How To Be A Good Teacher

How To Be A Good Teacher
Pesta



“Udah makin rame mas. Gak siap-siap ?”


“Mungkin sekarang.” Semi segera beranjak dari meja muridnya dan segera untuk berpakain. Di belakang ada Najwa yang bersembunyi menguping seluruh pembicaraannya dengan muridnya.


“Sem ?”


“Iya kenapa ? Ko senyum gitu sih ?”


“Emang bener apa yang kamu bilang kamu ketemu sama temen kamu, sampe dia bilang kaya gitu ?”


“Iya, bahkan dia bilang mau jadi isitri kedua aku.” Najwa sedikit membuka mulutnya dan menutupnya kembali. “Ya jujur aja sih aku. Setelaha akad kemaren itu dia cium aku.” kali ini kejutan yang sebenarnya. “Ke… Kemaren kan baru aja kamu jadi suami aku,… Tapi yang nikmatin bukan aku!”


“Aku aja kaget say, itu dia cium aku di depan temen aku sama Roby. “


Najwa terlihat seperti terkeut. “Itu namanya pelakor temen kamu! Kamu kenapa iya aja sih sama dia ?”


“Ya aku gak tau dia mau lakukan itu.”


“Tapi itu bukan temen kamu lagi namanya.”


“Sekarang mantan kamu ada berapa orang ?” Najwa diam. “Lima.”


“Mana yang paling banyak ngasih barang ?”


“Adrian.”


“Berapa banyak barang dari dia ?”


“Banyak, nyampe mungkin tiga puluh barang. Bahkan aku bisa kerja karena bantuan dia.”


“Ok, aku gak punya mantan. Aku Cuma punya mantan pacar 1 yaitu kamu, sekarang kamu jadi isitri aku. Cuma kamu doang mantan aku, yang lain aku punya temen cantik itu cuma temen aja, aku baik hanya kepada wanita tertentu.” Najwa tersenyum.


“Kamu berusaha terbuka sama aku kan ?” mengangguk. “Ya pasti. Kalo kita udah nikah masih punya rahasia, cepet atau lambat bakal kandas, kecuali rahasia itu memalukan. Wajar gak di sebar.”


“Aku nguping semua pembicaraan kamu sama murid kamu. Kamu itu sweet banget, aku jadi luluh. Kalo kamu bia memberikan pelajaran kepada murid kamu dengan baik, artinya kamu bisa mengamalkan itu dengan baik juga kan ?”


Semi mendekati begitu juga wajahnya mendekati Najwa. “Iya, karena aku itu kalo teori lalu ada media buat mengamalkannya, pasti aku lakukan.” Semi mengecup kening Najwa. “Ayo kita harus pake baju pengantin dulu, bakal ribet loh ini.”


“Aku gak mau pake make up yang ribet yah.”


“Flawless aja say kalo begitu.” mereka berjalan ke ruang ganti bersama.


Semi hanya perlu mengenakan baju pengantin adat di yang di balut dengan desain modern, setelah itu selesai, tanpa perlu make up di wajahnya. Semi memperhatikan Najwa yang sedang di rias, Semi tersenyum yang di sadari oleh Najwa dari pantulan cermin.


Setelah itu mereka segera duduk di tempat yang sudah di persiapkan, dan acara sudah dimulai, dengan itu semua sajian sudah bisa untuk di ambil untuk semua tamu undangan. Karena kondisi dunia yang sedang berbahaya, kapasitas dari gedung ini pun tak banyak, hanya mengundang, saudara, teman dekat dan sahabat saja. Itu berasal dari Semi dan juga Najwa, jadi keurmunan tidak terlalu banyak.


Di tengah tenangnya duduk Semi, ia menangkap satu wajah yang ia kenali. Kalau bukan siapa lagi, Riva, dan Riva menyapanya dengan senyuman. Tidak sopan bila tidak membalas itu. “Say, kamu liat itu gak perempuan yang pake dress item terus rambutnya di iket ekor kuda ?” Najwa beberapa lam mencari. “Liat.”


“Itu dia temen aku. Dia juga yang…. Cium aku setelah aku akad.” Najwa terkejut. “Ko dia cantik banget. Cantikan siapa dia atau aku ?” ini adalah pertanyaan jebakan bila di jawab jujur akan di katakana bohong, dan bila jawab bohong akan di petanyakan lagi.


“Gini say, kamu sayang kan, cinta kan sama aku. Bila kamu kasih aku pertanyaan kaya gitu, kamu salah. Jangan pernah suruh lelaki untuk membandingkan kecantikan antara dua wanita. Karena mereka kemungkinan besar akan berbohong. Kamu percaya gak sama aku ? Sekarang aku udah punya kamu. Aku juga berharap dia mendapatkan yang terbaik buat dirinya. Supaya dia nggak ganggu kita.”


“Tapi kalo dia emang doyannya sama kamu gimana ?”


“Itu susah say.”


“Tapi kana da istilah, kalo suka sama dua perempuan nikahin aja keduanya dari pada satunya jadi pelakor.”


Semi diam. “Kamu gak merintahin aku buat nikahin dia juga kan ? Please deh punya dua istri itu gak se-enak yang orang pikirkan. Kamu mau perhatian aku harus kebagi sama temen aku. Jujur aja aku masih suka sama dia. Siapa mantan kamu yang masih kamu sayangin sampe sekarang ?”


“Sama, Adrian juga.”


“Artinya kita clear, gak ada rahasia. Kamu percaya aku, aku percaya kamu. Karena hubungan bisa berjalan lancar karena itu, saling percaya, tidak ada rahasia, open juga. Ok, sayang ?”kecupan untuk menenangkan Najwa.


Sementara kerumunan murid Semi. “Liat tuh boy, kalo udah nikah santai. Mau ciuman di depan public gak masalah, Cuma salahnya di public aja, tapi udah aman. Udah sah. Ya Wulan.”


“Ko gw si apaan dah ?”


“Ya kalo mau yang enak nikaj aja Lan, jangan milih yang bebas. Dari pada habis jatuh tertimpa tangga pula, setelah bangun terpeleset juga.”


“Ah inget tuh gw pribahasa dari mas Sem. Inget juga gw artinya apa.”


Wulan memperhatikan Semi dan tersenyum. “Lan coba jujur Lan, sebenernya lu suka gak sama mas Sem ?” ia mengangguk. “Jaman kaya gini udah biasa sih ya. Ada yang suka sama dosen sendiri, ada yang nikahin dosen. Lu bayangin dah, masih kuliah, tapi nikahin dosen. Pas kita gak ngerjain tugas, dosen mau marah, yang ada dia malah ngomelin suaminya. Kita juga belajar sama istri sendiri ye kan ?”


“Enaknya sih dari beda universitas ye kan. Kita kuliah di UI nikahin dosen ITB. Nah itu baru enak. Kan gak ketemu pas lagi belajar, cuma pas di rumah aja.”


“Gw berharap supaya pas kuliah nanti gw gak di nikahin.”


“Lah ngapa Jeng ?”


“Lah iya dong, kan kuliah itu bagian dari eksplorasi diri juga. Kalo gw udah nikah, terbatas dong. Apalagi kan kalo udah nikah pengennya punya anak. Ya gak bebas dong.”


“Kan bisa Jeng di rencakan kehamilannya. Tapi kalo lu udah di minta sama orang, terima aja Jeng. Dari pada kedepannya nanti malah jadi bahan sarapan pagi tetangga kan, apa gak gondok ?:”


“Gondok sih pasti. Tapi buat jaga nama baik juga sih ya. Susah juga.”


-


Semua tamu undangan sudah datang, bahkan sudah di perbolehkan untuk berjabat tangan, sudah disiapkan sarung tangan untuk melakukan jabat tangan, agar aman. Albertus, Wildan, Aditya, Sulaiman, Bagus sudah datang dan memberikan salam dan selamat kepadanya, setelah itu pak Imanul, saudara dan keluarga dekat.


Hingga datang lah Riva. “Selamat menempuh hidup baru ya Sem.” dengan senyuman manis dan nada yang manja.


“Thank ya Riv. Semoga lu bisa menemukan yang cocok buat lu di masa yang akan datang.” Riva menyalimi Najwa juga. “Selamat ya Najwa, semoga kalian bisa cpeet punya anak, hidup bahagia juga.”


“Iya thanks ya Riv.” lalu meninggalkan Semi dan Najwa dengan senyuman.


“Godaan setelah nikah men.” kata Hakim sambil mengunyah rendang. “Yoi, mas Sem kalo gak kuat diri bisa aja selingkuh tuh. Tapi kalo mas Sem mau juga bisa aja di nikahin juga. Walau mas Sem tau resikonya apa punya dua istri. Mau gak Kim dua istri Kim ? Puas tiap malem.”


“Kalo tau paitnya juga mendingan satu aja dah Din.” Pesta itu berjalan dengan cukup meriah, di tambah juga iringan lagu yang membuat suasana pernikahan itu semakin nyaman. Terlebih lagi, Semi juga bernyanyi untuk para tamu  dan juga untuk Najwa pastinya.


Semi naik ke panggung untuk menyanyi, hanya dengan sebuah gitar akustik elekrtriknya. “Siapin buat instastory, mas Sem mau nyanyi tuh.” kata Dian.


“Hah mana ? Mana ?”


“Selamat pagi semua. Semabari anda menikmati hidangan yang tersedia, saya akan membawakan sebuah lagu untuk menemani anda.” Semi mulai memetik gitarnya asal.


“Nah lagu apa nih yang bakal di bawain ?”


“My eyes are no good blind without her the way she moves I never doubt her, when she talks she somehow creeps into my dreams. She’s a doll, a catch, a winner I’m in love and no beginner could ever grasp or understand just what she means.”


“Baby blue eyes cuy. Enak juga ini.”


“Baby, bay, baby blue eyes stay with me by my side ;til the mornin’ through the night. Well baby stand here holding my sides close your baby blue eyes every moment feels right. And I may feel like a fool but I’m the only one dancin’ with you.” Semi menunjukkan senyumnya untuk Najwa, yang itu membuat Najwa salah tingkah sendiri.


“Mantab boy. Udah dapet.”


“Ih pengen banget gw di nyanyiin lagi sama mas Sem.”


“Fall for you ya ?”


“Iya, jadinya lebih enak dari yang versi ori.”


“Itu lu dengerinnya pake hati kali. Jadinya baper. Makanya lu doyan. Udeh gak bisa lagi lu, mas Sem udah ada yang punya.”


“Patah hatiku.”


Semi menyanyikan beberapa lagu yang ramah di telinga para tamu, itu un membuat Najwa senyum tak karuan terus menerus. Setelah itu Semi menyantap hidangan yang ada bersama dengan Najwa. “Kamu tau aja lagu kesukaan aku.”


“Masa sih ?”


“Iya, itu lagu kesukaan aku semua. Baby blue eyes, Fall for you, Dear God.”


“Kalo lain kali aku nyanyiin lagi di depan kamu gimana ?”


“Mau banget.”


“Terus udah selesai aku cium ya bibir kamu.” Najwa tersenyum sambil menyenggol tubuh Semi.


Pesta akhirnya selesai, dengan semakin sepinya gedung yang Semi gunakan. Setelah itu Semi kembali melepaskan pakaian yang ia gunakan, begitu juga dengan Najwa.  Semi melihat Najwa yang tengah menlepas aksesoris satu per satu, lalu duduk di dekatnya. “Aku gak jealous sih, walau temen kamu itu cium kamu setelah akad. Karena kamu bisa buktikan kalo kamu itu cinta sama aku.”


“Serius ?”


“Iya. Masa aku gak open sih sama kamu.” Semi mengambil kapas danpembersih untuk membersihkan lipstick Najwa, setelah itu membersihkannya. Tak hanya itu saja, Semi juga mencium bibrnya sekaligus. Najwa pun membalasnya. Hal yang membuat Najwa terkjut, matanya terbuka lebar, jantungnya berdegub kencang, begitu juga dengan Semi. Tak ada yang mengetahui apa yang mereka lakukan kecuali mereka berdua.