
"Kunci dunia?"
Villian bertanya dengan bingung.
"Itu adalah bencana! Kunci dunia adalah kunci untuk segel bencana yang ada di dunia ini! Walau tempatnya sangat sulit di temukan, jika itu di buka, hanya satu segel, tempat itu akan musnah!"
Eugine menghela nafas putus asa. Walau dia sendiri tidak tahu di mana segel itu berada, itu adalah simbol keputusasaan.
"Bagaimana untuk menghentikan itu?"
"Itu tidak pernah di buka lebih dari 10 ribu tahun. Bahkan kami para naga tidak akan tahu."
Mereka putuskan untuk keluar dari gua itu dulu dan bertemu yang lain.
.
.
.
"Kunci khazanah dunia atau kunci bencana ada 5. Kunci bencana air, kunci bencana api, kunci bencana angin, kunci bencana tanah dan yang paling mengerikan adalah kunci bencana langit."
Eugine mengatakan itu dan berhenti sejenak.
"Semua kunci itu akan membawa bencana yang teruk pada bumi ini. Kemungkinan bencana itu bisa menghancurkan dunia ini."
Semua orang menelan ludah mereka tampa sadar.
"Kita sekarang punya 2 pilihan."
Semua orang melihat Villian yang tiba tiba berbicara.
"Sama ada mencari segel bencana dan menghancurkan nya atau mencuri semula kunci bencana itu. Aku lebih menyukai solusi pertama."
Walau begitu, tidak mudah menjumpai segel itu dan apa itu bisa di hancurkan aja mereka tidak tahu.
"Walau begitu, aku dapat mengambil kunci bencana langit kerana ini yang paling mengerikan bencananya."
Eugine dan Diamon sama sama menghela nafas lega mendengar itu. Carl mengeluarkan kunci seperti kristal kaca dari ruang dimensi naga.
"Erk!!?"
Villian mengerang kesakitan saat kunci itu di keluarkan. Dia mencakar dada kirinya kerana sakit.
"Villian!? Mengapa kamu tiba tiba sakit!!?"
Eugine menggunakan sihir penyembuhnya. Namun itu tidak berguna kerana sepertinya puncanya itu adalah souhell.
"Hei, kamu baik baik saja!? Bukan ke souhell tidak menyakitkan!?"
Villian sendiri tidak tahu apa yang terjadi.
"Ha.... Hah...."
Villian bernafas berat dan kulitnya pucat.
Dirinya merasa akan terbakar dan jantungnya berdetak dengan sangat cepat.
Tubuhnya berkeringat deras seperti lari maraton 50 kilometer.
Bintik hitam di dada kirinya sedikit bercahaya seperti sesuatu terkait dengan itu.
Villian tidak peduli dan tangannya yang lain tampa sadar menyambar kunci bencana langit.
Dan dia merasa lebih baik sekarang. Dia duduk dan melihat kunci itu di tangannya.
Kunci itu bergetar di tangan Villian. Villian yang merasa lebih baik hanya bingung melihat kunci itu.
"Kita harus bertemu pohon dunia dan Magaret."
Itulah kata kata terakhir Villian sebelum pingsan kerana rasa sakit dan tubuhnya yang seperti terbakar.
Kerana itu yang Villian katakan, Eugine pon menggunakan sihir taliportasi untuk ke pohon dunia.
.
.
.
.
.
"Kamu bilang, kunci bencana di curi? Kamu bercanda!?"
Pak!
Magaret yang dengar itu langsung menampar diri sendiri apa dia baru saja tidur terlalu lama.
"Aw... Itu sakit."
Semua orang di situ memahami riaksi itu. Bahkan Eugine hampir pingsan mendengar itu di curi.
"Sangat aneh melihat gadis berisik ini diam. Mengapa dia tiba tiba saja sakit?"
Semua orang datang ke sini untuk menanyakan hal yang sama.
-Itu kerana souhell sejenis dengan bencana dari kutukan. Kerana mereka memiliki jenis yang sama, mereka jadi terikat dengan satu sama lain seperti saudara. Souhell adalah bencana yang tidak lengkap. Hnm... Menarik. Jika kita melengkapkan souhell, itu bisa menyelamatkannya.-
Magaret tidak menyangka itu akan menjadi berita baik saat kunci bencana hilang.
Dia mengatakan hal yang sama pada mereka yang berada di depannya itu.
"Nona bisa di selamat kan!? Ouh, sungguh berita baik!"
"Kakak bisa terus hidup!"
"Gadis yang beruntung namun malang kerana harus memasukkan dirinya ke masalah ini."
Mereka semua menghela nafas lega. Bahkan untuk senjata sucinya sangat lega.
"Soalan nya, bagaimana melengkapi bencana itu?"
Carl bertanya kerana bingung. Magaret melihat ke arah pohon dunia.
-Caranya mudah, dia hanya perlu menyentuh ke 5 kunci bencana yang akan membuat kunci bencana itu bekas kosong setelahnya. Kunci di tangan Villian sudah bukan kunci bencana langit lagi. Jika mereka ingin kunci itu, mereka harus mengambil Villian hidup hidup.-
"Tapi semua kunci yang lain baru saja di curi, kamu tahu."
-Bukan masalah ku.-
Magaret hanya menghela nafas dan mengatakan kembali pada mereka semua.
"Aku akan mencari pencuri itu sampai lubang cacing sekalipon."
Radex yang mendengar itu mula bersemangat.
"Aku akan melakukan apa yang aku mampu."
"Aku akan menyelamatkan kakak!"
Ke dua naga pon cukup bersemangat.
'Buat yang kamu mampu? Kamu bahkan hampir membalik kerajaan makhluk gelap hanya kerana dia hilang.'
Magaret tidak mempercayai perkataan Eugine.
"Aku juga akan membantu kalian kerana aku telah gagal menjalankan tugas ku."
Mereka semua kembali ke kerajaan makhluk gelap.
.
.
.
.
.
"Kamu bilang, Villian bisa di selamatkan jika kita mendapatkan kunci bencana yang di curi itu!? Aku tidak salah dengar kan!?"
Zillo adalah yang paling bersemangat. Semua yang melihat kutukan di tangannya terlihat akan hilang menggelengkan kepala mereka. Selama Villian jauh darinya, dia di keliling kutukan yang cukup pekat.
"Sepertinya aku harus berkerja sedikit lebih keras."
Gerlic mengelap belatinya yang sangat berkilat dan akan membunuh mangsanya hanya dengan satu tusukan.
Semua di situ langsung merinding. mereka tidak bisa melupakan cara dia mencari matlumat dengan sangat baik dan sepertinya dia memang seorang pembunuh upahan berpengalaman.
"Berapa banyak prajurit kerangka yang akan kita guna? Aku siap kapan pon itu."
Lucard mengatakan itu dengan senyum gembira.
Semua orang mengingat bagaimana dinginnya dia mengurus rumah tangga ahli nujum yang lain. Dia bahkan hanya menampilkan senyum sinis yang mengerikan.
"Villian akan bisa meneruskan hidupnya!"
"Villian harus bermain dengan ku setelah pulih!"
"Dia perlu minum teh bersama ku nanti."
Millia dan Rosie sangat senang sedang Jihe senang namun menghela nafas dan memeluk leher Millia.
"Orang baik seperti dia harus hidup lebih lama. Aku akan melakukan yang terbaik untuk mencari kunci itu."
"Urus dulu kerajaan mu. 60% pekerjaan mu ada di tangan ku."
Alen dan Regis bertatap mata dengan pandangan maut.
Jihe menghela nafas pada suasana kamar itu. Dia merasa dirinya tercekik kerana semua orang sangat gila pada Villian.
Bahkan naga yang baru di temui Villian memberi tatapan akan melakukan yang terbaik.
"Kamu juga akan melakukan yang terbaik?"
Jihe bertanya dan Carl mengangguk.
"Dia sudah menyelamatkan nyawa ku. Sudah pasti aku juga akan melakukan hal yang sama."
Jihe melangkah mundur untuk mata yang terbakar itu.
'Villian, kamu sangat pandai menarik seseorang pada mu. Kamu benar benar hebat dalam membuat orang jatuh hati pada mu.'
Jihe hanya bisa menghela nafas dan menatap ke luar jendela menghindari tatapan berapi mereka.
.
.
.
.
.
"Apa aku bermimpi lagi."
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung.................
Sorry kalau typo..... aku malas nak cek, Haha.
Dari tadi asyik Villian tidur, Villian tidur kerana aku sedang lagi mengantuk.
Ok aku masuk tidur dulu...
Selamat membaca. 😴