
Raga makin mendekatkan tubuhnya pada Mika, tangannya mengunci pergerakan Mika dengan mencengkram kedua bahu Mika. Mika yang merasakan itu hanya menutup matanya, tidak mau melihat apa yang akan dilakukan Raga padanya.
Cetakk!
Raga menyentil dahi Mika kencang. Mika hanya bisa merasakan sakitnya bahunya yang di cengkram oleh Raga dan dahinya yang terasa nyeri karna mendapatkan sentilan dari Raga.
"Buka matamu, bodoh!" ucap Raga setengah berteriak.
Mika membuka matanya, dia bisa melihat wajah Raga dari sedekat ini. Jantungnya berdegup kencang. Bukan, bukan karna melihat Raga sedekat ini, itu karna sedari tadi dia takut Raga melakukan kekerasan padanya.
Raga mengangkat kedua alisnya dengan senyuman miring tercetak dibibirnya. "Dasar mesum." sindirnya.
Mika mengangakan mulutnya. "Tuan, bisa kah anda menjauh? Saya mau bernafas dengan bebas, tuan." pinta Mika.
"Baik kalo begitu, hukumanmu jangan bernafas hari ini!" kesal Raga seraya menjauhkan tubuhnya dari Mika.
Mika menganga tidak percaya. Didekati lagi Raga yang berjalan menjauh dari Mika. "Tuan, tolong jangan beri hukuman seperti itu." mohon Mika.
Mika menyatukan kedua telapak tangannya di depan wajah. "Tolong maafkan saya kalo saya tidak bernafas nanti saya mati tuan." mohonnya lagi.
Mika berlari pelan menjegat Raga ketika Raga ingin masuk ke dalam kamar mandi. Dia memejamkan matanya dengan nafas tersegal-segal lalu membuka matanya lagi.
Raga memiringkan kepalanya menatap Mika. Kedua alisnya terangkat. "Apa?" galak Raga.
Mika memasang wajah senduh pada Raga, mencebikkan bibirnya. "Tuan, jangan zolimi saya, tuan." rengek Mika.
"Zolimi?" beo Raga, tidak mengerti dengan ucapan Mika itu.
"Iya, tuan sama aja menzolimi saya kalo memberi hukuman tidak boleh bernafas. Nanti saya mati, kan tuan yang repot." panjang Mika.
"Cih," decih Raga. "Minggir!" Raga menyingkirkan Mika dengan tangannya dari pintu kamar mandi lalu dia memasuki kamar mandi dengan manatap tajam Mika yang mencebikkan bibirnya.
Mika meringkuk terduduk di lantai bersender di tembok, menunggu Raga keluar dari kamar mandi.
Di dalam kamar mandi. Raga berdiri didepan wastafel, berkaca di cermin dia tersenyum tipis mengingat ekspresi dan tingkah Mika.
Raga mengacak-ngacak rambutnya lalu menyalahkan air wastafel, membasahi wajah dan rambut dengan air setelah itu dia keluar dari kamar mandi dengan rambut dan wajah yang basah.
Mika bengong di sebelah kamar mandi. Dia tidak menyadari bahwa Raga sudah keluar dari kamar mandi. Dia mengangkat tangannya ke dagu.
Melihat Mika meringkuk seperti itu, Raga menjongkok dihadapan Mika. Menatap wajahnya yang sedang bengong. Sudut bibir Raga terangkat ke atas. Kehadirannya bahkan tidak menyadarinya dari lamunan.
"Hei!" teriak Raga tepat di wajah Mika.
Mika sontak terkejut, kepalanya terbentur tembok di belakangnya. "Awww!" ringis Mika sambil memengangi kepala belakangnya. Raga menahan tawanya.
"Tuan," ringis Mika menatap Raga.
Raga mengangkat satu alisnya. "Apa?" sahutnya.
Mika langsung memengang tangan Raga. "Tuan, ganti hukuman saya, saya mohon," lirih Mika.
Raga melepaskan tangannya yang digenggam Mika. "Jangan mengambil kesempatan!" bentaknya.
Raga mendengus kesal. "Baik, aku tarik hukuman kamu."
Senyum Mika mengembang. "Baik, saya mau tidur kalo gitu." Mika bangun.
"Siapa yang menyuruh kamu tertidur, hmm?"
"Tapi ini kan sudah malam, tuan."
Mika mendekati Raga, mendudukkan bokongnya di atas kepala Raga dan Raga mengangkat kepalanya ke paha Mika.
Mika memijit kepala Raga perlahan. Dia harap pijatannya itu enak. Dia berbohong tentang dia ahli dalam memijit. Nyatanya dia tidak bisa memijit.
"Ahhh sakit!" teriak Raga. "Apa kamu sengaja, hah?!"
Mika menyengir tidak berdosa. "Maaf tuan, saya tidak bisa memijit. Hehe," Mika cengengesan sambil menggaruk kepalanya.
Raga menatap tajam Mika di atas sana. "Katanya kamu pintar dalam memijit!" sindir Raga.
Lagi-lagi Mika hanya bisa menyengir.
"Yaudah, mainkan rambutku sampai aku tertidur." ucap Raga.
Mika mulai memainkan rambut Raga. Dia melilitkan-lilitkan rambut Raga dengan jarinya. "Tuan, apa saya boleh tidur di kamar sebelah?" tanya Mika.
"Tidak," jawab Raga singkat. Dia mulai memejamkan matanya.
"Tuan, apa dirumah ini cuma hanya ditinggali Tuan sendiri? Haha, pantas saja tuan mencari Istri ternyata tuan kesepian ya." kata Mika, tidak sadar dengan apa yang ia katakan.
Raga membuka matanya lagi. Dia menatap tajam Mika. "Apa kamu ingin mati, hmm?"
Mika membukam mulutnya. Dia kembali memainkan rambut Raga tanpa adanya kesalahan.
Tidak lama kemudian Mika membuka suaranya lagi. "Tuan, apa tuan punya mantan pacar?"
Raga tidak bergeming. Dia memejamkan matanya, hembusan nafasnya lembut yang berarti dia tertidur sekarang.
Mika mengangkat satu tangannya di udara. Dia senang akhirnya dia bisa beristirahat juga sekarang. Dengan hati-hati Mika memindahkan kepala Raga dari pahanya namun Raga malah membuka matanya lagi.
"Mau kemana kamu?" tanyanya.
Mika mendesah kesal. "Saya ingin tidur, tuan." ketus Mika.
"Tidur dengan posisi seperti itu." Mika menganga tidak percaya. Jika dia tertidur dengan posisinya seperti ini kemungkinan esok sekujur badannya akan remuk.
"Tuan, badan saya kurus, kalo badan saya remuk gimana, tuan?"
"Tidak peduli!" ketus Raga.
Mika menggeram kesal. Rasanya dia ingin menjambak rambut Raga seperti orang gila.
... ...
Pukul 01.00 wib, Raga terbangun. Dia menatap Mika yang tertidur dengan posisi yang sama. Tidak berubah sama sekali.
Raga tersenyum tipis. Dia terduduk. Menyingkirkan rambut pendek Mika yang menutupi wajah mungilnya. Seketika dia terdiam, memperhatikan wajah Mika dalam diam. "Dasar bodoh!" gumam Raga.
Tidak tega melihat Mika tertidur dengan posisi itu. Raga akhirnya memindahkan tubuh Mika agar berbaring di king size-nya dengan menggendong tubuh mungil Mika.
Perlahan dia membaringkan Mika di king size-nya. Lalu dia juga membaringkan tubuhnya di sebelah Mika.
Di tatapnya wajah Mika saat tertidur. Itu membuatnya terlihat imut saat tidak banyak berbicara seperti ini. Sudut bibir Raga terangkat. Gadis yang aneh. Batinnya. Perlahan Raga memejamkan matanya. Senyuman tipis tercetak dibibirnya.
---------------
Vote, komen dan Like ya jangan lupa🙆🙌🙋