
"Mika!" teriak seseorang yang suaranya sangat dikenali Mika.
Mika yang tadinya sedang menunggu jemputan dari Raga langsung menoleh kearah suara itu berasal dan dia langsung melotot tapi bibirnya tersenyum lebar melihat siapa yang baru saja meneriaki namanya.
Orang itu keluar dari mobilnya, dia tersenyum hangat pada Mika. Orang itu merentangkan kedua tangannya dihadapan Mika dengan kedua alis terangkat.
Begitu orang itu keluar dari mobilnya, Mika langsung berlari menghampirinya dan meloncat ke pelukannya.
"Gemma, aku rindu tahu!" kata Mika didalam pelukan Orang yang diketahui adalah Gemma.
Gemma melepaskan pelukannya, dia menurunkan tubuh Mika yang tadinya menemplok pada tubuhnya. Dia terkekeh geli melihat Mika tersenyum begitu. Sangat menggemaskan.
"Kamu kemana aja sih? Kok menghilang gitu aja sih?" tanya Mika.
"Aku ada urusan sih." jawab Gemma, mengikuti cara bicara Mika dan Mika tertawa kecil, dia meninju bahu Gemma membuat Gemma langsung memenangi bahunya yang terasa nyeri itu.
"Pukulanmu sakit juga ya," ucap Gemma.
Mika menyengir. "Gimana sama Kak Sekar? Kalian udah baikan kan?" tanya Mika, dia mengetahui hubungan Gemma dan Sekar sekarang tidak baik-baik saja.
Gemma menghembus nafasnya. "Dia menjauh, dia bilang dia membenciku."
"Kenapa begitu?" tanya Mika penasaran.
"A--aku melakukan itu padanya,"
"Melakukan itu apa?"
"Aku sudah tahu pekerjaan dia dan aku menyakiti hatinya dengan kata-kataku," cerita Gemma terdengar pilu.
"Emangnya kamu menyakiti Kak Sekar gimana?" tanya Mika lagi.
"Kamu mau tahu?" Mika mengangguk kencang. Sebelum memberi tahu Mika, Gemma menghebus nafasnya dahulu. "Aku bilang kalau dia jalang, tidak pantas dimiliki siapapun dan aku melontarkan kata-kata menyakitkan padanya." jelas Gemma.
"Setelah itu?"
"Dia menangis, dia memukulku sekuat tenaga tapi saat itu aku benar-benar kecewa dan marah dengannya dan aku langsung menciumnya ditempat itu dan--" Gemma menggantungkan kata-katanya membuat Mika makin penasaran dengan cerita Gemma.
"Kamu menghamilinya ya?" tebak Mika, matanya melotot ketika mengatakan itu.
"Enak aja! Aku tidak melakukan itu, belum," cicit Gemma.
"Terus kamu ngapain lagi sama Kak Sekar, Gemma?" kesal Mika Karna dia sudah sangat penasaran.
"Aku hanya melakukan ciuman dengannya dan tangan ku-- ahh sudahlah lupakan."
Mika berdecak sebal. Dia menatap Gemma kesal.
"Apa aku terlalu kasar padanya?" tanya Gemma, dia mengerutkan keningnya menunggu jawaban dari Mika.
"Iya sih, aku pun kalo ada yang mengatakan itu apalagi orang yang ku sayang pasti itu sangat menyakitkan." ucapan Mika membuat Gemma murung.
Mika merasa kasihan juga pada Gemma, pasti Gemma sangat bingung sekarang.
"Mika,"
"Hem?"
"Apa suamimu juga pernah melakukan itu?" tanya Gemma.
Mika mendengar pertanyaan itu langsung mengingat kejadian dimana Raga menyakitinya dengan mencium bibirnya dengan kasar. Mika menggelengkan kepalanya, dia menatap Gemma lagi.
Gemma memang sudah tahu kalau Mika sudah menikah dan dia juga tahu Mika terpaksa menikah karna ibu tirinya yang menjualnya, tapi mendengar cerita Mika yang bilang kalau tuan muda yang sekarang menjadi suaminya tidak pernah kasar padanya, Gemma langsung mengetahui sesuatu yang hanya seorang Pria yang tahu.
"Emangnya aku melakukan apa?" suara dingin seseorang membuat buluk kuduk Mika berdiri. Dengan hati-hati dia menoleh kearah suara itu berasal dan ternyata dia Raga dan sekretarisnya, Dion.
Raga menghampiri Gemma dan Mika, dia berjalan dengan memasang wajah seramnya dan juga Dion yang berekspresi tidak seperti biasanya.
Mika berdecak sebal, padahal dia masih ingin bersama Gemma tapi kenapa suami dinginnya itu datang sih!
"Oh, anda tuan muda pemilik Antareja Groups, bukan?" tanya Gemma.
Raga menatap tajam sebentar Gemma. "Ya!" jawabnya ketus. Tatapan Raga kembali pada Mika yang entah kenapa menceberutkan bibirnya pada Raga.
"Apa dia selikuhanmu, hmm?" tanya Raga terdengar sangat dingin.
"Bukan, dia teman saya," jawab Mika.
"Kamu pikir aku percaya?"
"Emang bener kok, dia teman saya."
"Dia selingkuhan mu kan?"
"Saya bilang bukan!"
"Maaf, sepertinya anda salah paham, saya dengan Mika tidak memiliki hubungan apa-apa." kata Gemma, meluruskan kesalahpahaman Raga.
"Saya tidak meminta anda berbicara, tuan Gemma Sanjaya!" dingin Raga.
Gemma langsung membungkam mulutnya. Tidak berniat menjawab perkataan Raga lagi. Dia takut dengan tatapan Raga padanya apalagi Dion yang berada disampingnya yang sepertinya siap menerkamnya.
"Saya serius, saya tidak berselingkuh, Ga!" tegas Mika.
"Sepertinya kamu meminta hukuman ya," Raga menyeringai seram. "Dion bawa dia ke dalam mobil, seret dia kalo dia memberontak, mengerti?" titah Raga pada Dion.
Dion membukukkan badannya. "Baik tuan muda," Dion langsung menurut.
Raga berjalan melewati Gemma begitu saja. Dia berjalan ke arah mobil dengan wajah yang muram.