
“Ok, bocah udah pada ganti pelajaran gw bisa santai dulu buat sesaat, gw gah ngerjain tugas yang ada sekarang, karena besok Kamis gw bakal ada tugas lagi, nah disaat itu juga…. Gw kana da rapat guru ya ? Ah iya lupa gw. Bilang dulu lah ke pak Adnan.” Semi segera berjalan ke ruangan kepala sekolah.
Pak Adnan tengah sarapan dengan ketoprak, sebelum pak Adnan memulai sarapnnya Semi masuk telebih dahulu.”Maaf pak menganggu waktu sarapannya.”
“Ada apa pak Semi ?”
“Ah berhubung besok Kami kita akan melaksanakan rapat guru pak, saya inign meminta izin untuk tidak masuk esok, karena saya memiliki tugas dair tempat saya bekerja.”
“Oh pak Semi juga memiliki tugas di tempat kerja, jadi –pak Semi ini sekarang freelance ya ?”
“Iya pak, saya freelance, saya dulu itu bekerja di perusahaan yang bergerak di desain grafis, karena saya gak di izinkan resign jadi saya di jadikan freelance. Hanya untuk esok saja pak. Untuk Jum’at saya pasti bisa.”
“Oh tidak masalah pak Semi, saya bisa mewakilkan bapak, karena pak Smei telah memberitahukan semua program anda, jadi saya akan mudah mewakilkan anda besok.”
“Terima kasih pak, karena saya esok akan memiliki tugas selama satu hari penuh pak, mulai dair jam delapan pagi sampai jam sepuluh malam pak. Atau…. Kita melakukan rapat mala mini secara daring saja pak ? Karena saya rasa ini bisa menjadi jawaban pak, karena saya takutnya bapak menyampaikannya ada yang kurang pak.”
“Bisa, bisa kita jadikan jawaban itu sepertinya. Untuk waktuknya kapan pak Semi ?”
“Mungkin setelah Isya pak. Karena belum terlalu malam sekali, mungkin kita bisa melakukan rapat ini dengan cepat pak, karena yang membuat rapat itu lama adalah menerima saran dan kritik, lalu cara mengatasi kritik itu.”
“Hmmm, saya pribadi itdak bermasalah, karena saya untuk tidur harus sedikit merasa lelah. Maklum, dulu saya waktu muda menderita insomnia, smapai sekarang masih begini mas.”
“Terima kasih pak, saya rasa bila besok saya tidak hadir, takutnya bapak menerima pertanyaan yang bapak tidak bisa jawab, itu akan menjadi hal yang buruk.”
“Benar sekali, karena ini adalah program anda, dan anda memberitahukan saya tentang program anda itu pun belum seutuhnya bukan ?”
“Benar pak, karena saya hanya memberitahukan bapak point penting saja dalam program saya.”
“Ok pak Semi, untuk mala mini bisa untuk mengikuti rapat ini, saya akan memberikan berita ini kepada semua guru agar mereka bisa menghadiri ini, semoga saja tidak lama ya pak, karena anda harus memperisapkan fisik untuk besok bukan, karena di wabah yang belum selesai ini, jadi kita harus memiliki tubuh yang fit. Bila tidak kita akan mudah drop.”
“Ya benar pak, saya berharap ini berlangsung singkat, sehinggas aya memiliki waktu yang cukup untuk istirahat. Terima kasih pa katas waktunya.” Semi menjabat tangan pak Adnan dan meninggalkan ruangan.”
Kembali lagi ke lab desain, di sana sudah ada kelas XII V yang menunggu Semi. “Halo, ok smeuanya udah kumpul.” Semi duduk di baling monitornya. “Apakah kalian sudah selesai desainnya ?”
“Udah mas, yang belom selesai bisa selesain sekarang kan mas ?”
“Iya, sampe nanti pulang saya tunggu, nanti bisa kasih lewat email aja ya, pake filenya sama desain jadi. Nah yang udah jadi bisa present sekarang.”
“Mas.”
“Iya ada apa ?”
“Kita mau report bisnis kita mas.”
“Nah ok silahkan.”
“Nah jadi minggu ini kita dapet pemasukan yang lumayan nih mas, kan kemaren mas Sem itu kan kirim desain ada tiga tuh mas, nah itu yang mesen langsung sepuluh mas, terus beberapa dari kita itu kan pake desiannya mas Sem sebagai acuan, lalu kita jadiin desain sendiri, nah itu yang di sukai mas, minggu ini desain itu mas yang paling di sukain.”
“Good, berapa banyak yang terjual ?”
“Lima puluh ada mas secara total.”
“Good sekali, berapa pemasukan kalian minggu ini ?”
“Eenam ratus ampe delapan ratus ada mas, hampir sejuta.”
“Beh mantab, keren banget. Kalian rajin-rajin ya buat desain kaya gitu, karena kalo begitu artinya udah bagus, kalian harus lebih semnagat lagi cari desain sebagai inspirasi, dan kalian juga tingkatkan kemampuan kalian. Bisa kita present sekarang ?”
“Bisa mas.”
“Ok yang bersedia bisa present sekarang.”
“Mae bisa present Mae ?”
“Bisa mas.” Hari ini seprtinya akan sedikit tidak menyenangkan, karena harus mengajar sampai siang, lalu pulang istirahat untuk beberapa saat, dan di malam harinya harus melakukan rapat daring. Sebernarnya Semi tidak menyukai itu, karena ia tidak memiliki pilihan lain.
“Kalian itu sebenernya besok itu ada rapat guru besok.”
“Pulang cepet dong mas ?”
“Nggak jadi.”
“Yah, ngapa mas ?”
“Karena rapatnya saya pindahin malem ini, nanti di gmeet.”
“Yah, rapat besok dong mas.”
“Gak bisa, saya itu besok ada kerjaan, ada event dari kantor saya.”
“Oh jadi kerja di dua tempat mas ?”
“Bukan saya dijadiin freelance sama perusahaan saya. Karena gak boleh resign. Kalo perlu kalian kaya saya, kan enak tuh kalo freelance. Kalian di rumah aja tapi uang tetep ngalir. Emang gak gampang, tapi kalian mencoba aja untuk menjadi yang terbaik kalo udah kaya saya gini kan enak. Kalian kerja di rumah tetep dapet uang. Bisa kah kalian ?”
“Bisa mas.”
“Good, kalo kalian mau kaya gitu, usahkan kalian itu menjaga attitude kalian selalu, jangan pernah membuat kekacauan, jaga nama baik kalian selalu, bila kalian berada di luar tempat kerja kalian kalian jaga nama baik tempat kalian kerja. Kalo ada tugas kalian selalu kerjain dan selesaikan tepat waktu. Kalo kalian sudah melakukan itu, pertahankan, nah di saat kalian mau resign misal kalian itu udah punya invest sendiri, kalian bisa coba. Nah bila udah kaya saya, yaudah kalian tinggal males-malesan aja di rumah, nanti uang tetep ngalir, jadikan motviasi itu.”
“Ok mas, motivasi of the day.”
“Jadi lah orang kaya sampai kalian bisa melebhihi anak tiktok.”
“Nah, motivasi banget itu mas.”
“Jangan Cuma banyak nelen motivasi doang tapi gak ada usahanya.”
“Udah keliatan mas ?”
“Ok udah.” Semi memperhatikan beberapa saat.”Oh ini kesannya rada cold, dark tapi calm juga. Kalian tau kan background cat walk yang berjalan gitu kaya slide ppt ?”
“Tau mas.”
“Nah kamu nih udah mantab Mae, ini udah kaya begitu, udah cocok.”
“Udah kaya gini aja mas gak ada yang di tambahin ?”
“Boleh aja si kalo mau tambahin, asal gak ngubah konsep awal kamu ya.”
“Ok lah mas.”
“Yang lain silakan present.”
“Ok, sekarang gw balik, abis itu gw istirahat, bangun olahraga, abis itu malem daring. Ok lah.” Semi meniggalkan ruang guru, ruangan itu belum dikunci, karena mba Riana belum pulang, sedangkan guru yang lain sudah pulang.
Semi mengendarai motornya sedikit ugal-ugalan, karena bisa mengendarai motor adalah cita-citanya dari SMP dan bila ia sudah bisa mengendarai motor ita inign menderainya sekencang mungkin, dan itu sudah terwujud, di tambah ia telah memiliki motor yang ia suka semenjak ia menononton film dari Ryan Reynolds, makin sempurna kesenangannya.
Sampai, ia segera melepaskan seluruh pakainnya, membasuh wajahnya, pastinya ia telah menggunakan sabun wajah. Lalu ia segera beristirahat. Kebiasaanya yang dulu suka ia lakukand dan sekarang pun masih ia lakukan, yaitu tidur tidak mengenakan pakaian, syukurnya saja jarak kipas dan tubuhnya sedikit jauh, jadi bisa dikatakan masih aman.
Matahari berubah sinanrya menjadi lebih berwarna oranye, langit sudah semakin tidak terang. Ia terbagun di waktu yang hampir saja menjelang malam, dan lagi ia pun belum melaksanakan ibadah sorenya. Semi segera bangkit dari ranjangnya untuk menunaikan ibadahnya, setelah itu kembali berbaring lagi diatas ranjangnya. Terkesan ia seperti orang malas memang. Tetapi entah mengapa terkadang setelah bangun tidur rasanya tulang masih merasa pegal, dan tujuan Semi berabring adalah untuk menghilangkan rasa pegal itu.
Ia pindah ke ruang keluarga, ia menyalakan consolenya dan memanikan Dying Light, tetapi sebelum itu ia membuat Spaghetti dengan porsi yang banyak, entah apakah ia tidak ingin memakan yang lain ketika malam nanti. Setelah itu ia segera duduk di sofanya dan menyalakan console itu, bermain sambil menyantap hidangan favoritnya.
Sebenarnya game tidka membuat bodoh, hanya saja membuat orang melupakan waktu, yak arena game sangat menghanyutkan, memfokuskan satu pikiran pada satu media saja, sebenarnya banyak bukti bahwa game menolong kehidupan, tetapi jarang terkespos saja. Game memang untuk hiburan, tetapi dalam hiburan itu bisa masukkan unsur yang lain, bisa saja sebuah pendidikan, apa salahnya membuat game dengan memasukkan unsur pendidikan di dalamnya ? Bukan kah itu akan menjadi sarana belajar yang berbeda bukan ? Karena belajar sepertia biasa sudah amat membosankan.
“Jam… Oh udah jam setengah delapan. Save dulu dah.” Lalu bangkit dan naik ke lantia tiga di mana kantornya berada. Kembali lagi duduk di kursi putarnya, menyalakan komputer dan masuk ke dalam forum online itu. “Selamat malam pak Adnan.”
“Selamat malam pak Semi, apa anda sudah siap untuk memulai rapat ini ?”
“Sudah pak.”
“Pak Semi belum berkeluarga pak Semi ?”
“Sabtu besok saya akan akad pak, Minggu pesta akan diselenggarakan.”
“Oh, sebentar lagi ya, semoga rumah tangganya berjalan mulus, cepat memiliki anak dan harmonis.”
“Aminn terima kasih pak.” tak lama para guru berdatangan dengan cepat. “Selamat malam semuanya, apakah kita bisa memula sekarang ? Bapak ibu tidak perlu on cam, bila bisa on cam silahkan.”
“Ya bisa pak.”
“Ok terima kasih pak Akhyar. Pak Semi bisa dimulai sekarang.”
“Selamat malam semua Asslamualaikum.”
“Walaikumsalam.” jawab guru yang lain.
“Terima kasih bapak ibu telah meluangkan waktunya untuk menghadiri rapat ini. Dengan ini saya inign menyampaikan maksud dan tujuan saya, yang sebelumnya saya sudah memberitahu ini terlebih dahulu kepada pak Adnan. Dengan ini saya akan mengtakan bahwa saya ingin pendidikan pada sekolah ini lebih mempersiapkan untuk dunia pekerjaan. Saya telah menjalankan program saya kepada murid kelas XI dan kelas XII, dimana saya akan memberikan mereka tugas sesuai keahlian mereka yang dimana tugas itu akan datang dari mereka yang telah bergerak di bidangnya.”
“Mas Sem ?”
“Iya pak Akhyar ?”
“Maksudnya dari orang kerja ya mas ?”
“Iya pak benar.”
“Apa mas Sem yakin bahwa para murid bisa menyelesaikan tugas tersebut mas karena itu adalah dari tugas dari yang sudah bekerja. Apa tidak akan membebani para murid ?”
“Memang kesannya speerti itu, tetapi saya pasti akan memberikan mereka tugas sesuai dengan kapasitas mereka masing-masing, karena saya sudah bertanya kepada mereka apa saja yang mereka kuasai, dengan begitu saya bisa mengukur kemampuan mereka dan tugas seperti apa yang bisa mereka kerjakan. Jadi saya akan memberikan mereka tugas yang tidak terlalu berat, dan tidak juga terlalu mudah, sehingga keahlian mereka akan berkembang.”
“Ohh, ok terima kasih mas Semi.”
“Ya sama-sama pak.”
“Mas Semi, saya ingin bertanya apakah bukannya cukup tugas dari kita saja, tidak perlu tugas dari orang yang sudah bekerja, lalu apa pula tujuannya dari program itu mas Semi ?”
“Ok ibu Ina, memang sepertinya cukup bila saya memberikan tugas yang hanya dari saya saja, tetapi tujuan dair program saya adalah agar mereka cepat mendapatkan tempat untuk melakukan prakerin nanti, bukannya tidak akan diragukan lagi kemampuan mereka, karena mereka telah menunjukkan keahlian mereka melalui mengerjakan tugas yang pernah saya berikan. Program itu juga akan terus berlanjut hingga kelas XII, dan manfaat dari program itu di kelas XII adalah agar mereka cepat mendapatkan tempat untuk mereka bekerja. Bukankah mereka masuk ke SMK untuk cepat bekerja ? Program itu adalah untuk membantu mewujudkan impian mereka.”
“Oh, itu jenius banget mas. Itu belum pernah ada mas sebelumnya di sekolah ini. Bagus mas, keren juga, saya sih setuju banget mas. Bagaimana guru yang lain ?”
“Oh, pasti, bagus itu.”
“Terima kasih. Juga saya memberikan mereka program dimana mereka untuk mmbuat sebuah bisnis yang dimana itu akan sangat menguntungkan mereka. Mungkin beberapa dari ibu pernah mendengar mereka membicarakan tentang bisnis yang mereka jalani ?”
“Oh iya saya pernah pak.”
“Ya ibu Dianti ?”
“Saya waktu itu pernah nguping mereka, waktu itu mereka bilang “ada yang order nih desain terbaru kita, langsung borong sepuluh” awalnya saya berpkir itu mungkin hanya lah bisnis yang mereka jalani dengan beberapa orang, ternyata ini program dari mas Semi ?”
“Iya benar sekali bu Dian, karena revolusi industry sudah yang keempat, maka akan semakin banyak tenaga manusia dikurangi dan juga semakin maraknya juga perusahaan asing yang masuk, itu akan menyulitkan kita untuk mencari pekerjaan bukan ? Maka dari itu saya mempersiapkan mereka agar bisa tetap memiliki uang walau mereka tidak bekerja. Maka bila tidak bisa bekerja di perusahaan, wirausaha adalah jawabannya bukan ? Bukan begitu bapak Joko Wahyono ?”
“Ohh iya betul banget itu mas Semi. Karena saya itu sering banget liat orang banyak ngeluh karena mereka itu tidak bisa bekerja. Ini sebuah program yang bagus mas Sem. Tak terpikirkan sebelumnya.”
“Terima kasih pak Joko atas dukungannya. Karena saya telah menjalankan program ini pada murid kelas XI dan XII saya juga ingin melakukan program saya pada kelas X, dimana jadinya di sekolah ini pendidikannya adalah, kelas X mempersiapkan mereka untuk meluncur di program prakerin, kelas XII untuk mempersiapkan mereka untuk prakerin itu sendiri, dan kelas XII untuk mempersiapkan mereka untuk terjun di dunia pekerjaan. Jadi untuk kelas X saya tidak akan memberikan mereka program seperti kelas XI dan XII, melainkan fokus untuk mempersiapkan mereka untuk kelas XI.”
“Pak Semi, itu artinya waktu untuk kita guru pelajaran yang lain akan sedikit mas ?”
“Untuk kelas X dalam seminggu saya ingin memberikan saran untuk pelajaran produktif yaitu seminggu dua kali, tetapi dua kali itu mereka akan mempelajari full produktif saja, artinya ibu dan bapak guru bidang studi lain tetap memiliki waktu untuk tetap mengajar.”
“Oh, begitu. Saya pikir bakal kaya seperti apa. Ternyata begitu to mas.”
“Iya ibu Rani. Apakah ada dari bapak dan ibu yang ingin memberikan saran, kritik atau ingin bertanya kepada saya ?”
“Saya mas.”
“Iya apa pak Akhyar ?”
“Kenapa gak suruh aja mas anak kelas X buat berbisnis juga mas, kan jadinya keren mas gak harus nunggu mereka kelas XI dulu.”
“Sebenarnya saya ingin menerapkan itu pak, tetapi mereka ini adalah masih hijau, dimana mungkin bisa saja saya mau memerintahkan untuk melakukan itu, tetapi bagaimana bila mereka hanya bisa membuat desain yang sederhana ? Dimana dalam bersbisnis apalagi desain yang mereka jual adalah desain. Bagaimana mereka bisa mendapatkan penghasilan bila mereka hanya bisa membuat desain yang sederhana ? Itu yang saya pikirkan pak. Karena kesian mereka, mereka telah membuat banyak desain tetapi tidak ada yang membelinya.”
“Oh iya ya. Bener juga. Ok mas Sem makasih.”
“Sama-sama pak. Bagaimana dengan yang lain ?”
“Mungkin saya ingin menyampaikan sedikit saran mas.”
“Iya apa ibu Dewi ?”
“Saran saya adalah ketika memberikan mereka tugas jangan terlalu membebankan mereka. Karena itu akan membuat mereka benci akan program ini.”
“Itu sudah saya pikirkan, dimana saya tidak akan memberikan mereka tugas hanya dnegan jangka waktu yang sebentar, pasti saya akan memberikan mereka tugas dengan jangka waktu yang cukup panjang. Apa ada yang lain ?” forum online itu sepi untuk beberapa lama.
“Saya ingin mengapresiasi program dari mas Semi dimana program ini adalah sebuah program yang visioner dan juga jenius. Dimana dengan program itu mas Semi benar-benar bisa merealisasikan impian dari anak yang ingin bisa langsung bekerja. Karena banyak juga yang setelah lulus dari SMK mereka tidak bisa melakukan apapun. Dengan adanya program ini, saya rasa anak yang tidak bisa mendesain pun bisa melakukan bisnis bersama dengan teman mereka. Menurut saya ini adalah pemikiran yang jauh lima bahkan delapan langkah kedepan. Dengan adanya ini mereka yang lulus dari sekolah ini bisa memiliki pekerjaan yang mereka ciptakan bersama dengan teman mereka yaitu bisnis online yang telah diperintahkan sejak mereka bersekolah. Dengan adanya juga tugas dari mereka yang telah bekerja, akan membuat mereka sangat berkembang akan desain yang disukai. Ini merupakan pemikiran jenius untuk saya. Karena saya rasa ini adalah benar-benar SMK. Dimana kita mencetak mereka untuk bekerja, dan dengan program ini kita akan semakin mudah mencetak mereka untuk bekerja secara langsung.”
“Oh pak Joko, pidatonya seperti seorang kepala sekolah saja pak Joko. Apa yang saya ingin katakan sudah terwakilkan.”
“Terima kasih pak Joko. Apa ada yang lain ?” rapat itu ternyata berlangsung cukup lama, karena Semi harus mendengarkan saran dan kiritk dari setiap guru yang berada. Tetapi Semi telrihat senang bisa melakukan itu, telrihat dari senyumnya di saat ia menjawab pertanyaan dan kritik itu.