
“Lu dapet berapa dari hasil baju lu ?”
“Gw dapet tiga setengah Kim.”
“Iya ?”
“Gw tiga ratus si.”
“Wih berarti gak salah ya mas Sem ngasih kita tugas buat kaya gini, jadi ngerasa ajir gw beneran dah padahal Cuma tiga setengah, ya lumayan kan, tapi rasanya gw kaya crazy rich lo.”
“Weh ade ape ni brad-bradku ?”
“Wey Ghif, gitar baru ni men ?”
“Baru gw elap kemaren, kaya baru lagi jadinya. Ade ape ni bosku ?”
“Dapet berapa Ghif dari jual baju perintah mas Sem Ghif ?”
“Wehh, lumayan cok. Walau gak banyak banget tapi untung. Tiga ratus alhamdulilah.”
“Beda gocap sama gw Ghif, apa yang lu rasaian ? Gw serasa tajir.”
“Jelas gw merasakan hal yang sama bradar.”
Kelas itu penuh membicarakan uang yang mereka dapat dari hasil menjual kaos mereka perintah Semi. Mereka tiada hentinya membicarakan tentang itu, bahkan mereka sampai membuat perkumpulan dimana mereka hanya membicarakan uang yang mereka dapat.
“Good morning class!” tiba-tiba Semi daatang yang membuat kelas itu berhamburan layaknya semut yang ditetesi air.
“Loh ngapaian kalian ?”
“Ngomongin hasil penjualan mas.”
“Oh iya, mana bajunya ?”
“Udah dijual mas!”
“Ya ampun, jadi gak dijual ke kita nih ?”
“Dijual ke temen sama mulai jula online mas, walau masih nyoba sih.”
“Nah mantab tuh, kalo mau satu akun ig, masukin semua desain kalian ya, anti saya juga mau nyumbang desain saya deh, supaya kalian ada yang hot brandnya gitu lah. Ok, kita masuk yak e corporate identitiy., jadi langsung cabs aja!”
Mereka berpindah ke lab desain grafis untuk memulai pelajaran yang baru, pelajaran ini juga banyak yang menanti. Semi duduk di depan mereka smeua dengan menggunakan kursi putar yang tersedia untuk computer. “So ok, akhirnya ini dateng juga ya akhirnya. So ditugas ini kalian boleh membuat sebuah production house film, terus nama developer game, brand hijab, kalo kalian suka hewan kalian bisa buat nama petshop, yang suka sepatu buat brand sepatu, kaos, celana, jaket, yang buat nama toko silahkan.”
Semi bangkit dan mengambil spidol untuk menulis dipapan tulis. “So jadi pertama kalian harus membuat nama dulu, dibalik nama yang kalian buat ada filosofinya. Misalkan saya mau membuat sebuah developer game bernama Hunted Carnage studio. Saya menggunakan nama itu karena, arti dari nama developer game saya adalah studio pembantaian yang mengerikan, ini berkenaan dengan game yang akan saya produksi, dimana game saya akan lebih sering memproduksi game berbau kekerasan dan juga game horror yang mengerikan.”
“Oh begitu ngerti-ngerti.”
“Ngerti kan ? Nah setelah itu kalian mau oake flat desain, atau kalian mau pake alemen yang lain, missal kalian mau pake ilustrasi, lalu mau pake bentuk. Kalian boleh pake satu aja atau kalian boleh pake dua bahkan kalia gak masalah mau pake ketiganya. Nah setelah itu nanti kalian akan menulis filosofi lambang. Nah yang mau pake ilustrasi sama bentuk pastikan kalian itu gak kelibet ya kalo mau buat itu, karena dulu temen saya buat pake ketiganya saya malah gak ngerti apa lagi dia. Ok ?”
“Ok mas.”
“Nah setelah itu kalian cari inspirasi lambang, nah pas kalian buat itu jangan melenceng ya sama inspirasi saya, karena dulu saya sempet melenceng sama inspirasi waktu sekolah. Lalu kalian gambar nanti masing masing dari nama kalian gambar tujuh aja. Jadi kalian pilih tiga nama ya, filosofinya dijelasin, setelah itu kalian nanti gambar desainnya kaya apa nanti. Nah setelah itu nanti saya pilih tiga, nanti kalian lagi yang milih satu yang kalian suka, itu adalah final.”
“Satu nama tujuh gambar kan mas ?”
“Iya Abimana.Kalo gak selesai hari ini kita lanjutkan hari yang ada pelajaran saya. Nah setelah itu nanti kalian buat bukunya.”
“Contohnya udah liat sih mas.”
“Nanti saya kasih liat lagi supaya kalian bisa buat kaya senior kalian. Berarti buku gak usah dijelasin ya ?”
“Gak usah mas.”
“Ok so jadi kalian silahkan pikirkan tiga nama beserta filosofi, nanti ajukan kepada saya. Banyak yang nanti kan tugas ini "
“Yoi mas.”
“Nah sekarang udah ada nih tugasnya, jadi kerjain ok. N bila kalian nanti udah selesai nama dan filosofi nanti kalian lanjutin seterusnya ya, udah tau kan apa aja ?”
“Tau lah mas kan smeuanya ditulis dipapan.”
“Ye bener kamu. Ada pertanyaan kah gerangan ?”
Mereka hening sambil mencari hal yang mungkin bisa mereka jadikan pertanyaan nanti. “Ok kalo gak ada kalian nanti buat medprom berupa kop surat, amplop, kartu nama, kartu ID, terus buat mug, mug gelas.”
“Oh iya tau mas.”
“Ini sebenernya mahal loh ini semua tugas. Beneran dah, waktu itu aja saya Cuma buat bukunya aja keluar delapan puluh apa, kalo keseluruhan mungkin ada kalia tiga ratus. Nah kalo setelah ini, kalian mau jual mugnya gak masalah. Apa kalian mau buat kaos lagi supaya dapet uang gak masalah, silahkan. Buat ngasih makan kantong lagi, biar gak rewel.”
“Ok dimengerti mas.”
Mereka berpikir akan hal itu, apa yang Semi ajarkan kepada mereka bedsarkan apa yang ia alami dulu semasa SMK. “Kayanya gak usah deh mas. Soalnya gak ngasil modal balik.”
“Nggak ? Ok yaudah. Jadi kalian kerjakan aja step utamanya. Kerjakan!”
Mereka mulai menulis berpikir untuk membuat nama yang bagus dan indah. Terlihat banyak dari mereka yang berpikir keras untuk membuat satu nama. Mulai dari mereka yang menatap langit-langit, termenung, mengingat brand, mengaitkan dengan hal pribadi, dan masih banyak lagi yang mereka lakukan untuk mendapatkan satu nama. Music dinyalakan didalam lab itu dengan volume yang tak begitu besar. Semi membiarkan itu agar membuat mereka mengalir dalam berpikir. Banyak guru yang berkata jangan mendengarkan music ketika belajar, faktanya dizaman seperti ini mereka justru mengalir dengan adanya music. Bahkan mereka melahirkan ide Einstein ketika mereka mendengarkan music.
Tak bisa dipungkiri juga, bahwa sekarang music sudah menjadi bagian dari hidup manusia, menjadi sangat penting dalam kehidupan. Ya awalnya hanya biasa saja namun kelamaan music memberikan efek yang besar kepada kehidupan. Music juga memberikan efek yang bagus kepada otak dan juga kepada psikologis. Itu mengapa ada mereka yang mendengar lagu menjadi senang, melakukan hal negatif, bahkan ada mereka yang mengakhiri hidup karena mereka mendengarkan music. Mendengarkan lagu ketika menyetir pun juga bagus, terutama music yang lembut, membrikan efek yang tenang dan santai. Bagaimana dengan yang keras ? Itu sebenarnya tergantung kepada orangnya. Menurut penelitian lagu seperti Rock dan Metal ketika didengarkan ketika berkendara memberikan efek bahwa ingin cepat sampai pada tujuan, hal itu bisa memicu mengebut, tak mematuhi lalu lintas dan bisa saja membahayakan banyak orang. Bila orang itu tak terdamapak itu aman saja.
Semi terlihatnya seperti tenang ketika mendnegarkan music, padahal ia tengah mendengarkan teriakan para tentara yang tengah berperang. Walau music yang Semi dnegarkan, ia tetap tenang dan santai. Itu semua kembali lagi kepada pendengarnya.
“Ok yang udah ada nama bisa ajukan kepada saya.”
Silvia dan Savira, mereka duduk didepan meja Semi. “Ok siapa yang mau duluan ?”
“Saya mas.”
“Ok Silvia, kamu itu buatnya brand apa ?”
“Fashion wanita mas.”
“Oh berarti butik.”
“Iya mas.”
“Ok kenapa namanya Rosa Amor ?”
“Karena Amor itu kan bahasa Spanyol yang artinya cinta, lalu nama Rosa juga bagi saya bukan nama yang berasal dari Indonesia.”
“Iya, saya rasa nama itu dateng dari sana.”
“Nah dipikira saya nama Rosa itu wanita yang cantik banget, rambutnya panjang pirang, bibirtnya merah, weh perfect lah mas.”
“Nah kenapa namanya itu ?”
“Saya berharap bahwa butik saya ini akan dicintai oleh masayarakat, dan saya beraharap wanita yang mengenakannya akan terlihat cantik.”
“Mantab Silvia. Kamu udah ngerti banget. Ok Savira kamu buat apa ?”
“Fashino wanita juga mas.”
“Ok butik lagi nih. Kenapa namanya Sermian Karakter. Nih namanya sedikit abstrak nih, saya suka nama abstrak. Kenapa neng abang jadi penasaran.”
“Sermian itu Cuma kata yang saya mainin mas, kata itu awalnya “Resmian” nah karakternya nanti saya jelasin. Jadi saya menggunakan karakter nama Sermian Karakter karena butik saya bergerak pada fashion wanita khususnya formal. Nah bila wanita yang mengenakannya itu akan memberikan karakter bagus pada dirinya. Yang kita tau kan pakain itu bisa mengkarakterisasi diri.”
“Oh iya bener. Keren Vir. Keren nih kamu buatnya. Kamu mikirin ini imajinasi kamu udah tinggi banget gak ?”
“Kelewatan mas yang ada. Saya kaya berimajinasi baju saya ada dicatwalk, di pake model dunia, bisa kalahin Versace. Beuh tinggi banget mas.”
“Main kan imajinasi kamu. Padahal ini Cuma tugas loh. Pengen kan itu jadi nyata ?”
“Banget mas.”
“Yaudah, coba aja kamu berdo’a siapa tau itu emang jalannya kamu. Kalo beneran kan enak, nanti anak saya mau nikah saya bisa pesen gaun dari kamu.”
“Amin mas.”
“Ok, balik lagi ke Silvia, nama kedua. Nama kedua adalah Eiffel Vêtements. Bih bahasa Prancis nih say ?”
“Nah berkenaan dengan nama butik saya, saya mengambil ikon negara Prancis yaitu menara Eiffel, dan arti dari Vêtements adalah pakaian. Saya menggunakan nama itu karena Prancis menjadi destinasi belanja dunia, dengan itu saya akan memproduksi baju yang berkelas dan glamour seperti berasal dari Prancis.”
“Hmm, nyambung itu. Keren. Ok lalu kita kembali ke Savira. Ngleiat kamu jadi inget sama temen saya yang dulu saya sukain pas SD, cantik kaya kamu.”
“Asik dipuji mas Sem nih Vir.”
“Masa iya sih mas mirip saya ?”
“Gak terlalu banget sih, tapi rambut sama bentuk wajah begitu lah.”
“CIE VIRA!” suara Ardine meledek.
“Ardine, saya botakin kamu ya ?”
“Iya ampun mas jangan, sekali botak enam bulan mas baru numbuh.”
“Makanya diem kamu.”
“Iya ampun mas Sem gak sengaja.”
Teguran itu hanyalah sebuah candaan, bahkan Semi tidak terlihat marah ketika ia menegurnya, bahkan Ardine terlihat nyengir ketika ditegur oleh Semi.