I Became A Child Of Wizarding Family

I Became A Child Of Wizarding Family
Chapter 20~ Kabar Buruk (2)



Alv berjalan ke depan dan berteriak, "SEMUANYA KUMPUL KEMARI!"


Semua penyihir mulai saling memandang saat mendengar Alv berteriak seperti itu di tengah- tengah mereka.


Mereka jelas merasa bingung dengan sikap Alv.


Tetapi, Alv yang berteriak dan memanggil semua penyihir untuk mendekat padanya sebenarnya juga jauh lebih bingung dalam mengatasi masalah kali ini.


Alv memandang Cathan yang sekarang sedang terduduk sambil memasang wajah linglung.


Alv mengerutkan alisnya sambil menelan air di mulutnya dan berpikir, 'Aku tak bisa menyalahkannya jika dia sekarang menjadi seperti ini,'


Selama setengah tahun ini, Cathan dan Alv sangat sibuk baik itu di dalam menara sihir maupun di luar.


Semenjak kaisar jatuh sakit entah mengapa masalah muncul satu per satu.


Masalah itu menjadi sangat besar semenjak adanya permintaan tak masuk akal dari bangsawan pihak permaisuri kepada menara sihir dan juga beberapa pedagang.


Mereka meminta pembuatan artefak sihir dalam jumlah yang besar, bahkan mereka terkesan memaksa dengan tenggat waktu pembuatan artefak yang terbilang sangat singkat.


Lalu, beberapa bangsawan kecil yang biasanya tidak terlalu ikut campur dalam urusan politik, mendadak menyatakan bagaimana pengaruh keberadaan mereka bagi kekaisaran.


Mereka menuntun hak- hak bangsawan mereka yang membuat istana kekaisaran sangat sibuk meredakan situasi.


Mereka juga bahkan sampai bergabung kesana- kemari dengan bangsawan yang menjadi poros kekaisaran.


Lalu, wilayah pendukung keluarga kekaisaran menjadi lebih terkesan dingin dalam menghadapi unjuk rasa para rakyat.


Ini membuat para rakyat merasa bahwa mereka telah di abaikan dan merasa bahwa hak mereka tidak terpenuhi dengan baik.


Unjuk rasa rakyat juga ada kaitannya dengan harga pasar bahan pangan yang semakin tinggi.


Para pedagang juga mulai jarang mengunjungi daerah- daerah terpencil untuk menjual kebutuhan di musim dingin tanpa alasan yang jelas.


Hal ini membuat Tuan wilayah yang berdampak kesulitan dan mencoba membicarakannya dengan istana.


Lalu, Alv juga baru saja di beritahu oleh Cathan bahwa mungkin saja ini ada kaitannya dengan penemuan tambang batu sihir.


Alv berpikir, 'Apa mungkin ini merupakan perebutan hak kepemilikan tambang tersebut?,'


Dan sekarang Alv menyadari bahwa pulau ini telah dihancurkan dengan organisasi yang diduga ada kaitannya dengan semua ini.


Alv menghela kan napas dengan berat, 'Tsk. Nasibku memang sangat sial ternyata,'


Terlalu banyak hal- hal yang janggal.


Alv memandang beberapa penyihir dari menara sihir yang meskipun kebingungan dan terkesan jengkel dengan Alv, tetapi mereka tetap berkumpul di sekitar Alv.


Alv menatap para penyihir yang perlahan mendekat padanya dalam diam, 'Untuk saat ini, aku harus memberitahukan dulu informasi yang penting kepada mereka,'


Alv mulai menepuk tangannya untuk meminta perhatian penyihir- penyihir di sekitarnya.


Alv mulai membuka mulutnya dan berkata tanpa pendahuluan yang terkesan basa- basi, "Baiklah semuanya akan ada tiga informasi yang harus ku beritahukan pada kalian semua,"


Semua penyihir saling memandang saat mendengar perkataan Alv yang terlihat acuh tak acuh dengan wajahnya yang datar.


"Tuan Imorgent, informasi apa yang anda ingin sampaikan?"


"Tuan, apa ini ada hubungan sikap aneh anda berdua?"


"Apa ini membutuhkan pemikiran yang dewasa untuk mencerna informasinya?"


"Tuan Imorgent?"


"Tuan, saya ..."


Alv memasang wajah jengkel saat mendengar satu per satu perkataan dari penyihir- penyihir ini.


Alv memandang mereka semua dan berkata, "Bisakah kalian membiarkan aku berbicara terlebih dahulu?"


Beberapa penyihir yang sudah membuka mulutnya untuk bertanya kembali menutup mulut mereka dengan bingung.


Alv yang memperhatikan bahwa mereka semua mengikuti apa yang diminta olehnya mulai menghela napas.


Alv, "Pertama aku ingin memberitahukan pada kalian bahwa ... Baik aku maupun Cathan tidak tahu apa yang akan menyambut kita di ujung terowongan lembap ini,"


Semua penyihir yang mendengarnya menggeluarkan suara tak mengenakan dan mengerutkan alis mereka.


Salah satu wanita di kerumunan penyihir- penyihir itu, memainkan rambutnya dan bertanya dengan santai, "Saya mengikuti anda karena saya pikir anda mengetahui dengan baik terowongan ini,"


Mendengar pernyataan dari wanita itu beberapa penyihir saling berbicara menunjukkan kesan kecewa.


"Itu benar,"


"Benar sekali. Saya mengikuti anda berdua karena saya merasa anda tahu sesuatu,"


"Benar. Benar. Benar,"


"Kami rela harus menahan bau busuk selama ini,"


"Kau benar!"


Seorang pemuda dengan wajah tak percaya berbicara dengan gemetar, "Bukankah terowongan ini sudah ada sejak menara sihir di bangun? Bagaimana bisa pilar seperti anda berdua tidak tahu?"


Seorang lainnya menambahi dengan menundukkan kepala, "Jika saja saya tahu anda berdua tidak mengetahui terowongan dengan baik, lebih baik kami masih di menara sihir dan menunggu bantuan dari kekaisaran,"


Alv menghela napas dan mulai berkata, "Terowongan ini memang sudah ada sejak dulu. Kami para pilar juga mengetahuinya jalan ini dengan sangat baik,"


Pernyataan Alv membuat semua penyihir kebingungan lagi.


"Jika anda mengetahui dengan baik mengapa anda mengatakan bahwa anda tidak mengetahui apa yang akan kami sambut di ujung terowongan ini?"


"Jangan mengatakan hal dengan setengah- setengah, Tuan!"


Pemuda dengan rambut merah menatap dengan kesal ke arah Alv, "Benar, jika memang anda tidak tahu dengan baik dan hanya akan membuat kami celaka lebih kami kembali ke menara sihir,"


Dan seorang pemuda lainnya yang menggunakan tudung hitam panjang berkata, "Aku setuju denganmu, saudaraku. Jika kita menunggu di sana kita mungkin akan lebih aman,"


Mereka berdua mulai berjalan menjauhi kerumunan.


Membuat beberapa penyihir lainnya juga ingin bergegas kembali ke menara sihir.


Alv memperhatikan beberapa pemuda itu yang mulai berjalan untuk meninggalkan Alv.


Ketiga wanita yang saling memandang juga memutuskan untuk membawa barang bawaan mereka dan pergi kembali ke menara sihir.


Tetapi segera Alv berteriak, "Kedua. Menara sihir sudah hancur tak bersisa,"


Pernyataan ini segera membuat penyihir- penyihir yang sudah siap untuk kembali ke menara sihir mulai berhenti berjalan dan memandang Alv dengan mata yang tak berkedip.


"A- apa yang anda maksud, Tuan Imorgent?"


Pemuda dengan rambut merah terlihat sangat marah dan berteriak, "Jangan membuat candaan yang konyol!"


Pemuda dengan tudung mendekatinya dan mencoba untuk menahan amarah pemuda berambut merah tersebut, "Akashi, tenanglah!"


Mata Akashi mulai berubah menjadi warna merah terang dan berkata, "Tenang? Apa kau tak merasa, Max. Jelas sekali penyihir- penyihir tua bodoh ini yang mengatakan bahwa mereka adalah pilar kebanggaan menara sihir hanya ingin menggunakan kita sebagai objek mereka!"


"Pertama mereka membiarkan kita semua harus berjalan tanpa henti di tempat yang lembap dan bau ini selama beberapa jam. Dan ternyata mereka tidak mengetahui jalan terowongan ini?!"


Akashi menatap Alv yang berdiri diam ditempatnya dengan amarah, "Lalu sekarang mereka mengeluarkan candaan bahwa menara sihir sudah hancur?! Hah?!"


****