I Became A Child Of Wizarding Family

I Became A Child Of Wizarding Family
Chapter 19~ Kabar Buruk



Alv menundukkan kepalanya berpikir, 'Wilayah Rvensym bekerja sama dengan organisasi sesat itu?'


Wilayah Rvensym berada di antara wilayah Wolfed dan juga wilayah pusat kekaisaran.


Wilayah Rvensym adalah sebuah wilayah yang di kelola oleh salah satu keluarga bangsawan pendiri kekaisaran, Frugraven.


Frugraven merupakan keluarga yang sangat pandai dan cakap dalam urusan administrasi.


Keluarga bangsawan itu selalu melahirkan penerus yang dapat diandalkan dalam hal kepandaian.


Itu merupakan salah satu faktor mengapa Frugraven selalu di tempatkan sebagai tangan kanan para kaisar.


Alv mulai termenung, 'Jika sampai keluarga bangsawan yang merupakan tangan kanan kaisar ikut campur dalam hal ini,'


Cathan membuyarkan lamunan Alv dengan berkata, "Tapi ini masihlah sebuah hipotesis. Mungkin saja ada faktor lainnya yang mempengaruhi,"


Alv mengerutkan keningnya dan bertanya, "Jadi maksudmu kau juga masih ragu dengan semua ini?"


Cathan mengangguk membenarkan perkataan Alv, "Ya,"


Alv menghela napas dan mulai berkata, "Apakah kau ingin mencari tahu?"


Cathan terlihat terdiam sejenak saat mendengar pertanyaan Alv.


Alv menatap Cathan dan berkata, "Kau masih bingung ya?"


Cathan menghela napas dan mulai merogoh kembali ke dalam mantelnya.


Alv yang melihat itu mengerutkan keningnya lebih dalam saat ia melihat burung biru kecil lainnya.


Alv menunjuk burung yang warnanya sedikit lebih cerah di bandingkan burung biru yang pertama, "Apa ini juga dari istrimu?"


Cathan mengangguk dengan pelan dan berkata dengan lirih, "Ya ... Ini datang beberapa menit sebelum kita memutuskan untuk beristirahat sejenak,"


Alv mulai memperhatikan dan berkata, "Pesan apa yang dibawa olehnya?"


Cathan menggumamkan sesuatu kepada burung itu.


Itu menghabiskan beberapa menit saat Cathan seperti berbicara dengan burung kecil itu.


Dan secara perlahan tatapan Cathan menjadi sangat aneh.


Keringat dingin mulai menetes dari dahi Cathan.


Alv mengerutkan alisnya dan menunggu Cathan untuk membuka mulutnya bercerita padanya.


Cathan menatap Alv tanpa bicara, seperti ia harus merangkai atau juga harus menenangkan pikirannya yang kacau.


Ia mulai membuka mulutnya dan berkata, "Demy mengatakan bahwa Me


mereka juga menghancurkan pulau ini ..."


"..."


Alv terdiam, mencoba untuk mencerna perkataan Cathan yang mendadak seperti itu.


Mata Alv terbuka lebar dan berbicara dengan suara yang sedikit lebih keras, "A- apa maksudmu? Hei?! Cathan?!"


Alv membelalakkan matanya dan mulai menggaruk kepalanya yang tak gatal, "Menghancurkan? Pulau ini? Yang benar saja!"


Cathan memiliki pandangan yang kosong saat ia mulai menanggapi pernyataan Alv dengan mengangguk lemah.


Alv menggertakan giginya marah dan maju saat ia mulai meraih tubuh sahabatnya itu lalu mencengkeramnya dengan kasar.


Alv mulai berteriak, "Apa maksudmu, Cathan?!"


Cathan masih terdiam dan menggumamkan sesuatu.


Alv juga memiliki wajah yang tak bisa di definisikan, "Tidak mungkin mereka menghancurkan pulau ini?! Sihir perlindungan ada dimana- mana!"


Alv menatap Cathan yang menjadi linglung, "Pesan itu mungkin saja salah kan?"


Alv menarik kerah mantel hitam milik Cathan dan berteriak, "Hei, Cathan?! Jawab aku, bodoh!!"


Mendengar keributan dari arah yang agak berjauhan, beberapa penyihir yang sedang beristirahat dan berbicara kepada teman lainnya menoleh ke arah Cathan dan Alv berada.


"Ada apa dengan mereka?"


"Bukankah mereka tidak pernah seperti ini sebelumnya?"


"Entahlah ..."


Mereka kebingungan saat mengalami kejadian penyerangan di menara sihir beberapa jam yang lalu yang membuat mereka harus berjalan sangat lama di tempat yang gelap dan lembap ini.


Dan sekarang mereka harus melihat dua penyihir yang merupakan bagian dari pilar menara sihir sedang bertengkar dengan hebat di terowongan yang gelap dan lembap.


Hal ini membuat beberapa penyihir merasa aneh dan mulai mendekati mereka mencoba untuk melerai pertengkaran tersebut.


Tapi mereka juga kebingungan di saat mereka melihat bahwa wajah mereka jauh dari kata baik.


Wajah mereka seperti ...


"Ketakutan?"


"Hei! Berhenti bicara omong kosong, bantu aku untuk menjauhkan mereka berdua,"


Beberapa penyihir yang lebih muda melakukan sebisa mereka untuk menjauhkan kedua penyihir yang sedang bertengkar itu.


"Kenapa tiba- tiba mereka begitu?"


Seorang wanita dengan rambut pendek berambut coklat mengangkat bahunya tak peduli, "Memang para pria seperti itu,"


Wanita lainnya yang sedang menguncir rambutnya yang berwarna biru menggelengkan kepalanya, "Kurasa bukan masalah sepele,"


Wanita yang tadi menguncir rambutnya mulai menarik tudung dan mengenakannya lalu ia berkata sambil mengangkat bahunya, "Entahlah,"


"Hah???"


Wanita berambut pendek itu berkata dengan nada tawa, "Hahaha ... Yang benar saja ... Kupikir kau akan tahu alasan mereka melakukan hal seperti itu di situasi seperti ini,"


Mereka bertiga terus berbicara hal lainnya sambil melihat Alv yang mengamuk.


Sedangkan, Cathan ...


Dia menjadi linglung.


Hari itu mereka semua beristirahat jauh lebih lama dari biasanya.


Mereka menggunakan bahan- bahan pangan yang mereka bawa untuk di jadikan makanan.


Mereka juga berulang kali membuat api di terowongan ini.


Tetapi sayangnya karena tempat yang lembap dan tak ada cahaya sama sekali ini membuat api itu tak bertahan lama.


Seorang pria terduduk di sudut sambil terus menatap tanah dalam diam.


Cathan mengusap wajahnya secara kasar berulang kali.


'Pulau di hancurkan, Chatty ...'


'Desa Rody dan sekitarnya dihancurkan,'


'Aku tak dapat membantu mereka ... Karena aku ... Terlalu takut, Chatty ...'


'Aku takut mereka mengincar anak- anak ...'


'Aku dan anak- anak menunggumu di rumah ...'


'Jadi kumohon, tolong tetap hidup,'


Itu adalah pesan terbaru yang disampaikan Demetria melalui burung kecil untuk Cathan.


Tetapi tidak ada lagi pesan yang di kirimkan oleh Demetria mengenai kabar mereka saat ini.


Cathan merasakan rasa khawatir yang sangat hebat.


'Bagaimana jika mereka masih menungguku di sana?'


'Bagaimana jika mereka tertangkap?'


'Bagaimana?'


'Bagaimana?'


'Bagaimana?'


'Bagaimana?'


Cathan mengeluarkan keringat dingin dan merasa sangat frustasi.


Ia bahkan terus menggaruk kepalanya yang tidak gatal hingga mengeluarkan darah.


"Hentikan, bodoh!"


Cathan menoleh ke atas dan menatap Alv yang mengerutkan alisnya dengan kesal.


Cathan, "Ah ..."


Alv melihat bahwa Cathan tidak melukai dirinya lagi mulai menarik napas dalam- dalam.


Cathan diam- diam menatap sahabatnya itu dan berpikir, 'Alv pasti juga merasa khawatir. Istrinya ...'


Alv mengangkat tangannya dan mulai memukul Cathan hingga ia jatuh tersungkur.


"Hei?! Tuan Imorgent apa yang anda lakukan?!"


"Heee?! Kenapa ini?!"


"Tuan Imorgent memukul Tuan Syvonne?"


"Apakah mereka sedang bertengkar?"


Alv mulai di tarik ke belakang oleh beberapa penyihir.


Sedangkan Cathan masih tersungkur di tanah tanpa bergerak sedikitpun.


Alv merasa kesal dan mulai berteriak, "Bukan hanya kau yang stress!"


"Bangun, Cathan! Keluarga mu masih hidup! Jangan menyimpulkannya begitu saja!"


Tetapi Cathan merupakan seseorang yang terlalu perasa jika itu mengenai keluarganya.


Cathan bergerak sedikit dan berkata dengan lemah, "Tidak ... Ada ... Kabar darinya ..."


Alv berhenti memberontak dan berkata kepada penyihir- penyihir yang memeganginya, "Lepaskan,"


"Tapi ... Anda akan ..."


Alv menggeleng sambil menghela napas, "Tidak. Lepaskan. Aku, ada sesuatu yang ingin ku beritahu pada kalian,"


Mereka mulai melepaskan Alv dan saling memandang kebingungan.


Alv mulai berjalan ke depan dan berteriak, "SEMUANYA KUMPUL KEMARI!"


****