
"Apa kita benar benar akan ke sana? Apa kita akan di sambut?"
Gerlic bertanya dan lain mengangguk.
"Kita akan jadi tak terlihat. mudah kan."
Semua di situ memasang wajah 'itu tidak mudah.'
.
.
.
.
.
.
Di depan kerajaan makhluk gelap.
"Nona muda, anda yakin hanya kita bertujuh saja?"
"Setidaknya, mari bawa penyihir kelas atas."
Radex dan Zillo sedikit ragu dengan keputusan Villian.
Mendengar kata penyihir, Villian menatap kearah Eugine.
Semua orang terdiam saat itu.
Mereka sudah ada penyihir yang melebihi kelas atas.
Eugine menberikan mantel pada mereka semua kecuali Diamon.
"Mantel ni akan buat kita tak terlihat dan hawa keberadaan kita menghilang. Selagi kita menggunakan ini, atau setidaknya serpihan, kita bisa melihat sesama kita."
Eugine menjelaskan itu dan seperti memahami Eugine, Diamon menghilangkan dirinya dengan sihir sama dengan mantel yang di buat Eugine.
'Memori naga penguasa langit secara perlahan akan memasuki anak itu.'
Eugine menatap Diamon dengan tatapan dingin. Tidak seperti naga lain, naga penguasa langit memberikan ingatan mereka pada penerus mereka. Tapi itu juga akan memberi penerus mereka keinginan untuk menguasai dunia.
'Seharusnya dia sudah bisa berkomunikasi dengan prajurit bintangnya. Para bintang sedang bergerak.
Jika sesuatu berlaku, dia akan aku hapuskan dengan tangan aku sendiri.'
"Itu hebat, Diamon!"
Eugine melihat ke arah Villian yang memeluk Diamon seperti hewan peliharaannya.
'Hm..... Mari pikirkan itu untuk pilihan terakhir.'
Mereka memasuki kerajaan makhluk gelap dan mereka tidak lagi bisa di terangi cahaya matahari.
"Lucard, bisa ku tanya bagaimana kerajaan ini berkerja?"
Lucard mengangguk dan melihat sekelilingnya.
"Kerajaan makhluk gelap menerima semua ras yang ada. Tidak peduli mereka makhluk gelap atau tidak. Namun sangat bahaya untuk manusia seperti nona yang tidak memiliki pelatihan."
Lucard melihat warga yang membeli belah.
"Siapa raja? Dan apa itu mengikuti darah keturunan?"
Villian bertanya lagi dan Lucard menunjukkan jarinya ke arah arena untuk berduel.
"Kerajaan ini menentukan siapa raja dengan kekuatan."
Villian melihat arena dan matanya tertuju pada seseorang bertopeng merah menutupi seluruh wajahnya dan hanya menyisakan lubang kecil untuk mata.
Badannya di selubung mantel dari kepala hingga kaki.
Dia terlihat tidak mengancam sama sekali. Lawannya adalah werewolf yang dalam transformasi bertarungnya yang membuatnya terlihat menakutkan dan sebesar 3 meter.
"Dan raja saat ini adalah ras vampir. Dia sangat kuat tidak seperti kelihatannya."
Mendengar itu, Villian tahu pria berselubung itu adalah raja saat ini.
'Mari jangan terlibat.'
Villian membulat tekadnya untuk tidak terlibat dengan keluarga kerajaan lagi. Zillo sangat menyebalkan.
Mereka pon berkeliling di kerajaan makhluk gelap.
Villian sangat menikmati berkeliling sampai-
"Villian!"
Gerlic berteriak.
"Eh?"
Villian tergelincir dan badannya jatuh menuju sungai.
Gerlic ingin mengapainya namun itu sudah terlambat.
Mereka terpisah dari yang lain kerana Villian berkeliling sangat cepat hingga terpisah.
"Villian!!!!!"
Mantel Villian tertanggal darinya kerana ranting pohon sebelum jatuh bersama.
Seorang wanita melihat itu dari kejauhan.
.
.
.
.
.
"Hah!!!"
Villian tersentak bangun dan langsung duduk di kasur.
"Sudah bangun?"
Suara yang sangat merdu memukul gendang telinganya. Dia tidak berani untuk melihat ke arahnya.
'Apa aku di culik?'
Namun Villian mengabaikan perasaan itu dan melihatnya.
Seorang wanita yang sangat cantik berambut hitam dengan mata merah sedang tersenyum lembut ke arahnya.
Villian tampa sedar kagum.
"Apa kamu baik baik saja? Kamu pensan sudah 3 jam setelah jatuh ke sungai."
Villian baru teringat tentang itu dan mendengar nada bicara wanita itu membuatnya tahu, dia adalah bangsawan.
"Apa kamu bangsawan di sini?"
Villian bertanya dan wanita itu tersenyum cerah.
"Saya adik kepada raja vampir. Saya Rosie. Siapa nama kamu? Bagaimana rasanya melihat dunia luar? Bagaimana kelihatan kerajaan ini dari luar?!"
Villian terdiam seketika kerana Rosie sepertinya sangat baik.
"Ah, apa kamu takut kerana aku vampir? Saya dengar manusia takut dengan vampir dan makhluk gelap lainnya."
Rosie terlihat kecewa.
"Tidak, hanya....... Ini kerajaan mu, dan seharusnya kamu lebih tahu dari aku."
Rosie tersentak dan menundukkan kepalanya.
"Kakak saya sangat mengkhawatirkan saya. Sebagai seorang raja, dia miliki banyak musuh dan dia ingin saya selamat walaubagaimanapon situasinya. Vampir kelas bawah seperti saya juga tidak bisa mengenai matahari. Hanya vampir kelas atas yang bisa berjalan di siang hari."
Rosie berkata dengan nada yang sedih.
"Jadi, bagaimana kamu menyelamatkan ku saat kamu di larang keluar?"
Rosie tersenyum dan menunjukkan mantel dengan sihir milik Eugine.
"Mantel kamu membantu saya. Saya bisa keluar dengan mudah kerana vampir bisa terbang. Hanya sangat sukar untuk kembali tampa di deteksi. Mantel ini menyelamatkan saya."
Villian mengangguk paham.
"Mantel dengan sihir naga adalah yang terbaik."
Villian mengatakan itu dan tangan yang memegang mantel itu kehilangan kekuatannya dan mantel itu jatuh ke lantai.
"NA, na, naga! Naga hebat dan perkasa?!"
Rosie terlihat amat kaget hingga mengambil 1 langkah menjauh dari mantel itu.
"Ba, bagaimana saya makhluk gelap menggunakan barang naga yang agung? tidak, aku tidak ingin mati."
Villian melihat Rosie dengan bingung.
"Apa pon nama aku Villian dan-"
Diamon memunculkan dirinya. Rosie yang melihat Diamon ingin pensan.
"Ini Diamon. Aku menjaganya hingga dia akan bisa menjaga dirinya sendiri. Dia naga penguasa langit. Mantel itu di buat oleh sihir naga penjaga laut."
Kaki Rosie langsung kehilangan kekuatannya dan duduk di lantai dengan cara yang anggun.
"Bukan hanya 1 tapi 2 naga. Apa aku bermimpi."
Rosie bahkan sampai kehilangan bahasa seorang bangsawan yang sopan.
"Mari lupakan menjadi gadis anggun."
Rosie bergumam seketika.
Dia bangun dan meraih tangan Villian dengan mata berbinar.
"Villian, kau sangat hebat! Aku tak sangka kau sangat hebat! Aku selalu ingin bertemu naga dan menghormati makhluk agung itu! Kau penjaga naga! Ouh! Sungguh hari yang baik! Aku akan memanggil mu kakak!"
Villian agak kekok namun tersenyum. Reaksi Rosie sama seperti gangster jalanan yang memandang tinggi dirinya.
"Baik."
Villian mula bercerita tentang lautan dan kerajaan tampa nama tempat ia tinggal dan kerajaan makhluk gelap yang baru dia lihat.
Rosie sangat kagum dengan itu.
.
.
.
.
"Baik Rosie, aku kene balik sekarang."
"Baik. Kakak, jaga diri."
Villian menarik mantelnya dan-
Crak......
Mantel itu robek kerana duri yang ada pada tempat tidur Rosie.
"..........."
"..........."
Kamar itu menjadi hening seketika.
'Ah, aku mengacaukannya.'
Villian tersenyum pasrah. Dia melihat ke arah Diamon.
'Hah...... Tak ada gunanya suruh dia. Dia hanya seperti peliharaan sekarang. Dia hanya bisa menggunakan sihir pada dirinya sendiri.'
Villian sekarang hanya bisa menepuk jidatnya.
"Aku kene cari jalan lain untuk mencari yang lain. "
.
.
.
.
.
.
Bersambung................
Selamat menyambut hari lebaran semua.
selamat membaca.