
Haha, selalunya bagi extra setiap 20 eps. Tapi aku langsung tak ada ide. Jadi teruskan saja.
.
.
.
.
.
Magaret dengan dingin menatap rambut merah itu.
Rambut merah itu menggunakan benang merah untuk menutup bekas luka yang di tinggalkan jubah hitam itu.
Rambut merah itu tersenyum dan berdiri dengan santai tidak seperti dia yang berteriak marah tadi.
Dia membenarkan rambutnya yang berantakan kerana perlawanan bersama jubah hitam tadi.
Magaret mengerutkan alisnya melihat itu. Alasan benang merah predator milik pengkhianat sangat kuat adalah.....
Benang merah lain muncul di jari manis nya dan menyentuh penghalang mana Magaret.
Crash!
Penghalang mana itu hancur berkeping keping seperti di tabrak sesuatu yang berat.
Kekuatan benang merah pengkhianat yang sebenarnya adalah kehancuran. Apa yang ia sentuh, bisa hancur dalam sekejap jika dia mahu itu hancur.
"Kamu tahu kan, hanya naga penjaga benang merah yang bisa mengalahkan ku. Semua yang benang ku sentuh bisa hancur dalam hitungan detik. Hanya mana milik naga sialan itu yang tidak bisa ku hancurkan."
Magaret menciptakan penghalang 10 lapis di sekeliling nya.
"Apa tujuan mu ke sini!?"
Magaret bertanya untuk kepastian.
Rambut merah itu memiringkan kepalanya pada pertanyaan itu.
"Bukankah kamu mengetahuinya? Rambut pink yang menjengkelkan itu, kami menginginkannya. Kunci bencana langit di telan olehnya, bukan."
Mata Magaret dan Diamon sama sama membulat.
"Bagaimana kamu tahu itu!?"
Diamon mengeluarkan mana nya juga untuk mengancam.
"Bagaimana? Apa kamu masih tidak bisa melihat benang merah ku? Benang merah bisa meramal sesuatu. Apa kamu ingin aku meramal mu? Sayang sekali peramal yang meramal si rambut pink itu adalah jubah hitam tadi. Sungguh di sayangkan."
Diamon yang mendengar itu sedikit kaget. Siapa sebenarnya jubah hitam itu. Dia datang dan menghilang begitu saja.
'Dia seperti menyukai kakak. Tapi dia meramal kakak ku bersama Zillo? Apa niat dia sebenarnya?'
Alis Diamon berkerut memikirkan jubah hitam itu. Namun rambut merah di depannya lebih penting sekarang.
"Aku menyeru 2 pengawal bintang ku."
Bang! Bang!
2 kesatria lengkap dengan zirah besi putih yang terlihat suci dan pedang besar di tangannya mendarat seperti meteor yang jatuh. Debu menghilang dan mereka berlutut dengan satu kaki di depan Diamon.
-Berikan kami perintah.-
Diamon menatap mereka dan kemudian rambut merah itu.
"Hentikan jalang itu."
Kesatria itu menundukkan kepalanya lebih lagi dan bangun. Pedangnya di angkat dan mereka siap untuk mati.
Rambut merah itu mengerutkan alisnya melihat kesatria itu. Salah satu hal yang tidak bisa dia hancurkan tentu saja kekuatan para pengkhianat juga.
Hal yang membuat naga penguasa langit menjadi pengkhianat adalah kerana leluhur mereka menciptakan prajurit dari bintang.
Juga mentransfer memory mereka yang membuat penerus mereka memiliki sifat ingin menguasai.
Pedang besar milik kesatria itu di angkat tinggi di udara. Rambut merah itu menggunakan benang merah untuk mengikat kesatria itu.
Namun dengan cepat, benang merah miliknya putus. Dia menggertak giginya dan ratusan benang merah muncul di kedua tangannya. Banyak barang hancur mengenai benang itu.
Bahkan orang biasa bisa melihat benang sebanyak itu. Untungnya sudah ramai orang yang mengungsi saat pertarungan dengan jubah hitam.
"Diamon, menjauh dari benang merah itu! Itu menghilangkan keberadaan makhluk hidup!"
Magaret memperingatkan Diamon tentang bahaya benang merah itu.
"Di mana naga penjaga benang merah!?"
Mata Magaret mendung mendengar itu.
"Apa dia sudah mati?"
Diamon bertanya dengan bingung. Namun Magaret menggelengkan kepalanya.
"Aku tidak ingin ke tempat itu."
Diamon teringat sifat buruk naga penjaga benang merah. Dia seorang yang mesum dan suka bermain dengan wanita.
"Apa perangai naga itu tidak berubah bahkan setelah lebih 10 ribu tahun!?"
Diamon berteriak marah tidak percaya.
"Apa dia bahkan melakukan pekerjaannya dengan baik!?"
Magaret hanya mampu memandang tempat lain.
Lingkaran taliportasi muncul dan Eugine muncul dengan pria berambut hitam dan berpakaian serba merah.
Dia di lempar ke tanah dengan kasar oleh Eugine.
"Aduh.... Eugine, kamu mau apa membawa ku ke sini?"
Diamon dan Magaret sama sama melihat pria itu.
Rambut merah itu membulat matanya melihat pria itu dan melilit badannya dengan benang merah dan langsung menghilang seperti bertaliportasi.
"Kamu, lakukan pekerjaan mu dengan baik."
Suara dingin Eugine menampar kuping pria itu.
"Kalian pulang lah."
Diamon melambaikan tangannya dan kesatria itu bercahaya lalu terbang semula ke langit.
"Apa ikat saja dia?"
Magaret memegang tali dengan tatapan dingin pada pria itu.
"Magaret, kamu juga. Apa kena dengan kalian hari ini?"
"Apa aku memanggil Carl juga untuk belasah dia?"
Diamon mengusulkan pendapatnya.
Magaret dan Eugine sama sama mengangguk.
"Carl juga? Apa salah ku hingga kalian ingin membantai ku? Sejak kapan naga penguasa langit peduli tentang naga lain? Aku hidup di zaman apa sekarang?"
"Teman teman kakak juga. Aku sudah memanggil mereka semua."
"Ouh, pikiran yang bagus. Teman Villian sama mengerikan seperti kita."
Magaret setuju dengan itu. Eugine yang paling tahu seberapa mengerikan teman Villian bisa jadi mengangguk puas.
"Kakak? Pengasuh mu? Memangnya siapa dia? Aku tidak kenal dan langsung di bawa ke sini. Terangkan-"
Eugine menutup mulut pria itu dengan sihirnya.
"Mnmmh?.... Mhnm?"
"Hei, kamu lihat kerusakan ini? Ini akibat dari benang merah pengkhianat."
Magaret menatap pria itu dengan dingin.
"Seo, apa yang kamu lakukan hingga pengkhianat rambut merah tadi bisa sekuat itu?"
Pria itu langsung kaku mendengar itu. Pengkhianat benang merah setidaknya memerlukan 6 bulan untuk mengendalikan kekuatannya secara sempurna.
Dia di bawa ke dewan kecil di kerajaan itu dan semua teman Villian datang ke sana termasuk Zillo dan Villian yang merasa lebih baik. Namun dia tidak bisa jauh dari Zillo lebih dari 2 meter sekarang.
Semua orang di sana kecuali Jihe dan Villain menatap Seo dengan kejam. Seo akhirnya menatap Villian yang menyebabkannya dalam situasi itu.
Semua orang sedang berdiri saat Villian duduk dengan pakaian yang tebal seperti sedang sakit.
Pasti dialah yang membuatnya dalam posisi itu.
Jihe memberikan segelas coklat panas dan Villian tersenyum lemah berterima kasih padanya.
"Siapa dia?"
Villian buka mulut bertanya.
"Seseorang yang mengabaikan tugasnya."
Magaret yang pertama membalas.
"Suka bermain dengan cewek."
Eugine yang menyeret Seo ke sini melihat segalanya.
"Sampah."
Carl menimpali.
"Seo, naga penjaga benang merah."
Akhirnya Diamon menjawap soalan Villian.
Tidak ada yang berbicara kerana pria di depan mereka saat ini naga. Yang bisa mereka lakukan hanya menatapnya dengan tajam dan dingin.
"Ouh."
Hanya satu kata yang keluar dari mulut Villian.
Dia bangun dan memberikan coklat panas itu pada Seo.
"Lakukan tugas mu dengan benar. Tidak ada yang akan marah pada mu berbuat sesuka mu saat kamu melakukan tugas mu dengan baik."
Villian melihat mereka semua dengan tatapan aneh.
"Mengapa kalian mengikatnya?"
Mereka terdiam seketika. Mereka menggelengkan kepala mereka dan melepaskan Seo. Seo mengambil coklat dari Villian. Walau sudah di lepas, dia bisa merasakan tatapan maut dari temannya yang lain.
"Benang merah mu benar benar rapuh, manusia. Jadi pasangan mu adalah dia."
Dia bisa melihat Zillo yang menatapnya dengan sangat dingin sama seperti yang lain.
Dia mula paham situasinya. Semua yang tidak punya benang merah di sini menginginkan manusia kecil di depannya sedang yang ada sangat peduli hingga rela mati untuknya.
"Aku mula kasihan dengan nasib mu. Benang merah yang rapuh bisa berakibat kamu selalu bertukar pasangan. Jadi ku sarankan kamu tidak jatuh cinta pada orang yang salah."
Villian menatapnya dengan aneh.
"Pria dengan lingkaran kutukan itu cukup baik. Tapi ku sarankan kamu bercinta setelah menikah."
Villian tambah pusing mendengarnya.
"Aku, jatuh cinta? Aku?"
Villian berkata dengan tidak percaya.
"Jangan seperti itu. Semua orang akan jatuh cinta setidaknya sekali. Mungkin kamu tidak merasakan kamu jatuh cinta sekarang. Namun kamu merasa selesa dengan pria itu, bukan?"
Villian tersentak mendengar itu. Dia perlahan mengangguk dan mereka yang tidak punya benang merah mula ingin membunuh Zillo.
"Itu kerana benang merah mu lagi sakit dan juga terancam. Semakin dekat kamu dengan pria itu, kamu akan merasa lebih baik. Bagaimana jika kamu mencoba mencium bibirnya?"
Semua orang menatap Seo yang otak sel4ngk4ng4n dengan niat membunuh.
Wajah Villian memerah mendengar itu.
"Aku baik baik saja dengan pipi. Tapi tidak dengan bibir. Aku tidak punya pengalaman woi!"
Energi Villian yang biasa muncul.
"Lihat? Kamu menjadi lebih baik. Kamu lupa siapa diri kamu untuk seketika."
Seo mendekatkan Villian dengan Zillo hingga Villian masuk ke dalam pelukan Zillo lagi.
"Apa kamu tahu siapa nama mu?"
Seo tersenyum bertanya lagi.
"A, Aku...."
Villian kembali seperti dia sakit.
Seo menggosok tengkuk nya.
"Ini parah. Dia bahkan tidak bisa menyebut namanya."
"Apa maksud mu?"
Zillo bertanya dengan nada dingin.
"Itu baik baik saja untuk selesa di dekat pasangan mereka yang memiliki benang merah. Namun itu tidak bagus untuk benang yang tidak sihat. Mana benangnya sedang terancam lagi. Benangnya akan putus jika berlanjutan."
Mata mereka yang tidak memiliki benang merah berbinar mendengar kata putus.
"Saat benang merasa terancam, mereka akan putus untuk mengatakan mereka mengalah."
Dia menjauhkan Villian dari Zillo lagi. Dia memegang jari kelingking Villian dan wajahnya serius.
"Namun benang anak ini sangat unik dan langka. Aku hanya pernah melihat benang merah seperti ini sekali. Benang merah anak ini aslinya berwarna putih. Namun untuk alasan yang aneh, benang ini menjadi hitam. Apa dia memiliki sakit seperti kutukan?"
Seo bertanya pada mereka.
Mereka semua mengangguk kerana Villian tidak pernah menyembunyikan hal itu.
"Itu adalah souhell."
Radex menimpali saat itu. Dia harus berbicara bagi pihak nona mudanya.
"Haha! Anak ini aneh total! Bagaimana benang merah berwarna putih miliknya bisa memiliki sakit seperti kutukan? Dia juga memiliki kekuatan untuk menyingkirkan kutukan. Bagaimana dia bisa memiliki kutukan bencana itu? Hei, dari mana datangnya penyakit itu?"
Seo benar benar kaget mengetahui kenyataan itu. Semua yang ada di tubuh Villian aneh.
"Gelang kayu pohon dunia, ikatan dengan beberapa senjata suci, bisa melihat dan berkomunikasi dengan elimental, bisa menghilangkan kutukan, bisa menyerap kunci bencana kerana souhell, dan benang merah mu hitam kerana kutukan saat kamu seharusnya kebal akan kutukan. Manusia, kutukan di tubuh mu tidak alami."
Semua orang kaget mendengar itu.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung........................