
Max menatap kumpulan para penyihir tua itu dan berbicara dengan nada rendah, "Haah ... Bukankah mereka penyihir kelas 4? Bagaimana bisa mereka sangat payah begitu?"
Lucy yang duduk di sebelah Max menatap ke arah lainnya dan ikut mengomentari, "Kudengar bahwa penyihir tidak akan menua. Tetapi setelah masuk ke menara sihir ini aku tidak percaya dengan kata-kata itu,"
Max menganggukkan kepalanya sambil menatap para penyihir tua yang memukul pinggang mereka dengan pelan, "Aku setuju denganmu. Sebelumnya aku juga berpikir seperti itu, tetapi saat aku juga menghadapi sebuah fakta aku mulai merasa seperti wajah aku disiram air dingin,"
Lucy menoleh untuk menatap Max yang masih sesekali menarik napas, "Apakah mungkin kita juga akan menua dan sangat payah seperti itu? Jika iya, aku lebih baik tidak menjadi penyihir!"
Max menggelengkan kepalanya, "Tidak. Kurasa hanya beberapa orang saja yang seperti itu,"
Lucy mengerutkan keningnya dan bertanya, "Apa maksudmu?"
Max menunjuk dua orang yang sedang asik berbincang sendiri dan mulai berkata, "Kau lihat dua orang itu? Aku dengar mereka bahkan lebih tua dibandingkan Tuan Rygon. Entah itu rumor atau kenyataannya sih,"
Dua orang yang di maksud oleh Max tak lain dan tak bukan Cathan dan juga Alv.
Max dan Lucy menatap Cathan dan Alv yang sedang berbicara.
Lucy mengerutkan keningnya dan mulai mendekatkan mulutnya ke arah telinga Max, "Apa maksudmu lebih tua dari Rygon si penyihir yang paling tua itu?"
Max mengangguk, "Kudengar Tuan Rygon berusia 99 tahun pada tahun ini dan dari apa yang aku dengar bahwa sebenarnya tuan Syvonne dan juga tuan Imorgent sudah berusia di atas 100 tahun. Mungkin saja,"
Lucy membuka matanya lebar terlihat bahwa dia sangat tertarik, "Benarkah? Kupikir mereka masih berusia dua puluhan tahun,"
Max terkekeh, "Hebat, bukan? Bahkan, sihir mereka sangatlah kuat. Itu juga pasti merupakan sebuah alasan mengapa para penyihir tua itu sangat membenci tuan Syvonne dan tuan Imorgent,"
Lucy menganggukkan kepalanya dengan cepat, "Iya! Kau benar! Aku tak percaya bahwa penyihir yang selalu aku impikan sebenarnya nyata! Penyihir awet muda!"
Max entah mengapa mulai tersenyum saat melihat sikap bersemangat dari Lucy.
Max mengangkat tangannya dan mulai mengelus kepala Lucy sambil berkata dengan riang, "Hahahaha. Kau seharusnya senang bukan? Setidaknya bayangan penyihir yang sebenarnya ada di kepala mungil mu itu masih bisa di buktikan, tidak seperti para penyihir tua payah itu,"
Lucy terdiam tidak menanggapi apa yang dikatakan oleh Max, "..."
Max yang berpikir bahwa Lucy merasa nyaman mulai mengelusnya lebih sering, "Apa kau suka jika aku mengelus kamu seperti ini, adik kecil?"
Lucy meraih tangan Max dan mencengkeramnya kuat.
Max terkejut karena merasakan sakit, "Aduh?! Sakit ... Sakit, adik kecil,"
Lucy menoleh dan berkata dengan gigi terkatup, "Siapa yang kau maksud adik kecil, br*ngs*k!"
Max membuat wajah terkejut, "Heh?!"
Lucy mulai melepaskan diri dan memukul kepala Max dengan tongkat yang ia keluarkan dari kantung parsialnya, "Jangan sembarangan menyentuh kepalaku, br*ngs*k!!!"
Max yang tidak sempat untuk melindungi diri mulai berteriak, "Ahhhhhhhhh!!!!"
Beberapa penyihir itu menoleh ke arah keributan dan mulai tertawa.
Cathan dan Alv juga sejenak menoleh dan mengerutkan keningnya merasa heran.
Alv, "Apa yang sebenarnya mereka lakukan sih?"
Cathan menghela napas dan berkata, "Biarkan saja mereka,"
Alv melipat kedua tangannya dan meletakkannya di depan dada lalu berkata, "Apa yang harus kita lakukan, Cathan?"
Cathan menggertakan keningnya lebih dalam dan belum menanggapi pertanyaan Alv.
Alv melirik sejenak kumpulan para penyihir tua dan berkata dengan lirih, "Mereka pasti saat ini sangat kesulitan. Hampir seumur hidup mereka, mereka menggunakan mana. Tapi sekarang mereka tidak melakukannya,"
Alv menatap dengan wajah yang tertekuk, "Bahkan wajah mereka perlahan membiru,"
Cathan menghela napas dan berkata, "Tidak ada pilihan lain, Alv. Lebih baik aku membagikan mana-ku secara menyeluruh,"
Alv menatap Cathan tidak percaya, "Apa kau sudah gila? Bagaimana jika si Louis itu tiba-tiba muncul saat kau sedang kehabisan mana?"
Cathan menjilat bibirnya dan terlihat frustasi, "Lalu bagaimana? Jika kita terus berjalan seperti ini bisa di pastikan kita akan sampai seminggu lagi,"
Alv menggaruk kepalanya dengan frustasi, "Haah ... Tubuh yang sudah menua layaknya manusia biasa tanpa sihir ataupun aura. Pasti melelahkan,"
Untuk sementara waktu mereka tidak saling mengeluarkan suara.
Cathan dan Alv sesekali membuka mulut mereka tanpa suara lalu menutupnya kembali.
Itu terjadi beberapa menit.
Hingga pada akhirnya, Cathan menepuk tangannya terlihat seperti dia menemukan sebuah ide.
"Hei, Alv. Aku sepertinya memiliki sebuah rencana,"
Alv mendongak dan bertanya, "Benarkah? Rencana apa?"
Cathan mengangguk dan mulai berjalan menjauhi Alv.
Alv mengerutkan keningnya, "Hei?!Apa yang ingin kau lakukan, Cathan? Jangan sembarangan!"
Cathan menepuk tangannya dan berbicara dengan suara yang keras, "Semuanya, bisa kalian memperhatikan aku sebentar?"
Para penyihir mulai menoleh ke arah Cathan yang sudah berdiri di tengah-tengah.
Bahkan, Lucy yang sejak tadi memukul Max mulai menoleh ke arah Cathan.
Lucy menggertakan kening, "Apa yang ingin dilakukannya?"
Cathan juga mulai berteriak, "Tolong berkumpul sebentar kesini!"
Para penyihir dan juga Lucy mulai berjalan mendekati Cathan.
Xyla dan Hazel yang duduk agak berjauhan dengan yang lainnya juga mulai berjalan mendekati Cathan.
Akashi tetap berdiri sambil bersandar pada dinding yang dingin dan lembap.
Tetapi ia memperhatikan dari jauh dalam diam.
Cathan yang merasa bahwa mereka sudah berkumpul di dekatnya kecuali beberapa penyihir yang masih kelelahan, akhirnya mulai membuka mulutnya.
"Kita akan melakukan sihir teleportasi,"
Akashi tanpa sadar tidak lagi bersandar pada dinding.
Ia menatap Cathan yang berkata dengan santai di tengah-tengah para penyihir.
Akashi mengerutkan keningnya, "Apa?"
Bukan hanya Akashi yang terkejut dengan pernyataan Cathan.
Semua penyihir di sana terkejut.
Bahkan, Alv mulai berjalan mendekati Cathan dan bertanya dengan bingung, "Apa maksudmu, Cathan?"
Xyla mengerutkan keningnya sambil melipat tangannya di depan dada juga bertanya, "Mengapa anda tiba-tiba mengatakannya? Padahal sebelumnya anda mengatakan bahwa itu dapat membunuh anda?"
"Benar. Mengapa sekarang?"
"Saya tidak mengerti, tuan Syvonne,"
Beberapa penyihir mengangguk dan saling memandang satu sama lain.
Mereka mengutarakan pertanyaan-pertanyaan kepada Cathan.
Cathan mengeluarkan batuk palsu dan berkata, "Itu memang beresiko pada tubuhku. Tetapi, aku menemukan satu cara dimana bisa meminimalisir kerusakan pada tubuh saya dan juga penggunaan mana,"
Max mulai berkata dengan hati-hati, "Kalau begitu, tuan Syvonne. Bisakah anda memberitahukannya?"
****