I DO WHATEVER I WANT!

I DO WHATEVER I WANT!
EPISODE 13



'Aku harus mencari yang lain. Tapi bagaimana?'


Villian mencuba menggunakan otaknya yang seperti otak ikan emas.


'Walau memakai serpihan dari mantel ini, kita bisa melihat satu sama lain.'


Villian mengingat kata kata Eugine dan merobek mantel itu hingga seperti tali. Dia mengikat itu di pergelangan kakinya.


"Sekarang aku bisa melihat teman teman ku yang lain. Tapi bagaimana aku ingin berkeliling?"


Villian bergumam sendiri dan Rosie tersenyum.


Dia menyentuh Villian dan dia bertukar rupa. Dia menjadi vampir berambut merah dan mata merah. Itu warna rambut dan mata yang umum bagi vampir.


"Apa yang-"


Villian memandang Rosie dan dia terdiam. Rosie tersenyum dengan bangga.


"Spesialisasi vampir adalah penyamaran."


Plak, plak, plak.


Villian menepuk tangan dengan kagum.


"Apa kamu bisa membuatku terlihat seperti seorang pria?"


Villian bertanya dengan semangat. Rosie menganggukkan kepalanya.


"Namun ada 1 syarat."


'Ehhh..... Apa ini akan jadi seperti Cenderela? Semuanya akan bertukar saat tengah malam?'


Villian mula ragu dengan syaratnya. Namun dia buat keputusan untuk mendengarnya.


"Syaratnya sederhana. Tidak bisa ada yang tau kakak manusia atau siapa ras kakak sebenarnya. Tapi itu tidak berlaku jika kakak yang mengatakannya dan orang itu saja yang akan melihat hujud sebenar kakak."


Villian menghela nafas lega. Dia tidak akan berakhir seperti cerita Cenderela.


"Baik, aku akan berhati hati."


Villian mengatakan itu dan Rosie menyentuhnya sekali lagi. Dadanya menghilang dan rambutnya memendek berwarna merah dan matanya berubah lebih tajam.


"Uwah!!! Aku sangat tampan!"


Mata Villian berbinar melihat dirinya di kaca.


Rosie juga memberikan mantel berwarna hitam di luar dan ungu di dalam.


"Mantel ni akan buat penggunanya bisa melayang. Ini alasan mengapa vampir bisa terbang."


Villian tampa basa basi langsung mengenakan itu dan terlihat seperti vampir pria sungguhan.


"Ah, dan jangan minum vine. Aku takut itu adalah darah dan bukan vine."


Seketika tubuh Villian bergetar.


"Apa vampir minum darah manusia?"


"Hah? Tidak, tidak. Jika dia master pedang atau penyihir tingkat atas, itu mungkin. Rasa makhluk lemah tidak enak. Lebih enak darah monster level atas yang bukan reptil."


Villian menghela nafas lega.


"Tapi aku dengar werewolf menyukai daging manusia. Jadi hati hati."


Villian keluar dari jendela dengan tidak bermaya.


.


.


.


.


.


.


.


Villian berkeliling mencari temannya dan akhirnya bertemu mereka semua-


.


.


.


.


.


.


.


'Aku harap itu terjadi. Aku ingin menulis kisah seperti itu.'


Malangnya, Villian saat ini berbaring di kursi jalanan sambil menahan dirinya ingin muntah.


Dia tidak bisa mengendalikan mantel vampir itu dan membuatnya berputar putar tidak jelas.


"Kalau begini baik aku jalan!"


Villian stress dan berdiri dari kursi jalanan itu.


Kerana mendadak berdiri, Villian merasa pusing dan tubuhnya terayun dengan lemah.


Thuk.


kepalanya mengenai tubuh seseorang.


"Ini tubuh atau batu?."


Villian bergumam dan melihat pemilik tubuh yang keras itu.


".........."


'Tuan, berapa tinggi tuan?'


Villian terkaku melihat seorang pria dengan otot besar dan tinggi seperti pohon. Dia iri dengan ketinggian itu.


"Maaf, tuan, saya tidak sengaja."


Villian langsung minta maaf.


'Dengan tubuh Villian yang rendah dan kurus ni, aku tidak akan bisa mengalahkan seseorang yang memiliki parut di seluruh tubuhnya!'


Villian menelan ludah sendiri sambil melirik pria berbadan besar itu.


Dia melihat telinga dan ekor serigala pada pria berbadan besar itu.


'Aku dengar werewolf menyukai daging manusia.'


Villian dengan cepat menghapus memori itu dari ingatannya.


Itu akan membuatnya seperti manusia jika dia takut dengan werewolf.


Pria berbadan besar itu melutut dengan 1 kaki di depan Villian.


"Kamu sangat kecil."


Urat marah keluar di jidat Villian.


"Apa!? Kamu yang besar hingga 2 meter! Aku tidak kecil-!"


Villian menutup mulutnya dengan tangan saat melihat pengikut pria itu mengeluarkan cakar tajam mereka yang kelihatannya dengan 1 sentuhan bisa melubangi tubuhnya.


"Kamu sangat kecil bahkan untuk para vampir wanita."


"........!"


Tubuh Villian bergetar kerana marah namun menahan dirinya.


Lagi pula itu ada benarnya. Rosie lebih tinggi darinya dan semua para vampir hampir mencecah 2 meter untuk vampir pria. Dan dia saat ini adalah vampir pria.


Buk!


Villian meninju lengan pria itu sambil pipinya di kembungkan.


"Hemp!"


Dengusan marah Villian keluar saat dia langsung berjalan pergi.


"Boss, apa anda baik baik saja?"


"Aku baik baik saja."


Pria itu kembali berdiri dan menatap lengannya yang terkena tinjukan Villian.


'Apa vampir tu baik baik saja? pukulannya tidak lebih dari tiupan angin.'


Pria itu melihat Villian yang berjalan alih alih terbang.


"Kalian pulang saja. Aku ingin mengikuti vampir kecil itu."


'Ini pertama kali boss tertarik dengan sesuatu!'


Semua bawahannya dengan cepat mengangguk dan pergi dari sana.


Pria itu dengan mudah sudah berada di belakang Villian.


Namun Villian tidak memperhatikannya dan membeli buah apel dengan uang yang di berikan Rosie.


Crunh.


Villian menggigit apel itu dan memusing tubuhnya.


Buk.


Dia melanggar orang di belakangnya hingga jatuh ke tanah.


'Kulit keras seperti batu.......'


Tepat sangkaan Villian. Itu adalah pria yang sama.


"Apa kamu baik baik saja, vampir kecil?"


Kecil. Kata itu buat Villian bengang.


Pak!


Villian menampar tangan pria itu yang mencuba membantunya bangun dengan keras.


"Aku tidak kecil!"


Villian bangun sendiri dan berjalan menjauh darinya.


Namun pria itu tetap saja berada di belakangnya.


'Apa apaan!? Mengapa dia mengikuti ku terus!?'


Villian mula berlari dan pria itu masih dapat mengikutinya dengan mudah tampa sedikit pon berkeringat.


"Vampir kecil, mengapa kamu tidak terbang saja?"


Sekali lagi Villian mengembungkan pipinya.


"Aku tidak kecil dan aku masih dalam pertumbuhan! Berhenti memanggilku vampir kecil! Aku tidak terbang kerana aku suka berjalan! , Jadi, tinggalkan aku!"


Villian mula mengatakan apapon untuk menghalau pria besar itu pergi.


"Memangnya kamu siapa!? Berani mengikuti ku terus menerus!"


Villian bernafas berat kerana lelah berlari.


"Aku raja werewolf."


'Eh? Tapi raja kan kakaknya Rosie.'


Wajah bingung Villian terlihat walau sekarang dia seperti pria.


"Apa kamu baru di sini? Itu adalah pengetahuan umum di sini."


"Tentu saja. Aku di sini belum sampai sehari."


Pria itu mengangguk seperti memahami situasinya.


"Kerajaan ini di perintah oleh vampir. Namun kerajaan yang luas ini tidak bisa hanya memiliki 1 pemimpin saat ada ras lainnya juga. Kerana itu, 3 ras membuat raja mereka sendiri dan menggunakan duel untuk raja kerajaan. Itu terdiri dari vampir, werewolf dan ahli nujum."


Sekali lagi wajah Villian bingung.


'Bukan ahli nujum terkuat adalah Lucard? Apa masih ada yang lain?'


Villian semakin bingung.


"Ahem, namun kerajaan ini sudah tidak aman lagi. Apa lagi untuk vampir kecil seperti mu. Penerus raja ahli nujum menghilang atau di usir oleh keluarga ahli nujum lainnya. Vampir mula saling mencuba menjatuhkan dan akhirnya werewolf semakin serakah untuk kekuasaan. Perang di kerajaan ini akan terjadi tidak lama lagi."


Mata Villian membulat sangat kaget dengan itu.


'Apa yang baru aku dengar? Perang akan terjadi?'


Villian menyapu wajahnya dengan kedua tangannya dengan tak percaya.


"Lucard, aku harus mencarinya segera."


'Aku harus menghentikan perselisihan ini bagaimana pon caranya. Hidup ku tidak akan tenang untuk 2 tahun ke depan!'


.


.


.


.


.


.


Bersambung................