How To Be A Good Teacher

How To Be A Good Teacher
Seneng?



“Woh, chicken boy! Udah tiga kali nih masa iya gw gak kalah si ? Sekali lagi dah. Sekarang udah jam ?” jam menunjukkan pukul.01.30. “Ya… Gimana ya ? Masih pengen sih gw main, tapi udah jam segini. Yaudah lah. Eh, Najwa nelpon.”


“Halo Sem ?”


“Halo Najwa.”


“Kamu belom tidur ?”


“Ini baru mau tidur, abis selesai main PUBG, baru banget mau berenti.”


“Ih tidur! Jaga kesehatan, kan bentar lagi ada hari penting.”


“Iya, kamu sama aku nikah kan ? Santai lah.”


“Iya, kamu tau tuh. Gak sabar buat membina keluarga sama kamu.”


“Yaudah ini aku mau tidur. Kamu juga.”


“Iya, ini aku udah mau tidur ini, aku aja ngomong hampir gak bisa.”


“Yaudah lah kamu tidur aja duluan aku mau sikat gigi cuci otak dan lain sebagainya. Yaudah good night” Semi menutup ponselnya segera, ia mengeluarkan gamenya, lalu mematikan komputernya. Ia menuju toilet membersihkan rongga mulutnya dan juga wajahnya setelah seharisn beraktvitias. Lalu ia terlelap dalam mimpinya.


-


“Hmm. Iya. Ngapa ? Uurusan gampang itu lah. Ya udah gw kesana nanti. Ok bye.” Semi membuka matanya. “Gw kira tadi ketemu Wildan beneran. Ngigo lagi dong gw. Sekaran jam berapa nih ?” pukul 08.30 pagi.


“Setengah sembilan ?  Wah gw harus olahraga dulu kalo gitu caranya tapi, tunggu, apa gw samperin rumah makan padang aja dulu ya, bilang sama mereka kalo gw mau pesen dua ratus bungkus…. Ok lah, pesen aja dulu dah. Tapi tar dulu, gw baru bangun, rasanya anggota badan gw pada lari-larian.” Semi kembali memejamkan matanya, sambil mencoba untuk menggerakkan tubuhnya yang masih lemas. Hingga akhirnya ia bisa terbangun sutuhnya. Membersihkan wajahnya, dan juga nafasnya, lalu ia segera pergi untuk memesan makanannya.


Ia menggunakan motor trailnya agar lebih cepat sampai. Jalanan pada minggu pagi begitu bersahabat, walau terkesan ramai tetapi lancer, sedikit akan ada kemacetan khususnya pada pagi hari. Semi menemukan tujuannya, memarkirkan motornya lalu masuk ke dalam.


Seorang ibu dengan usia kira-kira hampir paruh baya sedang membersihkan etalase. “Permisi bu.”


“Oh iya mas ?”


“Kalo buat isi satu kota berapa ya bu ?”


“Ini mas ada menunya apa.” Semi melihat daftar menu yang ada, ia segera memusatkan matanya pada menu terakhir, dengan harga dua puluh lima ribu. “Yang menu terakhir deh bu.”


“Mau berapa bungkus mas ?”


“Dua ratus bisa bu ? Saya ambil malem jam delapan bu.”


“Saya tanya dulu ya mas.” ibu itu pergi ke belakang untuk menanyakan tentang apa yang Semi inginkan, lalu kembali lagi. “Bisa mas, jam delapan malem  kan ya mas ?”


“Iya bu, jam delapan nanti.”


“Bisa mas.”


“Saya bayarnya sekarang apa nanti ya bu ?”


“Nanti aja mas, pas ambil.”


“Terima kasih ya bu.”


“Yo mas sama-sama.” kembali lagi pada motornya. “Ok, selesai, udah mesen, abit itu sekarang gw olahraga dirumah aja lah. Kalo fitness malah ada orang banyak lagi. Males gw.” motornya di gas kencang, karena motornya memiliki mesin dengan CC yang besar, jadi dengan cepat motornya melesat bagaikan cahaya.


Sampai, ia segera melangkah cepat masuk ke dalam rumahnya untuk memulai rutinitas pagi ini. “Najwa ?”


“Halo say.” Najwa tengah menggendong kucing Semi. “Kamu kapan ke sini nya ?”


“Baru aja sampe. Udah di sambut nih sama Mono.” Kucing jantan itu terlihat sangat manja sekali dalam pelukkan Najwa. “Oh ok lah.” Semi membuka pakainnya, dan Najwa bereaksi.


“Say… Kamu… Ngasih aku pemandangan pagi ini.” Ia tersenyum dan tak bisa menahan apa yang ia liat. “Ah-“ Semi mendatarkan wajahnya, ia lupa akan hal itu.


“Ah iya gw lupa. Ngapa buka baju gw depan dia. Kan yang ada dia pasti kambuh.” Semi bersiap melakukan posisi push up dan mulai melakukan olahraga sulit itu. Push up sangat sulit karena tangan harus menahan bobot tubuh, dan banyak orang juga yang tidak bisa melakukan itu, bila seseorang bisa melakukan push up maka ia akan mudah memebesarkan kedua lengannya.


Apa bila orang itu juga sudah terbiasa dengan push up, ia bisa melakukan kalisteknik. Sebuah olahraga yang menggunakan bobot tubuh, contohnya adalah push up, orang yang sudah memiliki lengan yang besar, bahkan bisa melakukan hand stand satu tangan, dan barbell sebagai tumpuannya. Dan wanita menyukai itu. Kalisteknik lainnya pull up contohnya, pull up juga bisa dikombinasikan dengan hand stand, bahkan bisa melakukan hand stand push up sekaligus, dibutuhkan banyak latihan untuk bisa melakukan performa yang hebat itu.


“Ok, selesai push up seratus lima puluh, sekarang kita ganti, hand stand.” Hand stand bisa di latih dengan cara menggunakan tembok sebagai sandaran, atau kaki menendang pada tembok sambil mencoba untuk menyeimbangkan tubuh. Tetapi untuk hand stand yang satu ini dibutuhkan lebih dari itu. “Yap, setelah itu split juga. lalu push up.”


Sangat kompleks, dimana untuk melakukan split aka nada sebuah teriakan dan juga air mata dalam memperoleh itu. Di beladiri bila seorang murid sudah mencapai pada sabuk tertentu maka mereka akan di buat untuk split, dan itu tidak akan mudah, diperlukan setidaknya teriakan dan air mata.


Perlahan namun pasti, Semi terus melakukan push upnya, tubuhnya yang di sorot oleh sinar matahari membuatnya cepat untuk berekringat, setelah beberapa puluh kali lalu ia berhenti. Ia duduk sebentar, lalu ia melanjutkan dengan sit up. Bukan sebuah sit up biasa. Melainkan cannon ball sit up, dimana berbaring melebarkan kedua tangan, lalu tangan harus memeluk kaki yang menekuk Variasi itu melatih semua otot perut, tengah atas dan bawah. Sit up juga bukan hal yang mudah, apa lagi untuk mereka yang memiliki perut besar, akan sangat sulit sekali.


Push up, pull up, sit up, barbell seberat lima belas kilogram dengan repetisi sebanyak seratus lima puluh kali kiri dan kanan, di tambah juga lari diatas treadmill sekitar sepuluh menit tanpa henti. Itu lah menunya setiap pagi hari, bila ia mengajar maka ia memindahkan itu pada sore hari. Setelah ia selesai semua, ia beristirahat. “Sem kamu dimana ?” Semi berbalik dengan tubuhnya yang basah, dan juga tubuhnya yang terbentuk karena ototnya.


“Hmmmm…” Najwa mengigit bibir bawahnya hingga ia tidak bisa melanjutkan perkataanya.


“Berarti kalo nikah nanti aku bisa liatnya setiap hari dong Sem ?” Semi mengangguk, lalu menuju dapur. Najwa memerah wajahnya dan tetap menggigit bibirnya.  Di dapur Semi membuat jus dengan campuran susu untuk ototnya. Campuran yang banyak, buah alpukat, pisang, dan juga beberapa buah telur. Memang kesanya sedikit menjijikan, tetapi itu semua sudah biasa untuk Semi. Setelah meminum itu, ia beristirahat.


Najwa duduk disampingnya. “Jaga jarak hati-hati, inget waktunya sisa seminggu lagi.”


“Iya say. Kamu kenapa kaya orang parno gitu sih ?”


“Kan kamu bisa lepas kendali kapan aja.”


“Iya… Sih.” Najwa tersenyum dan di tatap oleh Semi. “Aku main PUBG ya ?”


“Iya,.” Najwa meinggalkan Semi sendirian, ia memilih melindungi dirinya dan Semi dengan bermain game.


Pagi, menjadi siang. Semi terlelap di sofa panjangnya, begitu juga kedua kucingnya yang terlelap di depan mejanya, Najwa masih bermain di kamar Semi dengan sangat asik. Semi seperitnya sangat lelah karena mungkin ia sedikit berebihan sehingga sore ini ia masih belum bangun juga. Najwa tertidur di kamar Semi. Semi terbangun di hari yang sedikit gelap, ia segera mandi setelah bangun tidur. Wajahnya terlihat sangat segar sekali karena ia telah beristirahat dan juga telah mandi, itu membuat menjadi dua kali lebih segar.


“Lanjut lagi dah main PUBG.” Ada tiga computer dirumah Semi, Sehingga ia bisa memainkannya diantara tiga ruangan, kamar, tempat ia bekerja, dan juga lantai dua, tempat ia bekerja ada di lantai tiga.


“Lanjut lagi boy, semalem udah tiga kali Chicken, sore ini babat tujug kali Chicken!” Semi duduk di kursi putarnya, lalu mulai memainkan game itu. Ada beberapa cara untuk menghabiskan waktu, berjalan-jalan, mengerjakan pekerjaan rumah, membaca buku, mendengarkan music, mengurus pekerjaan, dan opsi paling akhir adalah bermain game. Karena cara terakhir merupakan cara yang amat efektif. Di pandemic ini juga console pembeliannya melonjak, karena untuk mengusir kebosanan selama karantina ini, dan mereka yang humoris agar tidak gila mereka berkumpul dengan teman mereka.


“Sem ?”


“Ya ?” Najwa yang membuka pintu dengan tiba-tiba tetapi di sadari oleh Semi. “Nanti ikut aku ya ?”


“Kemana say ?”


“Ikut aja. Kamu udah makan belom ?”


“Belom.”


‘Di meja aku udah panggang daging, tinggal kamu makan aja, masih panas.”


“Jam berapa mau perginya ?”


“Setengah jam lagi.” Semi menyelesaikan permainannya, turun ke bawah bersama Najwa.


“Nih liat. Ada berapa potong tuh, gak ngitung aku, soalnya tadi aku makan juga banyak. Buat ngasih makan ototku, jadi akau makannya banyak lah.” Najwa duduk sambil membawa piringnya, terlihat makanan pendamping daging itu adalah kentang, dimana pengganti dari nasi. “Nanti kamu kalo udah nikah sama aku, setiap hari kamu makannya jagung, kentang, ubi, kan itu semua pengganti nasi. Lebih enak bahkan.”


“Iya aku nurut aja sama suamiku.”


“Belom, enak aja ngomong begitu. Makan dulu, nanti jam delapan kita pergi.”


-


“Semuanya aman terkendali Lai ?”


“Aman boy tenang aja.”


“Gimana kalo tentang pembukuan ? Apa aja yang harus dibeli ?”


“Masih banyak, lumayan bisa satu setengah bulan.”


“Ok Man, mantab.” Sulaiman, manager kedua dari cafenya, karena Wildan masih mengurus untuk tanah. “Ayo Sem.”


“Ayo.” Mereka berjalan ke garasi, untuk menggunakan salah satu kendaraan Semi. “Karena kita bawa banyak barang, jadi kita pakenya Xpander.”


“Hah ? Barang apaan emang ?”


“Nanti kamu juga tau. Kamu juga tau bahwa aku itu mempunyai hobi dan karena hobi itu aku jadi punya rezeki ini, dan ini rutin aku lakukan tiap bulan.”


“Hobi apa tuh ? Mahal ya ?”


“Beuh mahal banget, belom tentu orang yang lebih dari aku mau melakukannya.” Semi mengendarai mobil itu ke tempat yang sama seperti pagi tadi.


“Aku udah kenyang, gendut lagi aku yang ada makan nasi padang jam segini.”


“Liat dulu makanya.” Semi masuk dan disambut oleh ibu yang sama.


“Mas semuanya udah siap mas.”


“Oh iya bu, jadi totalnya berapa bu ?”


“Totalnya lima juta mas.” Semi mengeluarkan uang yang sudah ia siapkan. “Bisa di itung lagi bu.” ibu itu menyerah kan pada kasir. “Ayo pindahin ke mobil masnya.”


“Kamu mau apain ini semua Sem ?”


“Liat aja Najwa. Liat deh, ya please.” Ia mencubit pipi Najwa di akhir, yang membuat Najwa tersnyum.


Kantong plastik demi kantong plastik di angkut ke dalam mobil Semi, terlihat bahwa mobilnya penuh akan makanan itu. “Beuh baunya nasi padang banget.”


“Jadi parfum mantab Say.”


“Laper yang ada orang.”


“Nah tu tau.” Semi segera mengendarai mobilnya, ia memilih lokasi yang sempurna, dimana banyak orang yang berada dijalanan. Ada pemulung, jasa ojek online, anak muda hingga bapak-bapak. Semi turun dari mobilnya dengan senyuman yang amat lebar diwajahnya. “Nah ini dia say.” Semi mengambil beberapa kotak nasi yang ia pesan dan memberikan itu kepada seorang pemulung yang tengah duduk menyandari gerobaknya, terdapat dua anaknya, dan juga istrinya yang terlelap.


Pemulung itu sangat bahagia, mereka tidak bisa berhenti mengucapkan terima kasih kepada Semi. “Oh jadi ini hobinya Semi, pantesan dia bisa punya rumah kaya gitu, mobil, ilmu. Pantesan, ini hobinya kelewat mahal.” ucap Najwa. Semi memanggil para driver ojek yang tengah beristirahat, lalu memberikan nasi padan itu kepada mereka, dengan cepat banyak orang mengerubungi Semi, Najwa membantu sehingga pembagian makanan itu menjadi semakin cepat.


Jika memiliki mobil mewah, dan jalan-jalan ke manca negara adalah hobil mahal, sebenarnya berbagi adalah hobi yang amat mahal. Karena tidak semua orang yang kaya ingin berbagi kepada sesamanya. Padahal harta yang mereka miliki ada juga harta mereka. Berbagi adalah hobi yang mahal dan membawa kesenangan dengan cara yang tak terduga. Sebab itu hobi ini amat lah mahal, bahkan lebih mahal dari satu buah apartemen bintang sepuluh.


Habis, mobil Semi sudah kosong, mereka yang menerima pun tersenyum sangat senang, mereka yang ada di sekitar mengucapkan kata yang tidak pernah mereka selesia ucapkan. Mereka mengucapkan itu lagi dan lagi. “Seneng ?”


“Lebih dari seneng aku Say, ngeliat mereka bisa makan sambil senyum aja rasanya lebih bahagia dari pada punya segunug emas.”


“Setelah kita nikah, ayo kita lakukan lagi. Mau ?”


“Banget. Ini sih hobi kelewat mahal say.”


“Makanya aku suka hobi ini, buktinya aku mendapatkan balasannya lebih dari apa yang aku keluarkan. Makanya aku terus lakukan hobi mahal ini, karena aku pasti akan digantikan dengan lebih banyak, makin banyak tergantikan, makin banyak pula yang aku keluarkan buat hobi mahal ini. Dengan begitu, tidak bingung kenapa aku bisa seperti sekarang.”


“Pulang yuk.” Semi masuk ke dalam mobilnya. “Kalo aku tau kamu punya hobi kaya gini kenapa kamu gak ngajak aku dari dulu ? Pasti ini udah kamu lakukan lama kan ?”


“Oh tentu iya, aku akan terus lakukan hobi mahal ini sampai maut nanti. Karena senyuman dan kebahagiaan mereka yang akan menyelamatkan aku nanti.”


“Ajak aku selalu ya ? Ajak aku supaya bisa bersamamubahagia  di kehidupan lain nanti.”


“Pasti.” 


..."Jika memiliki mobil mewah, dan jalan-jalan ke manca negara adalah hobil mahal, sebenarnya berbagi adalah hobi yang amat mahal. Karena tidak semua orang yang kaya ingin berbagi kepada sesamanya. Padahal harta yang mereka miliki ada juga harta mereka. Berbagi adalah hobi yang mahal dan membawa kesenangan dengan cara yang tak terduga. Sebab itu hobi ini amat lah mahal, bahkan lebih mahal dari satu buah apartemen bintang sepuluh"...


...-----ME-----...