How To Be A Good Teacher

How To Be A Good Teacher
Panggilan pusat



Semi kembali ke ruang lab desain grafis untuk melihat para muridnya. Mereka semua tampak masih sibuk dalam mengerjakan pacakaging, Semi tidak menanyakan kepada mereka, ia kembali duduk dimejanya. Ia memantau para muridnya melalu team viewer yang telah ia pasang, itu memudahkan ia sehingga ia bisa memantau para muridnya dari tempat ia duduk.


“Dermawan, coba kamu ganti background utama packaging kamu deh, itu pecah tu mas soalnya, udah gitu gak bagus juga jadinya. “


“Gak ada yang lain mas. Dari Google adanya ini doang mas. Ada yang reolusi tinggi, tapi pas saya mau bersihin watermarknya walah keapus mas. Jadi gak ada pilihan lain.”


“Oh ok lah kalo begitu caranya. Tapi kalo nanti saya kasih tugas yang sama, kamu pilihnya yang mudah aja ya ? Kamu itu makanan ringan kan /”


“Iya mas, tapi emang gak terlalu famous di Indonesia mas.”


“Nah jangan gitu, itu malah mempersulit kalian. Yaudah gak masalah, kerjain ya sampe selesai.”


“Ok mas Sem.”


“Alfian, kamu ambil fotonya kurang bagus tuh. Kelaitan banget ngambil.”


“Adanya begini mas. Gak ada yang lain.”


“Yaudah, pesan saya sama kaya Dermawan, ok ?”


“Ok mas Sem.”


“Saya tungguin kalian sampe jamnya abis, nanti saya kasih tau dari sini yang udah saya acc.”


“Ok mas.” Semi membuka KBBI. Ia membeli kamus itu karena ia sangat menyukai sebuah kata-kata abstrak. Untuk mengisi waktunya membaca KBBI, itu juga untuk menambah ilmunya tentang Bahasa Indonesia.


Pukul 10.50 siang. Semua muridnya sudah selesai mendesain dan waktu akan habis dalam waktu sepuluh menit lagi. Mereka kini tengah bersantai setelah mengerjakan tugas dari Semi. Setelah itu, ditengah santainya Semi ia mendapatkan telefon dari kepala sekolah.


“Selamat siang pak ada yang bisa saya bantu ?”


“Pak Semi bisa ke ruangan saya ? Ada hal penting yang ingin saya bicarakan, ini mengenai program anda dan juga hal lain kedepannya.”


“Ok, pak saya segera kesana.” Semi mematikan telfonnya dan segera ke ruang kepala sekolah.


“Guys, kalian disini aja dulu ya sampe waktu abis nanti baru balik ke kelas, saya ada perlu mendadak ini ok ?”


“Ok mas aman.”


Semi segera berjalan dengan cepat keruangan kepala sekolah, karena ia tahu ini pasti penilaian tentang tugas yang pernah ia berikan sebelumnya, apa lagi ia membicarakan hal lainnya kedepan. Ia berpikir bahwa kepala sekolah akan memberikan saran lagi dalam programnya.


Pak Adnan, tengah merapihkan baju yang telah ia lihat semuanya. Wajahnya tersenyum dan menggeleng karena ia merasa sengat puas akan karya muridnya. Lalu darang lah Semi. “Selamat siang pak, ada yang bisa saya bantu ?”


Semi dengan sedikit terengah masuk ke dalam ruang kepala sekolah, dan pak Adnan mengetahui itu. “Silahkan duduk pak Semi, silahkan ambil segelas air terlebih dahulu sebelum kita memulai pembicaraan ini.”


Semi meneguk air itu dengan cepat, ia menenggak air dengan cepat hingga tiga kali, setelah itu iia bisa mengatur nafasnya dengan benar. “Anda sudah mendengar apa yang saya bicarakan sedikit ditelfon tadi. Bahwa saya memanggi anda untuk membicarakan tentang program anda dan hal lainnya kedepan. Dimana hal ini saya harus menjabarkan ini secara langsung, agar lebih mudah dimengerti.”


Semi mengangguk. Pak Adnan memberikan senyuman kepada karya muridnya yang sekarang ada pada ruangannya. “Langsung saja. Saya ingin mengatakan kepada pak Semi bahwa karya murid yang telah anda berikan kepada saya, ini semuanya sangat lah bagus untuk sesusia mereka. Saya juga membandingkan hasil mereka dengan yang saya lihat diGoogle dan juga YouTube. Hasil mereka memuaskan, teurtama kaos yang mereka produksi. Saya menyukai ini. Saya mengambil dua buah dari karya mereka yang saya hargai sebesar tiga ratus ribu.”


“Yang bener pak ?”


“Iya saya serius ini. Saya ingin pak Semi untuk memberikan uang ini kepada mereka yang telah mendesain baju ini dan katakana bahwa karya mereka sangat memuaskan.”


“Terima kasih pak.”


“Justru saya yang seharusnya berterima kasih adalah saya. Karena anda yang memberikan tugas ini dan anda yang mengarahkan mereka dalam membuat desain ini. Tanpa anda desain mereka tidak akan sebagus yang saya lihat sekarang. Pak Semi tolong berikan amplop ini kepada mereka, dimana berisikan uang saya dan sebuah apresiasi saya kepada mereka.”


“Siap pak, saya akan berikan amplop ini pak.”


“Setelah itu, karya anak anda juga memuaskan. Walau ini belum terlalu serius tetapi kemasan yang mereka buat sudah mendekati desain untuk dipasarkan. Katakana kepada anak anda bahwa saya sangat menyukai karya anak anda. Saya akan memajang lima hasil terbaik dari mereka diruangan saya. Karena saya begitu menyukai hasil karya mereka.”


Semi tersenyum, karena ia tahu betul siapa yang telah mendesain kemasan itu. “Saya akan katakana kepada anak saya nanti pak.”


“Menganai program anda, setelah saya pikirkan dan saya pertimbangkan dengan baik dan membawa nama sekolah kita. Dengan ini saya sangat menyetujuai program anda dan saya akan mendukung anda.”


“Saya juga mempertimbangkan hal tersebut. Program anda sungguh luar biasa. Dimana anda akan memberikan tugas seorang pekerja desain kepada para murid saya nanti, dan bila mereka bisa menyelesaikan dengan baik, maka dengan mudah murid saya akan mendapatkan tempat untuk Prakerin (Praktek kerja industri) nanti.”


“Benar pak.”


“Dengan begitu saya bisa menjalin hubungan dengan dimana mereka belajar nanti. Saya bisa bekerjsama dengan mereka, saya bisa mengirimkan mereka ketika mereka lulus nanti sehingga mereka memiliki pekerjaan setelah mereka lulsu nanti. Itu adalah hal yang indah mas Semi. Tujuan dari SMK adalah membangun murid yang siap untuk diterjunkan dalam dunia pekerjaan. Hebatnya anda adalah, anda menyuguhkan dunia itu sebelum mereka merasakan dunia itu. Sehingga disaat mereka bekerja nanti merekabisa cepat beradaptasi dan mendapatkan pengalaman dan ilmu baru. Anda memiliki program yang luar biasa sungguh pak Semi. Saya belum pernah menerima tenaga pengajar seperti anda sebelumnya.”


“Terima kasih banyak pak. Saya sangat merasa terhormat mednengar pak Adnan menyetujui dan mendukung penuh saya. Karena saya yakin banyak dari mereka yang masuk di SMK mereka ingin segra bekerja, dengan demikian saya telah merancang program ini dimana program ini untuk membantu mereka mendapatkan impian mereka nanti.”


“Program yang telah anda rancang sangat lah jenius. Dimana program ini yang seharusnya dimiliki oleh sekolah yang sangat mahal, terapi kini program itu ada ditangan seorang tenaga pengajar. Program anda secara tak langsung mengangkat nama baik saya dan sekolah ini. Dengan itu sekolah ini bisa menjadi sekolah favorit dengan hasil yang sudah beredar dimana saja.”


“Saya tidak bisa berkata apa-apa pak selain terima kasih.”


“Ah… Saya rasanya seperti disumbang sebuah emas batangan dari pekerja saya. Saya sangat terhormati dengan adanya anda disekolah ini. Saya juga tidak bisa mengucapkan kata-kata selain terima kasih kepada anda pak Semi.”


“Sama-sama pak.”


“Untuk hal kedepannya, saya ingin menjalin kerja sama dengan mereka, tempat dimana mereka prakerin nanti, sehingga nanti ilmu dan tugas yang akan kita berikan nanti akan selalu mengikuti roda industri.”


“Berlian sekali pak. Saya juga memiliki banyak teman yang bergerak disindustri demikian pak, dari mereka lah saya akan meminta tugas untuk mereka nanti. Saya bisa mengenalkan anda dengan teman saya nanti pak.”


“Dengan senang hati saya akan menerima teman anda pak Semi.  Dengan adanya kerja sama antara saya dan tempat teman adan bekerja mas Semi, secara tak langsung itu juga akan menarik tempat pekerjaan yang menjalani bidang yang sama untuk bekerjsa sama dengan sekolah ini, dan saya memiliki sebuah angan sekolah ini bisa didukung penuh oleh pemerintah dengan prestasi dari sekolah ini. Saya hanya berangan saja, saya tidak tahu apa itu benar bisa terwujudkan atau tidak.”


“Angan yang bagus pak, yang kita harus lakukan sekarang adalah mencoba untuk mewujudkan angan itu pak.”


“Ok pak Semi. Mendengar anda ingin memberikan tugas sesuai keahlian mereka, saya ingin memberi saran kepada anda.”


“Katakan saja pak, dengan lapang dada saya menerima saran dan kritik.”


“Jangan berikan tugas itu saat merek prakerin nanti pak. Karena itu akan membebani mereka bukan ? Karena mereka mendapatkan tugas dari tempat mereka bekerja, tugas dari sekolah, ditambah lagi dengan tugas dari anda. Saya menyarankan anda untuk menyegerakan tugas ini dengan sesegera mungkin. Karena saya tidak sabar untuk melihat potensi dari setiap dari mereka. Saya juga ingin melihat sebuah karya dari anak yang sebenarnya memiliki label bermasalah. Itu hanya tingkah laku saja, tetapi keahlian bisa siapa saja yang memilikinya.”


“Si… Si.. A… Siap pak. Saya juga sangat antusias akan tugas ini, karena saya sudah membayang kan hasil manis dari program saya pak. Saya juga tidak ingin memberikan tugas ini ketika mereka prakerin nanti.”


“Senang saya mendengar itu, maka itu anda bisa sesegrakan tugas itu kepada murid anda. Tunjukkan kepada saya bahwa mereka adalah murid yang pintar!”


“Tetapi sebelum itu saya ingin memberikan tugas berikut sebelum membebani merek tugas keahlian mereka.”


“Ah katakana lah pak Semi.”


“Sebelum itu saya ingin memberikan tugas kepada mereka yaitu membuat Coporate identity, dan membuat poster pak, karena kelas murid pak Afrian telah saya berikan tugas demikian maka saya ingin memberika tugas itu kepada murid saya terlebih dahulu lalu ke semua anak kelas XI pak.”


“Oh silahkan pak Semi bila anda ingin mmberikan tugas itu kepada anak anda dan murid yang lain, tetapi setelah itu anda bisa memberikan tugas sesuai keahlian mereka, anda bisa berikan tugas itu kepada mereka sampai mereka prakerin nanti.”


“Siap pak saya akan beritahu itu kepada murid saya dan lainnya pak. Pasti mereka akan senang mendengar itu pak.”


“Ah mungkin anda memiliki tugas yang lain bila mereka sudah selesai prakerin nanti pak Semi ?”


“Emmm… Saya belum memikirkan itu pak. Saya akan memikirkan itu nanti pak, dan tugas itu juga saya akan meminta persetujuan dari bu Ayana selaku kepala jurusan Multimedia pak.”


“Oh iya, anda juga bisa mengatakan itu kepada saya pak Semi jangan lupa, tugas itu juga termasuk dari program anda bukan ?”


“Betul pak, tetapi bila tugas setelah nanti prakerin belum saya pikirkan pak, saya akan memikirkan itu nanti pak. Kemungkinan saya akan memberika mereka tugas yang tak jauh dari dunia pekerjaan pak.”


“Bagus pak Semi anda benar, anda memberikan tugas kepada mereka yang berasal dari dunia pekerjaan, ditambah anda memiliki banyak teman yang bergerak dibidang itu bukan ?”


“Iya benar pak.”


“Ok, saya rasa cukup untuk apa yang ingin saya katakana kepada anda. Semoga sukses dengan program anda dan saya menunggu hasil karya dari murid saya selanjutnya. Salam sukses pak Semi.”


“Terima kasih pak. Saya merasa sangat terhormati pak. Terima kasih pak.”


Pak Adnan tersenyum lebar, lalu Semi meninggalkan ruangan pak Adnan dengan penuh senyuman diwajahnya. Tak disangka apa yang ia buat akan membuah kan hasil yang amat manis. Ia tak sabar untuk memberitahu berita ini kepada muridnya dan kepada murid lainnya.