
Kamar itu menjadi hening dan suhunya seperti sedang menurun.
"Kita perlu menyelidiki kasus ini segera. Ini bukan hanya kerajaan makhluk gelap yang akan di incarnya."
Regis mengangguk pada perkataan Alen.
"Jika itu tentang pohon dunia, aku bisa menghubungi penjaganya."
Eugine mengatakan itu dan Villian tersenyum cerah.
"Apa Magaret akan ke sini juga? Dia sangat imut dan dia akan membawa elimental bersamanya kan!"
Villian masuk bicara. Eugine yang ingin memanggil Magaret seperti ingin menukar rencananya.
"Aku akan menyuruhnya membawa teman elimental mu."
Villian mengangguk semangat dan Eugine dengan hati yang berat memanggil Magaret.
.
.
.
.
.
Lingkaran taliportasi muncul dan Magaret keluar dari sana bersama beberapa elimental.
" Apa kamu merindukan ku?"
Magaret mengucap kan itu dan Villian memeluknya.
"Ah, aku merindukan mu dan elimental lainnya! Sayang aku tidak bisa menyentuh mereka."
Villian melepaskan Magaret dan pergi ke arah elimental.
-Kami juga merindukan mu! Hisk, sangat sunyi tampa mu!-
-Masa berlalu sangat lambat tampa mu!-
-Mari Kita bermain di ruangan lain!-
Magaret yang melihat para elimental sangat bersemangat saat semalam mengatakan mereka ingin menghancurkan kerajaan makhluk gelap kerana Villian terluka, hanya bisa menggelengkan kepalanya.
"Pohon dunia bilang ini hadiah untuk mu. Dia meminta maaf kerana kamu menemukan agen rahasia elf yang bodoh."
Magaret memberikan gelang kayu dengan permata merah di tengahnya.
Villian hanya mengambilnya tampa bersuara.
"Kamu bisa menyimpan barang di dalamnya. Itu aman kerana tampa izin mu atau pohon dunia, barang di dalamnya tidak akan bisa keluar. Cara gunanya kamu hanya perlu mengenakan barang itu pada permata merah di tengah gelang itu."
Villian mendengar itu dan mencuba memasukkan kalung pemberian Regis ke dalamnya.
Dan itu dengan cepat tersedut ke dalamnya.
"Wau! Limit penggunaannya berapa?"
Villian bertanya dengan semangat.
"900 kilometer."
"Apa!? Wau! Sampaikan terima kasih ku padanya! Aku sangat menginginkannya! Katakan aku menyayanginya!"
-Pohon dunia sangat murah hati pada mu! Dia sangat sombong dengan kami!-
-Apa apaan? Hadiah permintaan maaf? Dia tidak pernah meminta maaf pada kami!-
-Pohon dunia pilih kasih!-
Para elimental bersuara dengan kesal.
Villian langsung di tarik ke ruangan lain.
Pundak Magaret langsung terasa sangat sakit.
Dia perlahan memusing kepalanya. Dia bisa melihat tangan cantik Eugine.
"Apa hubungan mu dengan nya?"
Eugine tersenyum. Namun mana di sekelilingnya mengatakan yang sebaliknya.
Namun dia bukan sendirian. Selain cewek di ruangan itu, pandangan mata mereka membunuh nya.
"Sudah, sudah. Mari kita mulakan perbincangan kita."
Jihe masuk bicara dan semua orang di sana duduk dengan tenang.
.
.
.
"Jadi, kalian bilang, mereka membunuh elf untuk daun pohon dunia?"
Semua orang menganggukkan kepala mereka.
"Aneh. Mengapa mereka menyerang elf yang mana lebih lama untuk di dapatkan dari langsung mencuri ke pohon dunia."
Magaret bergumam sendiri namun di dengar yang lain.
"Apa mereka takut dengan naga penjaga pohon dunia?"
Rosie mengatakan itu dan Magaret menahan tawanya.
"Walau nama panggilan ku naga penjaga pohon dunia, aku lemah dari semua naga di dunia ini. Seperti yang kamu lihat, aura ku sebagai naga hanya setara dengan penyihir tingkat tertinggi."
"Jadi, itu sangat aneh."
Alen mula merenungkan semua yang memungkinkan.
"Apa mereka mengincar elf gelap dan daun pohon dunia pada masa yang sama?"
Regis menyuarakan pendapatnya.
"Itu tidak mungkin. Jika itu tujuan mereka, adalah ke duanya, lebih mudah merampok pohon dunia saja juga menculik elf pada masa yang sama."
Jihe menyuarakan pendapatnya. Semua mengangguk setuju.
Pada akhirnya, mereka tidak dapat menyimpulkan, apa yang di inginkan musuh.
.
.
.
.
.
"Apa kalian akan pergi sekarang?"
Villian yang tidak memasuki perbincangan hanya melambai pada Magaret dan elimental yang akan pulang.
-Aku akan merindukan mu!-
-Jangan melupakan kami!-
-Huhuhu.... Aku tidak ingin kembali!-
Villian hanya tersenyum melambaikan tangannya.
"Kalian harus pulang juga! Jangan menambah kerja ku!"
Magaret dengan cepat menolak elimental itu ke lingkaran taliportasi. Dia melambaikan tangannya dan menghilang sama seperti elimental yang lain.
.
.
.
"Apa kalian menemukan sesuatu?"
Villian bertanya dan yang lain menggelengkan kepala mereka.
Villian hanya membuat wajah tidak peduli. Bukan masaalah nya jika mereka tidak menemukan point utama dari rancangan musuh.
Dia bukan ketua juga penguasa. Jadi, mengapa dia harus ambil peduli?.
.
.
.
.
.
2 hari berlalu dan Villian yang dalam pemulihan di kurung dalam kamarnya sedang makan apel.
Dia duduk di jendela sambil melihat pemandangan kota itu.
Teman temannya yang lain sedang membantu menyelidiki kasus penculikan elf.
Dan dia hanya di temani elimental kegelapan yang datang berkunjung ke rumah nya.
Villian hanya mendengarkan elimental itu menceritakan toko toko yang baru saja di buka.
Ada toko kue, toko sihir dan banyak lagi.
"Ahh.... Aku ingin keluar dan melihat semua toko toko itu!"
Sekarang Villian ingin keluar dari kamar itu.
"Mengapa aku di kurung dan dengan baik mendengarkan? Aku akan melakukan apa yang aku ingin kan!"
Villian mengatakan itu dan mengambil jubah hitam yang menutupi seluruh tubuhnya.
[Jangan mencari ku. Aku keluar.]
Villian meninggalkan surat itu dan elimental kegelapan membantunya keluar dengan menyembunyikan keberadaannya.
.
.
.
.
.
"Elimental kegelapan sangat bagus untuk hal seperti ini! Sayang manusia tidak bisa memasuki portal bayang itu."
-Iya, aku ingin menggunakan itu pada mu juga. Kamu sangat baik dengan para elimental. Sayang kamu bukan elf.-
Elimental kegelapan itu benar benar terlihat sedih.
"Apa yang istimewanya menjadi elf?"
-Selain dari rupa yang menawan, elf adalah makhluk yang di cintai alam itu sendiri. Mereka terlahir dari bunga elf yang berada dekat dengan pohon dunia sedang elimental sendiri terlahir kerana adanya api, angin dan sebagainya. Walau mereka lahir dari bunga, mereka bukan makhluk alam seperti elimental. Itu sebabnya mereka tidak bisa berbicara dengan pohon dunia.-
Villian memuncungkan bibirnya seperti berpikir.
"Jadi, dari mana elimental kegelapan di lahirkan?"
Elimental kegelapan itu terdiam seketika.
-Kami terlahir setiap kali ada kegelapan dalam hati makhluk hidup.-
Walau mendengar itu, Villian memiliki expresi sama seperti tidak. mendengarkan itu.
"Jadi, elimental kegelapan pasti memiliki sifat jahatnya. Well, itu bukan masaalah aku."
Villian merenggangkan badannya dan elimental kegelapan itu tersenyum. Dia benar benar berharap suatu hari nanti, ada elf yang akan menerima keberadaan mereka seperti manusia di depannya saat ini.
-Kita sudah sampai di toko kue itu!-
Villian dengan semangat memasuki toko toko yang di bicarakan elimental kegelapan.
.
.
.
Di kamar Villian.
Tuk, tuk, tuk.
"Villian, ini makanan-"
Millia terhenti saat melihat kamar itu kosong.
Dia melihat surat yang di tinggalkan Villian.
Tang, crash, klang.
Dulang makanan yang di siapkan Millia jatuh ke lantai.
"Kalian!!! Villian keluar senyap senyap!!!"
.
.
.
Villian saat ini berada di depan toko peralatan yang baru. Namun semua barang barang nya terlihat lusuh.
-Apa kamu akan memasuki toko ini?-
Elimental kegelapan itu bertanya dan Villian mengangguk.
"Tentu saja! Kita sudah menemukannya, jadi kita harus masuk."
Villian mengatakan itu dan melangkah masuk.
.
.
.
Di dalam toko itu sangat banyak peralatan seperti pedang dan sebagainya. Namun itu semua lusuh seperti barang bekas.
'Aneh, di mana penjaga tokonya?'
Villian melihat lihat peralatan yang ada di sana.
-Semua barang di sini terlihat seperti barang bekas!-
Villian melihat pedang yang paling lusuh dan berkarat. Dia mengambil pedang itu dan menatapnya dengan tajam.
"Pedang ini di gunakan cukup banyak dalam pertempuran. Pedang ini pasti memiliki banyak makna."
-Itu tidak bermakna jika tidak bisa di gunakan!-
Villian terkekeh pada perkataan elimental itu.
Baginya yang bertarung dengan tangan kosong, senjata adalah sesuatu yang sangat berharga.
Pedang mini di sampingnya yang kini lusuh masih di bawanya.
Villian meletakkan kembali pedang itu. Dia menyentuh semua peralatan yang ada di kedai itu.
-Semua peralatan ini sampah.-
Villian hanya menggeleng kan kepalanya pada nada kesal elimental itu.
Seseorang yang kerdil menuruni tangga sambil menguap. Dia melihat Villian dan langsung mendekatinya.
"Apa yang di inginkan cik muda di sini?"
Villian bisa melihat lelaki kerdil itu membawa palu bersamanya.
"Kurcaci?"
"Iya, aku ras kurcaci. Apa kurcaci tidak di benarkan membuka toko di sini?"
Kurcaci itu membalas Villian dengan sinis.
Villian hanya menggeleng kan kepalanya dan memegang busur yang paling dekat dengan nya.
Tukd.
Palu di tangan kurcaci itu jatuh ke lantai.
"Ka, kamu menyentuh busur itu?"
Villian mengangkat busur itu dan memandang kucaci itu dengan bingung.
"Apa aku tidak bisa menyentuh nya. Jika begitu, maaf, aku sudah menyentuh semua peralatan di sini."
"Apa!?"
Kurcaci itu mula berjalan mengelilingi Villian.
"Apa kamu tahu apa yang baru saja kamu sentuh!?"
Mata Villian hanya menunjukkan kebingungan.
"Semua barang di sini memilih pemiliknya! Jika kamu bisa menyentuh semua barang barang ini, itu bermakna mereka menerima kamu sebagai pemiliknya! Itu tidak beriaksi kerana mereka semua menginginkan mu! Cik muda, siapa kamu sebenarnya!"
Kurcaci itu berteriak dengan bersemangat.
"A, aku, Villian?"
Villian hanya bingung.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung..................