I HATE YOU, BULE

I HATE YOU, BULE
Jamuan Makan Malam



Rasa sakit dikepalanya langsung terasa saat Faith membuka matanya. Ia merasakan kalau seluruh tubuhnya pun ikut sakit.


"Ini akibatnya kalau aku nekat minum." Guman Faith pada dirinya sendiri. Ia bangun dan hampir berteriak saat menyadari kalau tak ada satu benangpun yang menutupi tubuhnya selain selimut tebal yang baru saja dilemparkannya ke bawa kaki.


Ia menoleh ke samping tempat tidur, Ezekiel tak ada. Dari kamar mandipun tidak terdengar ada suara aktifitas orang yang sedang mandi. Faith bernapas lega, ia segera turun dari tempat tidur dan berlari ke kamar mandi.


Faith merasa nyaman saat berendam air hangat dengan sabun aroma terapi yang menyenangkan pikirannya. Dasar Ezekiel, ia memanfaatkan keadaanku yang sedang mabuk dan bercinta denganku. Padahal aku kan sedang marah padanya. Faith mengumpat dalam hati saat menemukan ada beberapa tanda merah di tubuhnya. Untung saja kali ini lehernya tidak dicetak tanda merah itu.


Pintu kamar mandi terbuka dan membuat Faith terkejut. Ezekiel berdiri di sana sambil dengan wajah manisnya.


"Cepatlah mandi karena Opa dan oma sudah menunggumu untuk makan siang."


"Makan siang? Memangnya ini jam berapa?" Tanya Faith kaget.


"Jam setengah satu siang."


"Apa? kenapa aku bangun sesiang ini?"


Ezekiel tersenyum dengan tatapan menggoda


"Mungkin karena semalam kau agak mabuk dan juga kita selesai dengan olahraga malam sampai jam 3 subuh."


"Kamu.....!" Faith melotot.


"Cepatlah mandi, honey. Kamu tahu, sekarang sedang musim dingin. Kamu akan sakit flue jika terlalu lama berendam. Kamu nggak mandi juga sebenarnya nggak masalah"


Ezekiel tertawa sambil meninggalkan kamar mandi tanpa menutup pintunya lagi.


Faith buru-buru menyelesaikan mandinya dan berpakaian. Saat ia turun ke bawah, nampak semua sudah duduk di ruang makan.


"Selamat siang. Maaf saya terlambat." Ucap Faith dengan wajah sedikit malu. Ia segera mengambil tempat duduk di samping Ezekiel.


"Tidak apa-apa sayang. Ezekiel bilang mungkin kamu sedikit lelah karena kalian bercinta sampai subuh. Ternyata ramuan telur dan susu oma itu memang mantap ya." Kata Daren dengan wajah tersenyum.


Faith melotot ke arah Ezekiel. Mengapa pria ini dengan mudahnya mengatakan tentang hubungan pribadi mereka?


"Kamu kurang waras ya? Seenaknya saja menceritakan masalah tempat tidur kita." Kata Faith setengah berbisik dalam bahasa Indonesia. Rachel dan bi Lastri langsung tersenyum mendengarnya.


"Kamu bicara apa sayang. Jangan pake bahasa Indonesia. Opa dan Oma tak mengerti." Kata Elisa.


"Faith bilang kalau Opa dan Oma sangat pengertian. Ia jadi malu." Kata Ezekiel sambil memegang tangan Faith. " Biar saja sayang, supaya Opa dan Oma tahu betapa perkasanya aku ini"


"Dasar bule gila!" Umpat Faith masih dengan bahasa Indonesia..


"I love you too, honey." Balas Ezekiel lalu mencium tangan Faith.


Ingin rasanya ia memukul kepala Ezekiel dengan garpu yang ada didepannya. Namun yang keluar dari mulutnya hanya senyuman manis.


"Ah....kalian ini. Sama seperti Opa dan Oma dulu. Iya kan sayang?" ujar Deren dan langsung mendaratkan ciumannya di bibir Elisa.


"Hei....mau makan siang atau adegan mesra? Sayangilah aku yang jomblo ini...." Ujar Rachel sambil melipat kedua tangannya didada dan bibirnya jadi cemberut.


Bi Lastri langsung memanggil para pelayan untuk menyajikan makanan pembuka.


"Jadi, malam ini kita akan pergi kan?" Tanya Daren saat mereka sudah mulai makan.


"Aku tak pergi." Sahut Ezekiel sambil terus menikmati makanannya.


"Tenang saja kakak ipar. Kita pasti tidak akan kesepian. Ben adalah tamu tetap di sana setiap tahun. Dia pasti akan datang. Lagi pula yang hadir di sana bukan semuanya orang tua." Kata Rachel melihat wajah Faith sedikit muram.


Faith tersenyum sambil mengangguk.


****************


Gaun berwarna hitam sampai dimata kaki telah menempel indah ditubuh Faith. Make up minimalis dengan rambut yang disanggul indah menampakan leher jenjang Faith yang dihiasi oleh kalung emas dengan liontin bunga. Kalung itu adalah pemberian Elisa untuknya.


Ezekiel yang sedang membaca di ruang kerjanya terpana melihat Faith yang keluar dari kamar. Dia seperti wanita dewasa yang sangat berkelas.


Ezekiel sedikit sok melihat bahwa gaun panjang itu ternyata hanya bagian belakangnya. Sedangkan bagian depannya sedikit pendek.


Ini pasti kerjaannya Rachel. Mengapa memilih gaun yang seksi seperti itu? Dan jika Ben benar datang, mata play boy nya itu pasti tak akan lepas dari tubuh Faith. Ezekiel tiba-tiba jadi panik.


Ruang kerja Ezekiel memang menggunakan dinding kaca sehingga ia bisa melihat semua yang ada di lantai 3 ini.


Faith yang sudah berdiri di depan pintu lift menoleh.


"Tunggulah 15 menit. Aku akan ganti pakaian dan ikut denganmu ke jamuan makan malam itu."


Faith tersenyum senang " Baiklah. Aku tunggu di bawah." Gadis itu langsung masuk ke dalam lift dengan hati yang berbunga-bunga. Ia tak menyangkah jika Ezekiel akan mengubah pikirannya.


Perjalanan ke rumah Takasimura hanya memakan waktu 10 menit saja. Begitu mereka tiba di sana, banyak tamu yang juga ada di sana.


"Ezekiel....., sungguh suatu kejutan melihatmu datang ke tempat ini." Sambut Takasimura. Di sampingnya berdiri seorang perempuan cantik berusia sekitar 50-an. Namanya Annabela. Istri Takasimura yang memang asli orang Inggris.


"Ini pasti istrimu kan? Sangat cantik" Annabella langsung memeluk Faith dengan hangat.


Faith merasa lega. Keluarga Takasimura memang sangat ramah.


Jamuan makan malam itu dilaksanakan di aula yang ada dibagian samping mansionnya Takasimura. Sudah ada meja-meja bulat yang diatur untuk bisa diduduki 8-10 tamu.


"Hallo, my lady!" Ben yang melihat kedatangam Faith langsung berdiri dan menyambut wanita yang dikaguminya itu. Ia sempat melihat wajah Ezekiel yang sedikit cemberut namun Ben sepertinya kurang peduli karena ia dengan lembutnya mengambil tangan Faith dan mengecupnya mesra.


Setelah itu ia menyapa Daren dan istrinya, Rachel, Ezekiel dan Joe yang datang bersama mereka.


"Mari silahkan duduk!" Ajak Ben sambil menunjukan sebuah meja yang masih kosong. Ben memang seperti tuan rumah di acara ini karena Annabela adalah bibinya, adik kandung dari ibunya.


Puluhan mata menatap Ezekiel dengan tatapan penuh tanda tanya karena setelah sekian lama, penerus generasi Thomson itu akhirnya mau datang ke acara jamuan makan malam ini. Mereka juga menanyakan tentang keberadaan gadis cantik berparas Asia, yang menggandeng tangan Ezekiel dengan mesra saat memasuki ruangan aula.


"oh....itu istrinya yang orang Indonesia, ya. Wah, cantik juga."


"Akhirnya Ezekiel menikah, aku pikir dia gay."


"Gadis itu luar biasa karena bisa menaklukan seorang yang cuek dan cool seperti Ezekiel"


"Sepertinya Ezekiel sudah melupakan Kimzy sehingga ia hadir di sini."


Berbagai komentar terdengar. Ada yang sengaja diperdengarkan namun ada juga yang bisik-bisik.


Hal inilah yang tidak disukak oleh Ezekiel. Makanya ia mengajak Joe karena cowok itu selalu tahu apa yang harus dilakukan saat menghadapi para penggosip yang selalu membuat Ezekiel lepas kontrol dan marah.


"Tenang saja tuan. Bersikaplah yang manis pada istrimu. Buat orang-orang itu semakin penasaran." Bisik Joe melihat Ezekiel yang mulai naik emosinya mendengar perkataan mereka.


Ezekiel tersenyum. Ia menggengam tangan Faith dan sesekali menciumnya mesra.


Faith antara senang tapi juga bingung melihat sikap Ezekiel yang sangat mesra padanya.


Acara jamuan makan malam menjelang natal ini adalah acara tahunan yang dilaksanakan oleh Yayasan Kangker Anak yang dipimpin oleh Annabella. Mereka biasanya akan mengumpulkan dana untuk anak-anak ini.


Takasimura pun berdiri di atas podium dan mengucapkan selamat datang. Setelah itu ia mempersilahkan istrinya untuk naik ke atas. Annabella menyampaikan tentang yayasan Kanker Anak Miliknya yang sudah semakin maju dan berkembang. Rumah sakit yang dipenuhi dengan peralatan canggihpun sudah berdiri disamping kantor yayasan itu.


Beberapa tayangan tentang keadaan anak-anak pun disampaikan kepada para undangan yang sebagian besar memang adalah pemberi dana bagi yayasan ini.


"Terima kasih atas segala yang boleh dibagikan bagi yayasan ini. Kami berharap bahwa para dermawan dan dermawati ini tetap peduli dengan yayasan kanker ini. Mengingat bahwa pekerjaan di yayasan sudah sangat banyak. Jadi saya perkenalkan asistent saya yang akan membantu saya menjalani yayasan ini, Kimzy Hayindori."


Semua yang duduk di meja bulat itu terkejut. Genggaman tangan Ezekiel pun terlepas dari tangan Faith.


Seorang wanita cantik, berambut panjang, dengan potongan tubuh seperti foto model, melangkah ke arah podium.


Ia menyapa para undangan, menunduk dengan hormat sambil tersenyum manis.


Faith seakan tersihir memandang betapa anggunnya perempuan itu. Dia bahkan seperti putri raja yang penuh pesona. Faith melirik Ezekiel. Pria yang duduk di sampingnya itu nampak diam. Tatapannya lurus ke depan. Seolah sedang terpana juga menatap perempuan yang pernah membuatnya rela melakukan apa saja hanya untuk mendapatkan cintanya.


Elisa dan Daren Thomson pun saling berpandangan. Sementara Joe menarik napas panjang.


Mengapa perempuan itu harus kembali?


#makasi sudah baca part ini


# jangan lupa like dan komentnya.


# Minta maaf ya kalau agak lama up nya soalnya


aku baru saja mengalami kecelakaan dengan


motorku.