I HATE YOU, BULE

I HATE YOU, BULE
Peresmian studio



Hari ini adalah peresmian studio foto terbaru milik Benecdik Aslon. Acara peresmian ini sebenarnya hanya sederhana saja dilaksanakan karena Ben tidak suka perayaan yang besar. Namun Alicia Aslon selalu ingin berita tentang putra kesayangannya itu menjadi heboh. Dan acara itu pun diputar secara LIVE disalah satu stasiun TV milik keluarga Aslon.


Kali ini, arsitek yang menjadi sorotan tentu saja adalah si cantik Faith Thomson. Wanita muda asal Indonesia yang sedang hamil hampir 6 bulan itu nampak cantik dengan dres warna hijau mudah. Sangat cocok dengan kulit putih khas asianya. Rambut hitam lurus dibiarkan tergerai indah.


Hadir bersama dalam acara peresmian itu Joe dan Rachel yang sejak datang tak pernah terpisah sedikit pun. Di sana nampak juga Harry Aslon, kakak tertua Ben yang sudah menikah dan tinggal di Amerika. Istrinya seorang fotomodel. Dan Gracia Aslon adik perempuan Ben yang baru berusia 17 tahun.


"Kau sungguh hebat sayang, aku bangga padamu" bisik Ezekiel setelah acara gunting pita selesai dan pidato singkatnya.


"Makasi" Faith tersenyum. Ia senang karena pekerjaannya bisa selesai dan ia bisa konsentrasi dalam menyiapkan kamar bayinya.


"Sayang, hp ku tertinggal didalam mobil" Kata Faith saat membuka tasnya dan menemukan bahwa hp nya tak ada.


"Aku akan minta Joe untuk mengambilnya" Kata Ezekiel.Namun sebelum tangannya terangkat untuk memanggil Joe, Faith menahannya.


"Biarkan Joe bersama Rachel. Jangan ganggu kesenangan mereka. Lihatlah mereka begitu mesra dan selalu saling berpandangan penuh cinta."


"Sayang, aku tak mau meninggalkan kamu sendiri."


"Aku akan baik-baik saja. Pergilah"


Ezekiel mencium Faith dan segera menuju ke tempat parkir mobilnya. Ia membuka pintu dan menemukan hp Faith ada di atas tempat duduk. Setelah mengambil hp tersebut, ia pun bermaksud untuk kembali ke dalam gedung, saat seorang perempuan mendekatinya.


"Kiel.....!"


"Kimzy?" Ezekiel terkejut.


Kimzy tersenyum "Maaf mengejutkanmu"


"Aku pikir kamu sudah kembali ke Tokyo"


"Ya, sebenarnya aku sudah kembali ke Tokyo. Namun aku datang lagi ke sini. Dari pada di sana aku tak punya pekerjaan, aku kembali ke sini untuk bekerja lagi dengan bibiku di yayasan kangker anak milik mereka. Setidaknya itu dapat mengobati rasa rinduku pada Hataru"


"Baguslah. Aku masuk dulu ya......" pamit Ezekiel.


"Kiel, maafkan aku" kata Kimzy dan membuat langkah Ezekiel terhenti.


"Maafkan aku yang telah bersikap tidak baik kepadamu dan Faith. Aku telah berusaha membuat kalian terpisah." kata Kimzy dengan wajah tertunduk.


"Kami sudah melupakannya. Harapanku, kau akan menemukan kebahagiaanmu."


Kimzy mengangguk "Kedepan, aku ingin jika kita ketemu, kita bisa menjadi sahabat baik lagi. Aku sungguh malu dengan sikapku kemarin"


"Aku tetap menjadi sahabatmu, Kimzy. "


Kimzy tanpa diduga memeluk Ezekiel dan setelah itu ia pergi meninggalkan pria tampan itu.


Ezekiel pun kembali masuk ke dalam dan mencari istrinya yang tidak terlihat lagi di meja mereka.


"Kemana istriku?" tanya Ezekiel kepada Joe dan Rachel.


"Kakak ipar ke toilet mungkin" jawab Rachel


"Kalian asyik bermesraan dan tidak melihat istriku kemana? Joe, kau mau kupecat ya?" Ezekiel menatap Joe dengan tatapan membunuh.


"Maaf tuan. Nyonya mungkin ke toilet karena kulihat berjalan ke arah sana" tunjuk Joe .


"Kakak ini kenapa panik? Kakak ipar pasti hanya disekitar sini, kan?" Rachel nampak kesal. Ezekiel langsung mencari Faith ke arah yang ditunjuk oleh Joe.


Sementara itu, Faith sedang mencari Ben untuk berpamitan karena ia tiba-tiba merasa kalau perutnya tidak enak.


Ia melihat Ben masuk disalah satu ruangan foto bersama mamanya. Sebenarnya Faith ingin pergi saja karena terdengar Ben dan mamanya sedikit bertengkar. Namun saat Faith mendengar namanya disebut, ia pun berhenti dan mendengar percakapan itu.


"Mom, sudah kukatakan kalau aku bisa mencari pasangan hidupku sendiri. Jangan jodohkan aku lagi dengan anak dari teman-teman mommy" terdengar suara Ben yang agak kesal.


"Ben, mommy sedih melihat kau setiap hari murung. Mommy takut kau terlalu patah hati karena cintamu pada Faith yang tidak terbalas."


"Come on mom, aku pasti bisa move on dari perasaanku ini."


"Temuilah dulu gadis itu. Mereka mommy undang ke acara peresmian ini. " bujuk Alicia.


"No!"


"Ben.....!"


"No mommy!"


"Ben....., kenalan dulu tak mengapa, kan?"


"Ok. tunggulah sedikit lagi baru aku akan keluar"


Alicia tersenyum. Ia langsung keluar dan terkejut melihat Faith.


"Faith?" pekiknya dengan suara yang kuat membuat Ben yang masih didalam terkejut dan ikut keluar.


Faith kelihatan gugup dan Ben terlihat pucat. Apakah Faith mendengar percakapan kami?


"Mommy tinggalkan kalian berdua" Alicia langsung pergi.


"Kita bicara didalam?" tanya Ben


Faith mengangguk dan mengikuti langkah Ben.


"Aku mencarimu untuk pamitan. Perutku rasanya kurang nyaman."


"Apakah kau akan melahirkan?"


"Belum, Ben. Oh, ya. Makasi ya atas bayaranmu. Sudah masuk ke rekeningku. Jumlahnya banyak sekali, Ben."


"Kamu pantas mendapatkannya. Kerjamu sangat memuaskan. Aku suka desainnya. Banyak orang tak percaya kalau studioku ini didesain oleh arsitek yang baru saja lulus."


"Itu karena kamu mempercayai aku." Faith memandang Ben.


"Ben, terima kasih untuk semua ketulusanmu padaku. Aku berdoa kau akan menemukan seorang gadis terbaik."


Ben diam sesaat. Ia tahu Faith pasti mendengarkan percakapannya dengan mamanya. "Makasi Faith. Tapi aku mohon, ini rahasia antara kita saja ya? Aku takut Ezekiel tak mengijinkan aku untuk memotretmu lagi."


"Rahasiamu aman bersamaku" Faith mengangkat jempolnya lalu memeluk Ben dengan hangat.


"Aku pulang dulu ya...."


"Aku antar ke depan"


Keduanya melangkah bersama menuju ke depan.


"Kalian dari mana saja?" tanya Ezekiel dengan wajah cemburunya.


"Sayang..." Faith langsung bergelut manja dilengan suaminya " Jangan cemburu gitu ya....aku kan sudah bilang kalau Ben itu gay"


Ben tertawa"Ezekiel, kalau aku suka mencuri Faith, sudah sejak dulu kulakukan. Sayangnya Faith sudah terikat hidup matinya bersamamu" kata Ben sambil mengedipkan matanya dan segera melangkah menuju ke arah Alicia yang sudah tak sabar untuk memperkenalkan Ben dengan anak temannya.


"Kalian ngapain di dalam?"


"Aku mencari Ben untuk pamitan. Perutku rasanya kurang enak"


"Kau sakit?" tanya Ezekiel khawatir. Ia memegang dahi Faith.


"Nggak sayang. Aku mungkin hanya capeh. Aku mau pulang saja."


"Baiklah"


Faith tersenyum. Ia menatap ke arah Ben yang nampak sedang garuk-garuk kepala dihadapan seorang gadis.


Makasih sudah mencintai aku dengan tulus, Ben. Andai aku belum bertemu Ezekiel, mungkin aku sudah jatuh cinta pada pesonamu itu. Aku percaya, Tuhan sudah menyiapkan seseorang yang special untukmu batin Faith lalu semakin mengeratkan pelukannya pada lengan Ezekiel.


*************


Selesai minum susu dan berganti pakaian, Faith duduk di atas sofa, sambil menjulurkan kakinya di atas kursi kecil. Ia meraih hp nya mencoba melihat pesan wa nya. Sudah cukup lama ia tak membaca pesan dari grup wa. Ia tertawa sendiri melihat isi pesan grup wa yang ramai membicarakan konser Arnold Manola. Bahkan ada yang bertanya-tanya tentang tips mendapatkan pria bule.


Ezekiel yang baru kembali dari ruang kerjanya jadi penasaran melihat Faith yang senyum-senyum sendiri menatap layar hpnya.


"Dengan siapa kamu chat?" tanya Ezekiel lalu duduk disamping istrinya.


"Dengan teman-temanku. Mereka sekarang jadi ingin punya pasangan bule karena melihat aksimu di konsernya Arnold"


"Oh ya? Terus kamu bilang apa?" Ezekiel jadi penasaran.


"Aku bilang nggak semua bule romantis. Jalani saja jodoh yang akan Tuhan beri. Buktinya Dina. Ia begitu tergila-gila dengan pria bule namun seminggu lagi ia justru akan menikah dengan kak Daniel"


"Daniel dan Dina?"


"Ya. Aku sendiri juga nggak menyangkah. Namun ternyata mereka saling cinta."


"Kamu nggak cemburu?"


Faith menatap suaminya "Cemburu? Tidak, sayang. Karena rasa cinta, sayang, marah dan cemburuku hanya untuk kamu sekarang ini"


Ezekiel memeluk Faith dengan perasaan senang. Tiba-tiba ia ingat pertemuannya dengan Kimzy.


"Faith, tadi aku ketemu Kimzy ditempat parkiran mobil saat mengambil hpmu"


Faith melepaskan pelukan Ezekiel dan menatap suaminya " Mau apa dia? Mau meminta supaya kamu kembali padanya? Jangan coba-coba Ezekiel, aku akan melemparkan dia ke kandang gorila dan setelah itu aku akan melemparkanmu di kandang singa. " kata Faith dengan mata yang melotot. Suaranya terdengar tegas tak ada nada bercanda.


"Sayang....." Ezekiel terkejut mendengar perkataan Faith. Sepertinya Faith yang lembut sudah tidak ada lagi. Apakah pengaruh hormon kehamilannya?


"Kimzy hanya datang minta maaf. Dia menyesal telah membuat kita hampir berpisah" Ezekiel menangkup pipi Faith dengan kedua tangannya namun Faith justru menepiskan tangan Ezekiel. ia berdiri lalu meneguk air putih yang ada di atas meja. Entah mengapa mendengar nama Kimzy membuatnya marah.


"Aku nggak mau kamu dekat lagi dengannya Ezekiel Thomson!" ucap Faith sambil mengancungkan tangannya.


"Tidak sayang.....aku nggak akan dekat lagi dengannya. Menemuinya pun tidak. Aku bahkan sudah merenovasi apartementku dan mengganti paswordnya. " Ezekiel memeluk Faith dari belakang. Ia meletakan dagunya di atas bahu istrinya.


"Hanya kau, dan anak-anak kita yang ada dalam hidupku sekarang ini. Kimzy adalah masa lalu yang sudah kuhapus bahkan dari memori hidupku"


Faith memegang tangan Ezekiel yang ada diperutnya. Ia tetap merasa bahwa kehadiran Kimzy seperti ancaman baru baginya.


#makasi sudah baca part ini


#jangan lupa like, koment dan vote nya


😍😍😍