How To Be A Good Teacher

How To Be A Good Teacher
Tugas khayalan



“Ok Hakim, yang kamu buat itu keren, filosofi kamu bagus, nama kamu juga bagus, ada abstraknya ada jelasnya, keren Kim. Ok kamu lanjut ke tahap selanjutnya.”


“Ok mas.”


“Yo selanjutnya silahkan.”


“Saya mas.” Ardine datang dengan cengar-cengir kehadapan Semi.


“Wooh ni bocah, kalo ngomong asal jeplak aja, saya botakin kamu nanti.”


“Ampun mas, nungguinnya aja harus nanam jagung dulu mas.”


“Ayo satu lagi temenin Ardine.”


“Saya mas.”


“Ok Abimana Aryasatya.”


“Panggilan biasa aja lah mas, gak seru banget manggil saya begitu.”


“Iya kalo inget. Nah jadi apa yang kalian buat ?”


“Merek clothing tema sepak bola mas. Saya bisa nggak tidur semaleman cuma buat nonton bola doang mas.”


“Developer game.”


“Ok kita mulai dari Ardine, namanya nyentrik juga nih. 17 futebol yo amigo. Buiihihihih, pake bahasa Latin dong cuy. Apa artinya ini Amigo (teman) ?”


“Angka 17 itu dari nomor CR mas, nah terus itu artinya sepakbola sahabatku. Nah jadi saya berharap nanti clothing saya seterkenal CR 7 mas, nah nama akhirannya itu biar nyangkut dikepala orang mas. Kan nama nyentrik selalu diinget orang mas.”


“Ok mantab, mulai dari sekarang dong. Kalo misalkan nanti selesai tugas ini nanti kamu mulai desain baju tema sepak bola, ya kan ? Tugas ini emang membuat kalian itu berkhayal, tetapi apa salahnya mencoba membuat khayalan menjadi nyata ? Ya nggak amigo ?”


“Iya mas, boleh banget tuh mas, jadi pengen desain sekarang.”


“Ntar aja. Ok selanjutnya Abi, ok nama pertama itu ada Black and blue speed. Bih keren nih namanya. Saya bisa meramalkan apa yang akan kamu jawab ni Abi.”


“Ok mas, dengan nama demikian saya akan memproduksi game balapan seperti NFS dkk, dan juga game action lainnya, atau mungkin saya ingin mencampurkan keduanya, antara fighting dan juga racing.”


“Weh mantab, itu sudah saya ramalkan. Mantab sekali itu, game kaya NFS tapi ada fightingnya, beuh apa lagi ada perangnya juga, itu udah lebih dari lengkap itu. Biasanya dunia begitu identik kan dengan namanya fighting sama gun fight begitu ? Nah kamu ini membuatnya menjadi semakin ok.”


“Nanti gameplanya kaya Sleeping dog sama NFS mas.”


“Muantab, keren itu. Coba ya nanti kamu wujudkan, walau ini hanya sebuah angan. Ok balik lagi ke Ardine nama kedua ada nama Hala Madrid roupas. Beh masukin kata-kata familiar lagi nih. Apa ni boy artinya ?”


“Go Madrid clothes. Kan nama ini kan udah famous banget nih mas, saya harap clothing saya sefamous kata itu mas, nah nanti saya bakal produksi baju yang lebih membara lagi tema sepak bolanya mas.”


“Oh ok, gampang diinget tuh namanya. Orang pasti inget namanya, nice Ardine. Abi lanjut lagi, nama kedua ada Cuff scarecrow fist. Eumm, jelaskan.”


“Nah kalo ini beda mas dari yang awal, dengan nama ini saya akan memproduksi game bertema polisi, horror dan juga fighting mas, cuff kan artinya borgol, scarecrow kan bisa jadi lambang horror, dan fist yang artinya pukulan udah pasti identic sama fighting mas.”


“Ok, tanggung nih, nama terakhir, namanya simple banget, Reality life studio. Kenapa namanya simple banget ?”


“Nah kalo ini maksudnya saya mau produski game dengan genre apapun mas. Kan realita, realita kehidupan itu ada horror, ada action, ada romance dkk.”


“Nice Abi. Ardine apa  nih terakhir, Toko lapangan hijau. Ini simple banget ya, why ?”


“The answer is karena saya ingin memproduksi kaos bertema sepak bola, dan juga saya ingin menjual peralatan lapangan hijau mas. Sesimple itu aja mas.”


“Ok mantab, silahkan lanjut ke langkah berikutnya. Silahkan.”


Semi melihat jam tangannya, baru delapan orang yang berhadapan dengannya. Masih banyak waktu dan masih banyak muridnya. “Yang mau maju bisa langsung ya, baru delapan orang ini guys.”


Tak lama setelah itu banyak dari mereka yang datang kepada Semi. “Who santai, one by one ok. Minimal dua lah yang berhadapan dengan saya. Ok Arul sama Farhan, sini.”


“Akhirnya bisa jelaskan juga nih.”


“Weh keliatannya udah siap banget ini.”


“Oh jelas, saya dulu deh mas. Saya ini mau buat nama PH mas, nah nama pertama itu 7th sky rice. Kenapa saya mau ngasih namanya begini ? Jadi jikalau nanti PH saya sudah sukses nanti bak menembus langit ke tujuh saya akan semakin merunduk layaknya padi mas. Begitu mas, simple kan ?”


“Ok nama kedua itu adalah Knuckle champ picture. dengan nama demikian saya berharap bahwa PH saya menjadi juara dalam membuat film baku hantam mas. Begitu aja, nah nama terakhir Human power picture. nah saya pake nama human power itu memiliki arti bahwa manusia memiliki banyak sekali kekuatan dalam dirinya, dengan kata lain saya akan memproduksi film tentang manusia dan juga tentang kekuatan, tetapi berdasarkan kehidupan nyata begitu mas Sem.”


“Ok mantab lanjut ya. Nah Farhan apa nih yang kamu buat ?”


“Distro lah mas.”


“Beuh jawabnya pd banget ini.”’


“Yoi lah mas, saya udah nunggu buat jelasin ini mas.”


“Yoi jelasin dong ngab.”


“Pertama, namanya itu Gold mat mas. Mungkin mas Sem bertanya kenapa namanya keset emas bukan ? Jadi gini mas walau nanti saya memproduksi baju yang terlihat keren mempunyai bahan bagus, harga masih bisa dijangkau bahakn untuk kalangan bawah mas. Itu yang pertama, nah yang kedua itu Dragon Samurai. Saya menggunakan nama naga karena naga adalah hewan yang diagungkan oleh orang Tiongkok, dan nama Samurai karena armor mereka yang keren. Jadi saya berharap nanti semoga distro saya terkenal dan memproduksi kaos yang bagus dan keren. Nama terakhir Black street. Yap namanya gampang banget kan mas ? Saya berharpa dengan nama Black akan mudah diterima masyrakat dan disukai masyarakat, street memiliki arti walau nanti baju yang saya miliki keren tetapi mereka yang bekerja dijalan bisa menjamahnya mas. Begitu.”


“Mantab Han, bukang kaleng-kaleng. Lanjut tahap selanjutnya.”


“Ok makasih mas.”


“Yok lanjut.”


Dinia dan Virlia selanjutnya. “Dinia dan Virlia. Kalo denger kata nama Dini, jadi balik ke masa saya pas kelas delapan. Saya suka sama perempuan yang namanya Dini tapi ditolak hari itu juga.”


“Masa sih mas ? Ya ampun seganteng mas Sem ditolak gitu aja ?”


“Ya mungkin dulu belom pantes dsb. Sekarang kan udah glow up. Nah apa yang kalian buat ladies ?”


“Fashion wanita mas.”


“Ehm, sama kaya Savira sama Silvia. Lia coba jelasin kamu duluan.”


“Nama pertama saya yaitu Feminin cats. Saya menggunakan nama yang begitu jreng, karena saya akan memproduksi baju yang membuat wanita merasa cantik dan juga lucu. Karena bagi saya wanita yang feminine itu cantik banget mas. Saya ambil contohnya itu kakak saya, dia itu seperti saya bilang, dan dia itu cantik banget mas. Banyak yang suka sama dia, tapi ditolakin semua, sekarang lagi nyari temen buat tidur seranjang.”


“Saya udah mau nikah lo. Jangan sarananin kakak kamu ke saya telat. Calo saya juga cantik, nanti saya kasih tau.”


“Ok mas, nanti kita tukeran.”


“Bagi dong Vir ig kakak lu, gw pengen banget. Gw udah minta lama juga.”


“Ardine berulah lagi kamu ya.”


“Eh iya ampun mas Sem, mulut saya suka gak bisa diem mas, kadang mulut saya suka ngomong sendiri tanpa saya kontrol mas.”


“Sekali lagi kamu begitu, saya cukur abis seluruh rambut yang ada dibadanmu.”


“Iya ampun mas ngeri banget, pake apa mas btw ?”


“Gergaji mesin! Nanaya mulu bocah.”


“Ampun mas takut, becanda mas.”


“Ya saya juga lagi. Maap bisaa temen kamu emang begitu kan ?”


“Ya gitu lah mas.”


“Lanjut lagi boleh Vir.”


“Nama kedua Ruby’s home. Saya sangat menyukai batu Ruby karena berbwarna merah dan berkesan indah. Jadi saya akan menjadikan butik saya sebagai kumpulan baju yang indah.”


Semi mengangguk, mendnegar muridnya memiliki nama yang simple tetapi dengan makna yang simple dan juga dalam. “Ok, lanjut lagi terakhir tu.”


“Terakhir, nama butik saya adalah Lola Rianda. Nama ini saya ambil dari nama kakak saya, dengan harapan butik saya akan seperti ia, dikenal banyak orang dan disukai banyak orang, dan juga saya berharap yang mengenakan baju saya nanti akan cantik seperti ia.”


“Mantab Vir, simple banget itu, ok lanjut ke berikutnya.”


Setelah itu semakin banyak yang datang kepadanya, dan Semi juga mendapatkan sebauh nama-nama yang bagus, begitu juga filosofi yang mereka buat begitu bagus, Semi dalam hatinya terkadang merasa sangat salut kepada mereka, ia tidak bisa membayangkan bagaimana mereka bila tidak disentuh oleh tangannya, mungkin mereka akan menjadi lebih parah lagi, mungkin saja menjadi lebih kacau dari mereka yang berada dijalanan, Semi sudah banyak bertemu orang yang bermasalah dijalanan, tetapi baginya apa yang dijalanan bukan lah hal yang paling parah. Itu semua masih batas wajar. Mungkin dimana untuk menemukan kasus terkacau adalah didalam sekolah. Dimana mereka untuk di didik tetapi jiwa mereka menolak. Mungkin saja kasus terkacau berada disekolah, sepertinya Semi telah memilih tempat yang tepat.