How To Be A Good Teacher

How To Be A Good Teacher
Desain, nyanyi ?



Terlihat bahwa mereka semua tampak sibuk mendesain, ada juga beberapa yang belum selesai mendesian corporate, mereka yang sudah selessai mendesian corporate lanjut mendesain untuk bisnis mereka. Infocus terlihat menampilkan desain Semi, desainnya hanya sebuah kaligrafi saja tapi terlihat begitu indah dan menawan. Ia menggunakan AI, ia membutuhkan waktu yang sangat lama untuk menguasai aplikasi desain itu, karena itu sangat beda dengan Photoshop, karena awalnya dia hanya bisa menggunakan Photoshop saja, kini ia bisa menggunakan banyak software desain. Itu berkat kegigihannya dalam belajar dan juga hobinya.


Semi bersandar, dimejanya, ia menghela nafasnya, ia seperti kelelahan, tetapi ia hanya duduk saja dari tadi. Karena terlalu lama bisa menyebabkan juga kelelahan, memang tidak selelah berkerja lapangan, karena ia bekerja dua cara, ia bisa dibelakang meja dan juga bisa di lapangan. Ia lebih sering berada di lapangan, karena itu membuatnya sehat.


Semi mengambil gitarny dan pindah ke tengah. Ardine yang melihat itu pindah untuk berpartisipasi. “Mau nyanyiin lagu apa mas ?”


“Nggak tau, saya belom mikirin mau nyanyi apa.” Semi mengatur gitarnya, membunyikan setiap senar berulang-ulang.


“Emang itu gitar dari tune apa mas ?”


“Saya iseng pake tune drop F, ternyata hasilnya aneh, gak masuk banget buat di akustik.”


“Lah emang ada mas itu tunenya ?”


“Ada lah, drop itu dari A sampe G ada.”


“Lah drop E juga ada dong mas ? Bukannya cuma E standard aja mas ?”


“Nggak, semua drop tune itu ada dari A sampe G. Nah standard tuning pun semuanya ada dari A sampe G, terus ada juga tune drop D1, alias double drop D. jadinya string paling bawah sama bassnya itu jadi tune D. Ada juga namanya tune drop C#1. Buat lebih jelasnya kamu cek deh di YouTubenya Nik Nocturnal, saya tune itu juga dari dia saya.” Semi menggenjreng gitarnya sekali, ia tersenyum. Tune gitar itu sudah benar.


“Yang lagi desain boleh break sebentaran kita nyanyi bareng. “ itu membuat mereka semua berhenti seketika, beberapa siswi pun mendekati Semi. Semi memetik gitarnya dengan asal, lalu ia meletakkan capo pada fret empat. Lalu ia memulai aksinya.


Ia mulai menyanyikan lagu itu beserta intronya. “My eyes are no good, blind without her the way she moves, i never doubt her when she talks, she somehow creeps into my dreams. She's a doll, a catch, a winner i'm in love and no beginner could ever grasp or understand just what she means.”


“Vira kenapa kamu senyum-senyum gitu ?”


“Lagu favorit banget mas.”


“Oh pantes. Ya ini hari keuntungan kamu.” Semi kembali melanjutkan.


“Baby, baby blue eyes stay with me by my side ‘til the mornin', through the night well baby stand here, holdin' my sides close your baby blue eyes every moment feels right and I may feel like a fool but I'm the only one, dancin' with you. Oh oh oh oh.” lagu itu memang bagus, sederhana hanya dengan gitar akustik, dan juga drum yang tidak begitu sulit.


“I drive her home when she can't stand i like to think I'm a better man for not lettin' her do what she's been, known to do. She wears heels and she always falls don't let her think she's a know-it-all but whatever she does wrong, it seems so right my eyes don't believe her but my heart, swears by her”


““Baby, baby blue eyes stay with me by my side ‘til the mornin', through the night well baby stand here, holdin' my sides close your baby blue eyes every moment feels right and I may feel like a fool but I'm the only one, dancin' with you. Oh oh oh oh.”


“I swear, I've been there i swear, I've done that i'll do whatever it takes, to see those baby, baby blue eyes stay with me by my side ‘til the mornin', through the night well baby stand here, holdin' my sides I’m closin’ your eyes every moment feels right. my eyes are no good, blind without her the way she moves, i never doubt her when she talks, she somehow creeps into my dreams.”


Satu genjrengan asal mengakhiri lagu itu, disertai petikan asal pula tetapi terdengar indah. “Anjay mas, yang lain lah mas.”


“Vira kenapa kamu senyumnya lebar banget sih hah saya perhatiin dari tadi.”


“Pacar saya sering mas nyanyiin mas.”


“Ok, saya bakal nyanyiin lagu yang gak kalah romance juga, cocok buat lagu orang pacarana. “


“The best thing about tonight's that we're not fighting it couldn't be that we have been this way before i know you don't think that I am trying i know you're wearing thin down to the core. But hold your breath because tonight will be the night that I will fall for you over again don't make me change my mind.”


“Sadis mas, auto baper mas yang ada.” Semi hanya tersenyum sambil kembali menyanyikan lagu itu.


“Or I won't live to see another day i swear its true cecause a girl like you is impossible to find you're impossible to find. This is not what I intended i always swore to you I'd never fall apart you always thought that I was stronger i may have failed but I have loved you from the start. Oh, but hold your breath because tonight will be the night that I will fall for you over again don't make me change my mind i won't live to see another day i swear it's true because a girl like you is impossible to find it's impossible to find.”


“So breathe in so deep breathe me in i'm yours to keep. and hold onto your words 'cause talk is cheap and remember me tonight when you're asleep.Because tonight will be the night that I will fall for you over again don't make me change my mind or I won't live to see another day i swear its true cecause a girl like you is impossible to find you're impossible to find.”


“Yap yang baper boleh angkat tangan.” Jelas saja, ke empat siswi yang malam minggu kemarin Semi nasihati. “Kenapa kalian baper cantik ?”


“Anjay mas cara nyebutnya pake hati banget mas kayanya.”


“Ini hiburan bukan diantara kesibukan kalian nugas ?”


“Yoi mas, lanjutkan.”


“Itu lagu kesukaan saya banget mas. Sehari bisa dengerin sepuluh kali bahkan.”


“Masa sih Syifa ? Gimana pas saya nyanyiin ?”


“Serasa kaya mau dihalalin mas.”


“Hmm ketinggian imajinasi kamu. Tapi kalo kamu mau itu gak ada salahnya kamu persiapkan diri kamu, pastikan kamu bisa menjadi istri yang baik. Jangan suka nyimpan rahasia, apalagi kamu sampe selingkuh. Jangan.”


“Nggak akan mas.”


“Tapi kalo temen suamimu lebih ganteng badannya bagus, kamu bisa nahan ? Itu salah satu ujian loh. Beneran. Karena diluar sana berapa banyak yang kaya begitu, jadi kalian yang ingin cepet dinikahkan, kalian persiapkan diri kalian dari sekarang, andai nanti kalian kuliah udah dinikaih ya gak masalah. Kan kalian bisa merencanakan kehamilan kalian. Jadi gak masalah kalo kalian lulus, kuliah baru semester tiga udah dinikahin ya gak masalah. Di inget ya siswiku yang cantik ?”


“Siap mas.”


“Mantab mas, itu kaligrafi aja tapi kesannya padat gitu. Maksud pada itu yang gak bisa saya jelasin mas. AI ya mas ?”


“Yoi. AI lah. Tenang , saya ajarin pasti, begitu kalian selesai nyetak ini corporate kalian saya ajarin AI, nah sekarang gimana kabar tugas itu ?”


“Udah selesai mas rata-rata, paling sisa satu dua tiger orang doang mas yang belom.”


“Yakin ?”


“Yoi mas, di grup udah dibuat list yang udah kelar mas. Paling sisa sedikit yang belom mas.”


“Ok, mantab lah. Gimana Din menurut kamu desain saya ?”


“Mantab mas itu beneran.”


“Jawab ae lau Bi.”


“Gw pernah liat desain itu di distro mahal Din, harganya bukan main men beneran dah. Makanya gw jawab duluan. Terus hari itu ada yang beli, beuh gile keren banget jadinya beneran.”


“Ok saya cukup yakin, jadi ini langsung posting aja ?”


“Angkut mas.”


“Ok Linara. Kalian menciptakan kepercayaan diri saya. Nah gimana kabarnya bisnis kalian ? Apakah sudah menambah desain baru dikatalog kalian ?”


“Belom mas. Ini bakal jadi katalog terbaru kita.”


“Ok, Fin saya save as dulu terus abis itu saya kirim ke kamu langsung ya.” Semi segera pindah duduk sambil membawa gitarnya. Ia segera menyimpan desain dari kaos yang terpampang di lab. Lalu mengirimnya langsung kepada Linara.


“Udah mauk Lin ?”


“Udah mas. Mantab, tinggal posting doang.”


“Kalian bisa kembali lagi ke tempat kalian, kita ngobrol jarak jauh aja gak masalah.”


“Mas, koreksi desain saya mas.”


“Tunggu, kalo gitu saya buka gmeet ya, supaya gampang koreksi desain kalian.” pandemi tetap membawa kemudahan, dengan adanya Google meet kini bisa dengan mudah melakukan koreksi tanpa perlu menghampiri ke meja.


Abi segera membagikan layarnya, lalu tampak sebuah desain dengan konsep soft dan kalem, terlihat begitu lembut dan menghanyutkan.


“Mantab Bi, itu konsep kamu dapet banget. Saya udah tau konsep kamu apa, dan konsep kamu itu udah masuk banget, keren.”


“Mas, saya mau nunjukkin desain saya yang mumpuni mas, pasti auto terima dah gak pake komen saya jamin mas.”


“Silahkan Rendra.”


Benar saja, sebuah kaos dengan desain tulisan yang berbentuk sebuah gitar, sebuah kata-kata motivasi, motivasi menghapai cita-cita, kehidupan dan masih banyak lagi. “Angkut Ren, Afina langsung post ya, gak pake lama.”


“Siap mas.”


“Bener kan.” cengir Rendra. “Desain yang bagus kaya gini juga Ren,


“Mas, koreksi punya saya mas.”


“Ok yang tadi abis baperan.” Vira, tak disangka ia ternyata menyukai graffiti dan urban style, seperti pada desainnya. Desainnya cukup besar dengan sebuah kata “no rendirse nunca” bahasa Spanyol dengan arti pantang menyerah, dibungkus dengan graffiti style yang sangat urban, ditambahkan pula sedikit pemanis yaitu berupa tetesan cat semprot.


“Mantab Vir, kamu suka graffiti ya ? Saya liat kamu suka buat yang kaya begini.”


“Suka mas, saolanya abang saya bisa mas.”


“Pantes. Saya juga suka, Cuma saya lebih ke buat lukisan sih pake pilok juga sama. Ada di ig saya. Udah pada liat kan ?”


“Udah mas, itu keren sih mas.”


“Kalian teratik ?”


“Bisa lah mas ajarin suatu saat.”


“Ok kalo itu mau kalian. Kamu gimana Vira ?”


“Boleh lah mas. Itu dikertas kan ? Dari pada saya harus nyari tembok.”


“Ok suatu saat deh saya bakal ajarin kalian.”