I Became A Child Of Wizarding Family

I Became A Child Of Wizarding Family
Chapter 26~ Jalan Keluar (2)



Cathan mengangguk sambil menoleh ke arah Alv yang sedang mengerutkan alisnya.


Cathan mengangkat tangannya dan mencoba menjelaskan, "Terdapat 47 penyihir tua dan juga ada 18 penyihir muda. Ini tidak termasuk saya ataupun Alv,"


Semua penyihir saling memandang saat mereka juga diam-diam menghitung jumlah penyihir yang ada di sana.


Xyla mengangkat wajahnya dan bertanya, "Lalu?"


Hazel menyentuh dagunya dan berkata, "Bisa dipastikan bahwa jumlahnya ada 67 penyihir,"


Cathan mengangguk sambil melipat tangannya di depan dadanya, "Kau benar,"


Hazel mengerutkan keningnya dan bertanya, "Lalu apa yang ingin anda lakukan?"


Cathan berkata, "Aku akan membagikan mana ku kepada para penyihir muda,"


Para penyihir muda mulai saling bertatapan satu sama lain.


Mereka terlihat bingung tetapi saat mendengar kata 'mana', mereka mulai memikirkan sesuatu di kepala mereka.


Beberapa dari mereka bahkan membuat sudut mulut menjadi naik membentuk senyuman.


Mereka berpikir bahwa mereka bisa dengan mudah melakukan sihir dan pergi dari sini secepatnya.


Akashi mengerutkan keningnya dan tetap diam saat menunggu Cathan melanjutkan pembicaraannya.


Cathan melihat ke sekeliling dan terlihat tersenyum saat mengetahui masing-masing pemikiran itu.


Para penyihir muda menganggukkan kepala mereka dengan wajah yang terlihat senang.


"Baiklah, saya setuju dengan anda, Tuan Syvonne,"


"Saya juga ... Setuju,"


"Itu, benar. Lebih baik diberikan pada penyihir muda seperti kami,"


Tetapi ...


"Tunggu dulu, Syvonne. Apakah kamu yakin akan membagikannya kepada pemuda ini?"


"Mereka bahkan tidak lebih baik dari pada kami yang jauh lebih berpengalaman dalam sihir,"


"Yang dikatakannya benar, Syvonne. Lebih baik para penyihir yang berpengalaman saja seperti kami,"


Pernyataan dari para penyihir tua tidak kalah ributnya dengan penyihir muda.


Mereka bertengkar satu sama lain, menyatakan kehebatan mereka.


Para penyihir muda mengatakan tentang bagaimana mereka yang sudah tua menjadi beban dalam perjalanan dan pastinya akan menyedot banyak mana dari Cathan.


Sedangkan, para penyihir tua mengatakan bahwa para penyihir muda terlalu impulsif dalam menggunakan mana.


Cathan dan Alv saling memandang saat pertengkaran itu berlangsung.


Bahkan, kalimat yang tidak pantas diucapkan keluar dari masing-masing kelompok.


Akashi membuang wajah dan bergumam, "Hmmm ... Menjijikan,"


Max mengerutkan keningnya dan tetap menunggu Cathan berbicara.


Tetapi ...


10 menit ...


15 menit ...


30 menit ...


1 jam ...


Dan akhirnya 2 jam berlangsungnya pertengkaran itu, Cathan hanya diam tidak melerai pertengkaran yang dilakukan oleh mereka.


Para penyihir yang dari tadi adu mulut mulai merasakan lelah dengan sendirinya.


Mereka menoleh ke arah Cathan yang sedang berbicara dengan Alv.


"Tuan Syvonne?"


"Haah ... Mengapa anda tidak ... Mengatakan sesuatu?"


Cathan menoleh dan mulai memperhatikan sekeliling.


Pada awalnya mereka hanya akan beristirahat selama 30 menit.


Tetapi karena mereka yang tidak bisa membiarkan satu pun menang dalam menggunakan mana yang akan di berikan oleh Cathan menjadikan waktu istirahat semakin panjang.


Salah satu penyihir dari kelompok penyihir tua juga melayangkan protesnya.


"Apakah anda membuat kami membuang waktu yang berharga? Atau anda hanya menyampaikan maksudmu itu tanpa sebuah aksi?"


Cathan menggertakan keningnya dan berkata, "Saya hanya menyampaikan sedikit rencana saya. Tetapi anda semua membuat saya tidak bisa melanjutkan rencana yang saya ingin utarakan,"


Cathan menguap lalu melanjutkan, "Apakah semua sudah selesai? Atau ingin melanjutkan pertengkaran yang tak berguna ini?'


Cathan tersenyum, "Sangat menyenangkan untuk mengetahui kepribadian seseorang hanya dengan mengeluarkan satu umpan, bukan?"


Semua penyihir yang berada di sana khususnya yang melakukan pertengkaran beberapa waktu yang lalu mulai merasa malu.


Bahkan, para penyihir tua mulai membuat batuk palsu setelah mendengar Cathan mengatakannya.


Alv yang melihat hal ini mulai bergumam, "Inilah mengapa aku sangat tidak suka berbaur dengan mereka,"


Cathan mulai berdeham lalu berkata, "Mana saya akan di berikan pada penyihir muda ..."


Sebuah suara memotong perkataan Cathan, "Tuan Syvonne?!"


Cathan terdiam dan menoleh ke sumber suara tersebut, "Ya, Tuan Rygon?"


Rygon menatap tajam ke arah Cathan dan berkata dengan tegas, "Aku sudah mengatakannya, bukan? Lebih baik para penyihir yang sudah berpengalaman yang mendapatkannya,"


Alv membuang wajahnya dan menghela napasnya dengan kasar, "Pria tua itu akan sulit untuk di hadapi,"


Rygon adalah penyihir tertua di menara sihir pertama pulau Witchery berdasarkan usia.


Meskipun ia bukan lah master menara sihir apalagi wakil master, tetapi ia selalu bersikap bahwa ia adalah salah satu tokoh penting di dalam menara sihir.


Alasannya hanya karena ia adalah penyihir yang berpengalaman.


Sikap percaya dirinya itu benar-benar membuat Alv merasa muak.


Ia selalu ingin merasa lebih hebat dari siapapun bahkan dengan master menara sihir.


Alv tersenyum dengan cara yang aneh dan memutar bola matanya dengan malas, "Bahkan ia belum memasuki tingkat ke 5,"


Cathan tersenyum, "Tetapi, tuan Rygon. Saya lebih merasa bahwa para penyihir muda lah yang tepat untuk mendapatkannya,"


Rygon tersebut kecut saat ia menatap Cathan, "Mengapa kau tidak merasa bahwa mereka hanya akan mengacaukannya? Sekarang berikan padaku,"


Cathan, "Berikan apa?"


Rygon membuka tudung di kepalanya, "Apalagi? Ya tentu saja mana,"


Cathan menghela napas dan berpikir, 'Karena inilah aku sangat malas melakukannya dari awal,"


Cathan tersenyum dengan hormat, "Tetapi, tuan Rygon. Yang berhak untuk memutuskannya adalah saya,"


Rygon mengerutkan alis tanda tidak percaya apa yang dikatakan oleh Cathan, "Tetapi kau tidak lebih berpengalaman dari pada saya dalam menggunakannya,"


Cathan terkejut tetapi ia tetap memasang wajah biasa saat ia berkata, "Tetapi ini adalah mana milik saya,"


Rygon mencoba untuk membuka mulutnya tetapi Cathan langsung berbicara, "Dan karena ini adalah mana milik saya. Saya yang berhak memberikan pada siapa,"


Rygon langsung menutup mulutnya dan menatap Cathan tak percaya.


"Kau akan menyesalinya nanti. Mereka hanya akan menggunakannya untuk sesuatu yang tidak perlu,"


Cathan tersenyum, "Tidak perlu khawatir, tuan. Saya memiliki rencana. Karena itu, bisakah anda mendengarkan saya sebentar saja?"


Cathan tidak menunggu tanggapan dari Rygon dan menoleh ke sekitar sambil berkata, "Bisakah?"


Cathan menoleh ke arah Alv lalu mengangguk.


Beberapa penyihir akhirnya menyetujui untuk mendengar rencana yang akan dibicarakan oleh Cathan.


Meskipun banyak juga dari mereka yang ingin menang sendiri.


Alv menatap kesal pada kerumunan penyihir tersebut.


Ia mendecakkan lidahnya dan berpikir, 'Wajah mereka benar-benar sangat membuatku muak,'


Alv dan Cathan sebelumnya berbicara sejenak saat para penyihir muda dan penyihir tua bentrok pendapat.


Cathan yang mengerutkan kening mengingat apa yang dikatakan oleh Alv kepadanya.


Alv, "Cathan, meskipun para penyihir tua terlihat tidak memiliki masalah tentang hal ini dan terlihat tidak peduli, kau jangan lupa bahwa mereka pasti memiliki rencana sendiri,"


Cathan menatap mata Alv dengan lurus dan mulai mendengarkan kembali apa yang dikatakan Alv, "Mereka itu sangat egois. Berhati-hatilah,"


Cathan menghela napas setelah mengingat perkataan Alv sebelumnya.


Cathan menatap semua penyihir yang mengerumuninya dan membuka mulutnya.


"Mana milikku hanya terbatas pada 20 orang saja dan ada batasan dalam penggunaan sihir di dalamnya,"


Semua penyihir berbisik satu sama lain, itu juga berlaku untuk Rygon yang menatap sinis ke arah para penyihir muda sambil berbisik pada penyihir tua di sekitarnya.


Cathan tersenyum nakal dan berkata, "Karena itu, saat aku memberikannya pada beberapa dari kalian. Kalian tidak akan bisa menggunakan sihir lain tanpa izin dari aku,"


Akashi yang sudah bersandar lagi di dinding terowongan mulai termenung sendirian.


Max mengangkat tangannya dan mulai bertanya, "Jadi, meskipun kami ingin mengeluarkan sihir penghangat itu tidak akan bisa tanpa izin dari anda, Tuan Syvonne?"


****