
...Goodnight Monsieur de Grim Reaper...
Sinopsis:
Seorang pemuda abad ke-21 tewas dibunuh sekelompok perampok setelah menyelamatkan nyawa seorang anak kecil yang rupanya adalah sesosok dewa berbusuk hati, Daryee.
Sebagai timbal balik dari kebaikannya, Daryree menipu pemuda tersebut dan mengirimnya ke dunia mainannya, tepatnya di dunia alternatif di era sesaat sebelum revolusi dan perang dunia yang brutal meletus secara mendadak.
Sialnya lagi, pemuda tersebut rupanya dilahirkan kembali di sebuah keluarga yang miskin, ketat dengan banyak peraturan tak masuk akal, dan terlahir cacat. Tak diberkati kemampuan apapun, dia pun tidak diperbolehkan mati bunuh diri oleh Daryee dan harus hidup hingga akhiratnya tiba sekali lagi.
"Dewa Daryee- Apa salahku?! Ini tidak masuk akal!! Aku hanya menyelamatkan nyawamu- Bagaimana bisa aku dikutuk seperti ini?!!"
Bisakah pemuda tersebut hidup bahagia pada akhirnya di dunia tidak adil itu?
...********...
Selama hidupku, aku selalu bertanya apa mungkin aku bisa bahagia. Sayangnya jawabannya sudah jelas bahwa bahkan jikalau aku menipu atau membunuh orang yang kubenci, itu tidak akan mengubah apapun.
Terutama di dunia mengerikan ini. Dunia alternatif yang kejam pada diriku. Aku bahkan kini tidak berada di Indonesia lagi.
Menghentakkan kakiku ke atas tanah, aku melampiaskan kekesalan-- Mengacak rambut berdebu, mencoba mencekik leherku sekuat tenaga mencoba untuk mati.
Aku tidak bisa memaafkan dewa sialan itu. Aku tidak mengerti apa masalahnya!! Aku sudah membantunya! Mengapa aku harus melakukan ini?!! Tidak bisakah dia membiarkanku mati dengan tenang?!!
PLAKK-
"Yakov- hentikan!!"
"..." Mataku melirik pada orang yang barusan menamparku. Dia memanggilku dengan identitas baruku di dunia ini.
——Yakov Leichtenberg. Gabungan nama Rusia dan Jerman yang mengerikan.
Aku adalah seorang anak dari keluarga algojo ketat yang terkenal dengan finansial hampir bernilai 0, tanpa ada sedikitpun harta kekayaan yang bisa dibagikan. Seorang remaja laki-laki berusia 14 tahun yang memiliki masalah hidup di dunia bernama Bomlya.
Bomlya, secara lireral adalah sebuah dunia fantasi historikal yang mempersulit rakyat jelata miskin seperti ku. Dan tentu saja di dunia sejenis ini, pastinya ada yang namanya sihir walaupun hanya bisa digunakan oleh orang-orang di kalangan tertentu.
Namun, tidak ada yang spesial lagi selain sihir. Sisanya sama saja dan cara kerja dunia ini juga hampir sama seperti dunia lamaku, terkecuali lebih kejam dan dingin dibandingkan Bumi.
Gilanya lagi, negara tempat aku tinggal tidak ada samanya dengan negara Indonesia. Aku terkejut ketika pertama kali mendengar tentang negara ini.
Negara bernama Clainbell ini, secara blak-blakan menggabungkan negara Prancis, Rusia, dan Jerman, serta Inggris, menjadi satu kekaisaran yang isinya hancur lebur penuh dengan makhluk bernama KORUPTOR.
Oh, satu hal lagi. Peraturan di kekaisaran ini sama busuknya dnegan para koruptor. Banyak sekali ketidakadilan dan diskriminasi terjadi disini. Perempuan dianggap kelas ke-dua, bangsawan lebih dipentingkan, kemiskinan, kelaparan, dan blah blah blah..
——Intinya, luar biasa sulit hidup di era ini.
Tinggal di keluarga yang turun-temurun dari generasi pertama hingga sekarang semuanya algojo juga bukanlah pilihan yang baik. Setiap hari aku, orangtuaku, saudaraku, dan bahkan pamanku, selalu mengayunkan pedang eksekusi, mengakhiri nyawa mereka.
Keluarga kami-- keluarga Leichtenberg selalu dibenci oleh semua orang. Dipandang buruk, ditakuti, disegani, dan dijauhi. Paling buruknya, kami yang rela bekerja keras sebagai seorang algojo rupanya tidak terlalu banyak mendapatkan keuntungan dari pekerjaan ini meskipun jumlah orang yang harus dieksekusi belakangan ini bertambah besar.
Makanya, selain bekerja sebagai algojo, setiap anggota keluarga Leichtenberg juga bekerja sebagai dokter untuk meningkatkan finansial.
—— Dengan tangan kami yang telah mengambil nyawa banyak orang, kami menyelamatkan banyak dengan tangan yang sama. Pekerjaan keluarga baruku sebagai algojo dan dokter adalah satu-satunya hal yang bisa kubanggakan dari keluarga ini.
Awalnya tentu saja aku takut. Aku memulai pekerjaan ini semenjak aku berusia 7 tahun. Aku maish ingat saat-saat aku pertama kali gagal mengeksekusi seorang wanita yang katanya membunuh suaminya sendiri karena suaminya selingkuh.
Aku gagal mengeksekusinya selama 5 kali dan eksekusi yang harusnya setengah jam pada akhirnya berlangsung hingga sore disertai muntahan ku beberapa kali sebelum terbiasa melihat mayat.
Yah, pertama-tama, aku tidak menyukai pekerjaan ini dan berusaha kabur. Namun aku menyadari tidak ada yang bisa kulakukan selain bergantung pada keluarga ini. Itu aneh mengapa saudaraku yang dianggap seorang jenius dalam hal eksekusi dan kedokteran bisa tahan melihat mayat untuk kali pertamanya.
Dia pasti adalah seorang krimial jenius di masa lalunya.
Tapi setelah hampir selama 2 bulan lebih, aku menguatkan diriku dan mulai mengubah pola pikir ku. Aku menghormati orang yang sudah dieksekusi, memberikannya kematian tercepat agar mereka tidak menderita, berdoa untuk kedamaian mereka, dan tidak memperlakukan mereka dengan rasa jijik dan takut sebab mereka juga awalnya merupakan seorang manusia.
Orangtuaku pun mengatakan hal yang sama tentang bedanya pembunuhan dan eksekusi. Katanya, algojo itu berbeda dari seorang pembunuh. Mereka menegakkan keadilan dengan pedang mereka dibawah hukum yang berlaku..
.
.
.... dan hal itu menjadi lelucon terbesar yang kudengar hari itu. Aku tidak menyalahkan keluarga kami yang mengeksekusi bukan atas kemauan kami sebab ini hanya sekedar pekerjaan. Tidak ada yang personal.
Ucapan ayahku adalah sebuah bualan. Dia selalu memarahiku apabila aku membantahnya dan menghukumku dengan menyiksaku dengan cara terburuk. Dia seringkali membiarkanku kelaparan apabila aku tidak menurut.
Ayahku mungkin adalah seorang algojo terbaik diseluruh Clainbell, memegang gelar Monsieur de Clainbell. Nah, jelasnya dia bukan ayah dan suami yang baik untuk keluarganya.
Istrinya yang merupakan seorang dokter, kabur meninggalkan keluarga ini bersama pria lain saat aku berusia 5 tahun. Dia mengatakan ia akan kembali menjemput dan membebaskan anak-anaknya semua. Namun, sejak hari itu, dia tidak pernah datang ataupun terlihat di kekaisaran lagi.
Fakta terpentingnya adalah keluarga Leichtenberg tidak pernah akur terlepas dari hubungan pekerjaan. Mulai dari ayahku, pamanku, saudara-saudara ku, dan nenekku yang baru-baru saja meninggal, kami tidak dekat sama sekali dan dingin pada satu sama lain.
Tidak ada yang menyapa, berbicara, maupun berpapasan dengan satu sama lain.
Sedikit informasi, kami, walaupun bertindak dibawah perintah hukum kekaisaran dan bangsawan terkadang, tidak memihak mereka. Tapi, kami pun tidak memihak rakyat. Kami ini keluarga netral dari kaum rakyat jelata yang biasanya diundang ke beberapa pesta bangsawan.
Sayang sekali aku belum pernah diundang kesana. Aku belum berusia 17 tahun. Aku yakin sekali aku bisa memanipulasi situasi di pesta jikalau aku bisa masuk kesana.
Heh, dunia yang begitu kacau dan hancur bukan?
Syukurnya, di tengah kekacauan ini, ada satu orang yang bisa membuatku tetap waras-
"Hei, Yakov. Jangan melamun. Ini sudah yang ke-13 kalinya aku mencekik lehermu. Apa ada orang yang menganggu mu lagi? Kau bisa memberitahuku!"
—— Pyotr Heinrich. Remaja laki-laki yang merupakan anak pedagang dari golongan menengah ke atas. Setidaknya hidupnya cukup terjamin.
Satu-satunya orang yang kukenal yang bisa menggunakan sihir di kota ini dan menurutku lumayan unik, ramah, sekaligus kuat. Dia terlihat seperti tipe protagonis dalam film-film. Beruntung sekali.
Rambut pirang pucat, mata biru laut, wajah tampan nan memikat hati semua orang. Penampilannya bisa membuatnya dengan mudah menjadi seorang bangsawan.
——Tidak sepertiku yang buruk rupa dan cacat. Karena kecacatan ku ini-- wajah menyeramkan nan menjijikkan ku yang buruk rupa, aku ditakuti semua orang. Aku memiliki luka bakar di mata kirku dan sedikit di belakang leher.
Akibat pamanku yang tanpa sengaja atau sengaja mencelakai ku secara permanen, aku menjadi cacat dan dikatakan tidak memiliki tubuh yang sangat bugar. Dengan keadaanku yang seperti ini, akan sulit untuk naik ke golongan menengah jikalau aku tidak mempunyai hubungan kenalan yang kuat.
Sial, aku tidak punya plot armor ya?
"Yasha, jawablah kalau aku bertanya! Aku ini lebih tua setahun darimu. Ayahmu dan ayahku menyuruhku untuk menjaga mu agar tidak membuat masalah-"
"Petya, jangan ribut. Tidak ada yang menggangguku selain dirimu. Hanya karena wajahku cacat, rambutku hitam kusam berdebu, dan aku berasal dari keluarga algojo terkenal, bukan berarti aku membenci diriku kan?"
... Tentu saja itu adalah sebuah kebohongan. Aku membenci hidupku.
"Jangan membohongiku! Kau mencoba bunuh diri lagi!! Ada apa denganmu?! Aku pikir kau menghargai orang mati!!!"
Walaupun itu disayangkan aku tidak bisa mati lagi. Setiap kali aku mencoba bunuh diri, akan ada sesuatu yang selalu menggangguku untuk melakukannya. Apabila tidak, maka akan ada sebuah peringatan yang muncul dari langit berupa burung api yang bersiap-siap menghukum ku.
"Diamlah. Kau tidak akan mengerti, Pyotr. Aku hanya mengetes saluran pernafasan ku untuk acara malam ini. Kau tahu, hari ini adalah hari ulangtahun anak favorit ayahku. Aku ini dicap sebagai anak paling tidak berguna di keluargaku kan?"
"Hentikan. Bisakah kau berhenti mengatakannya berulang kali? Kau salah tentang itu. Menurutku, Yakov adalah teman yang baik dan anak yang baik"
... Pyotr, temanku yang sempurna, pendapatmu tidak akan merubah apapun. Setidaknya untuk saat ini. Dia lebih baik membuktikan hal itu padaku 2 tahun ke depan.
"Aku serius, Yakov. Aku tidak ingin kau terluka. Kau adalah temanku yang paling berharga"
Pyotr menatapku dengan tulus, membuatku merasa geli. Aku memang sedikit tergerak dengan perkataannya. Akan lebih baik jika dia tidak mengatakan sesuatu yang menggelikan seperti itu.
Sejujurnya, aku terkejut sekali saat dia tidak berbohong saat mengatakan dia tidak mempunyai teman selain diriku karena dia itu penyendiri, pemalu, dan pendiam dengan orang lain.
Kasihan sekali. Untungnya, kami sudah berterman selama 8 tahun lebih dan cukup nyaman dengan satu sama lain. Jadi dia tidak akan kesepian.
"Pyotr, kau tahu.. Kau sebaiknya belajar bersosialisasi. Aku akan merasa sedih kau tidak punya teman lain selain aku"
Dan ini juga demi kebaikanmu sendiri untuk hidup dalam masyarakat.
...**********...
Kediaman Leichtenberg
Aku berjalan di teras rumah, menoleh ke kiri dan kanan. Melihat seorang pria duduk dengan canggung dan kaku di sebelah barat taman, dia adalah anak laki-laki pertama dari keluarga Leichtenberg dan pewaris gelar ayah, yakni kakakku-- Dmitri Leichtenberg.
Dia memiliki rambut cokelat dan manik mata hijau daun yang indah. Sekilas, dia mirip dengan wajah ibu sedangkan adik laki-lakiku mirip dengan ayah yang memiliki rambut hitam dengan mata kuning keemasan.
.
.
Uh.. lupa kusampaikan. Total anak-anak di keluarga Leichtenberg berjumlah 5.
Anak sulung keluarga Leichtenberg adalah seorang perempuan yang lemah lembut, halus, dan manis. Karena diskriminasi terhadap perempuan berada di puncaknya, ia tidak diperbolehkan menjadi seorang pewaris dan tidak bekerja di bidang eksekusi. Ia kini tengah bersekolah di ibukota berkat jerih payahnya untuk mendapatkan beasiswa.
Menurutku, dia adalah orang ter-normal dan ter-waras di keluarga ini. Sama denganku, dia membenci keluarga ini dan tidak bersedia untuk menikahi calon suami yang sudah dijodohkan oleh ayahnya. Berusia 19 tahun, namanya adalah Fayina Leichtenberg.
Hubungan kami tidaklah dekat sama sekali. Namun tidak dingin juga. Terkadang, kami masih akan saling menyapa apabila berpapasan.
Anak ke-dua adalah Dmitri Leichtenberg yang hanya beda setahun dengan Fayina. Dia adalah anak yang luar biasa arogan dan penuh harga diri. Dia tidak kurang ajar, namun seringkali menjauhkan diri dari saudara-saudarinya.
Lebih tepatnya, dia tidak ingin berususan dan mencari masalah dengan ku ataupun yang lain sebisa mungkin. Dia tidak mempedulikan kami. Dia adalah jenius yang kukatakan tadi dan hari ini adalah hari ulangtahunnya.
Anak ke-tiga, tentu saja itu aku. Anak tengah yang dikatakan anak terkutuk dan sial berkat wajahku dan tubuhku yang lemah. Satu keluarga ini mengatakan wajahku tidak mirip dengan orangtuaku maupun kerabat-kerabat ku, membuat mereka semakin tidak peduli dan memandangku rendahan.
Hmph! Bukannya aku peduli juga!
Anak ke-empat adalah adik laki-lakiku yang penyendiri dan pendiam, Igor Leichtenberg. Dia tidak banyak berbicara denganku. Dia orang yang paling misterius di rumah ini. Terkadang, dia bisa tertawa sendiri ataupun menyindirku atau Fayina apabila dia pulang.. tanpa sebab pastinya.
Lalu sesaat kemudian, dia tiba-tiba akan meminta maaf seperti orang kerasukan sampai-sampai aku ngeri dengannya. Aku kadang bertanya-tanya apakah dia berkepribadian ganda atau tidak. Dia anak yang kritis, cepat tanggap, dan mengejutkannya masih berusia 11 tahun. Selepas dari tingak gilanya, aku rasa dia anak yang baik.
Terakhir, anak terbungsu yang berusia 8 tahun secara literal adalah seorang perempuan tangguh, kuat, dan merupakan jenius dalam bidang kedokteran. Dia adalah orang yang sama sarkastik dan kritis, mirip dengan Igor. Sayangnya dia lebih keras kepala, sadis, dan merupakan seorang psikopat dari dalam. Dia sering menyindir Igor dan Dmitri, memberikan semua orang ketidaknyamanan secara terang-terangan dengan obsesinya terhadap organ tubuh dan darah manusia.
Nastasia Leichtenberg—— orang yang satu tingkat dipandang lebih tinggi daripada ku dan salah-satu orang yang tidak menggangguku.
Tidak- lebih tepatnya, dia bahkan tidak menganggapku sebagai orang yang nyata. Dia menganggapku sebagai udara setiap kali kami bertemu.
... Menyedihkan dan mengecewakan. Nastenka adalah yang terburuk dari yang terburuk.
TAP, TAP, TAP, TAP...
Aku menoleh ke arah kananku, melihat Dmitri beranjak dan berjalan melewatiku. Dia tidak menyapaku, hanya melirikku sekilas dan lanjut berjalan membawa bukunya.
Dia tidak membenciku. Hanya beginilah dirinya ini. Dan itulah, penjelasan tentang keluarga Leichtenberg selesai. Lanjut bagian 2 nya nanti-nanti saja.
Kesimpulannya, keluarga ini adalah keluarga menyebalkan penuh orang aneh. Itu saja yang harus diingat.
.
.
"——Haa.. aku harap aku bisa keluar dari sini secepat mungkin"
^^^—To be continued (End)..^^^
...********...
Character yang ada dan tidak sempat muncul beserta perannya.
Yakov Leichtenberg/Yasha: Pemeran utama jelasnya. Seorang algojo dan pembawa pesan eksekusi. Pengawal putri bungsu Clainbell, Anastasia Abendroth yang melindunginya sampai titik akhir ketika kekaisaran runtuh. Pada akhirnya memutuskan menjadi pengubur mayat setelah revolusi berakhir.
Pyotr Heinrich/Petya: Teman Yakov dan pemimpin revolusi Clainbell saat berusia 17 tahun. Mengangkat dirinya menjadi kaisar dan Yakov sebagai pendampingnya. Membunuh seluruh keluarga kekaisaran hingga putri terakhirnya, Anastasia.
Anastasia Abendroth: Putri bungsu kekaisaran Clainbell yang mati di tangan Pyotr. Membuat janji dengan Yakov untuk kabur dan hidup bersamanya di kerajaan tetangga namun gagal. Mencintai pengawal setianya dengan sepenuh hati.
Nikolai Schmidt/Kolya: Anak jalanan miskin yang tinggal bersama neneknya. Berperan penting dalam revolusi dan orang yang menyusun strategi kedepannya ketika perang dengan negara tetangga meletus.
Fayina Leichtenberg: Perpustakawan sekaligus kakak sulung Yakov yang pada akhirnya menjadi menteri pendidikan di Clainbell. Bersama Nastasia, mereka memajukan pendidikan negara baru mereka.
Nastasia Leichtenberg/Nasia/Nastenka: Algojo yang menjadi pemburu pemberontak negara baru dibawah perintah Pyotr. Mata-mata yang membocorkan dan memicu revolusi. Menjadi dokter di akhir revolusi yang menemukan vaksin untuk wabah mematikan.
Igor Leichtenberg: Salah satu saudara Yakov yang pada akhirnya menjadi seorang biksu yang mengembara di padang pasir setelah membebaskan diri dari tekanan ayahnya yang membuatnya setengah gila. Ia membantu Yakov melindungi keluarga kerajaan dan membelanya agar tidak dihukum ketika ia mencoba membunuh Pyotr yang membunuh putri Anastasia.
Dmitri Leichtenberg: Satu-satunya algojo yang tersisa pada akhirnya di kediaman Leichtenberg. Mengurus keluarganya dan berusaha mempertahankan keluarganya dalam posisi netral ketika pemberontakan terjadi.
Ratu Hilda: Ratu dari kerjaan seberang yang membantu Yakov saat ia mengirim surat eksekusi di negaranya. Tidak mempunyai anak, ia menganggap Yakov sebagai anaknya sendiri.
...*******...
NOTE: *Cara memanggil satu sama lain di Rusia berbeda-beda tergantung hubungan relasi seseorang.
* Nama panggilan untuk seseorang menunjukkan betapa dekatnya hubungan mereka. Contohnya: Nasia, Nastenka, Yasha, Kolya, dan Petya.
* Uh.. mereka bukan berada negara Rusia sih tapi hampir-hampir mirip. Hanya sekedar note saja agar tidak kebingungan.
Ok! Sampai jumpa di SP berikutnya!!