I Became A Child Of Wizarding Family

I Became A Child Of Wizarding Family
Chapter 18~ Terjebak di Gua



Tempat ini gelap dan juga lembap.


Tercium bau yang tak sedap menyeruak membuat hidung menjadi tak nyaman.


Terdengar suara tikus yang mencicit menemani perjalanan.


"Haah ... Haaah ..."


Cathan berhenti berjalan dan mulai mengatur napasnya.


Ada seseorang yang juga ikut berhenti lalu berkata, "Haah ... Perjalanannya masih sangat panjang tuan Syvonne,"


Cathan memejamkan matanya sejenak dan bersandar di dinding yang sudah berlumut.


Ia mencoba untuk melirik ke arah seseorang yang berbicara tersebut.


Cathan mengangguk dan berkata dengan nada rendah, "Ya ... Aku tahu itu,"


Cathan mulai menatap ke arah orang- orang lainnya yang juga sedang berhenti untuk mengatur pernapasan mereka.


Mereka telah melakukan perjalanan yang sangat panjang.


Sepertinya sudah lebih dari 10 jam mereka berjalan di tempat yang sama sekali tidak ada cahaya matahari yang menerangi tempat tersebut.


Mereka hanya mengandalkan cahaya dari jamur luminescent yang di perpanjang dengan sihir sebelum masuk ke tempat gelap ini untuk dapat melihat dalam gelap.


"Apakah anda memiliki sebuah rencana, tuan Syvonne?"


Cathan menggelengkan kepalanya lemah dan menanggapi dengan singkat, "Tidak,"


Mendengar jawaban Cathan beberapa orang menghela napas kasar.


Untuk beberapa saat suasana di sekitar mereka sangatlah hening, tak ada yang berbicara lagi.


"Haah ..."


Terlihat jelas di wajah mereka bahwa mereka sedikit kecewa dan juga merasakan ketakutan.


Tapi tidak ada dari mereka yang menyerukan suara kekecawaan.


Hanya terdengar suara napas kasar mereka.


Cathan yang menyender dinding tersebut mulai perlahan terduduk sambil mengeluarkan sebotol air dari kantung parsialnya.


Ia mencoba untuk membuka tutup botol itu dan meneguk air di dalamnya hingga di sisi mulutnya menetes beberapa air.


Cathan mengangkat kepalanya ke atas dan menghela napas, "Haaa ..."


Cathan menoleh kearah seseorang yang sedang membatu orang lainnya.


"Hei, Alv,"


Seseorang itu menoleh ke arah Cathan dan mulai mengerutkan alisnya.


Cathan mulai berdiri dan berjalan mendekati Alv yang terlihat sedang sibuk.


Cathan yang sudah mulai mendekati pria itu mulai membuka mulutnya dan berkata sambil menepuk pundak Alv, "Bisa kau ikut aku sebentar?"


Alv mengerutkan keningnya lalu mengangguk menanggapi pertanyaan Cathan dan mulai meminta beberapa orang di sekitarnya untuk melakukan sesuatu.


Cathan dan Alv mulai berjalan dan akhirnha berhenti saat mulai merasa telah memberikan jarak pada orang- orang lainnya.


Alv masih mengerutkan alisnya saat ia mengangkat wajahnya dan bertanya, "Kenapa?"


Cathan tersenyum pahit sejenak sebelum ia mencoba untuk mengeluarkan sesuatu dari balik mantel hitam panjangnya dan menunjukkannya kepada Alv.


Alv mulai menambahkan kerutan di wajahnya dan berkata dengan gentar, "Ini ..."


Cathan yang mengangguk mulai berkata dengan suara rendah yang hanya bisa mereka yang dengar, "Istriku yang mengirimnya. Ia memberikan sebuah pesan,"


Alv menghela napas dan berkata dengan penasaran, "Pesan dari Demetria? Pesan apa?"


Alv membelalakkan matanya tak percaya, "Louis? Anak itu? Mengapa?"


Cathan berkata dengan wajah marah dan juga khawatir, "Kemungkinan ini semua juga ulahnya. Istriku dan juga anak- anakku diserang olehnya saat berada di sekitar menara sihir,"


Alv yang mendengar perkataan sahabatnya itu mulai terus menatap Cathan dengan tak percaya, "Brengsek itu menyerang keluargamu?!"


Alv menggertakan giginya dan bergumam, "Apa dia sudah gila?!"


Cathan juga mengerutkan alisnya, "Kurasa dia memang sudah menjadi gila,"


Alv menggigit bibirnya dan berkata, "Apakah mungkin ... Hei, Cathan mungkinkah?"


Cathan mengangguk dan mulai menyentuh dagunya saat mulai berpikir, "Kurasa semua ini memang ada kaitannya dengan organisasi yang ia ikuti selama ini,"


"Beberapa bulan yang lalu ada saja teror aneh yang terjadi di seluruh kekaisaran dan juga kenaikan bahan pangan yang tak masuk akal,"


"Itu bahkan ..."


Alv mengerutkan alisnya dan memotong pembicaraan Cathan, "Hei! Apa kau ingin mengatakan bahwa ini juga ada kaitannya dengan kekaisaran? Atau memang ini semua adalah perbuatan dari organisasi sesat yang ia ikuti saat ini?"


Cathan mengangkat bahunya dengan lemah, "Entahlah. Tapi bukankah kau juga merasa? Ini semua terlalu aneh. Para rakyat sudah melayangkan protes kemana- mana, bahkan beberapa dari mereka melakukan tindakan anarkis,"


Alv terdiam saat mendengar tanggapan Cathan.


Cathan mengerutkan alisnya saat ia berkata, "Jika memang tak ada kaitannya dengan kekaisaran, tidak mungkin para bangsawan hanya diam saja. Mereka bahkan tidak mengatakan apapun! Mereka menutup kediaman mereka selama hampir setengah tahun ini!"


"Dan di sinilah kita ... Semua masalah itu akhirnya dilemparkan dengan seenaknya saja kepada kita para kaum penyihir!"


Alv menggelengkan kepalanya, "Tenanglah, Cathan,"


Cathan menggertakan giginya dan berkata dengan kesal, "Tenang? Di saat mereka bahkan menargetkan keluargaku?"


Alv mengerutkan alisnya dan berkata, "Kau tahu kan mengapa mereka menargetkan keluargamu?"


Cathan yang mendengar hal itu jadi mulai terdiam sejenak.


Alv melanjutkan lagi, "Kemungkinan ini untuk menangkap mu dan memonopoli sihir milik mu. Atau mungkin ada tujuan lainnya,"


Cathan bahkan tak bisa mengatakan apapun.


Ia sangat khawatir sekarang.


Alv menatap burung biru kecil yang berdiri dengan damai di atas telapak tangan Cathan.


Alv akhirnya mulai membuka mulutnya dan berkata, "Bahan pangan itu ... Mungkinkah sebenarnya mereka bukan menargetkan soal uang yang didapat dari penjualan bahan pangan?"


Cathan menghela napas dan mengangguk, "Kurasa iya. Apa kau ingat daerah selatan wilayah Rvensym?"


Alv mengangguk dan berkata, "Ya, aku ingat. Aku bahkan ingat bahwa ada sebuah tambang yang tahun lalu kau temukan itu, bukan?"


Cathan mengangguk sambil menghela napas, "Haah ... Apa kau tahu tambang apa itu?"


Alv yang masih mengerutkan alisnya itu mulai menggelengkan kepalanya, "Tidak. Bukankah itu di rahasiakan bahkan pada semua penyihir di menara sihir dan juga pada para bangsawan? Hanya kau saja yang memberitahukan aku tentang ini,"


Cathan mengangguk sekali lagi dan berkata sambil mengelus kepala burung biru kecil itu.


"Kau tau sebenarnya itu adalah tambang batu sihir,"


Alv membelalakkan matanya tak percaya saat ia mendengar informasi lainnya yang tak kalah membuatnya terkejut, "Tidak mungkin,"


Cathan mulai menjelaskan, "Wilayah Rvensym adalah wilayah penyumbang gandum terbesar di kekaisaran. Dan itu sudah berjalan selama puluhan tahun, harga tetap stabil selama ini. Tapi mengapa setelah tambang itu di temukan harga gandum di naikkan sedemikian rupa?"


"Bahkan, beberapa pedagang yang sudah biasa membeli gandum atau bahan pangan lainnya dari wilayah itu maupun yang hanya sekadar lewat untuk dapat menyebrang ke wilayah bangsawan Wolfed tidak lagi terlihat beberapa bulan belakangan ini?"


Alv mencoba untuk mengelola pikirannya saat mendengar apa yang dikatakan oleh Cathan.


Alv mulai berkata dengan wajah yang bingung, "Apakah mungkin wilayah Rvensym bekerja sama dengan organisasi sesat itu?"


****