I DO WHATEVER I WANT!

I DO WHATEVER I WANT!
EPISODE 30



Hahahaha....


Udah lama tidak up, aku sendiri lupa dengan watak yang ada di sini.


Maaf Diamon jadi diskon di Chapter sebelum nya. 😅😂


Aku tertawa hanya membaca itu, jadi aku gak edit.


.


.


.


.


Semua orang di sana merasakan sakit kepala setelah mendengar itu.


"Kamu pasti bercanda, kan. Omong kosong ini terus berlanjutan."


Regis memegang dahinya dengan frustrasi.


"Hei, aku lah yang frustrasi sekarang. Mengapa semua hal ini terjadi di kerajaan ini!"


Alen menghela nafas dan duduk menundukkan kepalanya.


Mereka semua hanya terdiam di sana. Villian dengan santai makan kue saat mereka semua stres...


Bukan masalahnya. Lagi pula dia akan mati tidak lama lagi.


"Aku ingin keluar kerajaan ini dan berjalan jalan. Apa bisa? Aku sudah lama tidak merasakan sinar matahari."


Mendengar itu, semua orang mengangguk.


.


.


.


.


.


"Bersemangatlah! Jumpa nanti!"


Villian mengatakan itu dan keluar dari kerajaan itu.


Dia bersama Diamon, Radex dan Eugine. Dan tentu saja ke 3 perhiasannya.


.


.


.


.


.


Villian bermain di luar dan monster yang selalu berkeliaran di luar menyerang mereka dan di urus Eugine dengan mudah.


Villian muntah melihat itu. Dia tidak masalah saat dia dalam tugas. Tapi saat dia tidak bersedia dengan itu akan membuatnya mual dan muntah.


"Nona, kamu baik baik saja?"


Radex menepuk punggung Villian lembut.


Eugine yang melihat itu mengerutkan alisnya.


'Bagaimana aku bisa membiarkan gadis lemah ni bertarung hingga isi perut nya terkeluar? Aku naga yang lemah!'


Mana Eugine mula tidak stabil. Namun dia menenangkan dirinya dan mana itu menghilang secara perlahan.


"Semua, mari main sembunyi sembunyi! Kamu bertiga juga!"


Semua orang hanya menghela nafas. Eugine yang mengira dan semuanya mula pergi bersembunyi.


Mailo, Diamon dan Radex mengikuti Villian yang lain pergi ke tempat lain.


Dia melihat gua di dalam hutan itu dan memasukinya. Dia terhenti dari masuk saat hidungnya menghidu bau yang menyengat.


"Radex, kamu depan."


"Baik, nona."


Titisan air gua dan nafas mereka menghiasi suana hening di dalam gua. Diamon terbang dan Mailo berubah menjadi tombak di tangan Villian.


Yang berjalan hanya Villian dan Radex.


Saat cahaya sudah tidak bisa menerangi gua itu lagi, mereka melihat sosok manusia namun tidak sempurna hingga masih bisa terlihat sisik di kulitnya.


Lengannya menghitam dan dia sekarang bermandikan darah. Rambut kuning nya kini terlihat kehijauan dan nafas nya berat dan bisa di lihat bulu matanya yang panjang.


-Kakak, dia memiliki mana naga. Namun dia tidak sadarkan diri sekarang.-


Diamon mengatakan itu dalam kepala Villian sama seperti cara elimental berbicara dengannya.


Villian mengangguk dan mendorong Radex ke tepi dan mendekati naga yang akan indah jika dia tidak dalam keadaan seperti ini.


"Diamon, sembuhkan dia."


Diamon mengangguk dan menyembuhkannya. Walau itu sembuh, sepertinya racun nya tidak menghilang dan tangannya masih hitam.


"Racun apa ini?"


"Jangan menyentuhnya Nona. Itu adalah racun jenis kutukan di mana tidak bisa di sembuhkan. Itu tidak membunuh jika di tangan seperti ini. Tapi itu akan berjangkit jika menyentuhnya tampa lapik. Ity hanya akan melumpuhkan tangannya."


Villian yang ingin menyentuhnya terhenti dan mengambil sarung tangan dari gelang kayunya.


Dia menusuk lengan naga yang masih memiliki sisik dan naga itu sepertinya memberikan riaksi yang itu sakit.


'Aku yang membuat cerita ini. Seharusnya aku bisa menciptakan penawar dari racun kutukan ini, kan? Yah, benar juga, ini bukan lagi cerita yang aku tulis.'


Villian bisa mendengar suara seseorang.


"Apa itu kamu, naga?"


-Iya. Kamu pergi saja. Aku tidak punya masa untuk hidup lagi dengan kutukan ini. Aku juga sudah tidak bisa bergerak lagi. Kamu per-


Suara itu terhenti yang menandakan naga itu kehilangan kesadarannya lagi.


"Kutukan benar benar mengerikan. Itu bahkan bisa membuat naga hilang kesadaran."


Villian mengatakan itu dan membuka sarung tangannya.


'Wajah sialan mu itu sangat melemahkan ku, kamu sialan! Baik, kali ini saja aku akan mencoba sesuatu!'


Villian mula menyentuh lengan dengan racun kutukan itu dengan tangan kosong.


Radex yang melihat itu cemas dan ingin menghentikannya. Namun cahaya terang muncul entah dari mana dan membutakan mata semua orang untuk seketika.


-Tuan, berikan aku perintah.-


"Apa apaan? Perintah?"


Villian bingung saat mendengar suara itu saat matanya juga di buta kan cahaya terang itu.


-Tuan, kutukan adalah sesuatu yang tidak bisa di kendalikan sebagai sebuah senjata. Namun kamu, kamu bisa mengendalikan kutukan. Kamu bisa memperkuat senjata mu dengan kutukan. Kutukan itu akan di sucikan dan menjadikan senjata suci mu semakin kuat.-


"Bagaimana?"


Villian hanya bisa bingung.


-Setiap kutukan, adalah terdiri dari rasa kematian yang tidak wajar seperti pembunuhan yang di jadikan cairan sebagai racun yang tidak bisa di sembuhkan.-


"Lalu, bagaimana aku bisa mengendalikannya?"


Suara itu terhenti sejenak.


-Tuan bisa melenyapkannya dengan menyucikan kutukan itu atau menjadikan kami makanan senjata suci mu. Jika kamu menyucikan kami, kami akan mati dengan damai. Jika kamu ingin memberi makan senjata mu, itu juga tidak masalah.-


Suara itu terdengar sedih. Dia sepertinya berharap untuk di sucikan dari di jadikan makanan.


"Senjata suci ku hanya makan makanan berkhasiat. Aku menyucikan mu. pergilah tidur dengan tenang."


Villian mengatakan itu dan cahaya itu memudar dan tangan naga itu sudah tidak lagi hitam.


"Nona, apa yang kamu lakukan?"


"Menyucikan kutukan. Kutukan itu sepertinya lega dia di sucikan."


'Nona, apa kamu adalah orang yang di pilih dewa? Kamu sangat hebat dalam melibatkan diri ke dalam masalah.'


Radex mula berpikir yang aneh aneh. Dia menggelengkan kepalanya dan melihat naga itu membuka matanya perlahan.


Tikd.


Dia memetik jadinya dan seluruh gua dan dirinya bersih.


Rambutnya berwarna emas dan matanya juga berwarna emas yang sangat cantik dan menawan.


"Hai, terima kasih telah menyembuhkan ku. Nama aku Carl. Aku naga penjaga harta dunia. Aku baru saja di rampok dan berakhir seperti yang kamu lihat. Aku perlu melapor pada penjaga pohon dunia."


Carl berbicara menerangkan apa yang terjadi.


"Harta dunia? Penjaga pohon dunia.... Kamu ingin bertemu magaret!?"


"Kamu mengenalnya?"


Villian mengangguk dengan semangat.


Diamon memuncukan dirinya.


"Aku pengasuh naga penguasa langit dan teman naga penjaga lautan. Dia sekarang sedang mencari kami. Kami sedang bermain sembunyi sembunyi."


"Naga dingin tu main sembunyi sembunyi? Kamu bercanda?"


Carl sangat kaget hingga dia mungkin akan makan batu.


"Aku menemukan kalian...... Uhuk. Apa yang kalian lakukan di sini?"


Eugine batok palsu dan menghindari tatapan Carl.


"Bersembunyi. Aku menemukan dia sekarat, jadi aku membantunya. Dia baru saja di rampok. Aku pikir hanya manusia yang bisa di rampok."


"Kamu apa!?"


Kali ini, Carl pula yang menghindari tatapan Eugine.


"Apa yang mereka curi!?"


Eugine terlihat gelisah dan panik.


"I, itu.... Mereka mencuri kunci khazanah dunia...."


Mendengar itu Eugine terduduk di tanah seperti hilang kekuatan pada kakinya.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung...........


Maaf ada typo.... aku malas nak cek Haha...