
"Mika kan?" tanya seorang yang memakai baju kantoran yang acak-adul jauh dari kata rapi.
Mika melotokan matanya, tangannya menunjuk-nunjuk wajah orang itu. "Anda Om mesum!" teriak Mika.
Orang yang disebut Om mesum adalah Rio. Dia langsung melotot kalau Mika berteriak seperti itu, dengan cepat dia menutup mulut Mika dengan tangannya. Teriakan Mika barusan membuatnya menjadi pusat perhatian ditempat umum.
Rio meringis, dia menatap Mika yang melepaskan tangannya yang berada dimulutnya dengan kuat. "Jangan memanggilku begitu," bisiknya.
Mika mengangkat kedua alisnya. "Kenapa? Emang benar anda Om mesum kan?"
Rio meringis lagi. "Aku sudah tunangan, ok? Jadi, jangan panggil aku Om mesum lagi."
"Apa hubungannya? Om mesum tetap saja Om mesum." tekan Mika.
"Kenapa Raga mau menikahi Gadis seperti ini sih?" gerutu Rio, dia mulai kesal dengan Mika istri dari sahabatnya itu.
"Anda sahabatnya Gaga ya?" tanya Mika.
Rio mengangguk dengan bangga. "Yupp, aku sahabatnya,"
"Kenapa Gaga mau ya sahabatan dengan anda?" Mika membalikan gerutukan Rio membuat Rio tidak percaya.
Bagaimana bisa Raga menyukai Gadis model seperti ini? Benar-benar membagongkan.
"Dimana Raga?" tanya Rio.
Mika mengangkat kedua bahunya. "Tidak tahu, saya kesini sendirian. Emangnya kenapa?" jawab Mika.
"Aku mau ijin ke Raga untuk menggelamkanmu disungai Amazon!" kesal Rio.
Mika menyulitkan matanya, bibirnya tersenyum meremehkan, jari-jarinya bergerak meledek Rio. "Ow, ow, ow, jangan anda pikir saya akan takut dengan ancaman itu,"
Rio mengangkat satu alisnya keatas. "Siapa yang mengancam mu coba?"
Mika menyengir. "Apa Gaga pulang cepat hari ini?" tanya Mika.
"Tidak tahu, emangnya aku ini sekretarisnya apa?"
"Aku? Manajer di pusat perusahaan Antareja Groups," kata Rio dengan bangga. Mika mengangkat sebelah sudut bibirnya.
"Kenapa seperti itu?" tanya Rio melihat ekspresi Mika.
"Tidak apa-apa." jawab Mika.
"Jadi kamu disini?!" Mika dan Rio langsung mencari suara itu berasal.
Dan mereka berdua terkejut, ternyata dia Raga, dia berjalan mendekati Mika dan Rio yang terduduk di kursi trotoar. Disebelahnya terdapat Sekretaris Dion yang selalu setia berada disebelah Raga dimanapun Raga pergi.
Mika berdiri, tangannya diangkatnya tinggi-tinggi dan melambai. "Hallo Gaga!" sapa Mika dengan senyuman lebar dibibirnya.
Dion yang melihat Mika melambai seperti itu sambil tersenyum pada tuan muda tersenyum tipis. Dia sekarang tahu kenapa tuan muda Raga memilih Mika menjadi istrinya sekarang.
Raga berdiri dihadapan Mika, dia mendorong kening Mika kebelakang. "Apa yang kamu lakukan disini, hah?!" tanya Raga.
Mika menyengir. "Jalan-jalan dong!" seru Mika.
"Ah, kebetulan ada kamu disini, Ga. Istrimu ini benar-benar membuatku darah tinggi." ujar Rio, menimbrung.
Raga mengangkat satu alisnya pada Mika. "Apa yang kamu lakukan dengannya, hmm?"
Mika melirik Rio yang menampilkan senyuman kemenangan pada Mika lalu menatap Raga lagi. "Saya tidak melakukan kejahatan apapun pada Om ini, Ga," jawab Mika membuat Rio mendengarnya menganga.
Raga terkekeh kecil. "Dengar, dia tidak melakukan kejahatan apapun padamu!" kata Raga pada Rio yang menatap Mika dengan mulut terbuka.
"Dion, sepertinya tuan mudamu harus periksa kerumah sakit. Dia aneh sekali!" ucap Rio pada Dion.
"Kamu yang harusnya kerumah sakit!" jawab Dion, seperti sudah kenal lama dengan Rio.
Rio berdecak. "Kenapa aku?" tanya Rio menunjuk dirinya sendiri.
"Karna kamu Om mesum, benarkan nona?" goda Dion. Mika mengangguk setuju sembari tertawa renyah.
Rio menatap Dion dan Mika kesal. Tidak ada yang menolongnya sekarang dari ledekan Dion dan Raga, kalau saja disini ada Heru dan Toni, dipastikan dia juga akan meledek dirinya.