
Keesokan harinya, mereka pergi ke kota lagi.
"Boss, ada group werewolf yang merusuh."
Seorang bawahan Regis mendekati Regis dan ke 2 ahli nujum. Mereka mengalihkan wajah mereka hanya sesaat dari Villian.
Regis menganggukkan kepalanya. Saat kembali menatap tempat Villian tadi berdiri, orangnya sudah menghilang.
Cakar tajam dan besar Regis yang menunjukkan dia adalah Raja werewolf membuat semua orang di situ merinding.
"Sepertinya ini hari malang mereka. Mari selesaikannya dalam 30 detik. Kalian berdua cari dia."
"Ba, ba, baik boss........"
Ketiga orang itu menjawap dengan takut.
Namun Regis langsung tidak memerhatikan itu.
Villian berjalan dengan santainya di kota itu, hanya untuk melihat seseorang sedang terluka.
'Apa kerana cerita ini adalah cerita Villian, dia harus membantu ramai orang?'
Orang berjubah hitam dan berdarah di bahagian pundaknya.
'Itu bukan luka serius. Mari tinggalkan dia.'
Villain berjalan pergi dari tempat itu.
Swing.
Orang berjubah itu mendengar tarikan pedang dan kembali berdiri.
"Uhuk."
Orang itu batuk darah.
'Sial. Kalau bukan kerana racun, aku sudah menghabisi mereka!'
Orang itu berjalan dengan lemah mengitari tempat itu.
"Takdir seperti apa ini?"
Villian melihat orang yang sama dia tinggalkan sedang terbaring di depan tempat dia ingin lalu.
"Hah......."
Villian hanya bisa menghela nafas dan mengangkat pria itu ke tepi dinding.
'Ada darah dari mulutnya. Tidak ada lebam atau luka di bahagian fatal yang membuat dia akan batuk darah. Ini pasti racun.'
Villian melihat telinga panjang khas elf.
Villian menarik penutup kepala pria itu hingga menutupi wajahnya.
'Anggap saja aku tidak melihat apa pon. Sial, dia sangat tampan.'
Dia di kelilingi oleh pria tampan. Bahkan kakaknya sangat tampan. Apa lagi Eugine dan pria berambut hijau di kaca Eugine terakhir kali. Mereka sangat tampan.
Villian lemah dengan wajah tampan, cantik dan imut. Juga lemah dengan anak kecil.
Di kehidupan dulunya, tidak ada yang seperti itu. Juga anak kecil akan menangis jika melihatnya.
"Anggap saja kau beruntung, banjingan."
Villian berjalan pergi.
Dia kembali dengan potion atau cecair dengan sihir penyembuh.
Villian menyiram itu di pundak pria itu dan membuatnya meminum potion itu.
Kerana itu potion tingkat tinggi, luka itu langsung sembuh namun meninggalkan parut.
"Ugh..."
Pria itu perlahan membuka matanya dan melihat vampir di depannya.
Dia langsung menjauh dari vampir itu.
'Ini tidak bagus. Apa aku ketahuan sebagai agen rahasia kota utama elf?'
Villian mengangkat ke dua tangannya sebagai tanda dia tidak akan menyakitinya.
"Apa kamu pikir aku percaya? Kamu pasti sudah mengetahui yang aku elf dari kota utama."
Villian membuka mulutnya kaget. Dia berpikir bahwa itu adalah elf dengan elimental kegelapan.
"Tidak, kamu salah paham. Aku manusia yang tidak ada kene mengena dengan kerajaan ini sama sekali."
Villian mengatakan itu dan perlahan, diri sebenarnya terlihat.
Pria itu melihat panggilan dari alat komunikasi berbentuk lingkaran pohon kecil yang di potong tipis.
"Ya tuan. Saya agen Seijo. Saya melaporkan bahwa seorang manusia tinggal di kerajaan makhluk gelap."
"Bawa dia ke sini untuk di interogasi."
"Baik tuan."
Pria elf yang bernama Seijo itu melihat ke arah Villian.
"Maaf, tapi bisakah kamu mengikuti ku tampa perlawanan?"
'****** bener ni elf. Apa aku terlihat senang hati akan mengikutinya?'
Wajah Seijo berkilau di mata Villian.
"Ya, baik."
'Banjingan berwajah tampan! Aku kalah tak guna!'
Dengan begitu, Villian berdiri di tengah lingkaran taliportasi dan langsung mencapai kota utama elf.
'Aku seperti melupakan sesuatu.'
"Vill..... di mana kamu!? Aku tidak mau di bunuh sama raja serigala!!!"
Millia merengek kerana tidak bisa menemukan Villian.
"Oi berengsek! Vampir kecil di mana kamu! Kamu pikir Regis sialan itu akan melepaskan ku! Hei!!!"
Jihe juga berteriak histeris mencari Villian.
Jangan bilang tentang orang yang di cari Villian.
"Apa aku bunuh aja semua orang yang ada di kerajaan ini?"
Lingkaran Zillo semakin pekat.
"Nona, aku akan membuat jutaan prajurit kerangka untuk meratakan kerajaan ini jika nona tidak ingin kembali."
Lucard sedang memburu monster untuk di jadikan monster kerangkanya.
"Nona muda, Jika kita bertemu lagi, pasung saja diriku yang tidak bisa menemukan mu."
Radex mula memiliki pemikiran mengerikan setelah berkeliling di kerajaan itu untuk ke 5000 kalinya.
"Apa aku akan melukis menggunakan darah sekarang? Jika kamu di culik, akan aku pastikan karya seterusnya di buat dari darah penculik mu."
Seijo tiba tiba merasa merinding.
Gerlic sedang memegang pen yang di modifikasi menjadi pisau.
Dia melempar pen itu dan langsung membuat apel yang mengenai itu terbelah dua.
"Apa aku membalik saja tanah kerajaan ini? Tidak terlambat untuk itu."
Eugine masih memikirkan untuk membalik kerajaan itu.
'Ini kerajaan yang sangat indah! Bukan kah begitu?'
Dia mengingat Villian menyukai kerajaan itu.
"Mari tunggu beberapa hari lagi."
Sepertinya Villian benar benar lupa akan hal yang penting.
Villian mengikuti Seijo dan mereka tiba di sebuah rumah yang lebih besar dari yang lain.
'Elf adalah makhluk yang tidak memiliki ketamakan dan herbivora. Mengapa mereka menyelidiki kerajaan makhluk gelap?'
Villian tertanya dan memasuki rumah itu.
"Tuan, inilah manusia yang saya nyatakan tadi."
Seorang elf tua berjalan menghampiri Villian sambil terus membelai janggutnya yang panjang.
"Apa kamu benar benar tidak memiliki hubungan di kerajaan itu? Kamu tinggal di sana dengan rupa vampir."
"Tidak, aku hanya berkeliling dan terpisah dengan teman teman ku. Ah, sekarang setelah mengatakan nya, aku lupa tentang itu. Aku harap mereka baik baik saja."
Villian tampa ada nada hormat pada yang tua berbicara seperti itu.
"Hormat sedikit cara kamu berbicara dengan yang tua."
Seijo memperingati Villian dan Villian hanya memusing matanya dengan malas.
"Apa pon, aku tidak memiliki hubungan dengan kerajaan makhluk gelap. Aku hanya memiliki teman di sana. Mengapa kalian ingin menyelidiki kerajaan itu?"
Mereka berdua saling menatap dan akhirnya elf tua itu mula berbicara.
"Banyak para elf yang menghilang kebelakangan ini. Jadi kami menyelidiki kerajaan makhluk gelap kerana mereka adalah suspek utama."
Villian mengangguk paham.
"Apa kalian menemukan sesuatu?"
Seijo mengangguk.
"Elf yang hilang adalah dari kalangan remaja yang belum berkontrak dengan elimental. Ras yang bertanggung jawab adalah werewolf."
Villian membulat matanya tidak percaya.
"Raja dan bawahan werewolf tidak berhubungan dengan itu."
Villian sanggup bertaruh apakah Regis terlibat atau tidak.
Seijo mengangguk pada pernyataan itu.
"Itu adalah werewolf tampa ketua yang di buta kan oleh keserakahan. Namun ketua utamanya tidak dapat di pastikan. Aku di serang olehnya hingga aku akhirnya bertemu kamu."
Sekali lagi Villian mengangguk.
'Perang di kerajaan makhluk gelap akan terjadi. Tentu saja itu akan berlaku.'
Villian membulat matanya saat menyadari sesuatu.
"Elf remaja, apa mereka di paksa untuk menjadi elf gelap?"
Seijo mengangguk dan tangan nya terkepal erat.
Dirinya di kelilingi hembusan angin.
'Dia elf dengan kontrak elimental angin.'
Villian kagum melihat kekuatan elimental.
"Seijo, tenangkan diri mu. Kamu, ikut aku ke pohon dunia.
Penjaga pohon dunia ingin melihat mu."
Villian hanya mengangguk lembut.
Bersambung.............