik tadi. Sebuah mobil sedan hitam sudah menungguh mereka.
Saat Faith masuk, seorang laki-laki yang ada di dalam tiba-tiba membekap hidung Faith dengan sapu tangan putih. Seketika itu juga dia pingsan.
#makasi sudah baca part ini
#like dan komennya ya....