How To Be A Good Teacher

How To Be A Good Teacher
Jamkos



Semi dan guru yang lain memanfaatkan waktu istirahat yang sisa beberapa menit lagi dengan makan siang dengan kecepatan penuh. Karena mereka sudah menghabiskan waktu sebagian waktu mereka hanya untuk berbicara kepada kepala sekolah. Mereka begitu senang karena apa yang mereka inginkan telah dikabulkan oleh kepala sekolah.


Semi sudah selesai dengan makan siangnya, ia segera meluncur ke jadwal selanjutnya. Yaitu kepada murid kelas dua belas. Disaat ia memasuki kelas semuanya tampak rapih semaunya sudah ada dalam kelas. “Ok gas ke lab!”


Semuanya berjalan ke lab desain grafis segera atas perintah Semi. Semi dilab menunggu seorang diri sambil membaca sebuah novel berjudul Insurgent. Film yang tayang pada lima tahun lalu, bisa dikatakan film itu seperti meniru The Hunger Games. Tetapi memiliki cerita yang lebih bagus.


“Ok semuanya langsung aja duduk, tugas nih langsung hari ini di kumpulin besok, kalian desain packaging, boleh itu buat makanan ringan, dan terserah lah intinya, jangan sampe itu membebankan kalian sendiri ya ? Karena saya mintanya besok dikumpulin, nanti saya acc juga. yang belom saya acc bisa gmeet nanti malem ok ? Saya mau jalan keluar dulu bentar rada bosen saya. Saya balik udah bisa diliat sama saya acc ya ?”


“Ok mas.”


“Kalo mau dengerin lagu, jangan keras-keras ya ? Ok saya percaya kalian.”


“Aman mas santuy aja sama kita.” Semi berjalan meninggalkan lab desain grafis, ia melangkah kemana saja kakinya melangkah. Walau sebenarnya ia tidak tahu ia mau pergi kemana.


Sementara itu dikelas XI MM III.


“Kan katanya mas Sem, dia mau ngasih tugas sesuai keahlian tuh, tapi kapan ya ? Pengen banget gw beneran. Gw harap jangan pas pkl dia ngasih.”


"Iya bener juga tu Kim. Gw nunggu banget, tapi gw lebig nunggu pas disuruh desain kaos, kan disuruh sablon sama print kan ? Gimana kaloa desainnya bagus langsung dibeli sama dia ?”


“Oh iya, itu lebih keren bahkan.”


“Halo.” Suara itu mengagetkan anaknya, semuanya menjadi senyap dalam hitungan detik, terlebih lagi hanya kepalanya saja yang muncul mengucapkan kata itu. Ia berjalan masuk dan duduk dikursi.


“Ada apa mas ?”


“Gak apa-apa, saya gabut aja. Makanya main ke sini.”


“Oh, mas tugas yang sesuai keahlian kapan mas ? Jangan ngasih pas pkl ya ?”


“Oh iya saya mau ngasih tau kalian, nanti lah kalo tugas itu, kal waktunya tepat nanti pasti saya kasih kalian.”


“Apa mas yang mau diomongin ?”


“Dikelas ini berapa anak yang bermasalah ?”


“Hampir semua si mas. Kenapa mas ?”


“Kan tadi saya ngomong sama kepala sekolah sambil bawa karya kalian, walau packaging. Terus saya bilang misi saya apa selama saya ngajar disni dan itu diterima.”


“Mas emang misinya mas disini apa mas ?”


“Wah panjang Bi, panjang itu kalo kalian minta saya jelasin itu.”


“Langsung ke inti aja mas.”


“Ok, kan kalian banyak yang bermasalah kan, saya juga udah baca berkas kalian semua. Bagi saya kenakalan kalian semua itu masih terdidik ko, semuanya fine fine aja.”


“Berarti emang guru disini aja yang lebay mas. Masa ia kita mau dikeluarin, padahal udah jelas kalo ada tugas hasilnya bagus. Kaya mau buang angsa telor emas.”


“Nah makanya saya mau ngasih tau kalian ini. Walau kalian nakal, kalian kalo saya kasih tugas, kalian berikan yang terbaik, karena setiap tugas kalian saya tunjukin ke kepala sekolah. Saya juga udah ngomongin masalah tugas sesuai keahlian, kepala sekolah setuju banget.”


“Lah keren mas, terus komentarnya apa mas tentang packaging kita ?”


“Baru beberapa aja si yang dikomentarin sama kepala sekolah. Tapi kalian berikan yang terbaik aja. Jadi mindset kalian gini, saya kasih tugas, ini saya kasih ke kepala sekolah. Jadi kalian kerjakan tugas buat kepala sekolah. Walau kalian nakal tapi kalian masih ketolong sama skill kalian. Ok ?”


“Ok mantab mas. Mas Sem emang guru terbaik dah mas. Belom pernah ada yang kaya gini sebelomnya mas.”


“Alah lebay kamu Kim. Ok, selanjutnya…” Semi melihat muridnya yang membawa gitar dan ia tahu apa yang ingin ia lakukan.


“Alghifari, bawa sini gitar kamu.” Ghifari segera berjalan dan memberikan gitarnya kepada Semi. Lalu Semi mulai mengubah tune pada gitar itu perlahan.


“Pada jamkos kan ? Kuy lah kita nyanyi.”


“Lah gak ada jam ngajar mas ?”


“Ada udah saya kasih tugas. Kuy kita nyanyi.”


“Kuy lah mas.”


“Saying I love you is not the words I want to hear from you. It’s not that I want to not to know but if you only knew. How easy it would be to show me how you feel.”


“Bareng-bareng, tapi jangan terlalu keras ok ?”


“More than words. Is all you have to do to make it real. That you wouldn’t have to say that you love me. Cause I already know .What would you do if my heart was torn in two. More than words to show you feel that your lov for me is real. What would you say if I took those words away then you couldn’t make things new just by saying “I love you”


Semi bernyanyi dengan para murdinya hingga akhir dari lagu itu. Suara mereka memang tidak lantang, tetepi mengisi penuh dalam kelas. Setelah itu mereka smeua tersenyum puas karena ada guru yang mau berbaur dengan muridnya. “Ok, lagu selanjutnya, saya yakin ada yang tau ada yang nggak tau ni.”


Semi mengubah lagi tune dari gitarnya, ia mengembalikan tuning E standard. Begitu sudah ia segera menyanyikan lagu itu. “I’m waking up of my summer dreams again. Try to thingking if you were alright. Then i’m shattered by the sdaows of your eyes. Knowing you were still here by my side.”


“I can see  you if you were not with me I can say to my self. If you were ok, I can feel you if you were not with me I can reach you my self, you show me the way.” Lanjut para murid


“Life was never be so easy as it seems. 'Til you come and bring your love inside. No matter space and distance to make it look so far. Still I know, you're still here by my side. I can see you if you're not with me i can say to myself if you're okay. I can feel you if you're not with me i can reach you myself, you show me the way.”


“Mantab jiwa, bentar lagi abis ni lagunya.”


“Huuh yeah you've made me so alive you give the best for me, love and fantasy yeah .And I never feel so lonely cause you're always here with me yeah, always here with me huu. I can see you if you're not with me i can say to myself if you're okay. I can feel you if you're not with me i can reach you myself, you show me the way, you show me the way, you show me the way, you show me the way. I'm waking up from my summer dreams again, try to thinking if you're alright, then I'm shattered by the shadows of your eyes, knowing you're still here by my side”


“Lagi lah mas, gak ada guru yang kaya gini mas sebelomnya.”


“Belom ada guru kaya gini apa kamu yang suka dengera saya nyanyi Vira ?”


“Dua duanya mas.”


“Telat bentar lagi nikah saya. Ok lagu selanjutnya, pasti pada tau ini yakin saya.”


“A lonely road cross another cold state line.”


“Anjay lah mas Dear God dong.”


“Ayo lah, pada tau kan ?”


“Tau lah jelas.”


“Miles away from those I love purpose undefined. While I recall all the words you spoke to me. Can’t help but wish that I wish there back where I love to be oh yeah.”


“3 2 1!”


“Dear God. The only thing oh yeah I ask of you is to hold her when I’m not around to the much too far away. We all need the person who can be true you but left her when I found her and now I wish I’n stayed. Caouse I’m lonely and I’m tired I’m missing you again oh no. once again.”


“Anjay lah, keren juga kalo suara kalian semua nyatu.”


“Sering-sering begini lah mas. Seru.”


“Saya sih mau aja, tapi kalo makin sibuk kan susah. Saya juga mau kali kaya gini. Tapi kalo makin sibuk ya susah juga, bukannya ngajar saya malah buang waktu aja yang ada. Bener nggak ?”


“Iya juga sih mas.”


“Nggak bisa main gitar kamu ya Hasbi ?”


“Bisa mas, ada gitar dirumah Cole Clark Black Wood.”


“Beuh keren itu beneran dah.”


“Ngiler mas pas liat di Guitar Zero 2 Hero.”


“Sudah saya duga. Kamu beli karena tergiur ya ? Saya juga pengen. Tapi saya adanya gitar Schecter akustik.”


“Lah lebih keren mas yang ada. Gitarnya Synyster Gates.”


“Yoi lah. Lanjut gak ni satu lagu lagi.”


“Lanjut lah mas.”


“Ok dari saya aja ya, ini juga lagu enak parah nih.”


“I’m wo tired of being here.”


“Favorit saya banget mas.”


“Yaudah ayo nyanyi bareng kita.”


“Supressed by all my childish fear. And if you have to leave I wish that you would just leave. Because of your prensence still lingers here, and it won’t leave me alone. These wound won’t seem to heal, this pain is just too real. There’s just too much that time can not erase. When you’d cried I’d wipe away all of your tears, when you’d scream I’d fight away all of your fears. And I held you hand through all of these years but you still have. All of me.”


“Lagunya romance banget gak sih ? Gimana Vira ?”


“Romance banget mas, kaya nyanyiin khusus buat saya.”


“Yah halu kan dia. Yo lanjutin lagi sampe akhir, abis itu saya balik ke lab.”


“You used to captivate me by your resonating light. Now I’m bound by the life you left behind. Your face is haunt m wants pleasant dreams, your voice It chase away. All the sanity in me. These wound won’t seem to heal. These pain is just too real, there’s just too much that time can not erase. When you’d cried I’d wipe away all of your tears when you’d scream I’d fight away all of your fears and I held your hand through all of these years but you still have. All of me.”


“Sama-sama!”


“I’ve tried so hard to tell my self that you’re gone. But though your still with me. I’ve been alone all along.” Ditahap itu Semi menggabungkan antara genjrengan dan juga petikan yang merdu, petikan bait terakhir membuat para muridnya tersenyum hingga petikan terakhir.


“Ok saya balik lagi ya.”


“Anjay lah mas, gak ngomong-ngomong kalo jago gitar mas.”


“Nanti kita ngobrol lagi ya ok ? See you."