I DO WHATEVER I WANT!

I DO WHATEVER I WANT!
Episode 38



Di tempat nongkrong para vampir. Mereka sedang minun darah dalam botol vine. Darah dalam botol vine adalah darah yang sudah di cuci dan di hilangkan bau hanyirnya.


Namun untuk hidung Alen yang sensitif nya itu lebih dari semua makhluk yang ada di muka bumi ini bisa menghidu bau darah itu.


Itu membuat obsesnya memburuk. Rosie obsesnya adalah darah, dan Alen adalah wanita. Namun itu selalunya tidak teruk kerana dia tidak memiliki wanita yang ia cintai.


Villian duduk di salah satu kursi yang kosong dengan aligen seperti seorang wanita bangsawan.


"Apa manusia seperti mu inginkan?"


Seorang vampir mencemooh Villian. Villian tersenyum dan memetik jarinya. Alen tersenyum tidak seperti dirinya yang biasa dan berlutut di tanah dan meletakkan kepalanya di peha Villian.


Villian membelai kepala Alen lembut dan menatap para vampir itu lagi.


"Aku mengambil hati raja mu. Menurut mu, siapa aku? sungguh malang bahwa raja yang baik itu di khianati oleh kalian. Namun dia tidak ingin membunuh kalian kerana masih satu ras dengannya."


Vampir itu tersenyum mendengar itu.


"Tentu saja. Raja pengecut sepertinya tidak akan berani."


"Tapi tidak lagi."


Mendengar Villian memotong bicaranya, vampir itu tersentak.


"Dia tidak melakukannya bukan kerana tidak berani melainkan dia mencintai rasnya sendiri."


Villian melirik Alen.


"Alen, jika kamu membunuh mereka, aku akan membenarkan kamu memeluk ku 5 saat."


Alen mengangkat kepalanya dengan mata berbinar.


"Benarkah? Aku akan melakukannya."


Alen langsung bangun dan siap membunuh mereka. Alen melukai mereka cukup teruk dan saat ingin mengambil nyawanya-


"Berhenti."


Villian menghentikannya Alen dan Alen berhenti dengan kecewa.


"Ke sini, aku memberi kamu memeluk ku 5 saat."


Alen tersenyum cerah dan sepertinya sangat menikmati memeluk Villian walau hanya 5 saat.


"Aku mengendalikan raja mu. Tapi aku juga cukup baik untuk mengampuni kalian. Baik kalian kembali pada raja kalian atau aku benar benar akan menyuruhnya membunuh kalian."


Para vampir itu bergetar takut dan menundukkan kepalanya minta maaf.


Villian mendengus mendengar itu.


Villian menyelak rambutnya dengan anggun meninggalkan mereka. Setelah jauh sedikit dari darah vine itu, Alen tersadar. Wajahnya memerah dan Villian menertawakannya.


Namun entah mengapa, semua vampir yang mereka temui sedang minum darah. Alen di kendalikan obsesnya sepanjang hari.


.


.


.


Di istana.


Alen hanya bisa menutupi wajahnya dengan kedua tangannya. Dia benar benar mengacaukan hari ini.


Villian tersenyum dan menarik tangannya dan mencium pipinya. kerana gincu miliknya sudah kering, itu tidak meninggalkan kesan. Alen benar benar memerah sekarang.


"Aku selalu menepati janji ku."


Obses Alen menghilang dan kini dia benar benar malu akan hal ini. Namun dia puas juga.


"Panggil pelayan mu. Aku ingin membersihkan mecup dan berganti pakaian. Ini sangat menyebalkan."


Villian mengatakan itu dan masuk ke kamarnya. Alen masih memerah dan memanggil beberapa pelayan untuk merubah penampilan Villian ke dirinya yang biasa.


.


.


.


.


.


.


.


Ok Bersambung...................


Nulho: Maaf lah, aku tak ada ide. Aku kehabisan ide untuk kisah ini. tolong aku. Yang aku ada cuman F rank presiden Son aja. 😭 Juga aku ketuker aja si mc semua cerita yang aku buat. Huah.........


Buat neghabisin lagi 10 kata ini. Hahaha... Bisa uploud saat 500 kata, maklum. 😭


Ok, dadah. 507 kata.