How To Be A Good Teacher

How To Be A Good Teacher
Sedikit nasihat



Hi semuanya, i'm back, setelan lama gk update, akhirnya ini update. Update kali ini setara sama 21 lembar. Enjoy:)


kedepannya gk tau bisa update apa nggk, karena gw sibuk kuliah. So gw harap ini bisa mengisi kekosongan kedepannya.


          Pagi, waktu untuk seluruh penghuni bumi untuk memulai aktivitas mereka tanpa terkecuali. Semi bangun dari tidurnya, sedangkan tangan Najwa mencegah dirinya bangun dari Kasur. “Say, temenin aku dong, aku masih ngantuk nih.”


            “Kamu masih ngantuk, tapi aku harus ngajar Najwa.”


            “Beb, please sini dulu.”


            “Ngomong aja kenapa.”


            “Aku laper.”


            “Yaudah makanya aku bangun supaya kitab isa sarapan. Mau apa?”


            “Spaghetti mozzarella dong.”


            “Ok, aku buatin.” Semi membuka matanya perlahan menuju toilet, membersihkan rongga mulutnya lalu membasih wajah, ia akan membuat sarapan terlebih dahulu lalu sarapan dan pergi mengajar. Semi sudah meninggalkan kamar, Najwa terlihat masih di dalam selimut, masih memeluk guling untuk menggantikan tubuh Semi.


            Semi sudah berada di dapur, hanya mengenakan celana pendek olahraganya selutut, tubuh atasnya tanpa pakaian, terbentuk jelas otot dadanya yang bidang dan juga detil kotak pada perutnya yang cukup tajam, terlihat juga urat pada kedua tangannya, ada juga sebuah bentuk huruf V area perutnya, membuatnya terlihat sangat menggugah di mata wanita.


            “Ambil spaghettinya dulu lalu rebus, siapin bumbunya, lalu cairin keju mozzarellanya. Easy just like taking candy from baby. Ok, setelah itu gw mau…. Apa ya? Steak aja lah, sirloin seratus gram lewat lebih abis itu sayuran pake alpukat lalu…. Oat meal…. Kopi? Jangan lah. Teh aja lah. Udah itu aja.”


            Semi segera melakukan apa yang baru saja ia ucapkan, sembari meunggu spaghetti lembut ia membuat bumbunya terlebih dahulu, ia sudah memiliki bumbu yang sudah jadi, hanya tambahkan beberapa bumbu agar menjadi lebih lezat lagi. Setelah itu juga ia mempersiapkan daging yang ia butuhkan.


Alasan mengapa binaragawan mengkonsumsi daging adalah karena protein, karena stigma yang salah adalah mereka yang memutuskan untuk membentuk otot tidak bisa mekan lezat. Faktanya adalah bila memiliki dana yang lebih maka belilah daging, Wagyu, Sirloin dan daging lezat lainnya, selain tidak akan menambah berat badan protein dalam daging tersebut cukup besar.


Spaghetti sudah lembut, keju mozzarella hanya perlu dicairkan dalam waktu beberapa menit, keju akan dilelehkan terlebih dahulu, lalu diletakkan dalam wadah sebelum spaghetti, lalu masukkan spaghetti dan bumbu. Semi melanjutkan mempersiapkan menunya di pagi yang sudah cukup cerah ini. Setelah daging siap ia memotong sayuran dan juga buah alpukat, ia juga mengambil beberapa buah jeruk untuk sebagai dessert.


Najwa bangun, ia mencium bau yang menghampiri hidungnya. “Emmm enak banget baunya. Udah selesai yah?”


“Udah say, makan dulu.” Najwa berjalan menghampiri Semi dan menyentuh perutnya.


“Udah berapa banyak wanita yang pernah kamu jamah sebelum aku?”


“Nol.”


“Masa sih? Masa yang sexy kaya kamu gak pernah jamah satu pun wanita. Aku jamin andaikan mereka hamil anak kamu pasti gak akan masalah.”


“Itu yang salah. Faktanya memang orang yang diatas itu banyak yang masih single, model Singapur, Chuando Tan, umur lima puluh enam tahun tapi keliatannya kata masih tiga puluhan. Itu aja masih single.Ya istilahnya yang ganteng, kaya, badannya kaya aku banyak yang single. Karena mereka gak mau mengancurkan apa yang mereka buat selama ini hancur karena wanita.”


Najwa duduk,melahap spaghettinya. “Emmm, enak banget, kaya di restoran Italia.”


“Karena pria jaman sekarang dibodohin lewat medsos, memberikan stigma baru, memiliki banyak wanita dianggap keren, faktanya tidak. Itu menunjukkan kelemahan dirinya, yang ada dipikirannya hanya wanita-wanita dan wanita. Dia sampai lupa untuk memperbaiki diri, rahasia supaya pria bisa dikejar-kejar banyak wanita adalah, perbaiki diri, perbaiki tubuh, emosi, finansial, kehidupan dan lain sebagainya. Bila kau terus mengejar kupu-kupu, selamanya mereka akan lari. Tapi bila kau membuat taman yang indah, mereka akan pasti datang.”


“Ahhh, puitis banget bapak guruku.”


“Kan emang faktanya begitu. Gak punya pacar dibilang gak laku, emang dia yang pacarana yakin bakalan sampe nikah? Emang yakin gak bakal sleingkuh?”


“Chuaks.”


“Faktanya kan disaat single ada waktu lebih banyak buat diri sendiri, perbaiki kualitas diri, itu kenapa aku gak mau pacaran, ya aku kalo emang butuh pendamping kita nikah aja, gak usah pacarana. Kalo kita udah nikah aman, mau kita dikamar berdua gak ada yang negor. Hamil ya no problem kan kalo nikah emang mau berkeluarga. Ini nikah belom udah mainnya di dalem. Pas hamil di bunuh ibunya.” Semi tertawa sedikit terkikih.


“Ih, prsikopat.”


“Lah kan emang iya. Belom tentu bisa nahan napsu, cewenya make baju setengah doang, kalo cowoknya aku ya, aku gak bakal nolongin andai diperkosa, aku nonton aja.”


“Loh ko gitu sih?”


“Kan udah dikasih tau yang bener. Gak mau dengerin ya saya nonton aja. Kan lumayan gratisan.”


“Semau cowo sama aja ya emang.”


“Itu kenapa ada perintah untuk menutupi aurat. Karena kalo aku sendiri ya, kelamaan bosen ngeliat cewek yang ngumbar terus. Itu kenapa aku selalu bilang kepada kamu, tutup aurat kamu. Lalu, apa bila memang wanita tersebut mengetahui dirinya cantik, sexy, bertubuh yang menggoda, tetapi ia memilih untuk menutupi dirinya, itu adalah definisi sexy yang sesungguhnya.”


Najwa diam, berpikir sembari menyantap spaghettinya, Semi melahap rotinya. “Kenapa?”


“Contoh ya, model dewasa, pasti bakal sering begitu, mungkin awalnya fotografernya tegang, tapi lama kelamaan “oh yaudah” esensi sexy itu hilang. Kalo ditutupin, kan cuma keliatan bentuknya aja, orang jadi berimajinasi bagaimana kalo dibuka, esensi sexy seperti itu lah yang akan sulit hilang.”


“Iya juga sih, aku juga mikir kalo emang lu cantik, ya udah simpan aja jaga aja itu badan sampe waktunya yang tepat. Iya sih, aku juga sering liat yang berhijab tapi badannya kaya berisi gitu, akua ja yang cewek litanya gemes gitu.”


“Nah terbukti kan, apa yang aku omongin itu jelas dan bener.”


“Coba kasih tau aku lagi pemikiran kamu, apa aja.”


“Ok, lanjutin yang tadi, pria jaman sekarang itu dibodohin sama medsos, punya banyak cewek keliatan keren, gak pamer kekayaan dibilang gak sukses, gak Iphone gak kaya. Itu semua karena medsos. Kamu bakal ngira gak, aku ini punya mobil tiga, motor juga tiga, café satu, sama rumah besar kaya gini?”


“Nggak, aku mikirnya ya mapan aja gitu.”


“Itu yang jauh lebih melekat pada pikiran seseorang. Punya banyak cewek biar keliatan keren, padahal keliatan banget buruknya, pasti nyari yang cantik, yang sexy, ya gunanya kalo bukan muasin yang dibawah bua tapa? Sudah pasti no debat. Di mata wanita yang berkualitas pria kaya gitu malah kaya murahan yang ada. Karena bisa nerima banyak wanita yang ada.”


“Murahan juga bisa ya sama cowok.”


“Justru, bila pria tersebut hanya memiliki satu saja. Itu membuktikan kehebatan dirinya, wanita yang bersamanya pun sudah pasti berkualitas juga. Logikanya begini, secara fisik ya, kamu itu lumayan lah sedikit tinggi, semok gak seberapa, gede gak terlalu, tapi aku mau.” Najwa membuka mulutnya.


“Nah ntar dulu, di mata wanita lain, “loh ko cowoknya mau sih sama cewek kaya gitu? Padahal gw jauh lebih sexy gw semok ukuran gw juga gede. Kenapa dia pilih sama yang kaya begitu?” kamu itu cantik say, karena faktanya juga adalah pria lebih menyukai wanita yang cantik dibandingkan yang memiliki badan bagus. Balik lagi ke yang awal. Di mata kaya wanita lain, dia seakan-akan kaya ada yang meronta-ronta, keluarlah kata-kata “seharusnya gw yang sama dia” itu secara tidak langsung menunjukan bahwa pria tersebut memilih wanita dengan baik.”


Najwa mengangguk.”Oh begitu. Ngerti aku sekarang.”


“Kamu sering dengerkan temen kamu yang lain pada bilang kalo kamu beruntung banget dapet aku? Bahkan ada tanggapannya yang liar?”


“Wah waktu satu bulan pertama nikah, setiap hari temen-temen aku pada ngomongnya gitu semua, yang liar juga kacau banget, ada yang katanya kalo dia istri kamu bakal genjot kamu sehari delapan kali dan sebagainya.”


            “Itu dia, tolak ukur simplenya gini aja deh. Cristiano Ronaldo udah kaya, ganteng, berprestasi dan ahli dalam bidangnya. Kenapa dia gak pilih punya banyak pacar? Dia malah milih punya banyak anak. Begitu aja, yang terkenal banget aja pacaran cuma sama satu wanita aja. Semudah itu aja tolak ukurnya.”


            “Iya juga, yah. Padahal CR kan bisa aja setiap malem main sama cewek yang beda. Tapi dia milih setia.”


            “Nah itu juga. Pria yang disukai banyak wanita artinya kualitas dirinya sudah tidak diragukan, tetapi bila seorang pria memilih setia pada satu padahal ia bisa bermain dengan ratusan wanita, itu artinya dia sangat keren! Beda dari Sembilan puluh Sembilan persen pria!”


            “Wih keren.” tepuk tangan kecil Najwa.


            “Sekarang yang pamer harta.” Semi mencaplok rotinya dua kali. “Ya ampun Sem mulut kamu besar banget.”


            “Emang iya.” Semi menjawab tetapi tidak jelas karena lidahnya tertutup makanannya. Setelah beberapa lama ia baru bisa berbicara lagi setelah minum.


            “Pamer harta, itu cuma buat mencari validasi doang. Orang Indonesia itu haus validasi, harus diakuin orang dulu baru bisa mendapatkan cap orang kaya. Bagi aku ya, itu semua gak berlaku sama aku, bagi aku itu semua rendahan.”


            “Ampun suhu, ko bisa rendahan sih?”


            “Harta sementara, kalo ilang gimana? Ya udah ilang juga validasinya. Ada yang lebih mahal dari pamer harta. Pamer karya, aku itu seorang designer grafis, Kamu tau seorang designer kaya aku itu gak perlu masuk ke kantor sama sekali, dan desain grafis itu gak selamanya mudah, keliatannya aja hasilnya keren tapi dibelakang itu pusing. Aku aja pernah ngerjain satu projek dua bulan, aku kerian sendirian, hasilnya bagus bukan main, nama aku langsung naik. Waktu itu kalo gak salah buat modeling apa, penyelenggaranya minta bannernya itu gak ada pecah, kalo bisa sedetil mungkin, aku kerjain dua bulan sendirian. Kelar itu uangnya deres, ada kali tiga ratusan.”


            “Tiga… Ratus.” Semi menenggak airnya. “Iya.”


            Semi Kembali mencaplok satu rotinya lagi. “Gak bohong aku. Aku kalo mau pamer, aku bisa aja, pake Bahasa sombong “lu punya apa? Hah Iphone tiga belas doang? Gw punya hasil desain buat modeling di NYC, gw dibayar empat ratus ribu Dollar, digital imaging gw dipake buat majalah model top tanah air, gw pernah desain photobook buat Raline Shah, Agnes Monica, Emma Stone” udah gituin aja. Mereka itu bakal mangap.”


            “Karena itu adalah prestasi, seketika mereka jadi lupa apa yang mereka punya.”


            “Hooh.”


            “Harta semua orang punya tapi kalo prestasi belom tentu.”


            “Hooh. Itu tau. Nah ada sebuah kata yang secara tidak langsung mereka memberikan validasi kepada kita sekaligus itu adalah sebuah iri dan juga kebanggan buat kita. Hal ini juga bisa dikatakan kuat, tapi gak absolut.”


            “Apa tuh?”


            “Bila mereka sampai berkata “wih enak banget lu ya, bisa buat karya kaya gitu, kalo lu itu gw, udah gw abisin itu uang. Coba aja gw bisa kaya lu. Skakmat!”


            “Kena mental!”


            “Karena kita berhasil menang dengan cara yang sehat, dan itu validasi yang positif yang membuat kita dikenal sama temen kita.”


            “Iya banget tuh.”


            “Aku abisin sarapan aku dulu, nanti abis itu mandi terus berangkat.”


            “Samping aku dong sini, biar aku bisa sambil di peluk.” dengan nada dan wajah yang manja, Semi dan Najwa menghabiskan sarapan mereka bersama. “Roti aku buat tiga ya, jadi kalo mau makan aja.”


            “Makasih sayang, kamu tau kan aku suka banget sirloin.”


            “Makan oat dulu, abis itu jeruk, minum teh nanti berangkat. Setelah ini mandi deh.”


            “Aku mau mandi juga dong say.”


            “Najwa, jangan ngadi-ngadi.”


            “Ahhh, kita kan baru nikah sebentar, wajah dong say.”


            “Gak saat kamu hamil juga sayang.” Semi dengan cepat mencaplok rotinya agar ia bisa mandi lalu menghabiskan sisa sarapannya.


            Semi sudah selesai mandi, dikamarnya ia tengah mengenakan pakaiannya, ia bercermin melihat otot yang ada ditubuhnya, natural tanpa suntik steroid, walau tubuhnya tidak sebesar bina ragawan yang menjadi juara setidaknya ia sehat dan tidak akan memiliki efek samping karena obat suntik tersebut, Anabolik Steroid. Sebelum mengenakan kemeja, Semi mengenakan sebuah kaus olahraga tanpa lengan, yang membentuk jelas adadanya dengan wanra hitam, lalu dibungkus dengan kemeja biru dengan garis putih pada kancignya, dengan celana panjang berwana moca, dan juga sebuah spatu kulit coklat.


            Semi segera turun dari tangga, Najwa masih sibuk dengan spaghettinya dan juga sandwhichnya yang baru ia lahap sekali. “Najwa aku jalan ya say.”


“Wihhh ganteng banget.”


“Begini lah aku ketemu anak-anakku, itu masih anakku di sekolah, gimana nanti buat anakku yang ada di kandungan kamu.”


Semi menghampiri Najwa yang berada di depan televisi, mengecup keningnya dan juga perutnya. “Jangan kelamaan kerjanya ya, sampe lupa ada yang menunggu kamu.”


            “Nggak tenang aja.” satu pelukan untuk Najwa sebelum Semi meninggalkan rumahnya.


“Sebentar lagi dong Sem, temenin aku. Aku kayaya gak pernah negliat kamu seganteng ini sebelumnya. Kenapa gak penampilan kaya gini aja kamu didepan aku?”


“Apa aku harus nunjukkin perut aku yang kotak biar kamu luluh?”


“Iya deh, nanti aku kambuh lagi nanti.”


“Yaudah aku jalan dulu ya.” Semi segera menuju garasinya, mengambil motornya yang berasal dari Eropa, Tirumph Speed Triple 1050. Ia segera mengendarai motornya dengan kencang agar ia tidak terlambat ke sekolah.


Semi ampai pada sekolah tepat waktu yang ia inginkan, ia segera menuju ruang guru jurusan. “Pagi semuanya.” pak Arfian menengok.


            “Weh, ada darah mudah bu Aya.”


            “Wih ada pacar baru aku.”


            “Ngaco aja lu.”


            “Biasa mas Sem, mba Riana itu suka begitu dia, kaya suka kasmaran kalo liat yang ganteng sedikit.” semua guru produktif Multimedia semuanya sudah hadir pagi itu.


            “Yah telat mba, istri saya lagi hamil tiga bulan.”


            “Jadiin saya yang kedua dong mas.”


            “Kalo saya mau yah.”


            “Ih, jahat.”


            “Ada rangka apa ini mas Sem? Ganteng banget udah kaya mau bajak sawah.”


            “Bajak sawah gak tuh, pak, pak udah kenapa jokesnya.”


            “Eh biar seru bu Aya.”


            “Nggak ada apa-apa pak, saya kan emang begini kalo saya ngajar, saya harus memberikan kesan sama wibawa yang baik gitu, buat memberikan look bahwa saya adalah guru yang kompeten.” 


            “Oh iya bener mas. Sekarang penampilan itu berlaku banget, kata-kata don’t judge bokk from cover udah gak berlaku lagi mas.”


            “Iya emang pak, itu dia saya harus menampilkan bahwa saya itu kompeten.”


            “Ada jadwal dimana mas nanti?”


            “Saya sih nanti jam pertama kedua ada di kelas X I bu, nanti jam ketiga baru anak saya. Selebihnya nanti ngajar kelas yang lain.”


            “Semangat mas Sem. Buktikan bahwa bisa mengubah kelas XI MM 3.”


            “Sudah pasti bu.”


Jam sudah menunjukkan pukul 06.30, bel sudah berbunyi. Murid kelas X Multimedia 1 segera menuju lab untuk bertemu dengan Semi. Syukurlah dengan kehadiran Semi murid pada jurusan tersebut menjadi lebih bersemangat, karena Semi mampu membawakan wibawa bahwa dia adalah kompeten dan ahli pada bidangnyga, nilai pada muridpun meningkat.


Pak Afrian bersama bu Ayana berada di ruanag guru tengah melihat nilai para murid. “Bu, kayanya mas Semi dateng ke sini emang buat mengubah murid-murid di sini deh bu. Kayanya kan di semester lalu kan yang bagus nilainya itu cuma itungan jari, sekarang serempak bu, minimal delapan aja, gak kurang dari itu.”


“Iya pak bener, perubahan yang bukan main kan pak. Berarti berhasil itu dia pak membawa perubahan, mungkin emang ditakdikan buat sekolah kita mungkin pak.”


“Sepertinya begitu pak, emang ditakdirkan buat kita, buktinya murid-murid pada naik nilanya.”


Dua jam pertama Semi habis, kini bergantian lah anaknya yang akan mengisi lab dengan segera. Semi memberikan tugas pada murid kelas X yaitu untuk mencoba membuat desain poster produk layaknya profesional. Hanya beberapa menit setelah murid kelas X keluar kini datang lah anak-anaknya dengan semangat segera mengisi lab. Semi duduk di meja yang ditengah lab.


“Ayo masuk semuanya.” Semi berdiri, terlihatlah pakaiannya yang begitu casual. “Wih mas, ganteng banget.”


“Foto dulu sini, terus kirimin ke temen kamu Lan, siapa tau pada jealous.”


“Wah mas Sem mulai kelewatan ini, Din telpon istrinya mas Din.”


“Siap Kim laksanakan.”


“Ngaco, emang Wulan saya peluk, beda cerita Ardine.” Semi duduk. “Oh ya, yang event dari temen saya, kanya kalo waktu persiapan buat kalian dua hari gak akan cukup, jadi saya akan minta tambahan waktu lagi sama temen saya biar kalian itu bener-bener bisa memberikan yang terbaik.” Semi memeriksa ponselnya.


“Sem, mundur dua minggu ya Sem, soalnya kantor gw masih cari EO yang bener, kantor gw hampir ketipu sama EO, jadi siapin lagi aja anak lu ya.” seuah voice note dari Albertus. Semi hanya membalas ok. “Ok, kalian masih punya waktu dua minggu lagi, jadi persiapakn diri kalian dengan baik.”


            Semi duduk di mejanya, diam berpikir ingin memberikan materi apa kepada anaknya. “Ok, berhubung sama kegiatan kalian nanti, kita sekarang belajar aja mengenai nanti ya buat kalian persiapan. Jadi kita bakal bahas dari berbeagai keahlian kalian, mulai dari desain, editing foto dst.”


            Mereka mengangguk. “Ok kita mulai dari yang kecil dulu aja, font.” Semi melakukan pencarian mengenai sampul majalah modeling. “Jadi buat font majalah yang kalian bisa liat di depan, font mereka itu gak fancy, cenderung general aja. Justru hal kecin ini yang agak susah. Kalo buat saya sendiri ini pr banget sih. Pas desain udah jadi tapi font gak cocok itu ngeselin banget, ini kecil-kecil tapi bikin stres.”


            “Kenapa bisa gitu mas?”


            “Ada yang bisa jelasin kenapa cocok? Coba angkat tangan.”


            “Lah iya ya.” ucap Syarif. “Nggak ada?” Semi berdiri.


            “Udah janagn dipikirin. Nanti kalian cari aja font buat cover majalah, nanti juga seiring berjalan waktu kalian sering mendesain, nanti lama-kelamaan mata kalian itu peka. Niatkan buat belajar sama dedikasikan diri juga ya, biar apa yang kalian selama ini berguna sampai kalian lulus nanti. Karena desain grafis itu pekerjaan yang gak akan mati sampai kalian nanti modar.”


            “Gak usah kulaih dong mas?”


            “Bila kalian merasa tidak membutuhkan gak usah. Kan banyak yang Cuma modal desain terus abis itu buka Patreon. Yang mau liat desain dia nanti bayar. Sekarang itu jaman udah enak banget. Punya keahlian tinggal di asah sedikit jadi uang, kalo gak mau usaha yaudah, buka Onlyfans aja.” tertawa serempak mengisi lab.


            “Gak harus cewek buat buka Onlyfans, cowo juga bisa lagi. Tapi jangan pernah, kecuali kalain udah gak ada otak, silahkan. Jangan mau kalian tergiur sama hasil cepet kaya gitu, main Onlyfans, emang hasilnya besar, pake Dollar. Tapi apa selamanya kalian muda? Tidak akan. Kalian telat ya udah, kalian akan nangis nyesel. Karena mereka yang terhormat melakukan pekerjaan sulit dan mampu menaklukan semua ritangannya, mereka berhak mendapatkan ketenaran itu. Beda lagi sama bintang biru.”


            Semi diam berdiri, karena dari tadi ia berbicara ia berjalan memutar. “Kalo bintang biru walaupun mereka terkenal, mereka itu ya sama aja. Pelacur tetaplah pelacur. Yang jadi fansnya gimana? Ya sama aja Cuma orang-orang horny doang, jadi ngefans dengan motif berbeda. Alasan Sasha Grey keluar dari industri esek-esek karena dai itu pernah di pukul perutnya pas shooting. Gila kan? Cantik loh dia, matanya killer, emang dia itu gak harus macem-macem udah cantik. Cuma dia tersesar aja, sukur dia udah jadi aktris sama penulis sekarang.”


            “Yang lain ada mas?”


            “Ada Lan. Lana Rhoades. Yang cowok pasti tau, saya yakin dia itu gede atas bawah. Silahkan nyengir.” Hakim menahan tawa. “Hakim, suka nonton kamu ya?”


            “Nggak mas, saya suka miris kalo denger hal begitu.”


            “Ok, belom lama ini dia berkata bahwa dia itu gak menikmati pekerjaanya, karena dia sendiri itu Aseksual. Alias di aitu gak begitu tertarik sama hubungan badan. Dia ngomong bahwa di aitu bingung setiap harus shooting harus buat suara kaya apa, wajah kaya apa. Bayangkan kalian harus makan Samyang sama boncabe level lima puluh, tapi harus nyengir. Gak akan bisa kan? Bayangkan dia yang kurang tertarik sama hubungan badan harus pura-pura menikmati itu. Itu sakitnya bukan main.” Semi duduk.


            “Kita balik lagi ke tugas, malah ngalor ngidul kan.  Karena kalo kalian liat dimana pun ya, font cover majalah, kaya fashion sama modeling pasti fontnya simple. Bahkan ada kalo kalian perhatikan itu elegan. Itu salah satu keahlian yang juga kalian harus, harus harus kalian pelajari dan kuasai. Karena hal kecil kaya gini itu krusial.” Semi mengajar dengan serius yang diikuti oleh semua anaknya, mulai membahas dari desain, editing sampai fotografi, tak terasa juga karena mereka menikmati pelajaran itu waktu sudah hampir habis.


            “Buat yang desain kalian bisa konsultasikan sama saya, yang editing sama pak Afrian n yang fotografi sama mas Hatta.” bel berbunyi. “Lah udah abis ya?”


            “Ok mas makasih mas, seru banget pagi ini.”


            “Yoe sama-sama Ardine, sampai ketemu lagi di waktu selanjutnya.” murid meninggalkan lab bersamaan. Semi membuka grup kelas anaknya, menuliskan sesuatu “sementara kalian focus dulu sama kemampuan kalian, karena empat yang terbaik akan di hire sama temen saya. Jadi yang tugas corporate kita tunda dulu.”


            Semi menghabiskan beberapa menit awal istirahatnya di lab, menggunakan fasilitas komputer yang ada untuk mengakses website tertentu dan juga YouTube. Setelah ia puas ia segera menuju ruang guru untuk istirahat makan siang. Ia membuka ruang guru yang kosong, hanya aja dirinya seorang. Ia membawa sebuah wadah makanan yang cukup besar yang ternyata berisi anyak spaghetti dan juga potongan daging sirloin, dengan warna yang cukup merah dapat dipastikan bahwa hidangan itu pedas.


            Setelah Semi selesai dengan hidangannya, ia melanjutkan dengan beberapa buah jeruk kecil yang dapat dikunyah keseluruhan, setelah itu ia akan melanjutkan mengajar murid yang lain. Dari awal Semi duduk diruang guru sampai waktu istirhat selesai, hanya dirinya saja, ia tek mempedulikan hal itu, begitu ia selesai dengan jeruknya ia segera menuju lab untuk menunggu murid yang lain.


            Lab Multimedia, sangat menunjukkan lab yang kompeten, lab di pasangi kertas dinding dengan desain grafis yang sangat menarik, percampuran antara Photoshop dan juga Illustrator, antara vector dan bitmap Bersatu menjadi begitu indah dan harmoni. Dilengkapi dengan komputer dengan RAM enam belas giga dan processor I9, komputer dapat berjalan dengan cepat tanpa hambatan. “Ini kenapa anak XII MM 2 belom pada kesini?” Semi melangkahkan kakinya menuju kelas tersebut.


            “Kosong ya?” Semi membuka grup kelas tersebut. “Pada dimana kalian?” seketika ada yang menjawab. “Diaula atas mas, lapangan indoor. Ada info dari wali kelas sama kepala sekolah mas.”


            “Masih bisa gak buat jam saya?”


            “Semoga aja masih bisa mas.” Semi meninggalkan kelas tersebut, berjalan melewati setiap kelas yang ada, kelas TKR, TKJ dan Broadcasting. Tetapi satu kelas TKJ sangat bising yang mendapatkan perhatiannya, XII TKJ 1. Semi membuka pintu kelas itu. “Halo?” murid yang paling depan diam, seorang wanita. Semi masuk, seketika kelas hening dan semuanya duduk rapih.


            “Udah pada kenal saya?” tidak ada yang menjawab. “Saya guru baru di desain, saya wali kelas XI MM 2.” seraya ia masuk dan duduk di meja guru. Semi menarik kursi guru ke tengah. “Yo ngumpul sini, iya ngumpul.” mereka segera berkumpul di depan.


            “Ok, disini siapa yang doyan PMO?” tidak ada yang jawab, lau Semi menggerakan tangannya ke atas bawah seperti mengkocok, semuanya tertawa menahan seketika. “Sehari berapa kali? Jawab aja, kita ini udah mau dewasa kan? Pasti udah terbiasa.” yang awalnya Semi tersenyum kini ia serius.


            “Bercanda. Jadi siapapun diantara kalian yang sering melakukan itu, sebaiknya kalian, hentikan perlahan, karena efeknya bukan main. Buat cowok, nanti kalian susah tegang disaat kalian akan melakukan yang sebenarnya diranjang, selain itu juga kalian jadi gampang selesai. Nah kalo buat yang cewek ini lebih bahaya lagi, kalian bahkan bisa gak ngerasain gak puas pas lagi dikamar. Karena ******** itu akan ketutupan, karena yang bener adalah disaat kalian berhubungan nanti, ******** kalian itu kena, itu kenapa kalian ngerasa enak dan puas.” mereka sedikit tersenyum.


            “Sedikit edukasi *** lah ya. Efek yang paling kacaunya adalah menjadi sebuah fetish, ini kacau bukan main. Kalo kalian sering nonton kaya gitu nanti lama-kelamaan kalian punyafetish yang aneh-aneh, nah jangan sampai kalian memiliki fetish yang dimana, kalian suka melihat pasangan kalian nanti main sama yang lain?”


            “Lah itu gimana mas kok bisa?”


            “Lah iya bisa. Karena orang yang terlalu sering nonton akan selalu butuh fantasi yang lebih menegangkan, fetish itu sangat menegangkan banget, diluar itu udah banyak banget yang kaya gitu. Sampe melendung lagi.”        


            “Lah anak orang dong?”


            “Lah iya.”


            “Itu gimana mas konsepnya?” seorang pria dengan rambut yang ikal dan kulit yang sedikit gelap, matanya lebar dan alisnya tebal, bibirnya berbentuk busur dan berdagu kotak samap seperti rahangnya. “Nama kamu?”


            “Ardo mas.”


            “Ya, kalian yang menonton video itu pasti lama kelamaan akan bosen sama suatu fantasi, contohnya kaya step sister, kalo kalian nonton fantasi yang sama, kelamaan kalian akan bosen, di saat itu lah kalian akan mencari yang baru, fetish itu yang paling kacau yang pernah saya tau. Nyesel saya tau, saya udah nikah umur dua tiga, istri saya sekarang hamil tiga bulan.”


            “Nah setelah itu mas?”


            “Pas kamu udah mencoba berbagai macam fantasi kamu akan mencoba cari yang baru terus menerus. Kalo kalian sampe dapet fetish itu, saya harap kalian hanya sampai mengetahui dan menonton saja, jangan pernah kalian coba didunia nyata. Nyesel kalian nanti seumur hidup. Kenapa bisa begitu? Ya karena kalian liat divideo kayannya hot banget, lama kelamaan kalian ada inisiatif buat nyoba, pas nyoba kalian beneran suka lama kelamaan ketagihan, kalo sampe melendung gimana? Itu masalah besarnya.”


            “Oh gitu ternyata.” Ardo mengangguk. “Yang suka selingkuh mana?” mereka mulai menyebut nama satu sama lain.


            “Ok pesan bagi kalian yang suka selingkuh ya, saya mengutuk perbuatan itu, terutama kalian terus melakukan itu sampai kalian udah nikah nanti. Kalian tau gak apa efek yang paling gila dari perselingkuhan? Ini bener-bener kacau, kalian harus tau ini.”


            “Dibenci mas?”


            “Lebih dari itu. Andaikan kalain selingkuh nanti sama seorang wanita yang udah punya anak satu, misalkan cowok anaknya. Di saat wanita itu diceraikan otomatis anaknya akan menghabiskan banyak waktu bersama ibunya, yang otomatis feminin. Anak itu bisa tumbuh gemulai, kaya banci. Efek paling parah gay. Iya, karena dia tidak mendapatkan sayang dari seorang ayah otomatis dia akan mencari rasa sayang itu dari seorang laki-laki. Begitu jadinya, nah kalo anaknya cewek juga, pertama anak itu bisa membenci pria, yang kedua… Ada yang tau?”


            “Gak bakal nikah mas?”


            “Lesbian.”


            “HAH?!” serempak mereka semua. “Lah iya. Karena pengalaman dan mungkin trauma dia jadi berpikiran bahwa pria itu kasar, gak ngerti mereka. Akhirnya mereka akan mencari sosok yang mengerti diri mereka, sesame wanita akan mengerti pasti. Tidak menutup kemungkinan mereka menjadi lesbian. Yang salah siapa? Seseorang yang membuat rumah tangga itu hancur. Jadi bila kalian tidak menghentikan kebiasaan itu dari sekarang, siap-siap aja kalian nanti akan dimainkan juga sama pasangan kalian, dan itu adalah balasan langsung dari yang maha kuasa.”


            “Riska, dengerin tuh Ka, masih suka jalan sama cowok lain padahal udah punya pacar.”


            “Kita pindah. Siapa yang disini badannya WAW? Iya yang kaya gitar Spanyol ada lekukan depan ataupun belakang.”


            “Aduh pengen ngomong tapi malu.”


            “Ok bodo lah. Bagi kalian yang memiliki tubuh seperti itu jaga ya. Karena kalian wanita lahir sebagai ratu, ayah kalian itu jauh menyayangi kalian dibandingkan ibu kalian. Di saat seorang ayah memiliki seorang putri pasti anaknya terus yang digandeng, ya istrinya ngeliatin aja. Kalian juga adalah hal yang sangat rawan, terutama kalian udah menginjak usia delapan belas tahun, tubuh kalian itu lagi berkembangnya. Kalian harus menutupi aurat, tidak peduli apapun agama kalian.”


            “Des denger tuh, kalo di rumah pake hot pant sama tank top doang, rendah lagi.”


            “Eh kamu tau ya?”


            “Nggak mas, waktu itu pernah ngeliat aja waktu saya lagi jalan-jalan.”


            “Bodo amat siapa itu. Kalian harus menutupi itu karena apa? Bukan hanya perintah agama aja. Selain menghindarkan kalian dari kejahatan ***, ada yang lebih penting lagi.” Semi menggulung kemejanya, terlihatlah urat pada tangannya yang jelas. “Selain itu adalah untuk menjaga sebuah esensi alami dari seorang wanita.”


            “Sexy?”


            “Jelas, siapa namanya neng?”


            “Zelda mas.”


            “Terima kasih cantik. Esensi sexy natural wanita miliki, tapi kalo keseringan diumbar, orang udah tau, menutup aurat itu selain menghindari tatapan nakal ya. Jangan kalian minta cowok jaga mata tapi kalian gak jaga tubuh kalian, itu namanya kalian mancing. Saya sendiri kalo punya pacar suka ngumbar andaikan diperkosa saya gak akan nolong. Saya diemin aja, lumayan tontonan gratis.”


            “Tontonan gratis gak tuh kan?”


            “Kecuali kalian udah menutupi itu, make kaos panjang, tapi masih ada yang natap kalian nakal, silahkan kalian injek kepalanya. Selain itu juga, kalo emang kalian merasa sexy kalian tutupin aja itu lebih baik. Model Victoria Secret kalo udah biasa sexy lama kelamaan bosen gak?”


            “Bosen.”


            “Nah beda lagi kalo, ada model yang biasanya buat busana casual, tiba-tiba ada di playboy. Kaget gak? Banget pasti. Kalian gak abis pikir dan pikiran kalian pasti travelling.” mereka tersenyum mengangguk.


            “Mas namanya siapa?”


            “Yusril mas.” seorang anak dengan potongan rambut yang normal dengan rambut sedikit membumbung, dengan kulit yang cukup bersih, hidung mancung mata lebar, bibir busur dan rahang kotak. “Yusril sekarang gini, kamu lebih suka cewek yang make crop top rendah yang belahannya sampe keliatan, hot pant pendek keterlaluan atau yang tertutup?”


            “Yah gimana yas mas, semua laki-laki kayanya sama aja sih mas. Ya yang pertama.”


            “Ok, kalo kamu liat dai terus menerus, pake aoutfit sexy terus selama lima tahun berturut-turut, bosen gak?”


            “Ya kelamaan gak enak juga sih mas.”


            “Mungkin andaikan bugil gak begitu menarik ya? Karena udah keseringan ngumbar.”


            “Bisa jadi mas.”


            “Ok, sekarang yang tertutup. Kenapa gak pilih, kan kamu gak tau apa yang dia tutupin di balik baju itu, kamu kan gak tau sifatnya kaya apa, cewek lugu itu hot gak sih? Apa lagi kalo kamu berhasil bawa dia keranjang.”


            “Jangan ditanya mas, nagih yang ada.”


            “Yeh bocah pemabok ini kalo masalah cewek aja nyengir.” ucap salah satu temannya. “Sekarang kamu bayangin, kamu ngeliat cewek random dimall, make kaos panjang warna item yang gak ketat, tapi bentuk buahnya keliatan, lalu dia itu pake celana jeans gombrong, tapi ngebentuk juga belakangnya. Kamu penasaran gak?”


            “Penasaran mas.”


            “Kamu bayangin gak gimana kalo dia bugil nanti?”


            “Pasti mas.”


            “Itu esensi sexy yang sebenarnya.” mereka diam sesaat. “Cewek nanti kalo udah nikah coba aja, yang biasa kalian main itu bugil, kalian itu nanit gak bugil, bahkan kalian nolak buat membuka, contohnya kaya dress sekretaris deh, rok pendek, sama kemeja. Coba kalian saat maun sama suami kalian nolak buat bugil. Pasti suami kalian bakal tegang bukan main, walau udah tau badan kalian kaya apa dia pasti bakal tegang sama ******* bukan main. Coba aja nanti.”


            “Penjelasannya apa mas?”


            “Gini Ardo, sebagai pria kalo kita berhubungan badan kita pasti ingin mendapatkan pemandangan yang membuat kita semakin terpacu kan, kalo dihalangin otomatis itu kan bakal membuat kita penasaran, gini deh misal kamu nanti nikah kamu punya istri nanti ukurannya gede, biasanya bugil, eh tiba-tiba gak mau bugil. Kamu penasaran gak?”


            “Banget.”


            “Itu, salah satu kunci juga, ini buat yang cewek. Kalo pengen kalian mau pas udah nikah, suami kalian tetep nempel jangan pernah buka diri kalian utuh, maksudnya oke boleh kenal keseluruhan, tapi kamu ciptakan ada yang kamu tutupi lah, itu akan membuat pria penasaran, otomatis akan terus menggali tentang kamu, kalo kamu nanti mau pas hubungan ranjang gak bugil bagus, justru itu yang membuat pria itu semakin nempel. Kalian jangan menutup diri juga buat mempelajari seputar ranjang, karena banyak suami yang ceraikan istrinya cuma karena gak puas diranjang. Jangan mikir saya ngajarin yang gak bener, di Indonesia itu sedikit anak yang mendapatkan Pendidikan ***, karena banyak yang mikir ini adalah tabu. Tabu tapi penting.”


            “Mas yang cowok dong, cewek terus.”


            “Ok, siapa kamu?”


            “Dimas.”


            “Ok Dimas. Siapa yang disini yang olahraga?” banyak yang mengangkat tangan. “Olahraganya kaya futsal atau permainan lain?”


            “Iya mas.” Yusril menjawab. “Gak masalah. Kalo yang ke gym?” tidak ada yang menjawab.


            “Rugi kalian gak nge-gym.” Semi membuka kemejanya, tidak ada reaksi, karena masih tertutup kaus dalam olahraganya, lalu di saat kau situ terbuka baru lah riuh. “Wuhhh, mantab mas!” semua siswi menutup mulut mereka takjub.


            “Mas saya mau mas.”


            “Telat mba, saya udah ada, lagi hamil tiga bulan.”


            “Mas coba pegang sixpacknya mas.” Semi mengiyakan, semua siswa dan siswi takjub memegang otot perut itu, ada juga yang memegang dada bidangnya. Setelah semuanya selesai Semi kembali mentupi tubuhnya. “Tau gak kenapa kalian harus, musti, kudu nge-gym?”


            “Biar gampang dapet pacar mas.”


            “Salah satunya itu. Manfaat lainnya, itu bukan main. Kalian bakal keliatan keren tanpa harus barang mewah. Saya keliatan keren gak tadi? Saya kan gak nunjukin barang mewah sama sekali.”


            “Banget mas.”


            “Salah satunya itu. Kalo kalian gak bisa punya harta buat dipamerin, jawabannya adalah kalian bentuk tubuh kalian, kalian gak punya pacar, tunjukin bentuk tubuh kalian, kalian mau gampang dapet pacar tunjukin tubuh kalian, kalian mau rebut istri pacar orang bentuk tubuh kalian, kalian mau kuat di Kasur bentuk tubuh kalian, kalian mau istri kalian liar bentuk tubuh kalian, kalain mau dikejar banyak cewek sexy bentuk tubuh kalian, kalian mau buat orang yang punya Iphone 13, black card, Lamborghini, Galardo, Ferrari merasa iri, bentuk tubuh kalian. Kalian mau nanti punya anak cewek nempel sama kalian bentuk tubuh kalian, mau awet muda? Bentuk tubuh kalian. No bullshit.”


            “Segitu banyaknya mas?”


            “Lah iya, kenapa begitu? Karena jaman sekarang kalian itu dibuat males sama adanya gadget, sedikit orang yang mau sakit-katian ke gym, ngangkat beban berat, sedikit, kalo kalian mau melakukan itu artinya kalian itu beda. Wanita itu paling suka mencari pria yang beda, gak stereotype. Zelda, kalo kamu jalan disamping saya merasa aman gak?”


            “Aman dong mas.”


            “Salah satu manfaatnya itu, kalian mau diseganin orang dijalanan, bentuk tubuh kalian. Kan banyak orang juga yang ngeliat orang bertotot itu serem, baru liat aja belom digebukin. Nih kalian bagi yang mau coba gym, kalian coba aja dulu dari bodyweight exercise, nanti cari aja di YouTube. Kalo kalian udah bisa dispilin kalian bisa daftar gym. Nanti kalian jangan kaget misal ada nih cewe random meluk kalian, ngajakin check in, jangan kaget. Artinya mereka menginginkan kamu. Selain kalian menggugah secara seksual kalian juga sangat dicari dan kalian itu calon suami banget. Karen banyak orang yang belom nikah kurus, pas nikah gendut, saya benci banget liatnya.”


            “Abi situ manfaatnya apalagi mas?”


            “Ya ada banyak banget, kalian mulai aja dulu, nanti kalian bisa dapetin lebih dari yang saya omongin. Di sini siapa yang punya banyak cewek?”


            “Wah ini Jorgi ini.” ucap Yusril. “Mana Jorgi?” ia menunjuk tangannya, tubuhnya sedikit mungil dengan potongan bowl cut yang rapih tetapi tak membuatnya culun, kulit yang bersih mata yang berukuran sedang dan hidung mancung.


            “Kalian jangan mau dibegoin sama medsos. Kalian liat kalo dipostingan siapa, negliat kalo ada banyak cewek keliatannya keren kan?”


            “Iya mas.”      


            “Kalian salah, itu membuktikan keburukannya, punya banyak cewek kalo bukan muasin batang apalagi?”


            “Ya nggak Yusril?”


            “Bener mas.”


            “Selain itu membuktikan bahwa di aitu yang dipikirin Cuma ceweknya doang. Gak pikirin diri sendiri, mikirin gimana ceweknya supaya tetep nempel terus. CR yang kaya gitu aja pacarnya cuma satu orang. Malah anaknya yang banyak. Kenapa yang kaya dia gak milih pacarana sama banyak cewek? Ada yang bisa jelasin?”


            “Karena dia gak butuh banyak cewek?”


            “Bisa jadi. Pria yang hebat itu, disaat ia bisa memiliki banyak wanita tapi ia menolak dan hanya fokus pada yang satu. Itu artinya dia setia, kesetiaan itu yang langka, amat langka!”


            “Karena cowok mikirnya kalo satu cukup ngapain nambah ya mas?”


            “Iya, kalo cewek, selama bisa nambah ya nambah. Coba jawab saya.”


            “Gak semuanya sih mas.”


            “Yang cowok, ubah mindset kalian sekarang, kalo kalian diselingkuhin jangan bilang dia milih yang lain, tapi ubah. Dia yang rugi, oleh karena itu kalian harus pebaiki diri kalian, suapaya yang selingkuhin kalian itu rugi, itu juga berlaku kalo udah nikah, cuma kalo udah nikah lukanya lebih dalem sama besar pasti. Kalian ubah itu, yang cewek juga jangan mau ninggalin yang baik karena ada yang menarik, ya kalo kalian ninggalin mereka dapetnya yang lain, kalo misalkan dapetnya sama sodara sendiri, misal sama sodara atau kakak kalian? Udah gitu lebih bahagia? Nyesel gak?


            “Nyesel lah mas masa nggak.”


            “Salah satu cara nyakitin yang enak tuh gitu, kalo kalian ditinggalin sama pacar kalain, aya pacarin aja ade atau kakaknya. Kan gak begitu sadis tapi sakit.” Semi sedikit tertawa. “Kalo perlu abis kalian ditinggalin sama pacar kalian, nikahin kakak atau adeknya, itu sakitnya bukan mian sih.”


            “Balas dendam yang win-win solution ya mas.”


            “Ho’oh, itu tau.” Semi tersenyum begitu juga yang lain. “Sebagai cowok kalian juga harus punya karya, karena salah satu cara menarik cewek yang berkualitas adalah dengan karya, kalian bisa mengalahkan mereka yang memiliki harta mewah dengan karya kalian. Karena harta bend aitu sementara, kalo kalian punya karya yang sampe diakui pemerintah bakal dunia, Yakini pasti akan banyak yang mau deketin kalian, berlaku juga buat cewek. Kalin bisa menarik pria berkualitas, kalian bisa mendapatkan suami yang gajinya tiga digit. Yang cowok, kalo kalian punya karya kalian bisa kerja sendiri, bisa juga kalian request gaji, kalian berhak karena karya kalian ada apalagi itu bagus banget. Ya kalo tempat kalian mau melamar kerja gak mau ya ancam aja kalian bakal ke tempat lain, kan mereka bakal mikir, ada calon pekerja yang mau kerja punya karya sama portofolio bagus, mereka nolak nanti malah dapet saingan baru kan yang ada. Gitu.”


            “Oh begitu toh.” semuanya diam sesaat. “Pelajaran apa sekarang kalian?”


            “Agama mas.”


            “Yaudah saya tinggal, jangan berisik tapi, kalian bisa pertimbangkan ucapan saya nanti, kalo mau ngobrol kaya gini lagi nanti bis akita atur.” Semi bangkit dari duduknya. “Ok thank you.”


            “Itu baru guru, bisa ngobrol sama murid, enak diajak ngobrol. Beuhhh seru banget kalo ada guru kaya dia.”


            “Yoi, kuy nanti minta nomornya.”


            “Sans, nanti kita minta Yus**.