How To Be A Good Teacher

How To Be A Good Teacher
Psikologi



Mereka masih tetap menyantap Pizza yang mereka pesan, karena saking banyaknya pesanan mereka sampai dua pengendara ojek  online datang, Semi membayar meeka lebih dari harga total itu semua. Karena walau mereka hanya bekerja seperti itu, mereka juga pahlawan tanpa tanda jasa, bahkan uang pun tidak dapat membayar jasa yang telah mereka berikan kepada kita.


Ardine bersendawa. “Beuhhh kenyang boy! Terakhir makan Pizza kalo gak salah delapan bulan lalu sama sodara ulang tahun. Beuh kenyang bat hari ini, ampe begah gw.”


“Makan berapa potong Din ?”


“Dua belas.”


“Dua belas ? Masa sih Din ? Saya aja masih delapan loh.”


“Maklum mas, saya emang rada jarang makan enak. Dimaklumi aja mas.”


“Gak masalah, yang penting kalian semua seneng, kenyang, itu adalah kepuasan bagi saya. Masih banyak yang makan ya.” Semi menghabiskan potongan kecil ditangan kanannya, lalu menenggak satu botol air hingga setengah.


“Ok, mari kita lanjutkan. Piskologi ya, ok saya mau lanjutin yang tentang Psikopat dulu. Saya itu kan emang waktu umur kalian itu suka baca, saya searching aja tentang gangguna jiwa yang bahaya, nah salah satunya Psikopat pastinya. Nah orang Psikopat itu dia suka memuji wanita, karena bila seorang Psikopat menyukai seorang wanita dia akan tebar pesona. Nah hati-hati kalo ketemu sama laki-laki suka tebar peosna, bisa jadi. Setelah itu dia orangnya keliatannya perfect gitu. Kalo kalian liat ada laki-laki kayanya perfect gitu di mata bisa jadi ya.”


“Mas kalo psikopat mencintai wanita gimana mas ?”


“Bila begitu dia mencintai wanita itu tetapi dia tidak mendukung apa yang wanita itu sukai. Lalu seorang psikopat itu tidak bisa memberikan dukngan secara emosi, karena dia sendiri itu tidak merasakan empati, kan orang Psikopat itu tidak pernah merasa bersalah. Jadi begitu lah. Setelah itu mereka lebih suka hubungan jangka pendek, karena orang Psikopat itu egois, jadi dia lebih mementingkan diri sendiri, jadi mereka susah buat menemukan pasangan yang cocok, lalu bila kalian berulah tau sendiri lah ya akibatnya.”


“Nah bisa nih diaplikasikan sama seorang fakboy, kalo fakboy gimana mas bisa gak mas dikatakan sebagai Psikopat ?”


“Saya rasa sih nggak. Karena fakboy itu bisa aja kan lama satu perempuan, tapi ujungnya juga putus. Jadi masih normal, kalo mau contoh Psikopat ya koruptor.  Tapi kalian jangan salah lo, saya nonton di YouTube seorang Psikopat bisa punya pekerjaan mewah. Mereka itu bisa sebagai head chef, karena di dalam profesi itu ada namanya sebuah kekuatan, jadi dia bisa memerintah. Lalu, mereka itu ada dalam satu jabatan dengan jumlah Psikopat terbanyak. Seorang CEO. Yang suka baca cerita CEO, mana ? Alasannya karena kaya yang saya sebutin tadi. Nah yang mau nikah sama CEO, perhatikan ya ? Siapa tau mereka seperti itu kan. Jadi itu halu di ilangin yah.”


“Pekerjaan yang lainnya apa mas ?”


“Bagus Kim. Yang lainnya  itu ada reporter, karena mereka bisa mengekspresikan narsisme diri mereka. Mereka juga bisa menjadi seorang dokter bedah, udah tau ya kenapa ? Lalu mereka bisa juga sebagai polisi, karena tadi, ada struktur kekuatan. Nah mereka bisa juga sih sebagai petarung UFC. Karena kalian kan tau harus ngapain ya, tapi gak ke ekspos mungkin.”


“Nah, kalo yang jumlah Psikopat terdikit pekerjaan apa mas ?”


“Nah itu gampang Din, psikopat itu kan gak punya empati ya, jadi pekerjaan yang berlawanan dengan pribadi mereka. Pekerjaan yang membutuhkan banyak empati, kaya perawat, badan amal, itu kan harus simpati tinggi ya, nah karena itu harus empati tinggi, jadi mereka sedikit di profesi itu.”


“Semudah itu ya mas. Gak nyangka pekerjaan mewah banyak orang kaya gitu, pekerjaan yang terdapat struktur kekuatan. Berarti lawyer bisa ya mas ?” Semi mengangguk.


“Psikopat kan udah pasti berbahaya banget ya kan, nah Biopolar Disorder juga sama, jadi mereka itu kaya punya perasaan itu naik turun. Jadi pagi itu dia bisa seneng banget, siang itu bisa sedih banget, putus asa. Penyakit itu yang di derita sama aktor Robin Williams, setelah kematian dia angka bunuh diri karena Biopolar melonjak. Selain Biopolar Schizofrenia itu sangat bahaya sekali. Karena mereka itu kelainan jiwa secara keseluruhan. Kalian tau kan yang berita polisi apa tentara ya, dia itu bunuh kedua anaknya. Ternyata dia itu Schizofrenia. Selain itu juga yang sangat berbahaya adalah Multiple Identity Disorder, saya singkatnya MID.”


“Sering banget tuh mas denger, keseringan ada di film horror.” sahut Diana.


“Ya begitu lah, karena satu orang itu bisa banyak identitas dia, kalian tau kan film Split ?”


“Tau mas.”


“Nah itu MID. Kalian liat kan, di film itu ada kepribadian dia yang seorang desainer, jadinya dia kemayu, ada yang kepribadian anak kecil, yang perempuan juga ada yang namanya Patricia. Hal seperti itu bisa dipicu sama trauma dan juga obat-obatan. Coba deh kalian tonton lagi filmya Split, itu bagus, keren juga.”


“Mas, balik ke latar psikologi lagi mas, mereka yang menyimpang ada latarnya gak sih mas ?”


“Ada, kalo itu sih biasanya gak jauh dari kasih sayang, apa ada trauma, jadi itu bisa mentrigger itu. Singkatnya sih begitu Rin. Itu kan gangguan jiwa ya, sekarang saya mau bahas yang bener-bener psikologi. Kalian pasti tau kan libido ?”


“Tau lah mas, emang kita Bima di dua garis biru yang idiot. Masa udah umur segitu gak ngerti reporudksi.”


“Ok, dalam psikologi juga ada namanya libido, yaitu libido kehidupan dan kematian. Libido itu segala aktivitas untuk memenuhi atau memuaskan kita, nah itu dijadikan sebagai dua, kehidupan dan kematian. Berhubungan badan adalah libido kehidupan, fitness. Kim fitness kan kamu ?”


“Iya mas. Kan saya kickboxing, masa nggak.”


“Tapi Kim kan kamu maish remaja ya, jangan terlalu dibentuk banget, ototnya, nanti malah susah tinggi kamu, bentuk yang biasa aja, supaya kamu bisa lebih tinggi lagi. Kalo misal kan udah tinggi, sama udah mulai masuk usia dua puluhan, nah getolin dah tuh. Jangan ada niatan buat dapetin perempuan ya, jangan. Karena artinya kalian itu ya begitu lah.”


“Kalo libido kematian mas ?”


“Libido kematian itu hal yang memuaskan kita tapi menjurus pada maut, Vir. Contohnya kaya mabok, ngerokok. Makanya saya udah kasih tau ke kalian. Saya itu Cuma menasihati, bukan menyuruh kalian. Jadi silahkan di dengarkan dan juga tidak. semudah itu aja Vir.”


“Setelah denger itu, berarti kaya pahlawan negara libido kematina ya mas ?”


“Iya, itu libido kematian. Walau awalnya kaya libido kehidupan tapi itu lebih deket sama kematian. Mereka mau berjuang demi memenuhi kehidupan mereka bukan ? Tapi mereka tau itu akan lebih deket pada maut. Itu libido kematian.  Kalo kita mau kaitkan kepada hobi, misal wall climbing, itu adalah libido kehidupan, selama masih aman gak terlalu extreme, kalo udah extreme banget itu udah libido kematian. Panjat tebing juga sama, kalo aman ya aman, kalo extreme ya kematian.”


“Kalo petarung UFC mas ? Itu kehidupan atau kematian mas ?”


“Good Hakim. Itu diantara dua, bisa kehidupan bisa juga kematian. Itu semua akan ada hasilnya pas pertandingan itu selesai. Kan kadang ada tuh yang KO nya kena high kick, kena uppercut yang kenceng. Nah itu berarti yang dia lakukan adalah libido kematian, yang menang libido kehidupan. Tapi kan ada yang waktu abis mereka paling luka memar, biru, atau ada yang sampe rada item di mukanya, nah itu masih di libido kehidupan.”


“Bagus Lan. Pengacara contohnya, sebenarnya mereka itu libido kehidupan, tapi yang kita tau pasti kan mafia hukum banyak ya ? Jadi selama dia tau siapa yang dia hadapi, kalo itu aman ya berarti libido kehidupan, nah kalo yang bahaya sebaliknya. Kalo yang beneran keliatan banget sih tentara, kalo polisi itu masih di tengah, karena kan gak selalu ada kejahatan di jalan polisi bisa sampe tewas. Kalo pelanggar hukum itu libido kematian, tentu saja. Mereka melanggar dan mereka tau apa konsekuensinya, itu libido kematian. Kalo kalian mau nanya suatu profesi itu libidonya apa, saya udah kasih tau jawabannya.” mereka mengangguk sambil menyatap Pizza yang masih ada, Ardine mengambil satu potong lagi, dan membalurkan saus diatasnya.


“Sekarang maskulin sama feminism. Manusia itu ada sisi maskulin dan feminism, pria maupun wanita. Saya aja yang badannya udah jadi kaya gini ada sifat feminimnya. Namanya Anima dan Animus. Setiap dari kalian itu pasti ada, kalo ada laki-laki lebih ke perempuan berarti Animusnya lebih kuat. Bila dia sampe jadi transgen, itu artinya Animus dia lebih kuat. Mereka yang menyimpang juga begitu, bila pria berarti Animanya lebih kuat, bila wanita Animusnya lebih kuat. Saya itu kalo abis potong kuku, saya kikir kuku saya. Lah itu kan perempuan ya, perawatan kuku. Itu adalah Animus. Nah kalian ini pasti ada sifat animusnya, begitu juga kalian para wanita. Kalia itu ada sifat maskulinnya. Kalian nanti juga sadari. Abang saya itu, suka pake masker yang dari Korea, pake perawatan rambutnya Elips. Itu Animus. Nah misalkan ada perempuan jadi polisi sama tentara, itu artinya Animanya lebih kuat.”


“Mas yang animanya kuat itu ada triggernya gak ?”


“Pasti ada Lan. Misalkan yang peempuan lebih banyak ngabisin waktu sama bapaknya, sedangkan bapaknya aktivitasnya bener laki banget. Nah itu bisa memicu. Begitu juga dengan Animus, misalkan ada anak laki yang tinggal di suatu keluarga, bapaknya udah wafat. Dikeluarga itu cuma dia laki sendirian, itu bisa memicu Animusnya. Tapi biasnaya sih yang kaya gitu dia tetep menjadi laki-laki, paling dia suka make sampo kakaknya, atau nggak masker kakaknya gitu. Nah berhubung masker Animus saya itu juga saya pake masker, makanya muka saya itu bersih.”


“Oalah mas, pantesan bersih mukanya mas.”


“Saya sih cuma pake masker yang buat muka bersih, ngilangin jerawat komedo, itu aja. Saya nggak pake skincare, saya ogah pake begituan, ribet banget aturannya. Jadi kalo ada yang transgender, berarti ada yang Animanya kuat, ada juga yang Animusnya kuat. Contoh Anima pada pria mudah, saya itu ngebnetuk badan sampe sekarang udah jadi.” Semi menunjukkan bicepnya dan juga perutnya. “Itu artinya Anima saya kuat. Begitu. Nah bila kalian yang wanita ingin menjadi wanita saja, tidak ingin menyentuh hal maskulin berarti Animus kalian itu kuat.”


“Beuh seru mas, jadi pengen kuliah psikologi juga.”


“Silahkan, hidup itu cari ilmu sebanyak mungkin, multimedia adalah keahlian kalian, tapi kalian bisa mendapatkan ilmu yang kalian suka, silahkan pelajari hal yang masih banyak didunia ini. Desain adalah skill kalian. Kalo skill udah pasti ada ilmu, nah kalo ilmu belom tentu juga ada skill. Ada kan orang yang ngerti teori melukis, tapi tetep aja gak bisa melukis. Gitu, kadang yang autodidak itu ilmunya Cuma sedikit, tapi dia coba terus, bahkan dia sendiri gak sadar dia itu udah nguasain ilmu tignkat dewa. Tau contohnya ?”


“Alip Ba Ta lah mas. Kalo bukan siapa lagi. Itu dia tangan dewa itu mas.”


“Kamu gak bisa Dit ?”


“Saya aja mas yang udah biasa main Deathcore, Deathmetal gak bisa kaya dia mas. Jadi bagi saya yang bisa megang elektrik belom tentu bisa jago akustik mas. Kan akustik itu apa adanya, sedankan elektrik itu kan udah ada macem-macem.”


“Saya juga nggak ngerti sama orang kaya dia.”


“Ada lagi mas ?”


“Ada Vir, kalian pernah denger gak kepercayaan orang Jepang, orang Jepang bilang manusia itu punya tiga wajah ?”


“Udah tau mas, ada itu di ig.”


“Nah itu ada juga di psikologi. Jadi selama ini, kita ini munafik. Percaya gak ? Kita ini selama ini muka dua. Saya juga, saya ngomong kaya gini muka dua saya kepada kalian. Nama muka kedua kita itu Persona. Tau kan game Persona ?”


“Mainin tuh dulu mas saya, udah tamat.”


“Mantab Din. Jadi Persona itu adalah topeng, sekarang kita semua ini pake topeng, orangtua kalian itu juga pake topeng. Persona itu adalah tempat dimana kita bisa menerima norma yang ada, sehingga kita bisa diterima oleh masyarakat. Kita memahami banyak aturan dan norma itu semuanya kita taro di Persona.”


“Kalo gak ada Persona mas ?”


“Bagus Dev pertanyaan kamu. Sekarang gini, kalian mau gak saya jadi wali kelas kalian kali tingkah laku saya songong, senga. Wulan, mau gak Lan jadi simpanan saya Lan, saya kasih uang berapa pun yang kamu mau.”


“Ogah lah.”


“Nah, bagaimana bila saya tunjukkan sifat itu kepada kalian semua ? Din, kamu jarang makan enak Din ? Makanya Din jangan lahir dari keluarga miskin Din, salah pilih keluarga kamu.”


“Saya nemu guru kaya gitu saya jitak ampe geger otak mas.”


“Bayangkan saya tunjukkan sifat saya kaya gitu ke kalian. Kalian gak akan nerima kan ? Itu lah gunanya Persona. Tanpa Persona, dunia ini gak akan damai, kita gak akan punya temen, kita juga bahkan gak mau ngakuin orangtua kita. Jadi itu gunanya Persona. Nah Persona itu melindungi Shadow. Shadow adalah sifat asli dari diri kita, dimana sifat buruk dan lain sebagainya itu adalah Shadow. Jadi selama ini kita itu pake topeng, kita itu nggak pernah nunjukkin Shadow kita masing-masing. Bagaimana kita mengetahui Shadow kita ? Disaat kalian sendiri, kalian menyadari Shadow kalian masing-masing. Kalo orang jepang bilang ada tiga, kalo psikologi cuma ada dua. Beda tipis.”


“Oh jadi selama ini kita bermuka dua. Baru tau mas.” sahut Abi.


“Ah iya saya hampir lupa, Anima dan Animus itu juga terjadi di saat kita memiih pasangan buat nikah. Hampir aja saya lupa ngasih tau kalian.”


“Ada lagi mas ?”


Semi mengangguk sambil minum. “ Ada Rin, gak bakal panjang saya bahasnya. Namanya Arketipe, atau muatan insting. Saat kita lahir, kita pasti langsung nyusu kan, kenapa bisa begitu ? Padahal waktu di Rahim gak ada kan yang ngasih tau ? Itu adalah insting, setiap dari kita pasti beda, tapi kita pasti mau nikah kan ? Itu namanya Arketipe. Sama saya juga mau ngasih tau kalian hal yang jauh lebih penting. Semuanya itu akan ada waktunya. Jadi bila waktunya buat suatu hal itu pasti udah hal terbaik. Seperti nikah, selanjutnya bener kan ? Padahal kalo belom nikah itu dilarang. Mengapa bisa ? Karena memang udah waktunya. Bahkan hal buruk sekalipun, itu tadi hal buruk kan ? Membunuh pun kalo memang di waktunya itu udah bener. Misal kalian itu ada dalam keadaan di mana kalian terancam, dan pilihan yang ada hanya itu aja. Maka lakukan lah, kalian akan selamat. Tapi kao di Indonesia kalian lebih baik mati, mau kalian ngelawan kalian juga bakal di tahan.”


“Nah kalo narkoba gimana mas ?”


“Pasti ada. Ada juga penyakit yang menggunakan narkoba sebagai obatnya. Kalian tau kan Heroin, Morfin ? itu dipake buat medis. Itu artinya udah waktunya kan ? Apa ditangkep ? Tidak. walau ada polisi sekalipun nggak akan. Ganja deh, dipakein buat orang yang Parkinson, itu obat. Di luar negeri itu adalah hal yang sah, karena mereka udah maju tentang medisnya, kan kalo Indonesia kan masih banyak lika likunya. Jadi kalian percaya sama waktu, bila waktu mengharuskan kalian melakukan sesuatu, itu adalah yang memang terbaik, contoh udah saya kasih.” Semi membaringkan tubuhnya untuk sesaat.


“Din, yang maish ada Pizzanya sini Din, masih laper saya.”


“Masih banyak mas, ada yang masih utuh belom disentuh.”


“Nah boleh dah sini.”