I DO WHATEVER I WANT!

I DO WHATEVER I WANT!
Episode 34



Setelah kembali, Villian di tempatkan di tempat tidur.


Setelah beberapa jam, dia pon bangun dari tidurnya.


"Eh.... Apa yang berlaku?"


Villian tidak dapat mengingat apa yang terjadi setelah Diamon menahan tangan jubah biru.


Diamon juga mengatakan Villian hanya terhantuk dan pinsan. Dengan adanya potion, dengan mudah Villian mempercayai perkataan itu.


Walau begitu, dia masih merasa dia melupakan sesuatu. Tapi kerana kepalanya terbentur, wajar saja dia lupa. Dia berhenti memikirkan apa yang dia lupa dan makan dengan lahap.


Kerana Diamon pergi bersamanya, Diamon bisa menceritakan apa yang terjadi lebih detail dari milik Villian yang melupakan sebagian dari kejadian tersebut.


.


.


.


"Jadi, kunci itu tidak di curi oleh orang yang sama? Dan dia sepertinya sengaja meninggalkan kunci bencana langit mungkin untuk memancing group jubah biru pada mereka?"


Alen memegang dagunya berpikir.


"Ada satu yang pasti. Ahli nujum 2 sedang mengkhianati kita."


Lucard dengan dingin mengatakan itu sambil bermain pisau yang terbuat dari tulang.


"Aku dan Millia terlepas dari tuduhan itu, ok."


Jihe mempertahankan diri bersama Millia kerana mereka berada di keluarga ahli nujum 2.


"Lebih dari 40% werewolf menghkianati aku. kita dalam posisi yang tidak menguntungkan."


Regis mengatakan itu sambil jarinya mengetuk meja.


"Dari hasil penyelidikan ku, lebih dari 10% vampir tahu tentang penyeludupan elf muda ke dalam kerajaan ini."


Gerlic mengatakan itu sambil menanda banyak tempat di kerajaan makhluk gelap.


"Lebih dari 100 senjata suci di curi dari hasil penyelidikan aku bersama dwarf."


Eugine juga angkat bicara.


"Kita dalam situasi di mana kita di kepung. Kita bisa mengalahkan mereka dengan bantuan naga. Namun itu bermakna kita harus membunuh mereka semua."


Zillo mengatakan itu sambil memegang pedangnya.


"Itu adalah skenario terburuk jika kita harus melakukan itu."


Carl mengatakan itu. Radex, Millia dan Rosie mengangguk pada saat yang sama.


Diamon menatap langit.


"Aku siap kapan pon itu jika kita akan bertarung."


Semua orang siap jika mereka perlu bertarung. Namun mereka tidak tahu bagaimana mereka bisa setidaknya membawa beberapa peratus dari musuh mereka ke sisi mereka.


Itu kerana mereka adalah ras yang sama dan mereka tidak ingin menunpahkan darah hanya kerana kebencian sementara.


"Bagaimana kita biarkan Villian berbicara dengan mereka?"


Jihe memberi pendapat kerana mereka semua terlihat putus asa. Mereka semua melihat Jihe dengan tatapan aneh.


"Apa? Bukan ke kita semua di sini di satukan oleh Villian? Aku bertemu Millia kerana Villian. Millia berteman dengan aku kerana dorongan Villian."


Millia mengangguk pada pernyataan itu.


"Aku mengikuti Villian kerana dia bisa mengurangi kutukan ku."


Zillo juga jadi memikirkannya.


"Aku melukis dengan bebas tampa rasa bersalah yang aku bawa kerananya."


Gerlic juga.


"Aku ingin melindunginya kerana dia tersenyum lembut pada ku. Saat semua orang takut kerana aku master pedang tingkat tinggi."


Radex mula memikirkannya.


Lucard dengan santai mengatakan itu.


"Aku mengikutinya kerana dia pengasuh naga penguasa langit. Dan dia adalah manusia yang menarik."


Eugine membuang wajahnya.


"Dia menyelamatkan hidup ku."


Diamon dan Carl serentak berbicara. Mereka saling memandang dan menghela nafas.


"Aku ingin melindunginya kerana dia lemah."


"Dia mengatakan aku raja yang baik saat semua mengatakan aku adalah raja berdarah dingin."


Alen dan Regis memandang sesama sendiri.


"Dia menunjukkan dunia pada ku."


Rosie yang terakhir. Dan setelah itu, mereka semua bisa melihat bahwa mereka mengikuti orang yang sama.


"Villian memiliki daya tarik untuk membuat seseorang yang berbicara dengannya untuk mengikutinya."


Jihe mengatakan itu dan melihat Villian yang hanya makan tampa mendengarkan diskusi itu sama sekali.


"Hnm? Ada apa?"


Mereka semua menghela nafas dan menggelengkan kepala mereka.


"Villian, bisakah kamu membawa beberapa musuh ke sisi kita?"


Jihe bertanya dengan soalan bercanda.


"Tentu, aku juga bosan saat ini. Berapa banyak yang ingin kalian ingin ubah?"


Villian menyeka mulutnya dengan saputangan dan duduk tegak.


"Hingga pertumpahan darah tidak terjadi."


Villian menganggukkan kepalanya.


'Waktunya aku menjadi penguasa.'


Villian bangun dari kursinya.


"Aku akan melakukan yang terbaik."


Nada bicara Villian langsung berubah. Dia memiliki aura penguasa di tubuhnya.


Diamon mengingat pertempuran bersama werewolf di mana Villian memiliki aura yang sama persis.


"Lucard, mari pergi dengan ahli nujum."


Lucard tersentak dan langsung bangun mengikuti Villian.


Semua orang hanya bisa melihat punggung Villian yang semakin menjauh.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung..................


Maaf pendek, gak ada ide! aku cuman punya ide buat conflik Villian dan mimpinya! 😅😭


Maaf jika ada typo.