How To Be A Good Teacher

How To Be A Good Teacher
Pertemuan 2



“Yang menarik dari sistem pendidikan saya adalah dengan adanya tugas sesuai keahlian mereka itu. Mengapa begitu ? Karena dengan cara itu para murid bisa mendapatkan ilmu baru dan juga bisa merasakan pengalaman memiliki tugas layaknya orang yang bekerja. Saya tegaskan lagi bahwa tugas yang mereka dapatkan pasti akan sesuai kemampuan mereka. Dari tugas itu lah, mereka akan mudah mendapatkan tempat untuk melakukan pkl. Dengan begitu tempat dimana mereka akan melakukan pkl tidak akan meragukan kemampuan mereka, karena mereka sudah terbukti dengan mereka telah mendapatkan tugas itu dan mereka berhasil.” Para orangtua murid sedikit berbincang dengan yang lain.


“Apa ada yang mengkiritik saya ?”


“Saya mas.”


“Iya pak ada apa ?” salah satu orangtua murid mengangkat tangan


 “Saya tidak mengkritik sih mas. Tapi saya rasa itu logis banget, karena salah satu tantangan anak kita nanti adalah mencari tempat pkl. Saya rasa dengan adanya tugas itu membuat mereka yakin bahwa anak kita nanti hebat, saya rasa juga itu bisa menghantarkan mereka untuk bisa cepat bekerja.”


“Itu lah rencana saya bapak. Jadi ketika mereka sudah kelas XII nanti saya akan tetap menjalankan itu, saya juga akan memberikan mereka tugas tingkatnya lebih tinggi lagi karena mereka sudah kelas XII, di saat yang bersamaan juga saya mempersiapkan mereka untuk menghadapi dunia pekerjaan. Secara tidak langsung saya sudah menyajikan kepada mereka dunia pekerjaan langsung, disaat mereka sudah mendapatkan tugas sesuai keahlian mereka saya akan menerapkan aturan seperti kerja, seperti mereka hanya memiliki waktu tiga hari,  saya juga menekankan kepada mereka hanya tiga hari mereka harus menyelesaikan tugas itu. Secara tak langsung mereka akan menyadari sebagian kecild dari dunia pekerjaan. Pada kelas XII nanti untuk beberapa bulan saya akan menyiapkan untuk mempersiapkan merasakan dunia pekerjaan, dan setelah itu saya akan memberikan mereka tugas sesuai keahlian mereka, tugas itu akan terus berlangsung dan berhenti apa bila ada sebuah momen penting, UTS, UAS, persiapan ujian sekolah. Dikarenakan ujian nasional dihapus jadi ujian sekolah lah yang menentukan.” Semi duduk di kursi dan menenggak air yang tersedia.


“Syukur sekali ujian nasional dihapuskan. Karena betapa kejamnya ujian nasional tersebut. Apa bapak ibu rela selama tiga tahun putra putri bapak ibu belajar hanya ditentukan oleh selembar kertas ? Bila kita ingin menggali berapa banyak dari mereka yang bunuh diri karena ujian nasional. Bila sudah seperti ini apakah ini sebuah sistim pendidikan ? Pendidikan seharusnya menghasilkan anak yang pintar, tetapi mengapa menghasilkan anak yang tewas, hanya karena nilai mereka kecil. Ini adalah sebuah pembunuhan tak langsung. Saya sendiri sangat mengecam adanya ujian nasional. Saya perintahkan murid saya untuk melaksanakan bisnis online, siapa tau bila ia tidak mendapatkan tempat untuk bekerja mereka bisa berwirausaha, semakin banyak wirsausahawan semakin baik. Artinya masyarakat semakin kreatif. Secara tak langsung saya mendorong mereka untuk menjadi kreatif juga. Di masa depan nanti pekerjaan sebagai wirausaha lah yang akan banyak, karena bila pabrik sudah di penuhi oleh robot, perusahaan belum tentu mau menerima mereka yang tidak terlalu pintar, dan jalan keluar terkhir adalah menjadi wirasusahawan, walau ia bodoh sekalipun. Orang bodoh gagal masuk kerja, akhirnya orang bodoh buat lapangan pekerjaan, orang bodoh nanti mempekerjakan orang pintar. Itu Bob Sadino yang berkata, dan itu bukannya tidak mungkin.”


“Aset sekolah ini pak. Kalo bisa sampe masuk ke mentri pendidikan sih ini asset negara pak.”


“Yoi bu. Pemikirannya anak muda banget, dimana mempedulikan siswa dan masa depan mereka.”


“Andai, putra bapk ibu memiliki nilai yang rendah dan tidak bisa mendapatkan pekerjaan, bisnis online mereka masih ada. Mereka tetap bekerja walau di rumah saja, mendesain,  memang tidak begitu keliatan bekerjanya mereka. Itu lah bekerja cerdas dan itu lah cikal bakal dari cara kerja manusia di masa depan. Bapak ibu juga tidak sia-sia memasukan mereka ke SMK walau mereka tidak mendapatkan pekerjaan, karena bisnis online dari saya masih ada dan mereka bisa menekuni itu, bapak ibu hanya perlu memberikan dukungan. Berawal dari bisnis online siapa tau anak bapak ibu memiliki sebuah outlet kaos distro yang sanga terkenal. Saya yakin bapak ibu akan sangat bangga akan hal itu. Karena selebriti saja untuk terlihat tajir melintir masih memiliki usaha sampingan, yang putra putri ibu jalankan adalah sebuah bisnis sampingan. Bisnis sampingan itu bisa menjadi sangat besar dan menjadi besar, bisa saja mengalahkan penghasilan dari para seleb. Saya ingin bertanya kepada bapak ibu, pasti sangat sedih bukan bila anak kita nanti tidak mendapatkan pekerjaan benar begitu ?”


“Sangat sedih mas pasti.”


“Tetapi dengan bapak ibu mengetahui bahwa putra putri ibu memiliki bisnis online apakah bisa tenang sedikit ?”


“Bisa mas, terlebih lagi itu sudah cukup untuk dirinya sendiri.”


“Iya betul sekali bapak. Lalu, apabila bisnis online putra putri ibu menjadi sangat besar, sukses sampai memiliki outlet di banya tempat, apakah ibu akan membanggakan anak bapak ibu yang tidak bekerja itu ?”


“Pasti.”


“Itu sudah pasti, walau tidak bekerja mereka telah memberikan sebuah lapangan pekerjaan bagi mereka. Itu lah mengapa saya memberikan mereka perintah untuk menjalankan bisnis ini. Agar mereka memiliki uang hasil jeri payah mereka sendiri, walau bisnis online tetap ada pasang surutnya. Walau begitu ini adalah kesukaan mereka semua, bila kita menjalani sebuah bisnis berdasarkan kesukaan kita sesulit apapun kita akan senang, begitu juga mereka nanti. Bener begitu Lucky ?”


“Iya mas bener, walau banyak saingan tapi tetep enjoy mas melaksanakannya.”


“Mantab, saya do’akan kalin semua menjalani bisnis itu sukses.”


“Ammmiiiiin.” jawab serentak.


“Umur mereka memang masih remaja, remaja menuju kedewasaan. Tetapi saya sudah mengatasi problematika orang dewasa itu sendiri. Di mana problematika orang dewasa adalah harus mencari kerja dan memiliki uang. Saya sudah mengantisipasi itu, dengan bisnis online yang saya perintahkan.”


“Pemikiran revolusioner emang beda.” kata mas Hatta sambil menggeleng.


“Pengalaman ketika pkl nanti adalah pengalaman terbaik yang akan putra putri ibu dapatakan, dari situ lah banyak perusahaan yang mulai melirik putra putri ibu. Tetapi itu hanya untuk tiga bulan saja, karena pkl paling lama adalah tiga bulan. Dengan saya memberikan tugas sesuai keahlian kepada mereka, itu akan membuktikan kepada tempat di mana mereka melakukan pkl semakin yakin. Tanpa terkecuali. Mereka yang bisa fotografi, mereka akan saya berikan tugas foto, mereka yang bisa editing tentu saja editing. Lalu bagaimana bila kemampuan putra bapak ibu bisa menggambar sebuah komik dan tidak bisa mendsain ? Itu adalah sebuah asset, karena skill sangat mahal sekali. Yang perlu putra putri ibu lakukan adalah dengan mengunggahnya di forum internet berbayar, dengan begitu ia secara tak langsung sudah bekerja sendiri, sebagai komikus. Bagaimana dengan melukis ? Tentu saja bisa. Sebuah lukisan bisa di jadikan sebuah latar belakang sebuah desain dengan tema seni. Tentu saja cara menjadikan lukisan tersebut uang adalah dengan menjualnya. Karena saa sendiri membuat lukisan. Di zaman millennial ini sudah terbilang semua serba mudah. Memang benar, permasalahan utamanya apakah kita ingin menggunakan otak kita dalam zaman yang serba mudah ini ? Karena banyak mereka yang masih melakukan hal yang konyol, zaman ini sudah canggih. Bila kita memiliki sebuah keahlian yang jarang, maka tekuni Unggah ke media sosial, bila media sosial memiliki banyak penggemar beralih lah ke media YouTube, terus tekuni, dna jadilah milyader. Benar begitu bapak ibu ?”


“Benar mas.:”


“Bukti zaman sudah mudah adalah YouTube, bapak ibu pasti ada yang berharap bisa seperri mereka, tetapi tidak memiliki kemampuan khusus dalam melakukan itu. Kita bisa mengunggah apapun yang berguna di YouTube. Ada sebuah channel YouTube seorang tukang servis ponsel, tetapi memiliki satu juta subscribers, dimana penghasilan yang di dapatkan sudah besar. Ada banyak sekali hal yang tidak selalu mewah di YouTube, contohnya ada sebuah channel yang menceritakan seorang tenaga kerja yang bisa menikah dengan pria tempat dimana mereka bekerja. Profesi sebagai tenaga kerja di manca negera memang bukan sebuah perkara mudah dan tidak terlalu di pandang, namun siapa sangka di balik cerita dari itu memiliki banyak penggemar. Bukan main bu, lima ratus ribu subscribers bu. Jadi andaikan putra putri ibu hanya memiliki keahlian bisa memasak, tidak masalah. Karena channel YouTube dengan konten memasak tidak akan pernah sepi. Tetapi walau terkesannya YouTube glamor, harus ada sebuah jiwa pantang menyerah yang amat kuat. Walau itu adalah sebuah sosial media tetapi persaingan sama keras seperti dunia nyata. Saya sudah memberikan perintah tersebut kepada anak saya sendiri, benar begitu Hakim ?”


“Iya mas, pas awal masuk udah ngasih tau.”


“Masa depan putra dan putri ibu ada di tangan mereka, bapak ibu hanya perlu memberikan dukungan yang terus menerus. Selama mereka melakukan usaha yang benar niscaya mereka akan sukses suatu hari nanti. Memang untuk meraih kesuksesan harus rela sampai patah tulang. Karena besi baja yang bagus saja harus di tempeh berulang-ulang, itu adalah benda mati. Di mana bila baja itu sudah bagus, keras karena tempahan berulang-ulang artinya baja itu sukses. Bahkan benda mati saja memiliki cobaan juga, itu juga terjadi pada manusia. Saya sudah menanamkan prinsip kepada murid saya.  Bisa katakan prinsip apa saja itu anakku ?”


“Terima kasih anakku semua. Prinsip yang saya berikan itu adalah sebuah prinsip yang sangat ngena banget. Pertama, prinsip magic mushroom. Bapak ibu bila tidak tau, itu adalah sebuah narkoba jenis halusinogen dimana bila kita mengkonsumsinya kita akan halusinasi. Saya menanamkan prinsip ini karena Magic mushroom itu tumbuh di atas kotoran sapi. Para konsumen narkotika pasti menyukai itu. Umpamanya adalah sebuah narkotika yang tumbuh di atas sebuah kotoran sapi saja di sukai, maka manusia bisa lebih dari itu, karena manusia tumbuh di atas tempat yang bersih. Saya ingin membahas kisah sukses dari para aktor dunia. Bapak ibu pasti sudah tau dengan nama Jackie Chan bukan ? Saya suka banget sama filmnya, udah saya tonton puluhan kali pak. Emang karena ceritanya bagus dianya juga lucu. Tapi apakah bapak ibu mengetahui bahwa ia sebelum menjadi aktor ia adalah seorang aktor porno, di mana hal ini sangat terhina bukan ? Sekarang ia sukses menjadi bintang besar, memiliki film yang memiliki cerita darinya dan ia sendiri pun sutradaranya.”


“Pengulangan yang gak akan buat orang bosen ini pak.”


“Pasti bu, apalagi ini pertemuan sama orangtua murid, makin naik pamornya deh mas Sem.


“Yoi pak.” sahut mba Riana.


“Lalu, ada juga bintang dari terminator, dimana dulu ia adalah dulu pernah ada di majalah gay. Bayangkan itu, seornag pria yang kekar dan tampan dulu pernah melakukan itu. Sekarang ia menjadi bintang besar. Bintang Indonesia juga seperti itu. Aktor sekelas Reza Rahadian pun pernah mengalami kesusahan, Sule pun pernah menjadi tukang Bakso, penyanyi Judika pun pernah menjadi tukang tambal ban. Tapi kita melihat mereka sekarang menjadi penghibur, mereka memiliki kehidupan yang mewah, layak. Mereka tanpa pengalaman itu mereka tidak akan meraih semua kenikmatan yang kita lihat seperti sekarang. Prinsip selanjutnya adalah ulat bulu. Saya sendiri benci hewan ini, seperti itu lah potret orang yang belum sukses, akan di benci, saat ulat bulu menjadi kepompong tidak ada yang peduli, sama seperti seseorang yang berjuang, begitu ia menjadi kupu-kupu yang indah semua orang menyukai itu, dan itulah ketika seseorang menjadi sukses nanti. Di mana untuk mencapai kesuksesan tidak akan ada jalan pintas, bahkan untuk hewan sekalipun. Dan terakhir di mana prinsip ini saya harapkan kepada anak saya agara selalu menerapkannya dan mengingatnya dengan baik. Kita semua mengetahui bahwa para petinju dan petarung harus babak belur untuk meraih kemenangan mereka, begitu juga anak bapak ibu sekalian.”


“Dek guru kamu ini pinter banget loh. Keliatan dari cara bicaranya.”


“Emang pak, mas Semi emang pinter pak. Buktinya aku yang dulu rada bandel di kelas sekarang udah nggak lagi. Kan bapak tau itu.” ayah Hakim mengangguk.


“Kita sebagai petarung untuk meraih kesuksesan kita harus menerima pukulan yang beruntu, bahkan membuat kita berdarah, hidung patah, penghlihatan buram, Tetapi kita tak boleh menyerah, itu juga yang di tanamkan kepada para petarung. Bila para petarugn rela luka fisik hanya untuk sebuah kemenangan, mengapa kita tidak rela untuk luka juga ? Memang luka yang akan kita alami adalah luka psikologis, dimana ini tak akan mudah sembuh dan membuat seseorang gentar. Petarung mengambil risiko kematian dalam pertarungannya untuk kemenangan, mengapa kita tidak ? Kita tidak akan tewas dalam meraih kesuksesan kita. Bila petarung rela mati untuk meraih kesuksesannya, kita harus lebih giat dan semangat dari mereka.  Saya Semi Fahrian, sekian dan terima kasih.” Semi tersenyum dan membungkuk, memberikan senyuman termanisnya.


Para orangtua murid memberikan standing applause, begitu juga para muridnya. Guru yang lain pun begitu juga. Pak Adnan segera menaiki panggung. “Luar biasa sekali, saya sendiri sampai menggeleng mendengar pidato dari pak Semi, luar biasa sekali. Dari caranya berbicara dan memaparkan pikirannya, benar-benar beda dengan guru yang lain.” pak Adnan melanjutkan pembicaraanya dengan dia sebagai bintang utamanya. Semi berjalan kea rah kantin untuk memesan camilan, ternyata ia di buntuti oleh anaknya. “Mas Sem, beh kerena banget sih mas itu, asli mas demi alek orangtua saya aja sampe muji berkali-kali mas.”


“Sama mas, orangtua saya juga gitu mas. Bilang kalo mas Sem itu pinter mas.”


“Terima kasih, kalian itu berlebihan, saya hanya mengatakan apa yang saya harus katakana aja, saya gak berpura-pura menjadi seseorang.”


“Ini mental orang pinter. Semakin pinter semakin humble, ya nggak mas ?”


“Yoi lah Man. Kamu tau tuh.”


“Itu beneran sih mas, asli keren banget mas. Baru kali ini saya dengerin guru ngoceh saya enjoy. Serasa kaya nonton stand up, tapi isinya itu ilmu semua gitu.”


“Iya mas. Betah banget mas dengerinnya.” kata Lukman.


“Kalian jangan lupa ya tanamkan prinsip yang kalian sebutkan tadi. Karena niscaya kalian pasti sukses.”


“Karena mas Sem sebutin tadi bisnis online orangtua saya jadi girang sendiri mas. Jadi gak khawatir lagi mereka.”


“Sama saya juga mas, orangtua saya langsung kasih support yang gila buat saya mas.” kata Hakim dan Wulan.


“Thank you. Karena program yang saya buat itu memang tujuannya buat itu, supaya kalian itu bisa mengalami masalah orang dewasa itu. Jadi kalo orangtua kalian sampe ada yang begitu ya wajar aja. Jarangkan guru kaya saya ?”


“Banget mas.”


“Bisa di bandingkan 1:1000000000.”


“Di sini ya mas sampe kita lulus ?” kata Wulan, Semi tersenyum. “Jadikan.buktikan kepada orangtua kalian apa yang saya bilang tadi ok. Apa kalian udah cukup merasa terpukau kepada saya ?”


“Ya cukup lah mas.”


“Laper gak ? Makan lah saya juga lumayan laper abis ngoceh tadi.”