I Became A Child Of Wizarding Family

I Became A Child Of Wizarding Family
Chapter 27~ Jalan Keluar (3)



Cathan mengangguk dan tersenyum, "Kau benar,"


Mendengar hal ini penyihir lainnya mulai semakin menyuarakan suara mereka.


"Bukankah percuma saja ..."


"Ini sama saja dengan menggerakkan boneka, bukan?"


"Cih, kupikir jika aku bisa mendapatkannya aku bisa langsung keluar dari sini,"


Bahkan para penyihir tua yang awalnya memasang wajah percaya diri mulai mengerutkan keningnya tak percaya.


Alv yang memperhatikan sekeliling akhirnya mulai berjalan ke arah Cathan.


Alv tersenyum dengan aneh, "Mengapa tanggapan kalian jadi seperti ini? Bukankah luar biasa jika kita bisa menggunakan sihir setidaknya sekali?"


"Hahaha ... I-itu benar ..."


"Yang dikatakan tuan Imorgent benar,"


"Kalau begitu, mari kita lakukan,"


Para penyihir itu berusaha untuk menutupi kekecewaan mereka dengan mengatakan hal-hal yang baik.


Sementara itu Alv terdiam dan berpikir, 'Aku yakin mereka pasti akan melakukan sesuatu untuk dirinya sendiri tanpa menghiraukan yang lainnya,'


Alv menoleh ke arah lainnya, 'Salah satunya adalah merebut bola sihir itu lalu melakukan teleportasi keluar dari terowongan ini. Benar-benar sangat menjijikan,'


Cathan menghiraukannya dan mulai berkata dengan suara keras, "Setelah aku memberikan mana milikku pada penyihir muda aku akan memberitahukan apa yang seharusnya kalian akan dilakukan,"


Xyla memainkan rambutnya dan mengangkat tangannya untuk bertanya, "Saya selalu penasaran selama ini, Tuan Syvonne. Apakah memang bisa seorang penyihir dapat membagikan mana miliknya pada penyihir lain? Bukankah hal itu sangat mustahil?"


Lucy melebarkan matanya dan mulai berkata sambil menyentuh dagunya.


"Itu benar, Xyla. Aku bahkan sedetikpun tidak pernah terpikirkan hal itu!"


Pernyataan ini membuat para penyihir mulai berbicara satu sama lain.


Selama mereka belajar di akademi dan bekerja di menara sihir, kejadian dimana seorang penyihir membagikan mana miliknya kepada penyihir lainnya tidak pernah dijelaskan.


Itu bahkan tidak pernah terjadi.


Bahkan, Rygon juga memasang wajah angkuh dan tak bersahabat saat beberapa penyihir mulai mendekat dan bertanya padanya.


Max yang memperhatikan hal tersebut meneguk air di mulutnya dan berpikir, 'Itu berarti bahwa tuan Rygon sendiri juga tidak tahu,'


Alv menatap Cathan yang diam.


Alv menghela napas dan mulai membuka mulutnya, "Untuk apa mengetahuinya. Bukankah lebih baik kita bisa keluar dari terowongan ini dengan cepat?"


Cathan mengangkat bahunya dan berkata, "Siapa tahu. Karena itu, aku akan langsung membagikan mana milikku,"


Cathan menunduk sebentar dan kemudian membuka mulutnya, "Para penyihir muda, tolong untuk mendekat kepadaku,"


Xyla menatap Cathan tak percaya bahwa pertanyaannya di abaikan begitu saja.


Tetapi yang jauh lebih membuatnya tak percaya adalah para penyihir yang tidak memikirkan soal itu.


Mereka hanya berpikir untuk mendapatkan mana dan ingin melakukan sihir tanpa ingin tahu mengapa dan bagaimana bisa Cathan melakukan hal tersebut.


Xyla mendecakkan lidahnya merasa kesal.


"Jangan terlalu dipikirkan, Xyla,"


Xyla menoleh ke belakang dan menemukan bahwa Hazel tersenyum padanya.


Xyla tersenyum lalu mengangguk, "Ya, aku tahu,"


Hazel menyentuh pundak temannya itu dan berkata, "Kita akan tahu jika kita mengikutinya bukan?"


Xyla mengangguk kembali dan menjawab, "Ya, kau benar,"


Xyla dan Hazel akhirnya mulai berjalan ke arah Cathan dalam diam.


Para penyihir muda mendekat ke arah Cathan saling memandang dengan perasaan yang gugup.


Akashi yang terlihat acuh tak acuh pada awalnya, akhirnya mulai berjalan mendekat ke arah Cathan juga.


Ia berdiri di sebelah Max yang sedang menahan rasa menggigil di sekujur tubuhnya karena melihat Akashi yang diam.


Lucy yang sendari tadi bersama dengan Max mulai berjalan mendekati Xyla dan juga Hazel.


"Hmmm ... Ia sangat diam,"


Alv menoleh ke arah lain untuk memperhatikan sekitar dan juga mengamati pergerakan para penyihir tua dari jauh.


Alv melipat tangannya di depan dadanya dan bergumam, "Yang terpenting mereka akan patuh sejenak pada rencana milik Cathan,"


Cathan mengangkat tangannya dan berkata, "Semuanya bersiaplah!"


Semua penyihir muda saling memejamkan mata mereka dan mencoba untuk fokus.


Cathan, "Tolong tutup mata kalian dan bayangkan bagaimana kalian selalu merasakan mana yang mengalir pada tubuh kalian,"


"Ini sangat berbeda dengan saat pertama kali aku mengeluarkan cahaya dan kalian dapat mengeluarkan sihir kecil,"


Cathan mulai mengeraskan suaranya dan berkata, "Sekarang fokus!"


Ada 18 penyihir yang sedang berdiri berhadapan dengan Cathan sambil mengikuti arahan dari Cathan.


Pada awalnya mereka hanya diam dan terus berkosentrasi pada mana dalam tubuh mereka yang seperti tertutup.


Cathan berkata, "Saat kalian merasakan sesuatu yang berbeda, hal yang berbeda itu kumohon untuk di alirkan ke dalam tubuh kalian seperti kalian mengalirkan mana alam sebagai sumber utama mana,"


Tetapi kini, mereka semua merasakan angin kecil yang menyelimuti tubuh mereka.


Angin itu tidak terasa dingin maupun panas.


Juga tidak terasa hangat.


Hanya seperti angin yang lewat tanpa memberikan suatu tanda dan juga bekas.


Cathan yang sudah merasakan bahwa sepertinya itu berhasil akhirnya mulai berkata, "Setelah ini sihir teleportasi akan aku ijinkan. Kalian masing-masing akan membawa dua hingga tiga penyihir tua untuk berteleportasi,"


Beberapa dari para penyihir muda terkejut dengan pernyataan tersebut tetapi mereka masih fokus saat mengalirkan angin kecil itu ke dalam tubuh mereka.


Alv yang pada awalnya memandang para penyihir tua yang memasang wajah bingung mulai memandang ke arah para penyihir muda.


Alv mulai berkata, "Aku sudah mendapatkan koordinat untuk kita mendarat nanti. Jadi untuk sekarang lebih baik untuk fokus!"


Akashi mengeluarkan suara ******* kecil dan juga keringat.


Ia menghiraukan suara Cathan dan juga Alv yang mengatakan sesuatu.


Bukan hanya Akashi, melainkan para penyihir muda juga mengeluarkan keringat tanda mereka kesulitan saat mengendalikan mana yang datang.


"Jangan sampai lupa bahwa kalian masing-masing akan membawa dua hingga tiga penyihir tua untuk berteleportasi,"


Cathan memandang beberapa penyihir yang terjatuh dan seperti mengatur pernapasan mereka.


Salah satunya adalah Hazel yang langsung terduduk saat ia berhasil mengalirkan mana yang diberikan oleh Cathan mengalir di dalam tubuhnya.


Hazel menarik napas dan menghelanya dengan perlahan.


Hazel menatap Cathan dan mulai membuka mulutnya untuk bertanya, "A-apa ... Rasanya memang seperti ini? I-ini sangat ... Menyesakan,"


Cathan mengangguk dan mulai duduk di sebelah Hazel dan menepuk punggung Hazel dengan pelan.


"Atur pernapasan milikmu dengan baik. Lalu coba alirkan lagi hingga setiap organ milikmu mendapatkan sentuhan mana yang kuberikan,"


Hazel mengangguk pelan dan memejamkan matanya kembali.


Ia berkosentrasi dalam mengalirkan mana tersebut seperti yang dikatakan oleh Cathan.


Cathan mulai berdiri dan berkata kepada penyihir muda lainnya, "Jangan mencoba untuk mengendalikannya, lebih baik mencoba untuk bersatu. Itu tidak akan terasa menyakitkan,"


Alv mengerutkan keningnya dan menatap Cathan dengan bingung, "Mengapa mereka sangat kesulitan?"


Cathan mengangkat bahunya dan berkata, "Mungkin saja itu di karenakan perbedaan struktur dalam mana,"


Alv mengangguk sambil meletakan tangan di dagunya,"Begitu ya,"


Para penyihir tua yang duduk di seberang menatap para penyihir muda dalam diam.


"Aku tidak tahu bahwa pemberian mana itu ... Sangat menyakitkan,"


"Hmmm ... Ya, saya bahkan tidak berpikir jika itu akan membutuhkan waktu yang lama,"


"Tetapi ... Tuan-tuan, lihatlah. Mengapa tuan Syvonne tidak kenapa-napa?"


****