
Diana POV
Asram atau apartemen adalah ruangan bagi para penulis dan pembaca untuk beristirahat. Biasanya satu kamar terdiri dari 2-3 orang. Setiap ruangan terdiri dari 3 kamar tidur, satu dapur, 2 kamar mandi, 2 ruang kerja, dan satu ruang tamu.
Wow, itu sangat luas bukan?
Aku mandi, gosok gigi, dan makan. Secara literal, aku tidak perlu melakukan itu karena aku sudah mati. Namun, aktivitas seperti ini diwajibkan untuk menghilangkan stress dan tekanan yang terlalu berat. Juga supaya para pekerja tidak kehilangan akal sehat dan merasa sedikit hidup.
Duduk di kamarku, aku meregangkan badan sembari mengawasi si penjahit tanpa nama bersama teman sekamarku di tubuh laki-laki berusia 14 tahun, Gregorius. Dia adalah penulis muda yang masuk tahun ini.
"Em.. Diana, apa kau yakin ini diperbolehkan oleh atasan kita?"
"Iya. Aku adalah salah satu anggota MPU— Lembaga yang mengatur pembaca dan penulis. Jangan terlalu dipusingkan. Kita mengikuti semua syaratnya"
".. Kita baru saja menemukan karakter yang sadar. Kita sebaiknya melapor. Setidaknya agar kita tidak terkena masalah, bukankah kita mengganti karakter lain?"
Gregorius menatapku khawatir. Dia terlihat kewalahan. Jujur, aku tidak memilih si penjahit dengan suatu alasan. Hanya kebetulan dia adalah salah satu orang tersisa di kota. Tapi yang membuatku memilihnya adalah dari riwayat kegiatannya yang tercantum di tablet ku.
Sekitar 2 bulan yang lalu, dia berhenti berhenti menari di tengah kerumunan orang-orang dan hanya terdiam. Karakter itu melihat ke sekelilingnya dengan aneh sebelum menengadah ke atas langit. Ekpresi wajahnya membuatku tersentak saat aku melihatnya. Matanya membesar seakan-akan dia melihat sesuatu di atas langit. Mulutnya menggumamkan sesuatu yang tidak jelas hari itu.
Wajahnya mengatakan dia baru saja menyadari sesuatu. Dan itu sesuatu yang dia seharusnya tidak boleh sadar.
—— Siapa.. namaku?
Itulah yang dia katakan hari itu. Setelah mencari latar belakangnya secara singkat, aku memutuskan untuk memilihnya. Terlebih lagi, agar dia tidak jatuh ke tangan para penulis, tidak memberikannya nama adalah sebuah keharusan.
Tanpa nama, mereka tidak akan melacaknya. Di dunia ini, ada banyak sekali penjahit berambut hitam dan bermata biru. Dan walaupun mereka menemukannya, mereka tidak bisa menulis takdirnya seperti milik Gisella. Serinci apapun mereka coba menargetkannya dengan deskripsi detail, itu mustahil dilakukan tanpa sebuah nama.
"... Aku akan menggantinya setelah kita selesai menyelamatkan Gisella. Setuju?"
Gregorius mengerutkan keningnya, tidak menyetujui ku. Dia tidak terbiasa dnegan tempat ini dan takut dihukum. Menggigit bibirnya, dia berkeringat dingin dengan panik tiba-tiba.
"M, Mengapa kau ingin menyelamatkan seseorang yang bahkan tidak hidup dan nyata?"
"...." Itulah pertanyaan yang pernah kutanyakan pada diriku sendiri ketika aku melakukan tugasku untuk pertama kalinya. Aku sudah mati dan tidak pelru kerja lagi. Lalu mengapa kami semua ada disini?
Aku mendapatkan sebuah kesimpulan tahun lalu akan jawabannya.
—— Untuk mengatur negeri dongeng yang kami tak pernah tahu keberadaannya. Dan di dalamnya, terdapat manusia dan makhluk lainnya yang berdiam diri.
"Haha, Greg.. aku tahu perasaanmu. Namun, mereka jugalah makhluk hidup di dalam sana. Itulah sebabnya, kita berada disini untuk membantu mereka menata negeri dongeng"
Gregorius menghela nafas, mengangguk. Dia tidak terlihat menyetujui ku tetapi bersukarela membantuku. Dia mungkin tidak mengerti sekarang. Masih banyak yang harus dia pelajari. Kelak kedepannya dia akan memgerti tanggungjawab dan tugasnya.
"Mari kita lanjutkan saja observasi kita"
...***********...
Third POV
Pesta telah dimulai dan semua pintu masuk sudah tertutup rapat. Ia mengintip dari celah pintu, melihat ruangan pesta yang berdesak-desakan. Bertekad untuk masuk menemui temannya, dia memanjat tiang fondasi istana dan masuk dari sebuah jendela di lantai 2.
Disana, ia bisa melihat semuanya dari atas dengan jelas sebab hanya sedikit orang yang berada disana. Dia menemukan temannya berada di ruangan tersebut sedang menyaksikan pemberkatan kelahiran putri Aurora oleh 3 peri berwarna-warni.
"S, Syukurlah.. aku tidak terlambat." Si penjahit mengeluarkan ******* lega. Temannya baik-baik saja dan tidak ada masalah yang terjadi. Dari kata kotak tersebut, temannya akan tertimpa bencana yang luar biasa. Ia berusaha semampunya untuk mencegah kejadian buruk yang diberitahukannya.
Walaupun ia tidak tahu kejadian apa yang akan terjadi, ia bisa bernafas sedikit sekarang. Sayangnya, kelegaannya tidak berlangsung lama seketika kejadian yang ia takuti tidka kunjung muncul. Ia mulai bernafas berat melihat 3 peri yang memberkati putri Aurora di keramaian yang mulai menuju ke klimkas adegan.
Seketika ia melihat giliran peri terakhir tiba, nafasnya berhenti dengan kemunculan api bewarna hijau dan tawa sinis bergema di tengah ruangan. Sosok bertanduk yang muncul dihadapan semua orang tidak lain adalah seorang peri jahat dari hutan terlarang dan penguasa kejahatan dalam 600 tahun-- Maleficent.
Dia dikenal tidak mempunyai hati sebab ia tidak mengerti cinta dan kebahagiaan. Namanya adalah apa yang semua orang paling takutkan di kerajaan ini. Mendekati putri yang baru saja lahir, Maleficent memberikan kutukan yang mematungkan setiap orang serentak.
—— Putri Aurora akan menusuk jarinya pada poros roda pemintal dan mati sebelum matahari terbenam pada ulang tahun ke-16 nya.
"Itu adalah hadiahku, raja Stefan dan ratu Leah. Untuk putrimu yang tercinta"
Akan tetapi, kutukan tersebut tidak hanya berlaku kepadanya. Mengetahui bagaimana raja Stefan akan bertindak, kutukan ini juga berlaku pada seluruh penjahit di kerajaan yang pemintalnya akan dibuang ke api.
Mereka akan menjadi calon pengangguran masa depan kerajaan ini apabila mereka harus menunggu sampai sang putri berusia 16 tahun. Tanpa berpikir apapun, dia sudah tahu apa yang akan terjadi selanjutnya.
"A, apa ini..? Ba..gaimana ini bisa terjadi?" Tanya si penjahit yang menyaksikan semuanya dari lantai 2.
Ia melihat bayi yang tertidur di buaian dengan rasa tak percaya, tidak dapat memproses situasi yang sedang terjadi.
—— Mampus. Kerajaan ini tidak memiliki masa depan sama sekali.
Itulah apa yang dipikirkan semua penjahit yang berada di sana saat Maleficent memberikan kutukannya. Mereka tahu hanya ada kebangkrutan yang menunggu mereka saat itu juga.
Semua penjahit yang ada di ruangan tersebut melirik raja Stefan dan ratu Leah. Diam-diam, berharap mereka memiliki solusi yang logis karena satu-satunya ekspor negara ini adalah tekstil.
Akan sangat tidak masuk akal apabila mereka melakukan sesuatu yang gegabah. Namun..
"Bakar semua pemintal yang ada di kerajaan ini! Jangan sisakan satupun pemintal!!"
..... Lupakan Maleficent. Keputusan bodoh raja Stefan dan ratu Leah adalah pembawa bencana bagi kerajaannya sendiri.
".. sial, aku akan menjadi pengangguran! Apa mereka tidak peduli dengan yang namanya krisis keuangan?!" Tanya si penjahit muda dengan kesal dalam hati
Si penjahit muda melototi raja Stefan dengan marah. Dia akan kehilangan pekerjaannya dan lebih buruk dari itu-
—— Identitasnya juga akan dirampas hilang. Selama ini, dia selalu bergantung pada nama pekerjaannya.
Jika dia bukan seorang penjahit, lalu apa jadinya dia?
Dia bukanlah siapa-siapa. Dia tidak akan bisa hidup lama tanpa identitasnya sebagai penjahit. Tidak ada uang juga dan dia akan kehilangan dirinya. Dia akan dianggap tidak nyata sama sekali.
Usahanya akan sia-sia. Begitu juga seluruh penjahit di kerajaan tersebut.
[Hei, penjahit. Kau bisa mendengarku? Jangan bersedih hati] Hibur kotak yang berada dalam saku celananya. [Kau tidak boleh menurunkan kewaspadaanmu. Gisella dalam baha-]
PRANGGG!!!
Sebuah pecahan kaca terdengar keras sehingga si penjahit yang kembali memfokuskan diri. Teringat akan Maleficent yang masih ada di ruangan dan Gisella, firasatnya perlahan-lahan memburuk. Matanya membesar saat melihat Gisella melemparkan gelas anggur kepada Maleficent. Semua orang membeku menontonnya dengan ketakutan dan kaget.
—— Apa wanita itu gila?! Dia baru saja melemparkan gelas dan membuat Maleficent marah 1000 kali lipat!!
"Wah, wah, wah.. Siapa yang berani beraninya melemparkan gelas anggur ini padaku?"
"Itu adalah aku! Namaku Gisella. Kau tidak diinginkan disini!"
"Iya, kau terlihat bangga sekali dengan nama itu. Aku akan memberikan hadiah kecil atas keberaninanmu"
Maleficent mengayunkan tongkatnya dan mengarahkannya pada Gisella. Dengan nada yang menyeramkan, ia mengutuknya membuat penampilannya mengerikan. Tidak hanya itu, ia juga mengutuknya setiap kali Gisella terkena sinar bulan, darah akan keluar dari matanya, memaksanya untuk menangis darah.
"Lihatlah dirimu. Beranikan dirimu untuk berjalan di jalanan dengan penampilan seperti itu sebelum melempar sebuah gelas anggur kepadaku"
Si penjahit langsung memucat. Ia melihat temannya menjerit kesakitan. Ia menoleh pada Maleficent yang tertawa sambil menghilang dengan api hijaunya. Seketika, pandangan mata si penjahit mulai menghitam. Badannya tidak merespon sesuai apa yang dia inginkan.
Dia pada akhirnya kehilangan kesadaran sepenuhnya dan pingsan di lantai istana kerajaan, tak mengetahui apa yang terjadi selanjutnya.
...******...
Si penjahit terbangun di jalanan yang dingin tengah malam. Merasakan sakit di punggung, ia kini menyadari jalanan adalah rumah masa depannya apabila sesuatu tidak berubah. Tidak mengingatnya apapun setelah ia pingsan, si penjahit mencari kotak yang ada di sakunya dan memintanya menjelaskan situasinya.
[Haaa.. aku tidak percaya kau barusan pingsan saking shock nya. Gisella sekarang sedang dikurung di menara istana]
"!!!... Dikurung?!"
[Benar. Dia dianggap sebagai monster. Takdirnya sudah ditulis dalam buku. Pada akhirnya dia tidak mempunyai jalan lain selain melalui jalan berduri]
Si penjahit mengepalkan tangannya. Menelan ludah. Ia menyalahkan dirinya sendiri. Berkat sebuah nama, ia mencelakai banyak orang. Dia ingin memperbaiki semuanya. Akan tetapi, ia tidak cukup kuat untuk melakukannya.
[!!... Hei, apa kau menangis?]
Si penjahit tidak bisa melakukan apapun. Ia tidak berdaya saat temannya dikutuk. Menangis adalah satu-satunya hal yang bisa ia lakukan. Mengeluarkan semuanya, ia telah kehilangan semuanya.
[... Keluarkan saja semuanya. Seusai menangis, kau akan merasa lebih baik]
Selama 15 menit atau lebih, si penjahit menuangkan semuanya di kota yang dingin. Tidak sendirian. Malam itu, seluruh penjahit di kerajaan tersebut menangis bersamaan. Meratapi nasib mereka.
Di saat yang bersamaan, hari itu-
—— Semua penjahit di kerajaan raja Stefan memutuskan untuk melakukan sebuah petualangan. Tidak terkecuali dari si penjahit yang memutuskan untuk mengembara mencari bantuan.
Sehabis air mata mereka mengering, para penjahit mulai menyusun rencana masa depan mereka. Si penjahit yang bertekad bulat pun berlari ke rumahnya dan mengemas seluruh barang-barang.
[Hei, apa yang kau rencanakan?]
"Meninggalkan kampung halamanku. Aku harus mencari orang-orang terkuat di dunia untuk mengalahkan Maleficent. Menunggu seorang pangeran tampan untuk menyelamatkan temanku kucoret dari daftar rencana"
[!!!.. Seriusan?] Tanya sinkotak, tak mempercayainya. [Kau cukup agresif dna pemberani. Kau rela berkorban demi Gisella ya?]
".. Kau salah. Aku tidak melakukan ini dmei Gisella. Aku yang membawa malapetaka pada temanku dan akulah yang harus mengakhirinya." Si penjahit memasukan semua barang-barangnya ke dalam koper kayu besar. Mengganti pakaiannya menjadi kemeja yang ia buat, ia merasa lebih nyaman bergerak dan ringan.
"Aku berencana pergi dari kerajaan ini sebelum para pengawal kerajaan merampas rumahku. Aku yakin mereka tidak hanya akan mengambil mesin pemintal ku melainkan banyak hal lain. Jadi sebelum itu, aku harus kabur dari sini"
[Benarkah? Bagaimana kau tahu?]
".... Hanya karena kita berada dalam dongeng dan ada kata 'Hidup bahagia selamanya' bukan berarti tidak ada kejahatan dibaliknya. Aku yakin semua penjahit di kerajaan ini sepemikiran," jelas si penjahit, menyalakan lenteranya. Mengecek situasi dari jendela. Beberapa pengawal kerajaan terlihat dari kejauhan. Bersiap-siap kabur, ia keluar dari pintu belakang dan bergegas menuju pelabuhan.
[Penjahit. Mengapa pelabuhan? Apa itu karena para pengawal tidak bisa mengejarmu di laut? Mengapa tidak naik kereta kuda saja?]
"Tidak. Aku belum memutuskan kemana arah tujuan kita jika menggunakan jalur darat."
[Jadi kemana kau akan pergi jika di lautan?]
"Entahlah. Setidaknya aku punya waktu berpikir di tengah laut. Kita tidak boleh terlambat atau kita tidak akan kebagian kapal."
.
.
.
[Hah?!! Itu rencanamu?!]
...*********...
Seumur hidupku aku sudah cukup muak. Aku bukanlah siapa-siapa. Selama ini aku senang dengan diriku berkat temanku si penyanyi di sisiku. Aku berterimakasih padanya.
Makanya-
—— Aku tidak akan membuang-buang banyak waktu lagi. Sekarang ini bukan saatnya untuk duduk diam berpangku tangan.
Temanku dalam bahaya. Takdirnya sudah ditentukan sewaktu aku membuatkannya sebuah nama. Gara-gara aku, dia dikutuk. Aku tidak akan pernah memaafkan diriku akan itu.
Tidak akan ada pahlawan berkuda putih. Tidak akan ada keajaiban dan keajaiban yang menyelamatkannya. Tidak akan ada orang yang membantuku. Dia bukanlah seorang putri atau orang penting. Dia adalah temanku!
.. Hanya aku yang bisa melakukannya dan aku saja tidak tahu apa aku mampu atau tidak melakukannya.
TAP, TAP, TAP...!!
"Haa.. haaa.. haa..." Nafasku tersengal-sengal. Aku sampai di pelabuhan. Sesuai dugaanku, pelabuhan ini sangat ramai diisi para penjahit. Mereka semua akur membantu satu sama lain dan menumpang di perahu mana aja yang tersisa.
[Wow.. Mereka bekerjasama meskipun tidak saling kenal. Itu aneh mereka terlihat mengerti apa yang mereka lakukan tanpa membuang waktu. Apa kau pernah menjalankan perahu layar sebelumnya?]
"Belum. Ini hanya bagian dari karakteristik kami yang dapat menyambung satu sama lain. Itu aneh bukan?"
[.. Tidak. Alasan mengapa kalian bisa melakukannya-- Kalian hanyalah tokoh mob dalam sebuah cerita. Kau dan semua mahkluk yang ada di dunia itu dibuat oleh para penulis di duniaku.]
!!!! Apa? Aku?
..
....
Yah.. itu tidak mengejutkan. Aku akan lebih terkejut apabila dia memberitahuku sebelum Gisella pergi ke pesta.
Kami tidak dipedulikan dan sekedar tokoh tidak berguna dalam negeri dongeng. Kami tidak disebutkan. Kami digolongkan sebagai rakyat jelata, tidak ditulis lengkap, dan hanya dipanggil dengan nama pekerjaannya.
Sayangnya, semua orang di pelabuhan ini tidak peduli sama sekali. Mereka sudah kehilangan semua hak mereka untuk menjadi karakter mob. Prioritas utama mereka adalah kabur dari kerajaan ini. Sekarang mereka telah menjadi manusia bebas yang menjalani hidup tanpa ada identitas di dunia seluas langit tak terbatas.
[Sebagai seorang pembaca, aku bisa berkomunikasi denganmu berkat bantuan temanku, yang merupakan seorang penulis melalui kotak komunikasi. Aku-]
"Tidak masalah. Identitasku bukanlah prioritas utama. Jadi bantulah aku membimbing jalanku kemana aku harus pergi sekarang"
Kotak itu tidak bersuara. Kagum dan terharu, aku bisa membaca emosi benda ini dalam diam. Dia adalah benda yang ekspresif.
"Ngomong-ngomong, apa aku boleh memanggilmu Frajakub. Aku tidak ingin memanggilmu kotak terus," ujarku sambil berlari menuju 3 sampan yang ada di pesisir. Meletakkan koper dan lenteraku di atasnya. "Kau juga boleh memanggilku apa saja"
[!! A, Aku tidak keberatan di panggil Frajakub.] Balas suara perempuan kecil dari kotak komunikasi. Memikirkan nama yang tepat, ia menanyaiku-
[——Apa aku boleh memanggilmu si kemeja?]
".. Tentu. Kau tidak perlu memberikanku dengan sebuah nama"
.
.
.
Itulah awal mula petualangan ku mengumpulkan orang-orang terkuat di negeri ini untuk mengalahkan Maleficent dan bagaimana kisah 7 Jenderal besar dan 12 penguasa konstelasi terbentuk bersamaan dnegan Blue Moon.
^^^—— To be continued (End)...^^^
...*****...
Karakter dan peranannya:
*Blue Moon: Kapal dan nama operasi yang dibuat si kemeja sekaligus kelompok yang beranggotakan orang-orang yang direkrutnya untuk menyelamatkan si Penyanyi/Gisella. Dibubarkan setelah si kemeja pergi mengembara sendirian di kutub Utara.
Si kemeja/si penjahit:
-Ketua tak bernama dari kapal Blue Moon. Teman si penyanyi/Gisella.
-Penyatu dan pembentuk 7 jenderal dan 12 penguasa konstelasi.
-Berhasil mencabut pedang Caliburn dari batu dengan memecahkan batunya.
-Wali sekaligus pembimbing dan penasehat Arthur ketika ia berusia 15 tahun hingga dewasa.
-Mempunyai perasaan suka pada si penyanyi. -Pada akhirnya, ia dicabut dari cerita dan diberi nama oleh Steve/Satire.
Si lentera/Penjahit tak bernama:
-Asisten si kemeja di Blue Moon. Diselamatkan oleh kemeja ketika ia hampir tertangkap oleh para pengawal di pelabuhan.
-Menjadi sahabat karibnya yang setia.
-Selalu membawa lentera karena takut kegelapan.
-Memegang gelar Duke agung dunia iblis.
-Akhirnya menjadi penerang jalan di perbatasan dunia iblis bersama hakim Wang.
Noah/si ilmuwan gila:
-Orang yang diberikan nama oleh si kemeja.
-Seorang ilmuwan yang menemukan listrik dan pencipta persenjataan modern.
-Dijuluki bapak gila berotak besar sepanjang sejarah.
-Pergi ke barat liar dalam misi menyelematkan si lentera dan Arche/si kstaria gila, sahabatnya.
-Menikahi si penyanyi/Gisella.
-Bendahara kapal Blue Moon.
Arche/si ksatria gila:
-Bersahabat dengan Noah/si ilmuwan gila dan diberi nama oleh si kemeja.
-Seorang kstaria yang mematahkan pedang atasannya dan penghancur properti.
-Dipecat namun diangkat oleh si kemeja sebagai pertahanan terakhir Blue Moon.
-Dijuluki orang gila.
-Orang serbaguna di Blue Moon.
*Persekutuan Penulis-Pembaca: Para penulis dan pembaca yang berusaha menyelamatkan Gisella dan mengatur negeri dongeng dalam bayangan. Tertangkap basah oleh MPU dan dibubarkan.
Frajakub/Diana:
-Pembaca yang membantu si kemeja menyelamatkan si penyanyi/Gisella dengan kontrak perjanjian.
-Memiliki masa lalu yang baik hingga tuanya
-Rekan kerjanya adalah Gregorius.
Steve/Satire:
-Penulis terhormat yang membantu Diana dan membebaskannya dari hukuman yang terlalu berat ketika tertangkap basah.
-Menjalin kontrak perjanjian dengan si lentera.
-Memiliki masa lalu yang kelam hingga tuanya.
-Rekan kerjanya adalah Theodon.
Udin/Gregorius:
-Penulis muda yang awalnya memperlakukan negeri dongeng dengan dingin namun mengubah pandangannya ketika ia menjadi pengganti sementara Diana yang sedang lembur.
-Mati di usia 28 tahun.
Theodon:
-Senior Diana yang tegas.
-Mendadak ditarik dalam masalah juniornya dan terpaksa bekerjasama dengan Satire.
-Orang yang mendukung para penulis untuk membuat cerita tragedi yang mahakarya.
-Hidup masa lalunya membosankan dan biasa.
-Mati di kecelakaan mobil pada usia 78 tahun.
*7 Jenderal Besar: Gelar dan julukan dari 7 jenderal yang diangkat oleh Arthur setelah Blue Moon dibubarkan. Bertugas membantu menjaga keamanan dan politik negeri dongeng agar tetap netral. Mencegah terjadinya perang.
*12 penguasa konstelasi: Beranggotakan mereka yang memegang batu konstelasi. Dibentuk oleh si kemeja untuk menguasai dan bertanggungjawab akan batunya.
*Batu konstelasi: Batu yang memiliki kekuatan sangat dahsyat yang berasal dari bintang kejora yang jatuh. Berjumlah 12. Setiap batu dikuasai dan disegel.
Singkatnya,
Arthur Pendragon: Ketua 7 jenderal besar. Pemilik konstelasi Aquarius. Mantan anggota Blue Moon.
Si penyanyi/Gisella: Mantan anggota Blue Moon. Konstelasi Gemini.
Robin Hood: Salah satu 7 jenderal besar. Pemilik konstelasi Sagitarius. Mantan anggota Blue Moon
Cinderella/Ella: Upik abu sekaligus tukang besi legendaris. Pemilik konstelasi Aries.
Emak/angsa bertelur emas: Pemilik konstelasi Taurus.
Rapunzel/Lieselotte: Salah satu 7 jenderal besar. Pemengang konstelasi Capricorn.
Hakim Wang: Salah satu 7 jenderal besar. Pemilik konstelasi Libra. Mantan anggota Blue Moon.
Kapten Hook: Salah satu 7 jenderal besar.
Ursula: Pemilik konstelasi Pieces. Mantan anggota Blue Moon.
Alibaba: Wakil ketua 7 jenderal besar. Pemilik konstelasi Leo.
Morgiana: Salah satu 7 jenderal besar. Pemilik konstelasi Taurus.
Blair the Good: Pemilik konstelasi Virgo.
Souret the Bad: Pemilik konstelasi Scorpions.
Terry the Ugly: Mantan pembersih kapal Blue Moon. Anggota spesial 7 jenderal besar. Pemegang konstelasi Cancer.
Bai Ling: Siluman rubah putih. Anggota spesial 7 jenderal besar.
Fenrir: Serigala besar yang bersahabat dengan Robin Hood. Anggota spesial 7 jenderal besar.
P.S: Maaf, Author menyingkatnya agar tidak kepanjangan. Tersisa 2 episode spesial lagi.
Have a nice day!! (◠‿・)—☆